15. OBSESI

OBSESI

🌸Selingkuhan Majikan🌸

Kini Alya berdiri di samping kolam renang untuk menunggu Arman menghabiskan minumannya. "Haruskah aku menunggu disini?," batin Alya.

Meskipun gelisah, pandangan Alya tetap fokus ke lantai, tapi kehadiran Arman yang begitu dekat, membuatnya sulit untuk tidak merasa gugup.

Sementara, Arman yang masih berada di dalam kolam, akhirnya naik. Tubuhnya yang basah, berotot, dan atletis terlihat jelas dalam balutan air yang masih menetes dari kulitnya.

Otot-otot perutnya yang terpahat sempurna dan dada bidangnya membuat semua mata yang melihat tidak bisa mengabaikannya.

Begitupun dengan Alya, saat ini ia tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik sekilas. Dan tanpa sadar, ia menelan ludah, seolah tergoda oleh tubuh majikannya itu.

Kemudian, Arman berjalan santai menuju meja, lalu duduk sambil mengeringkan tubuhnya dengan handuk kecil.

Ia mengambil gelas minumannya dan mulai menyeruput minuman itu perlahan, namun matanya tidak lepas dari Alya.

Glek

Glek

Glek

Setiap tegukan yang Arman minum dari gelasnya, membuat Alya seolah bisa merasakan dinginnya minuman itu menelusuri kerongkongannya sendiri hingga membuat jantungnya semakin berdebar kencang.

Selesai minum, Arman bangkit dari kursinya lalu berjalan mendekat ke arah Alya. Tanpa berkata apa-apa, Arman mendekatkan gelasnya ke bibir Alya.

Seketika Alya menatap Arman dan merasa bingung. Lalu bibirnya perlahan mendekat ke gelas, dan tanpa di duga, Alya meminum sisa minuman itu dan meneguknya hingga habis.

Arman pun tersenyum kecil dan merasa puas. Lalu menyeka sisa minuman di bibir Alya dengan ibu jarinya dan menjilatnya.

Lalu, Arman merangkul pinggang Alya dan mencium bibirnya perlahan hingga memanas. Mereka saling menyecap dengan gairah hingga Arman berhasil membuka baju Alya hingga tersisa bra dan cd saja.

"Kamu sangat menggoda Alya, aku sangat menginginkanmu," bisik Arman dengan suara parau.

Sementara Alya juga terbawa suasana dan ikut menikmati setiap sentuhan Arman. Hingga akhirnya kini mereka be*se*ub*h di pinggir kolam dengan sangat liar.

Arman bermain dengan sangat beringas. Ia terus menghentak-hentakan pin*gulnya dengan cepat hingga membuat Alya bernapas dengan sangat cepat karena menyeimbangi gerak tubuh Arman.

"Akh... Tuan... Emh...."

"Alya, kamu sangat nikmat... Ouch!."

Arman semakin mempercepat gerakannya ketika mereka hampir mencapai puncak, "Oh! Akh! Ouhch!....."

Hingga akhirnya...

"Alya, kamu masih disini?."

Duaaaarrr!

Seketika lamunan Arman buyar ketika Andin datang menghampiri mereka lagi.

~Wkwkwkwk... Owalah... Ngelamun ternyata 😁 ~

"Alya, pergilah, lanjutkan pekerjaanmu, mungkin mas Arman belum selesai," seru Andin.

"Baik Nyonya."

Arman menelan ludahnya karena lamunannya belum tuntas dan harus terhenti sebelum klimaks xi xi xi...

Terlihat jelas di wajahnya rasa kesal karena merasa terganggu dengan kehadiran Andin. Apalagi ketika Lea pergi dari sana, Arman semakin kesal dan akhirnya beranjak menuju rumah dan mengabaikan Andin yang memanggilnya.

**

"Gadis itu, kenapa aku terus memikirkannya? Dia sangat menggangguku, Jangan-jangan...," batin Arman.

Tik tok tik tok tik tok!

Di ruang kerjanya, Arman hanya duduk terdiam seraya menahan dagunya dengan satu tangan, di iringi suara jam dinding yang terus berputar.

