14. JANGAN MAIN-MAIN

JANGAN MAIN-MAIN

🌸Selingkuhan Majikan🌸

“Cepat kemasi barangmu dan tinggalkan rumahku! Aku tidak mau melihatmu lagi di sini!.”

Siang itu, suasana di rumah megah milik Arman dan Andin sangat tegang. Andin kini berdiri di depan ruang tamu dengan tatapan marah yang membara dan suaranya menggema ke seluruh penjuru rumah.

Lalu, seorang asisten rumah tangga bernama Ani yang sudah bekerja bertahun-tahun di rumah itu, berdiri di tengah ruangan dengan wajah yang pucat.

Air matanya mengalir deras di pipinya, sementara seluruh penghuni rumah duduk terdiam dan tidak berani bergerak.

“Nyonya, mohon jangan pecat saya... Saya tidak bermaksud... Saya hanya... maafkan saya, Nyonya. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini...,” pinta Ani dengan suara yang bergetar dan mencoba meraih simpati.

Namun, dengan wajah yang memerah karena amarah, Andin tidak menunjukkan belas kasihan sedikit pun lalu berkata,

“Jangan berani bicara! Kamu sudah melanggar batas! Aku tidak akan menoleransi seorang pekerja yang tidak tahu diri sepertimu!," bentak Andin, seraya melipat tangan di dada dengan wajah menahan amarah.

“Maafkan saya, Nyonya, saya benar-benar tidak bermaksud menggoda Tuan Arman. Saya tidak sadar kalau perbuatan saya salah... Saya bersumpah, saya tidak akan mengulanginya!." Ani masih terus memohon dengan suara yang terdengar semakin putus asa.

Lalu, Andin melirik ke arah Ani dengan tajam. “Sadar atau tidak, perbuatanmu sudah kelewatan. Aku tidak butuh orang seperti kamu di rumah ini. Mulai sekarang, kamu keluar. Cepat ambil barang-barangmu, sebelum aku benar-benar hilang kesabaran!,” tegasnya, seraya mengibaskan tangan seolah memberi isyarat agar Ani segera pergi.

Ani pun terisak dan pasrah, lalu dengan langkah gontai, dia meninggalkan ruangan untuk mengemasi barang-barangnya.

Di antara para asisten rumah tangga yang lain, suasananya terasa begitu tegang. Mereka semua saling melirik, tapi tidak ada yang berani berkata apa-apa.

Setelah beberapa saat, semua orang pun bubar. Dan, setelah Ani pergi ke kamarnya, beberapa asisten rumah tangga berkumpul di dapur sambil berbisik-bisik.

“Kenapa Ani dipecat, ya? Tadi pagi kayaknya dia baik-baik saja,” bisik Dinda.

“Katanya, semalam Nyonya Andin melihat Ani menggoda Tuan Arman,” jawab Siti, salah satu asisten lainnya, dengan suara pelan.

“Benar, aku juga dengar,” sahut Rina. “Katanya, Ani sengaja berdiri terlalu dekat dengan Tuan Arman di teras, terus dia senyum-senyum genit. Nyonya Andin langsung marah besar waktu lihat itu.”

“Berani sekali dia, ya? Padahal Tuan Arman itu suami Nyonya. Mana mungkin Nyonya bakal diem aja," timpal Dinda menggelengkan kepalanya.

“Kalau benar begitu, wajar sih kalau Nyonya Andin langsung pecat Ani. Meski Tuan Arman nggak bereaksi apa-apa, tetap saja Nyonya merasa tersinggung," tambah Rina.

Alya yang mendengar pembicaraan itu hanya diam, meskipun di dalam hatinya ia merasa takut. Takut jika ketahuan kalau ia sudah pernah tidur dengan Arman.

Ia tahu betul bagaimana Arman sebenarnya, tetapi tidak berani ikut berkomentar. Pandangannya pun tertunduk lalu melanjutkan pekerjaannya, sementara pikirannya menerawang jauh.

“Kita sih harus hati-hati. Jangan sampai hal seperti itu terjadi sama kita. Kalau Nyonya sampai marah, ya lihat sendiri akibatnya," lanjut Dinda.

“Iya, apalagi Nyonya Andin itu nggak segan-segan buat ngeluarin orang yang nggak disukanya. Kita harus lebih jaga sikap," tambah Rina setuju.

"Bagaimana kalau mereka tahu? Bagaimana kalau Nyonya Andin tau tentang aku dan tuan Arman?," batin Alya.

Saat sore hari...

Dinda nampak berjalan terburu-buru dengan nampan minuman di tangannya. Wajahnya tampak gelisah, seolah terdesak sesuatu.

Sesekali ia melirik ke sekeliling dan mencari-cari seseorang, hingga...

“Alya!,” panggil Dinda, yang akhirnya melihat Alya tidak jauh dari sana. Tidak menunda lama, Dinda segera menghampiri Alya dengan langkah cepat.

