"Mbak , kenapa ya kok rasa nya ada yang aneh sama sikap nya Fatih ?" Tanya bunda Zulaikha kepada mbak Sri .
"Mungkin den Fatih nya lagi banyak pekerjaan nyonya , jadi sikap nya seperti itu ." Sahut mbak Sri , lalu tangan nya kembali lagi mengupas buah apel .
Bunda Zulaikha menghembuskan nafas nya kasar , "saya tau betul sifat anak saya itu mbak. Kalau masalah pekerjaan saja , dia tidak mungkin seperti itu . Saya kok jadi curiga ya mbak . Saya takut Fatih menyembunyikan sesuatu . Apa lagi kalau saya bertanya tentang Lydia , pasti Fatih mengalihkan topik" ucap bunda Zulaikha yang selalu memperhatikan sikap Fatih ketika beliau bertanya tentang Lydia .
"Nyonya jangan banyak pikiran , dulu . Nyonya berdoa saja kepada yang maha kuasa , semoga hubungan den Fatih baik-baik saja dengan nona Lydia " mbak Sri melangkah kan kaki nya mendekati brangkar bunda Zulaikha , lalu menyerahkan sepiring apel yang sudah di kupas oleh nya .
Bunda Zulaikha mengangguk kan kepala nya . "Saya harap seperti itu mbak , saya tidak mau kalau sampai Fatih frustasi . Saya tau betul bagaimana sifat Fatih . Ini cinta pertama nya . Saya takut kalau dia Sampai kenapa-kenapa, saya ingin anak saya bahagia"
"Maka itu , nyonya harus semangat dan cepat sembuh , satu hal yang membuat den Fatih bahagia yaitu melihat nyonya seperti dulu lagi . "
Bunda Zulaikha tersenyum lalu mengangguk kan kepala nya . Diri nya tau tentang hal tersebut , maka oleh itu bunda Zulaikha selalu semangat dan berusaha untuk sembuh , hanya untuk putra nya . Tapi ketika mendengar Fatih akan menikah , semangat bunda Zulaikha naik berkali-kali lipat ....
___oOo___
"Dasar ganjen ! Jijik banget gue sama wanita berhijab modelan kayak si Lydia itu , udah tau Nerima lamaran nya sih bos , eh enggak tau nya main belakang sama orang lain . Gila tuh cewek parah ! Janda aja sok kecentilan amat sih" ini tuh suara Veni , salah satu karyawan yang ada di cafe milik Fatih . Dari mana Veni tau tentang Lydia ? Jawaban nya karena Veni itu tetanggaan nya Lydia . Dan diri nya itu memang enggak suka sama sosok Lydia Maura yang kata nya cantik . Tapi memang benar-benar cantik . Dan si Veni ini kalah saing . Mangkanya dia benci banget sama Lydia .
Si teman yang bernama Nana langsung membulat kan kedua bola mata nya . "Yang beneran Lo Ven ? Gue enggak percaya si . Soal nya modelan kayak Lydia loh lemah lembut ," sahut Nana , diri nya tau betul bagaimana sifat dari seorang perempuan bernama Lydia Maura . Dan sejauh yang diri nya kenal , Lydia itu baik banget , Lydia itu wanita lemah lembut .
Veni mencebikkan ujung bibir nya . "Lo enggak percaya ?! Lihat mana tuh muka bocah ha ?! Enggak nampak kan ni hari . Palingan juga lagi honeymoon sama laki baru nya ." Ucap Veni dengan bibir yang di miring-miring kan .
"CK , biasa aja kali , mulut Lo "
"Lo aja kayak ---"
"Woi- woi guys , gue punya kabar ? Kabar terbaru tentang Lydia ." Itu Ratu si biang gosip karyawan cafe milik Fatih .
Veni dan Nana menunggu kalimat lanjutan dari Ratu .
