"Eunhgh" Zahra menggeliat , merasakan seseorang menepuk pelan pipi nya . Lalu Zahra dengan perlahan membuka kedua kelopak mata nya . Dan Zahra langsung melihat wajah bunda nya yang tengah menatap nya .
"Udah mau Maghrib sayang , ayo bangun shalat , kamu udah tidur lama banget , shalat ashar juga kamu kelupaan" ujar Lydia lembut .
Ya karena tidak ingin membangun kan Zahra , dan kasihan karena melihat Zahra yang terlelap tertidur akibat kelelahan setelah berkeliling mall , jadi Zahra meninggalkan shalat ashar nya .
"Iya bunda , maaf , Zahra ngantuk banget ." Ucap Zahra sambil menguap , beranjak dari tempat tidur .
"Mandi habis tu wudhu terus ya . Bunda tunggu di depan " ucap lagi Lydia yang langsung membuat Zahra mengangguk kan kepala nya .
Lydia berniat keluar dari dalam kamar Zahra , namun suara Zahra membuat nya berhenti .
"Bunda ... Bunda ... "
"Iya ada apa Zahra ?" Tanya Lydia .
"Bunda dimana kamar mandi nya ?"
Lydia tersenyum , lalu menghampiri Zahra . "Itu , ada pintu warna biru , itu kamar mandi nya" ucap Lydia menunjuk ke arah pintu berwarna biru yang tepat berada di dalam kamar milik Zahra .
Zahra membulat kan kedua bola mata nya . "Kamar mandi nya di dalam kamar Bun?"
Lydia mengangguk . "Iya , udah buruan sana kamu mandi , nanti telat shalat Maghrib nya " ucap Lydia dan langsung berlalu dari kamar Zahra .
Zahra terpekik . "Wow , sekaya apa sih si om Arsyad itu , sampe kamar mandi nya aja di dalam" mololog nya seorang diri ....
Setelah beberapa menit , Zahra pun selesai dengan pakaian dan juga mukena yang sudah di siapkan oleh Lydia tadi .
Zahra keluar dari dalam kamar nya .
Lagi-lagi Zahra terpekik ketika sampai di ruang tamu , di sana Zahra melihat ruangan yang sangat mewah dan sungguh sangat nyaman . Kalau di bandingkan sama rumah kakek dan nenek nya , ini rumah lebih besar dari rumah yang di tempati oleh Zahra dulu .
"Subhanallah cantik banget rumah nya bunda "
Suara Zahra yang menggema membuat Lydia yang tengah duduk dan membaca Al-Qur'an di atas sofa mendongak . Lydia langsung meletakkan Al-Qur'an yang tengah di baca nya dan berdiri , melangkah kan kaki nya menghampiri Zahra .
Tangan Lydia terangkat mengelus kepala Zahra yang tertutup mukena. "Yuk shalat , udah Maghrib " ucap Lydia lembut .
Zahra mengangguk kan kepala nya ,
Lydia mengajak Zahra ke ruangan yang memang di khususkan untuk shalat .
Dan lagi-lagi Zahra terpukau .
"Bunda .. bunda ... Om Arsyad itu orang kaya ya .. rumah nya aja gede banget , mana mewah lagi" seru Zahra .
Lydia menggeleng kan kepala nya kecil , melihat tingkah putri nya itu ,lalu tangan nya masih sibuk menggelar sajadah .
"Panggil ayah Zahra . Dia sekarang ayah kamu" ucap Lydia mengabaikan perkataan Zahra tadi .
Zahra mencebikkan ujung bibir nya , teringat diri nya masih menentang keras pria itu menjadi ayah sambung nya . Ck' Zahra sampai lupa , karena terlena dan terpukau dengan apa yang di lihat nya . Seharusnya Zahra bisa bersikap tidak lebay , dan kampungan .
Zahra itu kan masih anak-anak jadi wajar saja lah .
Dan Zahra harus tetap dalam misi nya , diri nya tidak mau pria yang bernama Arsyad- Arsyad itu menjadi ayah sambung nya ...
Bunda nya harus keluar dari jerat pria itu ...
Harus !
"Udah jangan melamun , ayo shalat" ucap Lydia membuyarkan lamunan Zahra .
Zahra langsung menoleh ke arah sang bunda , dan mengangguk kan kepala nya .