Cahaya ruangan sengaja di redupkan seiring pikirannya yang terasa kalut ketika jam menunjukkan pukul satu pagi.

Lalu, Arman beranjak dari tidurnya dan berjalan dengan tergesa-gesa hingga akhirnya tiba di depan kamar Alya, asisten rumah tangga yang sudah menarik perhatiannya.

Arman berdiri sejenak di depan pintu kamar Alya seraya menghela napas panjang. Hatinya berdebar, pikirannya terus tertuju pada Alya hingga membuatnya merasa terjebak dalam keinginan yang sulit ia kendalikan.

Tanpa ragu, Arman akhirnya membuka pintu kamar Alya dengan pelan. Ruangan itu gelap dan hanya diterangi sedikit cahaya dari luar jendela.

Arman bisa melihat siluet tubuh Alya yang sedang tertidur di atas tempat tidur. Suasana kamar Alya terasa menyihirnya untuk mendekati gadis yang terlelap itu.

Langkah kakinya nyaris tak terdengar ketika ia berjalan mendekati tempat tidur Alya. Nafasnya terdengar semakin berat saat ia mendekati gadis itu.

Setelah lebih dekat, Arman memperhatikan Alya tidur, ia terlihat begitu tenang dan begitu polos. Wajahnya lembut dengan sedikit tersorot cahaya bulan yang masuk dari celah tirai.

Kini, Arman mengulurkan tangan, hendak menyentuh rambut Alya yang terurai di atas bantal.

Namun, sebelum tangannya benar-benar menyentuh, Alya menggerakkan tubuhnya sedikit sehingga membuat Arman tersentak.

Tak lama kemudian,

"Tuan Arman!," pekik Alya saat membuka mata dan terbangun dari tidurnya.

Stttt!

Arman langsung menutupkan satu tangannya ke mulut Alya dan menyuruhnya untuk tidak bersuara.

Alya hanya membelalakan matanya yang sudah berlinang air mata. Ia takut tapi tidak bisa berbuat lebih.

"Apalagi yang akan tuan Arman lakukan padaku?," batin Alya.

"Kamu berjanji tidak akan berteriak?," tanya Arman dan Alya pun mengangguk ragu.

Lalu, perlahan Arman melepaskan tangannya namun masih menatap Alya.

"Apa yang kau pakai? Apa kamu sengaja memberi ramuan pelet padaku atau semacamnya?," tanya Arman serius namun Alya tidak segera menjawab karena tidak mengerti atas pertanyaan Arman.

"Mengingat, kau berasal dari desa, apa kau menggunakan berbagai cara untuk memilikiku?," tanya Arman lagi.

"Maaf Tuan, apa maksud Anda? Saya benar-benar tidak mengerti," balas Alya seraya bangkit dan berangsur mundur agak menjauh.

"Apa kau memang tidak melakukan apapun padaku? Kalau begitu, kenapa kau selalu ada di pikiranku?," tanya Arman lagi sambil lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Alya.

"Saya tidak tau Tuan...," balas Alya semakin menunduk karena semakin takut.

"Kau tidak tau, tapi sepertinya aku tau. Aku memang menginginkanmu. Aku ingin memilikimu."

"Tuan!."

Sttt!

"Aku punya penawaran untukmu, jadilah kekasihku, dan aku akan berikan semua yang kau inginkan."

"Apa maksud Tuan?."

"Maksudku ini," jawab Arman sambil merangkul tubuh Alya.

"Layani aku ketika aku menginginkanmu, seperti saat ini, aku sangat menginginkannya," bisik Arman di telinga Alya hingga membuat bulu kuduknya merinding.

"Tidak, Tuan... Anda tidak bisa seperti ini, ini salah Tuan...," jawab Alya berusaha menghindar dari bibir Arman yang mulai mengecupnya.

"Akh! Tuan, jangan seperti ini...."

"Tidak ada pilihan lain selain kau harus setuju, dengan begitu kau akan mendapatkan penghasilan yang lebih banyak untuk membantu orang tuamu di kampung, jika tidak kau akan keluar dari rumahku secara tidak hormat."

