2. TUNDUK PADA NASIB

TUNDUK PADA NASIB

🌸Selingkuhan Majikan🌸

Beberapa hari setelah kunjungan pertama Anton, udara di rumah Alya terasa semakin berat. Ketegangan menggantung di antara dinding-dinding kayu rumah kecil itu.

Alya hanya bisa terdiam, sementara pikiran dan perasaannya kini sedang berperang hebat.

Ia tahu bahwa hari ini, Anton akan datang kembali untuk meminta jawaban atas lamarannya.

Dan apa yang akan Alya katakan? Ia belum bisa memutuskan, tetapi tekanan dari setiap hinaan yang terus ia dengar semakin mempengaruhinya.

Benar saja, saat matahari mulai naik, Anton tiba dengan segala kemegahannya. Diikuti oleh beberapa anak buahnya, ia melangkah masuk ke rumah Alya dengan langkah yang yakin.

Sebagai orang yang banyak di segani, ia memasang wajah yang menunjukkan bahwa ia tidak mau menerima penolakan.

“Jadi, bagaimana, Alya? Sudahkah kau pikirkan lamaranku?,” tanya Anton sedikit mendesak, seolah dia yakin jawabannya akan sesuai dengan keinginannya.

Kini Alya menunduk seraya menatap jemarinya yang menggenggam kain bajunya erat-erat.

Hatinya berperang karena ia sama sekali tidak mencintai Anton. Bahkan ia merasa jijik dengan gagasan menjadi istri keempat.

Namun, hinaan yang tak henti-hentinya dilontarkan orang-orang desa padanya itu semakin menekan jiwanya. Setiap hari, setiap saat, ia merasa seperti tercekik oleh gunjingan mereka.

Setelah beberapa saat, akhirnya Alya mengangkat kepalanya lalu menatap Anton yang menunggu dengan sabar. Dengan suara bergetar, Alya berkata, “Aku... aku terima lamarannya, Juragan Anton.”

Seolah tidak percaya pada telinganya, Anton menatap Alya sejenak hingga akhirnya ia tersenyum dengan lebar. “Bagus! Kau tidak akan menyesal, Alya. Kau akan hidup dalam kemewahan, dan keluargamu tidak akan kekurangan apapun lagi,” ucapnya dengan puas.

**

Tanpa menunggu lebih lama, Anton segera memerintahkan anak buahnya untuk mempersiapkan pesta pernikahan yang mewah.

"Siapkan segalanya dengan cepat! Aku ingin pernikahan ini terjadi secepat mungkin," perintahnya dengan suara yang tegas.

Dalam waktu singkat, persiapan pun dimulai. Rumah kecil Alya yang dulunya sederhana kini dipenuhi oleh berbagai hadiah mahal dan dekorasi untuk pesta pernikahan.

Namun, alih-alih merasa bahagia, Alya justru merasa semakin tenggelam dalam kesedihan.

Setiap hadiah yang datang hanya mengingatkannya bahwa ia sedang dijual ke dalam kehidupan yang tidak pernah ia inginkan.

Ketika malam hari tiba, ia duduk sendirian di kamarnya. Alya tidak bisa menahan air mata yang mengalir terus menerus.

Hatinya pedih, tetapi ia tidak punya pilihan lain. Tangisannya terdengar lirih, tertahan di tengah-tengah perasaan putus asa.

Namun, ia sadar, bahwa menangis pun percuma karena tidak akan ada yang peduli dengan perasaannya. Nasibnya sudah terlanjur dipertaruhkan.

**

Hari-hari berlalu dengan cepat, dan dalam waktu seminggu, segala sesuatu telah dipersiapkan untuk pernikahan.

Hari itu tiba dengan cepat, lebih cepat dari yang Alya harapkan. Pagi hari, rumahnya dipenuhi oleh suara-suara orang yang datang membantu. Musik mulai terdengar yang menandakan pesta besar sedang disiapkan.

Sementara, kini Alya duduk di depan cermin, wajahnya dipulas dengan riasan pengantin yang membuat kecantikannya semakin bersinar.

Namun, di balik semua itu, matanya terlihat sayu dan menampakkan kesedihan yang tidak bisa ia sembunyikan.

Setiap sentuhan make-up di wajahnya seperti semakin menutup lapisan kebahagiaannya yang semakin tipis.

“Alya, kau begitu cantik. Ini adalah hari yang besar bagimu,” kata seorang wanita yang meriasnya, yang tidak tau dengan perasaan Alya sesungguhnya.

Alya hanya bisa tersenyum lemah. Hatinya ingin berteriak, tetapi suara itu tertahan di tenggorokannya.

Lalu, ketika ia melangkah keluar dan melihat pelaminan yang megah sudah dipersiapkan di depan rumahnya, rasa sesak di dadanya pun semakin kuat.

Pelaminan itu, tempat di mana ia seharusnya berbahagia dengan pria yang ia cintai, kini berdiri sebagai simbol dari nasib yang tidak bisa ia lawan.

Orang-orang desa pun terus berdatangan. Beberapa dari mereka datang dengan membawa hadiah, tapi beberapa juga datang hanya untuk menonton.

Kebencian mereka pada Alya kini seolah berubah total karena akan di nikahi juragan kaya raya hingga membuat hati Alya semakin teriris.

Mereka melihat Alya yang sudah dirias cantik dan menawan, tetapi di balik tatapan mereka, Alya bisa merasakan ada tatapan sinis, cemoohan yang masih terselubung di balik senyum mereka.

Ketika ia berjalan menuju pelaminan, setiap langkahnya terasa berat seperti membawa beban yang tidak terlihat.

Di antara kerumunan itu, Alya berharap ada seseorang yang akan menghalangi pernikahan ini, membawa kabur dirinya, atau setidaknya menawarkan pelarian.

Tapi tidak ada yang datang dan tidak ada yang berusaha menolongnya. Ia hanya bisa pasrah pada nasibnya dan menerima bahwa ini adalah jalan yang telah dipilihkan untuknya, meski ia tidak pernah menginginkannya.

"Mungkinkah hidupku akan berakhir di tangan Juragan Anton? Apakah aku akan bahagia?...

Ternyata, pangeran berkuda putih hanyalah mimpi untukku...."

**

Akhirnya, sesi ijab qobul pun akan di laksanakan.

Anton duduk di samping Alya dan tampak bangga dengan calon istri barunya. Ia sudah tak sabar untuk segera melangsungkan ijab kabul yang akan mengikat Alya sebagai istri keempatnya.

Suasana pun mulai hening ketika penghulu bersiap memulai upacara. Dan...

“Saya terima nikah dan kawinnya Alya binti—”

“Hentikan!,” Sebuah teriakan keras mengejutkan semua orang yang hadir.

Semua mata segera tertuju pada seorang wanita yang baru tiba dengan napas yang tersengal-sengal dan dengan wajah yang memerah oleh amarah.

“Hentikan pernikahan ini!,” teriaknya lagi, lebih keras, sambil melangkah maju dengan penuh amarah menuju pelaminan.

Wanita itu adalah Lestari, istri ketiga Anton, yang baru saja dinikahi sebulan yang lalu. Wajahnya dipenuhi dengan kemarahan dan kebencian yang jelas terlihat saat ia mendekati Alya.

"Dasar kau memang pelakor! Dasar gadis miskin yang tidak tahu diri!." Lestari berteriak sambil mengangkat tangannya, lalu menyerang Alya tanpa aba-aba.

Dengan penuh kebencian, Lestari mencakar wajah Alya yang sudah dirias cantik hingga riasan pengantin Alya langsung berantakan. Bahkan, luka cakar di wajahnya itu membuat darah mengalir perlahan.

Alya tidak bisa mengelak, ia hanya bisa menunduk dan menahan rasa sakit sambil menangis "hiks hiks hiks..."

Keributan itu membuat para tamu berbisik-bisik, dan beberapa di antaranya mencoba mendekat namun terhalang oleh amukan Lestari yang membabi buta.

Suasana menjadi kacau balau, dengan beberapa orang berusaha menenangkan Lestari sementara yang lain hanya menonton dengan rasa penasaran.

Anton yang awalnya terkejut segera tersadar dan bergerak untuk melindungi Alya dari serangan Lestari. “Cukup, Lestari! Hentikan sekarang juga!.”

Anton berteriak dengan suara yang keras. Ia mencoba menenangkan istrinya yang tengah mengamuk. Namun, Lestari yang sedang emosi tidak mau mendengarkan.

Ia terus saja menyerang Alya, memukuli dan mencakar dengan sisa tenaga yang ada.

Lalu, anak buah Anton segera melangkah maju dan berusaha memisahkan Lestari dari Alya.

Dengan susah payah, mereka akhirnya berhasil menarik Lestari yang masih berteriak-teriak sambil meronta. "Lepaskan aku! Aku akan membunuh wanita iblis itu! Aargghhh!."

“Bawa dia keluar dari sini! Jangan biarkan dia kembali ke sini sampai dia tenang!,” perintah Anton.

Lestari pun ditarik keluar oleh anak buah Anton, tapi suaranya yang penuh kemarahan masih terdengar dari kejauhan.

“Aku tidak akan membiarkan kau menikah lagi, Anton! Kau baru saja menikahiku sebulan yang lalu, dan sekarang kau ingin menikah lagi? Aku tidak akan diam saja!.”

Ketika Lestari akhirnya pergi, suasana pun masih terasa tegang. Anton mencoba menenangkan Alya yang duduk lemas di pelaminan, dengan wajah berdarah dan air mata yang terus mengalir.

“Alya, aku minta maaf… Aku akan memastikan ini tidak terjadi lagi,” katanya, tapi Alya hanya bisa menangis sambil menunduk karena merasakan perih di wajah dan hatinya.

Di tengah situasi kacau ini, istri pertama dan kedua Anton hanya duduk tenang di antara para tamu dan tampak acuh tak acuh pada drama yang baru saja terjadi.

Mereka bahkan terlihat tersenyum tipis, seolah menikmatinya. Mereka yakin dengan posisi mereka yang sudah kuat di hati Anton dan tidak merasa terancam oleh kehadiran Alya.

Dan untuk pernikahan baru ini, mereka anggap hanya sekadar formalitas bagi mereka. Tapi bagi Alya, ini adalah mimpi buruk yang baru saja dimulai.

Episodes
1 1. GADIS MALANG
2 2. TUNDUK PADA NASIB
3 3. MELARIKAN DIRI
4 4. HAMPIR SAJA!
5 5. ANDIN & ARMAN
6 6. JADI ART
7 7. TRAGEDI
8 8. BAGAI TANPA DOSA
9 9. HANYA AKU YANG TAU
10 10. LAYANI AKU LAGI!
11 11. KEDUA KALINYA
12 12. TIDAK SEBAIK ITU
13 13. TERBAWA MIMPI
14 14. JANGAN MAIN-MAIN
15 15. OBSESI
16 16. MEMUASKAN
17 17. SALON
18 18. DI KAMAR MANDI
19 19. SEMAKIN BERANI
20 20. UANG HASIL...
21 21. PULANG KAMPUNG
22 22. So sweet sih, tapi...
23 23. KEHILANGAN SEGALANYA
24 24. SEBATANG KARA
25 25. SIAPAKAH DALANGNYA?
26 26. MENCARI TAU
27 27. DI RUMAH ANTON
28 28. ISTRI LUKNUT
29 29. TERTANGKAP
30 30. PELAKOR
31 31. KEPUTUSAN FINAL
32 32. Wah! KOK BISA?
33 33. DI JEMPUT & KEMBALI
34 34. SAH
35 35. SAKSI PERTAMA
36 36. MALAM PERTAMA?
37 37. DI RUANG Kerja PUN JADI
38 38. NO KOMEN he he...
39 39. PERINGATAN
40 40. HADIAH
41 41. TEROR
42 42. KAMBING HITAM
43 43. TERNYATA DIA
44 44. Waaah... TEGANG NIH!
45 45. O ow! KAMU KETAHUAN ...
46 46. PENGHAKIMAN
47 47. GENTLEMAN
48 48. BERITA BAIK / BURUK?
49 49. BUKAN KARMA
50 50. LANGKAH ANDIN
51 51. Hmmm???
52 52. TERHARU GAK SIH...?
53 53. ADA APA DENGAN ALYA?
54 54. ALYA NGEPRANK
55 55. MENDEBARKAN
56 56. SEBELUMNYA
57 57. KELUARGA BRAMASTA
58 58. SAUDARA IPAR
59 59. MASALAH BESAR
60 60. PERAN KELUARGA
61 61. SATU MOMEN
62 62. TEKAD
63 63. AKHIRNYA PERGI
64 64. LEMBARAN BARU
65 65. DI INTAI
66 66. TELAT SATU LANGKAH
67 67. RUMAH BARU
68 68. RENCANA ADRIAN
69 69. MASIH BERUSAHA
70 70. DI CULIK
71 71. MUSUH DALAM SELIMUT
72 72. TERPURUK
73 73. DI GREBEK
74 74. DI BAWA KABUR
75 75. BAB SPESIAL
76 76. PERMAINAN ADRIAN
77 77. MOMEN PERTEMUAN
78 78. ARMAN * ALYA * ADRIAN
79 79. DENDAM
80 80. Woow..!
81 81. BATTLE
82 82. TEGANG!!
83 Novel baru, PULAU ANGKER
84 83. KAKAK BERADIK
85 84. RENCANA ARMAN
86 86. RUMAH ADRIAN
87 87. RAHASIA TERKUAK
88 88. BERKOMPLOT
89 89. DI JUAL
90 90. DUA PRIA
91 91. PENCARIAN
92 92. DITEMUKAN
93 93. WADUH!
94 94. Cerita selanjutnya
95 95. Pesan Terakhir Adrian
96 96. KEHILANGAN
97 97. BUKTI
98 98. THE END
99 Promo karya baru 'SINGLE MOM'
100 Karya baru 'Kafilah Cinta'
Episodes

Updated 100 Episodes

1
1. GADIS MALANG
2
2. TUNDUK PADA NASIB
3
3. MELARIKAN DIRI
4
4. HAMPIR SAJA!
5
5. ANDIN & ARMAN
6
6. JADI ART
7
7. TRAGEDI
8
8. BAGAI TANPA DOSA
9
9. HANYA AKU YANG TAU
10
10. LAYANI AKU LAGI!
11
11. KEDUA KALINYA
12
12. TIDAK SEBAIK ITU
13
13. TERBAWA MIMPI
14
14. JANGAN MAIN-MAIN
15
15. OBSESI
16
16. MEMUASKAN
17
17. SALON
18
18. DI KAMAR MANDI
19
19. SEMAKIN BERANI
20
20. UANG HASIL...
21
21. PULANG KAMPUNG
22
22. So sweet sih, tapi...
23
23. KEHILANGAN SEGALANYA
24
24. SEBATANG KARA
25
25. SIAPAKAH DALANGNYA?
26
26. MENCARI TAU
27
27. DI RUMAH ANTON
28
28. ISTRI LUKNUT
29
29. TERTANGKAP
30
30. PELAKOR
31
31. KEPUTUSAN FINAL
32
32. Wah! KOK BISA?
33
33. DI JEMPUT & KEMBALI
34
34. SAH
35
35. SAKSI PERTAMA
36
36. MALAM PERTAMA?
37
37. DI RUANG Kerja PUN JADI
38
38. NO KOMEN he he...
39
39. PERINGATAN
40
40. HADIAH
41
41. TEROR
42
42. KAMBING HITAM
43
43. TERNYATA DIA
44
44. Waaah... TEGANG NIH!
45
45. O ow! KAMU KETAHUAN ...
46
46. PENGHAKIMAN
47
47. GENTLEMAN
48
48. BERITA BAIK / BURUK?
49
49. BUKAN KARMA
50
50. LANGKAH ANDIN
51
51. Hmmm???
52
52. TERHARU GAK SIH...?
53
53. ADA APA DENGAN ALYA?
54
54. ALYA NGEPRANK
55
55. MENDEBARKAN
56
56. SEBELUMNYA
57
57. KELUARGA BRAMASTA
58
58. SAUDARA IPAR
59
59. MASALAH BESAR
60
60. PERAN KELUARGA
61
61. SATU MOMEN
62
62. TEKAD
63
63. AKHIRNYA PERGI
64
64. LEMBARAN BARU
65
65. DI INTAI
66
66. TELAT SATU LANGKAH
67
67. RUMAH BARU
68
68. RENCANA ADRIAN
69
69. MASIH BERUSAHA
70
70. DI CULIK
71
71. MUSUH DALAM SELIMUT
72
72. TERPURUK
73
73. DI GREBEK
74
74. DI BAWA KABUR
75
75. BAB SPESIAL
76
76. PERMAINAN ADRIAN
77
77. MOMEN PERTEMUAN
78
78. ARMAN * ALYA * ADRIAN
79
79. DENDAM
80
80. Woow..!
81
81. BATTLE
82
82. TEGANG!!
83
Novel baru, PULAU ANGKER
84
83. KAKAK BERADIK
85
84. RENCANA ARMAN
86
86. RUMAH ADRIAN
87
87. RAHASIA TERKUAK
88
88. BERKOMPLOT
89
89. DI JUAL
90
90. DUA PRIA
91
91. PENCARIAN
92
92. DITEMUKAN
93
93. WADUH!
94
94. Cerita selanjutnya
95
95. Pesan Terakhir Adrian
96
96. KEHILANGAN
97
97. BUKTI
98
98. THE END
99
Promo karya baru 'SINGLE MOM'
100
Karya baru 'Kafilah Cinta'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!