Ratu tersenyum miring . "Gue tadi enggak sengaja lihat pak Fatih jerit-jerit dan hancurin barang yang ada di dalam ruangan nya . Tadi gue mau nganterin kopi buat pak Fatih , eh tau-tau nya pak Fatih lagi depresi habis-habisan " celetuk Ratu menjedah nya sesaat .. .
"Terus ?" Nana jadi semakin penasaran . Dan ingin mengetahui lagi apa kelanjutan kalimat dari Ratu si biang gosip .
"Terus ya , yang aku denger , pak Fatih ngomong gini sama pak Romi , 'lydia jahat banget , sakit"
"Nah itu tu , Lo si enggak percaya banget sama yang gue bilang tadi ." Pekik Veni .
"Masa iya sih ?" Nana masih saja tidak percaya .
"Eh apa apa sih ? Veni bilang apa ? Kok gue enggak tau ? Secara kan biasa nya gue dulu yang tau masalah gosip " celetuk Ratu ..
Veni mencebikkan ujung bibir nya . "Gue bilang tadi , Lydia sok cantik itu udah duain pak Fatih . Kemarin pak Romi bilang kalau pak Fatih calon suami nya Lydia . Eh Lo enggak tau kan tadi malam , si Lydia itu nikah . Lydia nikah sama cowok lain . "
"Lo tau dari mana Ven ? Punya bukti , Soal nya ini gosip nya enggak main-main , jadi enggak boleh sembarangan ." Ucap Ratu .
"Hei ! Lo kan tau gue ini tetanggaan sama si Lydia . Rumah nya sama rumah gue juga cuman beberapa langkah doang . Jadi gue tau lah" sahut Veni .
"Wih gila tu kalau yang di bilang sama Lo beneran Ven , Lydia diam-diam ya " Ratu menggeleng-gelengkan kepala nya .
"Iya , padahal juga gue suka banget speak si Lydia ini . Tapi waktu denger yang Lo bilang Ven , gue jadi benci banget . Jijik malahan " tambah Nana .
"Iya , sama " sahut Ratu .
Sedangkan Veni tersenyum miring , tujuan diri nya membuat semua teman-teman seperkejaan dengan diri nya membenci Lydia berhasil . Veni tersenyum puas .
Brak
Tengah asik bergosip , mereka terkejut ketika seseorang menggeprak meja yang ada di depan mereka .
Semua nya mendongak kan kepala nya , menatap seorang perempuan yang tidak lain adalah Sisil .
"CK Lo apaan sih sil ngagetin tauk!" Cetus Veni .
"Kalian bisa enggak , enggak usah nyebar hoaks ha ? " Pekik Sisil .
"Lo apaan sih ? Hoaks apaan coba ... Kita --" ucapan Ratu tertelan ketika Sisil menyela nya .
"Lo pikir gue budek ha ? Gue udah berdiri jamuran dari tadi di belakang kalian bertiga . Gue denger semua nya . " Menjedah nya sesaat , Sisil lalu menatap tajam ke tiga nya .
"Sempet gue denger lagi Lo bertiga nyebarin hoaks tentang Lydia , gue Jambak rambut Lo bertiga "
Veni mendengus kesal . "Siapa sih yang nyebarin hoaks , memang kenyataan nya keles" sahut Veni ketus .
"Lo enggak usah banyak bacot deh Ven , gue tau betul gimana Lydia . Gue udah temenan --"
"Lo tuh yang banyak banget bacot , enggak tau apa-apa aja masih aja belain . Gue denger sendiri dari mulut pak Fatih ." Ucap Ratu menyela kalimat Sisil .
"Lo --" geram Sisil .
"Apa ?!" Tantang Ratu dengan mata melotot .
Tangan Sisil sudah terangkat akan menjambak rambut Ratu , namun suara tegas seseorang membuat mereka semua nya menoleh . Dan langsung membuat mereka terdiam , terlebih kata perkata yang keluar dari mulut orang tersebut .
"Apa begini cara kalian bekerja ?! Saya tidak menggaji kalian hanya untuk bergosip" ucap Fatih datar . Wajah nya tanpa ekspresi , dan aura dingin menyeruak di dalam diri nya .