Terpopuler

Comments

rahma dhani

rahma dhani

🤣🤣🤣 othor emng bisa bikin ak yg baca kaget sxgus syok ku pikir bneran trjdi ternyata dapat bab prank juga dr othor ny👍👍 keren thor karya ny sampai bab nie ak sneng baca ny lanjut thor

2024-11-11

2

Ma Em

Ma Em

Arman emang lelaki tak bermoral selalu saja mengganggu kehidupan Alya kalau memang Arman menyukai Alya menikahlah dgn Alya meskipun Alya dijadikan istri kedua itu lebih baik daripada cuma dilecehkan terus kasihan sama Alyanya

2024-10-03

1

lihat semua
Episodes
1 1. GADIS MALANG
2 2. TUNDUK PADA NASIB
3 3. MELARIKAN DIRI
4 4. HAMPIR SAJA!
5 5. ANDIN & ARMAN
6 6. JADI ART
7 7. TRAGEDI
8 8. BAGAI TANPA DOSA
9 9. HANYA AKU YANG TAU
10 10. LAYANI AKU LAGI!
11 11. KEDUA KALINYA
12 12. TIDAK SEBAIK ITU
13 13. TERBAWA MIMPI
14 14. JANGAN MAIN-MAIN
15 15. OBSESI
16 16. MEMUASKAN
17 17. SALON
18 18. DI KAMAR MANDI
19 19. SEMAKIN BERANI
20 20. UANG HASIL...
21 21. PULANG KAMPUNG
22 22. So sweet sih, tapi...
23 23. KEHILANGAN SEGALANYA
24 24. SEBATANG KARA
25 25. SIAPAKAH DALANGNYA?
26 26. MENCARI TAU
27 27. DI RUMAH ANTON
28 28. ISTRI LUKNUT
29 29. TERTANGKAP
30 30. PELAKOR
31 31. KEPUTUSAN FINAL
32 32. Wah! KOK BISA?
33 33. DI JEMPUT & KEMBALI
34 34. SAH
35 35. SAKSI PERTAMA
36 36. MALAM PERTAMA?
37 37. DI RUANG Kerja PUN JADI
38 38. NO KOMEN he he...
39 39. PERINGATAN
40 40. HADIAH
41 41. TEROR
42 42. KAMBING HITAM
43 43. TERNYATA DIA
44 44. Waaah... TEGANG NIH!
45 45. O ow! KAMU KETAHUAN ...
46 46. PENGHAKIMAN
47 47. GENTLEMAN
48 48. BERITA BAIK / BURUK?
49 49. BUKAN KARMA
50 50. LANGKAH ANDIN
51 51. Hmmm???
52 52. TERHARU GAK SIH...?
53 53. ADA APA DENGAN ALYA?
54 54. ALYA NGEPRANK
55 55. MENDEBARKAN
56 56. SEBELUMNYA
57 57. KELUARGA BRAMASTA
58 58. SAUDARA IPAR
59 59. MASALAH BESAR
60 60. PERAN KELUARGA
61 61. SATU MOMEN
62 62. TEKAD
63 63. AKHIRNYA PERGI
64 64. LEMBARAN BARU
65 65. DI INTAI
66 66. TELAT SATU LANGKAH
67 67. RUMAH BARU
68 68. RENCANA ADRIAN
69 69. MASIH BERUSAHA
70 70. DI CULIK
71 71. MUSUH DALAM SELIMUT
72 72. TERPURUK
73 73. DI GREBEK
74 74. DI BAWA KABUR
75 75. BAB SPESIAL
76 76. PERMAINAN ADRIAN
77 77. MOMEN PERTEMUAN
78 78. ARMAN * ALYA * ADRIAN
79 79. DENDAM
80 80. Woow..!
81 81. BATTLE
82 82. TEGANG!!
83 Novel baru, PULAU ANGKER
84 83. KAKAK BERADIK
85 84. RENCANA ARMAN
86 86. RUMAH ADRIAN
87 87. RAHASIA TERKUAK
88 88. BERKOMPLOT
89 89. DI JUAL
90 90. DUA PRIA
91 91. PENCARIAN
92 92. DITEMUKAN
93 93. WADUH!
94 94. Cerita selanjutnya
95 95. Pesan Terakhir Adrian
96 96. KEHILANGAN
97 97. BUKTI
98 98. THE END
99 Promo karya baru 'SINGLE MOM'
100 Karya baru 'Kafilah Cinta'
Episodes