Dan mereka pun shalat dengan khusuk ..
___oOo___
Setelah selesai shalat isya, Arsyad langsung datang ke rumah yang di tempati Lydia dan Zahra , tujuan nya ingin mengajak kedua nya untuk makan malam di rumah dalam pondok ...
Tok tok tok
Cklek
Arsyad langsung menatap wajah istri nya yang baru saja membuka pintu rumah .
Arsyad tersenyum melihat nya . Arsyad sangat terpesona karena melihat Lydia . Sungguh penampilan Lydia itu memang sangat sederhana , tapi kesan cantik nya sangat nampak . Lydia sangat cantik . Dan Arsyad sangat mengagumi kecantikan istri nya itu .
"Masuk bang " ucap Lydia ketika melihat Arsyad hanya diam di ambang pintu ,lydia lalu membuka pintu rumah tersebut dengan lebar .
Arsyad berdekhem sejenak , menetralkan debaran jantung nya yang menggila . Baru melihat wajah Lydia saja , jantung nya sudah berdetak kencang .
"Ly, ajak Zahra , kita akan makan malam di rumah pondok , tempat Abi , umi dan Dila " ucap Arsyad .
Lydia mengangguk kan kepala nya . Lalu membalikkan tubuh nya , pergi memanggil Zahra ...
Tidak lama Lydia sudah datang bersama Zahra .
Zahra pun yang melihat Arsyad tersenyum tipis .
Zahra akan memulai ekting nya .
"Ayah ! Ayah ! " Teriak Zahra antusias dan Arsyad langsung menyunggingkan senyuman nya .
"Iya Zahra " sahut Arsyad lembut , tangan nya terangkat mengelus hijab Zahra .
"Ayah tadi kemana ? Bangun-bangun Zahra enggak lihat ayah... Di cari-cari di dalam rumah juga enggak ada " ucap Zahra mengembung kan kedua pipi nya . Berpura-pura merajuk .
Arsyad terkekeh melihat nya . Merasa gemas melihat Zahra .
"Maaf , ayah tadi ke masjid di pondok . Jadi ayah enggak ada di samping Zahra ."
Zahra mengangguk-anggukkan kepala nya .
"Iya deh . Oiya ayah , rumah ayah gede banget ya , mewah lagi" ucap Zahra .
Arsyad tersenyum ... "Ekhm Zahra . Yuk ikut ayah ke Rumah dalam pondok . Di sana kita makan malam sama nenek dan kakek . Abi dan umi nya ayah " Ucap Arsyad lembut .
Zahra mengangguk kan kepala nya .
Lalu mereka bertiga berjalan menuju ke rumah di dalam pondok pasantren ..
______
"Assalamualaikum , umi , Abi " Arsyad masuk ke dalam rumah , dan di sambut oleh umi Aisyah dan Abi Husein serta Dila dan ada juga Rayyan yang sudah duduk di kursi meja makan .
"Wa'alaikum salam , masuk , Lydia , ayo nak masuk " ucap umi Aisyah .
Deg
Jantung Dila berdetak ketika umi Aisyah dengan senyuman di balik cadar nya menyambut antusias kehadiran istri kedua suami nya .
Rasa nya tidak rela dan hati nya terasa berdenyut ... Namun Dila harus bersikap seperti biasa saja . Dila tidak boleh menampakkan nya .
"Ayo Lydia , duduk , " ucap Dila berusaha untuk tetap tegar .
Lydia dengan canggung duduk dan di susul oleh Zahra .
Kini semua nya sudah duduk dan menikmati makan malam mereka .
Rayyan anak kecil berusia 4 tahunan itu sedari tadi mencuri-curi pandang ke arah gadis kecil yang tepat berada di hadapannya .
Rayyan mengerutkan dahi nya melihat dua orang asing , terlebih ada anak yang hampir seusia nya .
Setelah makan malam selesai , Rayyan langsung menatap Zahra dan Lydia .
"Mereka siapa umi ?" Tanya Rayyan sambil menunjuk ke arah Zahra dan Lydia.
Semua nya mendongak , dan saling lempar pandang .
Dila sudah membuka mulut nya , namun Zahra terlebih dulu berkata .....
Zahra yang mendengar nya langsung tersenyum . "Kenalin nama aku Zahra ... Aku Anak nya ayah Arsyad "
Deg.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments