6. JADI ART

JADI ART

🌸Selingkuhan Majikan🌸

Alya duduk dengan canggung di kursi tamu yang besar dan mewah, masih dengan perasaannya yang merasa tidak pantas berada di tempat seperti ini.

Ruang tamu itu begitu megah, dihiasi ornamen-ornamen mahal yang mencerminkan kekayaan dan status pemiliknya, namun justru membuat Alya semakin merasa kecil.

“Mbak... Tolong bawakan air untuk Alya,” ujar Andin pada seorang ART yang berdiri tak jauh dari sana.

"Alya, duduklah, aku mandi dulu," ucap Andin.

"Terima kasih Nyonya," balas Alya.

Setelah memastikan Alya duduk dengan nyaman. Andin kemudian naik ke lantai atas, menuju kamarnya untuk membersihkan diri.

Tidak lama kemudian, seorang ART datang menyajikan camilan dan minuman di hadapan Alya.

Saat menyuguhkan minuman itu, ART tersebut melirik Alya sejenak, namun segera menundukkan kepala ketika tatapan mereka bertemu.

Sesaat kemudian, ART itu berlalu menuju dapur, di mana bisik-bisik mulai terdengar di antara para ART lainnya.

Suara lirih mereka terasa seperti gemuruh di telinga Alya, seakan membawa kembali kenangan pahit dari kampungnya. Kenangan saat dirinya sering menjadi bahan pergunjingan dan hinaan.

Alya semakin merasa kecil di tengah kemewahan ini. Ia hanya duduk mematung dan tidak berani menyentuh makanan atau minuman yang ada di depannya, meskipun tenggorokannya terasa kering dan perutnya mulai melilit lapar.

Rasa malu dan rendah diri menahan tangannya untuk meraih segelas air sekalipun.

Keheningan yang mengisi ruangan itu membuatnya merasa terisolasi, seolah dunia ini bukan tempat yang tepat baginya.

Sementara di lantai atas, suasana berbeda terjadi di kamar Andin dan Arman. Arman yang sudah lebih dulu berada di sana, tampak santai di sofa dengan laptop di pangkuannya.

Ketika Andin masuk dan mulai membuka bajunya hingga hanya mengenakan bra dan celana dalam, Arman hanya melirik sekilas lalu fokus kembali ke laptop.

Seolah tidak ada percikan gairah atau ketertarikan dalam pandangannya saat melihat tubuh Andin yang seksi itu, Arman seakan tidak melihat keberadaannya, sementara Andin hanya melanjutkan kegiatannya tanpa banyak bicara.

**

Tak lama kemudian, Andin turun dari tangga dengan langkah anggun, wajahnya lebih segar setelah membersihkan diri. Lalu ia mendekati Alya yang langsung berdiri dengan gugup.

“Alya, maaf membuatmu menunggu,” kata Andin sambil duduk di hadapan Alya.

Wajahnya tampak serius, namun suaranya lembut yang berkata, “Aku sudah memikirkan situasimu. Kalau kamu kembali ke kampung halamanmu, kemungkinan besar masalahmu akan terus berlanjut. Orang-orang akan terus bergunjing, dan hidupmu tidak akan tenang.”

Alya menunduk mendengar kata-kata Andin yang memang benar. Ia tahu jika kembali ke kampung, ia hanya akan menghadapi cemoohan dan hinaan, bahkan mungkin ancaman dari anak buah Anton.

“Jadi, aku punya tawaran untukmu,” lanjut Andin. “Kamu bisa tinggal di sini, bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dengan begitu, kamu tidak perlu kembali ke kampung dan bisa memulai hidup baru.”

Alya terkejut mendengar tawaran itu. Matanya membesar, dan tidak percaya dengan kebaikan hati Andin. “Benarkah, Nyonya? Tapi… saya tidak tahu apakah saya pantas…”

“Kamu tidak perlu merasa rendah diri, Alya. Aku tahu situasimu sulit, dan aku ingin membantu. Lagipula, aku bisa melihat jika kamu adalah gadis yang baik dan jujur. Aku butuh seseorang yang bisa dipercaya di rumah ini," balas Andin dengan tersenyum lembut.

“Terima kasih banyak, Nyonya. Saya benar-benar berterima kasih… Saya akan bekerja keras dan tidak akan mengecewakan Nyonya," jawab Alya dengan air mata yang hampir menetes karena saking terharu dan bersyukur.

“Bagus. Kamu bisa mulai besok pagi. Sekarang, aku akan meminta ART menyiapkan kamar untukmu. Istirahatlah dulu malam ini," balas Andin seraya mengangguk puas.

**

Malam itu, Alya pun tidur di kamar yang disediakan untuknya, sebuah ruangan sederhana namun nyaman.

Hatinya sangat bersyukur karena mempunyai harapan baru.

Meski hidupnya baru saja mengalami goncangan besar, ia merasa bahwa ini adalah awal yang baru. Ia akan bekerja keras dan membuktikan bahwa ia pantas mendapat kesempatan ini.

***

Keesokan harinya, Alya mulai bekerja di rumah besar itu. Pagi-pagi sekali, ia sudah bangun dan mulai membantu ART lainnya.