"Alya, tolong antarkan ini ke Bu Andin ya. Mereka lagi di kolam renang. Aku udah kebelet, nggak tahan lagi, please tolong!," pinta Dinda dengan tergesa-gesa sambil menyerahkan nampan berisi minuman segar.

Alya yang baru saja selesai dengan tugasnya di dapur, menatap Dinda sejenak lalu mengangguk pelan. “Iya, nggak apa-apa, aku yang antarkan.”

"Thank you banget ya! Aku harus cepat ke toilet!," ucap Dinda sambil berlari meninggalkan Alya.

Alya memegang nampan itu dengan hati-hati, lalu melangkah menuju kolam renang di bagian belakang rumah.

Suasana sore yang tenang dihiasi dengan suara gemericik air dari kolam. Dari kejauhan, ia melihat Andin dan Arman sedang bersantai di kolam renang.

Andin dan Arman tampak menikmati sore mereka. Andin mengenakan pakaian renang yang menampakkan belahan dadanya dengan potongan simple namun elegan, sedangkan Arman mengenakan celana renang berwarna gelap.

"Mereka disana, tapi tuan Arman... Alya, jangan berpikir macam-macam, lupakanlah, dengan begitu kamu akan aman...," batin Alya bicara pada diri sendiri.

Sambil berjalan, tatapan Alya fokus pada Andin yang sedang duduk di tepi kolam, mengayunkan kakinya ke dalam air sambil berbincang ringan dengan Arman yang sedang berenang pelan-pelan mendekatinya.

Senyuman indah tersungging di wajah Andin, dan Arman sesekali menoleh ke arahnya sambil mengusap rambut basahnya.

"Mereka pasangan yang serasi dan harmonis, tapi kenapa tuan Arman...," pikir Alya seraya menghentikan langkahnya sejenak hingga akhirnya suara Andin menyadarkannya.

"Alya! Alya... Kemarilah," seru Andin sambil melambai tangan.

Alya pun melanjutkan langkahnya semakin mendekat, namun ia sedikit gugup ketika pandangan Arman perlahan berpindah kepadanya.

Ada sesuatu dalam tatapan itu yang membuat Alya merasa tidak nyaman, namun ia tetap menundukkan kepala dan menjaga sikap yang seharusnya.

"Nyonya, ini minumannya," ucap Alya sopan saat tiba di tepi kolam, lalu meletakkan nampan berisi dua gelas minuman segar di atas meja kecil di dekat Andin.

"Oh, terima kasih, Alya," jawab Andin ramah, sambil mengambil salah satu gelas dan menyeruput minuman itu dengan santai. "Kamu capek, ya? Tadi sibuk di dapur terus, kan?," tanya Andin.

Alya hanya tersenyum kecil dan berusaha mengabaikan tatapan Arman yang terus menatapnya dari dalam kolam.

“Tidak, Nyonya, ini sudah biasa. Nyonya, Anda butuh sesuatu lagi?,” tanya Alya dengan tenang, meskipun jantungnya berdebar lebih cepat.

"Tidak ada, hanya tolong langsung bawa saja ke dapur kalau pak Arman sudah minum ya," jawab Andin seraya beranjak pergi.

"Bagaimana ini, apa aku harus menunggu disini?."

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Alya..kmu kan sdh pegang uang bnyak dri Arman..putuskan keluar rumah itu...walau hubungan Andin Arman salah mereka tetap suami istri...Dan lbih baik kmu jujur sama Andin pngen keluar krn suami andin sprti itu...perkara Andin percaya atau tidak itu urusan nnt...pntg kmu sdh berusaha buat yg terbaik

2024-11-09

1

Ma Em

Ma Em

Jangan sampai Andin mengetahui kelakuan suaminya yg telah tidur dgn Alya karena kasihan Alya kalau diusir karena Alya tdk punya tempat untuk berlindung, Arman suaminya yg bejat kelakuannya