Updated 100 Episodes

1
1. GADIS MALANG
2
2. TUNDUK PADA NASIB
3
3. MELARIKAN DIRI
4
4. HAMPIR SAJA!
5
5. ANDIN & ARMAN
6
6. JADI ART
7
7. TRAGEDI
8
8. BAGAI TANPA DOSA
9
9. HANYA AKU YANG TAU
10
10. LAYANI AKU LAGI!
11
11. KEDUA KALINYA
12
12. TIDAK SEBAIK ITU
13
13. TERBAWA MIMPI
14
14. JANGAN MAIN-MAIN
15
15. OBSESI
16
16. MEMUASKAN
17
17. SALON
18
18. DI KAMAR MANDI
19
19. SEMAKIN BERANI
20
20. UANG HASIL...
21
21. PULANG KAMPUNG
22
22. So sweet sih, tapi...
23
23. KEHILANGAN SEGALANYA
24
24. SEBATANG KARA
25
25. SIAPAKAH DALANGNYA?
26
26. MENCARI TAU
27
27. DI RUMAH ANTON
28
28. ISTRI LUKNUT
29
29. TERTANGKAP
30
30. PELAKOR
31
31. KEPUTUSAN FINAL
32
32. Wah! KOK BISA?
33
33. DI JEMPUT & KEMBALI
34
34. SAH
35
35. SAKSI PERTAMA
36
36. MALAM PERTAMA?
37
37. DI RUANG Kerja PUN JADI
38
38. NO KOMEN he he...
39
39. PERINGATAN
40
40. HADIAH
41
41. TEROR
42
42. KAMBING HITAM
43
43. TERNYATA DIA
44
44. Waaah... TEGANG NIH!
45
45. O ow! KAMU KETAHUAN ...
46
46. PENGHAKIMAN
47
47. GENTLEMAN
48
48. BERITA BAIK / BURUK?
49
49. BUKAN KARMA
50
50. LANGKAH ANDIN
51
51. Hmmm???
52
52. TERHARU GAK SIH...?
53
53. ADA APA DENGAN ALYA?
54
54. ALYA NGEPRANK
55
55. MENDEBARKAN
56
56. SEBELUMNYA
57
57. KELUARGA BRAMASTA
58
58. SAUDARA IPAR
59
59. MASALAH BESAR
60
60. PERAN KELUARGA
61
61. SATU MOMEN
62
62. TEKAD
63
63. AKHIRNYA PERGI
64
64. LEMBARAN BARU
65
65. DI INTAI
66
66. TELAT SATU LANGKAH
67
67. RUMAH BARU
68
68. RENCANA ADRIAN
69
69. MASIH BERUSAHA
70
70. DI CULIK
71
71. MUSUH DALAM SELIMUT
72
72. TERPURUK
73
73. DI GREBEK
74
74. DI BAWA KABUR
75
75. BAB SPESIAL
76
76. PERMAINAN ADRIAN
77
77. MOMEN PERTEMUAN
78
78. ARMAN * ALYA * ADRIAN
79
79. DENDAM
80
80. Woow..!
81
81. BATTLE
82
82. TEGANG!!
83
Novel baru, PULAU ANGKER
84
83. KAKAK BERADIK
85
84. RENCANA ARMAN
86
86. RUMAH ADRIAN
87
87. RAHASIA TERKUAK
88
88. BERKOMPLOT
89
89. DI JUAL
90
90. DUA PRIA
91
91. PENCARIAN
92
92. DITEMUKAN
93
93. WADUH!
94
94. Cerita selanjutnya
95
95. Pesan Terakhir Adrian
96
96. KEHILANGAN
97
97. BUKTI
98
98. THE END
99
Promo karya baru 'SINGLE MOM'
100
Karya baru 'Kafilah Cinta'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!