Glek
Semua nya menelan saliva nya susah payah , sungguh aurah bos nya kali ini benar-benar sangat menyeramkan .
"Bubar !"
Menurut , semua nya membubarkan diri mereka , dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing .
Fatih menghembuskan nafas nya panjang , lalu melangkah kan kaki nya menuju ke dalam ruangan nya di susul oleh Romi .
Ya Fatih sudah sampai di Indonesia , Fatih tidak bisa lama-lama di Singapura karena ada pekerjaan yang harus di hendel oleh nya ...
____oOo___
"Assalamualaikum , perkenalkan nama saya Nadila Sari, kamu bisa memanggil saya dengan Dila " ucap Dila kepada Lydia , saat ini mereka ada di ruangan depan , di sana hanya ada Lydia , Dila dan Arsyad , yang lain nya sudah pamit pergi .
Lydia tersenyum , "wa'alaikum salam , saya Lydia " sahut Lydia . Lydia agak-agak tidak enak dengan Dila , Lydia sudah tau jika Dila ini istri dari Arsyad .
Dila mengangguk kan kepala nya . "Semoga kamu betah ya di sini" ucap nya tulus , seulas senyum getir terbit di bibir nya , untung saja Dila memakai cadar , jadi baik Lydia maupun Arsyad tidak melihat nya .
Lydia mengangguk kan kepala nya , Lydia juga bingung harus menjawab apa . Sebab diri nya juga merasa sangat canggung saat sekarang ini . Terlebih status Dila yang merupakan istri pertama Arsyad . Dan Lydia juga tau bagaimana perasaan seorang wanita . Lydia sungguh takut , Lydia takut di cap sebagai pelakor .
"Ya sudah , saya mau pamit dulu , kalau kamu ada perlu apa-apa kamu bisa panggil saya . Saya tinggal di rumah pondok , bareng sama umi dan Abi . Kamu bisa main-main kesana ." Ucap Dila .
Dila beranjak dari duduk nya lalu hendak keluar dari dalam rumah tersebut , namun suara Lydia membuat Dila menghentikan langkah nya dan terdiam ...
"Saya Lydia Maura , saya meminta maaf kepada mbak Dila jika saya mempunyai salah . Mbak , saya enggak bermaksud untuk merebut suami mbak , dan saya mohon maaf kan saya" lirih Lydia , menundukkan kepala nya , sungguh kata-kata itu sudah semenjak sedari tadi diri nya simpan , ingin sekali diri nya keluar kan . Namun tadi rasa nya masih tercekat di dalam tenggorokan nya .
Arsyad tertegun mendengar nya . Arsyad tidak menyangka jika Lydia berbicara seperti itu .
Jelas ini bukan salah Lydia , tapi ini salah diri nya . Namun mengapa Lydia dengan lapang dada meminta maaf , sungguh Arsyad sangat tertohok dengan perkataan Lydia .
Dila membalikkan tubuh nya , tersenyum di balik cadar nya . "Kamu Enggak salah, jadi jangan meminta maaf "
"Mbak , saya salah . Saya benar-benar minta maaf . Saya mengerti perasaan mbak Dila . Sa--saya juga seorang wanita ." Ucap Lydia lembut .
Dila melangkah mendekati Lydia , lalu memeluk nya . "Saya maafin " gumam nya yang masih bisa di dengar Lydia .
Lydia menangis dalam pelukan Dila , sungguh Dila itu wanita yang sangat baik . Dan mengapa Arsyad begitu tega menduakan nya .
Arsyad yang melihat itu membuang nafas nya kasar , ... Memejamkan kedua bola mata nya sesaat ,
___oOo___
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Erna Fadhilah
𝚜𝚎𝚋𝚎𝚗𝚊𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝙰𝚛𝚜𝚢𝚊𝚍 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚒𝚕𝚊 𝚍𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚕𝚊𝚕𝚞
2025-02-04
1
Hanipah Fitri
masih penasaran, hubungan Arsyad dgn Dila
2025-02-09
0