Ia mencuci, menyapu, dan membersihkan seluruh sudut rumah dengan telaten. Setiap pekerjaan ia lakukan dengan sepenuh hati, dan tidak pernah mengeluh, meski ia merasa mulai lelah.

Sementara, Andin yang mengawasi dari kejauhan, ia semakin yakin bahwa keputusannya mempekerjakan Alya adalah langkah yang tepat.

Alya bekerja dengan giat, bahkan lebih rajin daripada ART lainnya. Ia selalu memastikan setiap pekerjaan selesai dengan sempurna, tanpa ada yang terlewat.

Selain itu, Alya juga selalu bersikap sopan dan hormat hingga membuat Andin merasa nyaman dengan kehadirannya.

Suatu pagi, saat Alya sedang membersihkan ruang tamu, tiba-tiba Andin mendekatinya. “Alya, aku lihat kamu bekerja sangat baik. Aku senang kamu mau tinggal dan bekerja di sini.”

Alya tersenyum, meski tangannya terus bekerja menyeka debu di meja. “Terima kasih, Nyonya. Saya hanya ingin membalas kebaikan Nyonya.”

“Kamu sudah lebih dari membalasnya,” balas Andin. “Jangan ragu untuk meminta apapun yang kamu butuhkan. Kamu adalah bagian dari rumah ini sekarang.”

“Saya tidak membutuhkan apa-apa, Nyonya. Bisa bekerja dan tinggal di sini sudah lebih dari cukup bagi saya," balas Alya, hatinya merasa hangat mendengar kata-kata itu.

**

Hari demi hari berlalu, dan Alya terus bekerja dengan dedikasi tinggi. Ia tidak hanya menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, tapi juga membantu ART lain yang kesulitan.

Ketekunan dan kerendahannya membuat para ART lain mulai menghormatinya, bahkan beberapa di antaranya mulai bersahabat dengannya.

Andin semakin terkesan dengan Alya. Ia merasa bahwa kehadiran Alya membawa suasana positif di rumahnya.

Alya tidak hanya seorang pekerja yang baik, tapi juga seseorang yang membawa kebaikan hati dan kehangatan, sesuatu yang sudah lama hilang di rumah besar ini.

Andin tidak menyesali keputusannya sedikitpun. Justru, ia mulai merasa bahwa mempekerjakan Alya adalah keputusan terbaik yang pernah ia buat dalam beberapa tahun terakhir.

Alya, dengan segala kesederhanaannya, telah membawa harapan baru di tengah kesuraman yang selama ini menyelimuti kehidupannya.

Namun, tidak pernah Andin bayangkan sama sekali, jika kehadiran Alya itu akan menjadi malapetaka untuk kehidupan rumah tangganya.

Next episode...

Episodes
1 1. GADIS MALANG
2 2. TUNDUK PADA NASIB
3 3. MELARIKAN DIRI
4 4. HAMPIR SAJA!
5 5. ANDIN & ARMAN
6 6. JADI ART
7 7. TRAGEDI
8 8. BAGAI TANPA DOSA
9 9. HANYA AKU YANG TAU
10 10. LAYANI AKU LAGI!
11 11. KEDUA KALINYA
12 12. TIDAK SEBAIK ITU
13 13. TERBAWA MIMPI
14 14. JANGAN MAIN-MAIN
15 15. OBSESI
16 16. MEMUASKAN
17 17. SALON
18 18. DI KAMAR MANDI
19 19. SEMAKIN BERANI
20 20. UANG HASIL...
21 21. PULANG KAMPUNG
22 22. So sweet sih, tapi...
23 23. KEHILANGAN SEGALANYA
24 24. SEBATANG KARA
25 25. SIAPAKAH DALANGNYA?
26 26. MENCARI TAU
27 27. DI RUMAH ANTON
28 28. ISTRI LUKNUT
29 29. TERTANGKAP
30 30. PELAKOR
31 31. KEPUTUSAN FINAL
32 32. Wah! KOK BISA?
33 33. DI JEMPUT & KEMBALI
34 34. SAH
35 35. SAKSI PERTAMA
36 36. MALAM PERTAMA?
37 37. DI RUANG Kerja PUN JADI
38 38. NO KOMEN he he...
39 39. PERINGATAN
40 40. HADIAH
41 41. TEROR
42 42. KAMBING HITAM
43 43. TERNYATA DIA
44 44. Waaah... TEGANG NIH!
45 45. O ow! KAMU KETAHUAN ...
46 46. PENGHAKIMAN
47 47. GENTLEMAN
48 48. BERITA BAIK / BURUK?
49 49. BUKAN KARMA
50 50. LANGKAH ANDIN
51 51. Hmmm???
52 52. TERHARU GAK SIH...?
53 53. ADA APA DENGAN ALYA?
54 54. ALYA NGEPRANK
55 55. MENDEBARKAN
56 56. SEBELUMNYA
57 57. KELUARGA BRAMASTA
58 58. SAUDARA IPAR
59 59. MASALAH BESAR
60 60. PERAN KELUARGA
61 61. SATU MOMEN
62 62. TEKAD
63 63. AKHIRNYA PERGI
64 64. LEMBARAN BARU
65 65. DI INTAI
66 66. TELAT SATU LANGKAH
67 67. RUMAH BARU
68 68. RENCANA ADRIAN
69 69. MASIH BERUSAHA
70 70. DI CULIK
71 71. MUSUH DALAM SELIMUT
72 72. TERPURUK
73 73. DI GREBEK
74 74. DI BAWA KABUR
75 75. BAB SPESIAL
76 76. PERMAINAN ADRIAN
77 77. MOMEN PERTEMUAN
78 78. ARMAN * ALYA * ADRIAN
79 79. DENDAM
80 80. Woow..!
81 81. BATTLE
82 82. TEGANG!!
83 Novel baru, PULAU ANGKER
84 83. KAKAK BERADIK
85 84. RENCANA ARMAN
86 86. RUMAH ADRIAN
87 87. RAHASIA TERKUAK
88 88. BERKOMPLOT
89 89. DI JUAL
90 90. DUA PRIA
91 91. PENCARIAN
92 92. DITEMUKAN
93 93. WADUH!
94 94. Cerita selanjutnya
95 95. Pesan Terakhir Adrian
96 96. KEHILANGAN
97 97. BUKTI
98 98. THE END
99 Promo karya baru 'SINGLE MOM'
100 Karya baru 'Kafilah Cinta'
Episodes

Updated 100 Episodes

1
1. GADIS MALANG
2
2. TUNDUK PADA NASIB
3
3. MELARIKAN DIRI
4
4. HAMPIR SAJA!
5
5. ANDIN & ARMAN
6
6. JADI ART
7
7. TRAGEDI
8
8. BAGAI TANPA DOSA
9
9. HANYA AKU YANG TAU
10
10. LAYANI AKU LAGI!
11
11. KEDUA KALINYA
12
12. TIDAK SEBAIK ITU
13
13. TERBAWA MIMPI
14
14. JANGAN MAIN-MAIN
15
15. OBSESI
16
16. MEMUASKAN
17
17. SALON
18
18. DI KAMAR MANDI
19
19. SEMAKIN BERANI
20
20. UANG HASIL...
21
21. PULANG KAMPUNG
22
22. So sweet sih, tapi...
23
23. KEHILANGAN SEGALANYA
24
24. SEBATANG KARA
25
25. SIAPAKAH DALANGNYA?
26
26. MENCARI TAU
27
27. DI RUMAH ANTON
28
28. ISTRI LUKNUT
29
29. TERTANGKAP
30
30. PELAKOR
31
31. KEPUTUSAN FINAL
32
32. Wah! KOK BISA?
33
33. DI JEMPUT & KEMBALI
34
34. SAH
35
35. SAKSI PERTAMA
36
36. MALAM PERTAMA?
37
37. DI RUANG Kerja PUN JADI
38
38. NO KOMEN he he...
39
39. PERINGATAN
40
40. HADIAH
41
41. TEROR
42
42. KAMBING HITAM
43
43. TERNYATA DIA
44
44. Waaah... TEGANG NIH!
45
45. O ow! KAMU KETAHUAN ...
46
46. PENGHAKIMAN
47
47. GENTLEMAN
48
48. BERITA BAIK / BURUK?
49
49. BUKAN KARMA
50
50. LANGKAH ANDIN
51
51. Hmmm???
52
52. TERHARU GAK SIH...?
53
53. ADA APA DENGAN ALYA?
54
54. ALYA NGEPRANK
55
55. MENDEBARKAN
56
56. SEBELUMNYA
57
57. KELUARGA BRAMASTA
58
58. SAUDARA IPAR
59
59. MASALAH BESAR
60
60. PERAN KELUARGA
61
61. SATU MOMEN
62
62. TEKAD
63
63. AKHIRNYA PERGI
64
64. LEMBARAN BARU
65
65. DI INTAI
66
66. TELAT SATU LANGKAH
67
67. RUMAH BARU
68
68. RENCANA ADRIAN
69
69. MASIH BERUSAHA
70
70. DI CULIK
71
71. MUSUH DALAM SELIMUT
72
72. TERPURUK
73
73. DI GREBEK
74
74. DI BAWA KABUR
75
75. BAB SPESIAL
76
76. PERMAINAN ADRIAN
77
77. MOMEN PERTEMUAN
78
78. ARMAN * ALYA * ADRIAN
79
79. DENDAM
80
80. Woow..!
81
81. BATTLE
82
82. TEGANG!!
83
Novel baru, PULAU ANGKER
84
83. KAKAK BERADIK
85
84. RENCANA ARMAN
86
86. RUMAH ADRIAN
87
87. RAHASIA TERKUAK
88
88. BERKOMPLOT
89
89. DI JUAL
90
90. DUA PRIA
91
91. PENCARIAN
92
92. DITEMUKAN
93
93. WADUH!
94
94. Cerita selanjutnya
95
95. Pesan Terakhir Adrian
96
96. KEHILANGAN
97
97. BUKTI
98
98. THE END
99
Promo karya baru 'SINGLE MOM'
100
Karya baru 'Kafilah Cinta'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!