2024-10-02

2

lihat semua
Episodes
1 1. GADIS MALANG
2 2. TUNDUK PADA NASIB
3 3. MELARIKAN DIRI
4 4. HAMPIR SAJA!
5 5. ANDIN & ARMAN
6 6. JADI ART
7 7. TRAGEDI
8 8. BAGAI TANPA DOSA
9 9. HANYA AKU YANG TAU
10 10. LAYANI AKU LAGI!
11 11. KEDUA KALINYA
12 12. TIDAK SEBAIK ITU
13 13. TERBAWA MIMPI
14 14. JANGAN MAIN-MAIN
15 15. OBSESI
16 16. MEMUASKAN
17 17. SALON
18 18. DI KAMAR MANDI
19 19. SEMAKIN BERANI
20 20. UANG HASIL...
21 21. PULANG KAMPUNG
22 22. So sweet sih, tapi...
23 23. KEHILANGAN SEGALANYA
24 24. SEBATANG KARA
25 25. SIAPAKAH DALANGNYA?
26 26. MENCARI TAU
27 27. DI RUMAH ANTON
28 28. ISTRI LUKNUT
29 29. TERTANGKAP
30 30. PELAKOR
31 31. KEPUTUSAN FINAL
32 32. Wah! KOK BISA?
33 33. DI JEMPUT & KEMBALI
34 34. SAH
35 35. SAKSI PERTAMA
36 36. MALAM PERTAMA?
37 37. DI RUANG Kerja PUN JADI
38 38. NO KOMEN he he...
39 39. PERINGATAN
40 40. HADIAH
41 41. TEROR
42 42. KAMBING HITAM
43 43. TERNYATA DIA
44 44. Waaah... TEGANG NIH!
45 45. O ow! KAMU KETAHUAN ...
46 46. PENGHAKIMAN
47 47. GENTLEMAN
48 48. BERITA BAIK / BURUK?
49 49. BUKAN KARMA
50 50. LANGKAH ANDIN
51 51. Hmmm???
52 52. TERHARU GAK SIH...?
53 53. ADA APA DENGAN ALYA?
54 54. ALYA NGEPRANK
55 55. MENDEBARKAN
56 56. SEBELUMNYA
57 57. KELUARGA BRAMASTA
58 58. SAUDARA IPAR
59 59. MASALAH BESAR
60 60. PERAN KELUARGA
61 61. SATU MOMEN
62 62. TEKAD
63 63. AKHIRNYA PERGI
64 64. LEMBARAN BARU
65 65. DI INTAI
66 66. TELAT SATU LANGKAH
67 67. RUMAH BARU
68 68. RENCANA ADRIAN
69 69. MASIH BERUSAHA
70 70. DI CULIK
71 71. MUSUH DALAM SELIMUT
72 72. TERPURUK
73 73. DI GREBEK
74 74. DI BAWA KABUR
75 75. BAB SPESIAL
76 76. PERMAINAN ADRIAN
77 77. MOMEN PERTEMUAN
78 78. ARMAN * ALYA * ADRIAN
79 79. DENDAM
80 80. Woow..!
81 81. BATTLE
82 82. TEGANG!!
83 Novel baru, PULAU ANGKER
84 83. KAKAK BERADIK
85 84. RENCANA ARMAN
86 86. RUMAH ADRIAN
87 87. RAHASIA TERKUAK
88 88. BERKOMPLOT
89 89. DI JUAL
90 90. DUA PRIA
91 91. PENCARIAN
92 92. DITEMUKAN
93 93. WADUH!
94 94. Cerita selanjutnya
95 95. Pesan Terakhir Adrian
96 96. KEHILANGAN
97 97. BUKTI
98 98. THE END
99 Promo karya baru 'SINGLE MOM'
100 Karya baru 'Kafilah Cinta'
Episodes

Updated 100 Episodes

1
1. GADIS MALANG
2
2. TUNDUK PADA NASIB
3
3. MELARIKAN DIRI
4
4. HAMPIR SAJA!
5
5. ANDIN & ARMAN
6
6. JADI ART
7
7. TRAGEDI
8
8. BAGAI TANPA DOSA
9
9. HANYA AKU YANG TAU
10
10. LAYANI AKU LAGI!
11
11. KEDUA KALINYA
12
12. TIDAK SEBAIK ITU
13
13. TERBAWA MIMPI
14
14. JANGAN MAIN-MAIN
15
15. OBSESI
16
16. MEMUASKAN
17
17. SALON
18
18. DI KAMAR MANDI
19
19. SEMAKIN BERANI
20
20. UANG HASIL...
21
21. PULANG KAMPUNG
22
22. So sweet sih, tapi...
23
23. KEHILANGAN SEGALANYA
24
24. SEBATANG KARA
25
25. SIAPAKAH DALANGNYA?
26
26. MENCARI TAU
27
27. DI RUMAH ANTON
28
28. ISTRI LUKNUT
29
29. TERTANGKAP
30
30. PELAKOR
31
31. KEPUTUSAN FINAL
32
32. Wah! KOK BISA?
33
33. DI JEMPUT & KEMBALI
34
34. SAH
35
35. SAKSI PERTAMA
36
36. MALAM PERTAMA?
37
37. DI RUANG Kerja PUN JADI
38
38. NO KOMEN he he...
39
39. PERINGATAN
40
40. HADIAH
41
41. TEROR
42
42. KAMBING HITAM
43
43. TERNYATA DIA
44
44. Waaah... TEGANG NIH!
45
45. O ow! KAMU KETAHUAN ...
46
46. PENGHAKIMAN
47
47. GENTLEMAN
48
48. BERITA BAIK / BURUK?
49
49. BUKAN KARMA
50
50. LANGKAH ANDIN
51
51. Hmmm???
52
52. TERHARU GAK SIH...?
53
53. ADA APA DENGAN ALYA?
54
54. ALYA NGEPRANK
55
55. MENDEBARKAN
56
56. SEBELUMNYA
57
57. KELUARGA BRAMASTA
58
58. SAUDARA IPAR
59
59. MASALAH BESAR
60
60. PERAN KELUARGA
61
61. SATU MOMEN
62
62. TEKAD
63
63. AKHIRNYA PERGI
64
64. LEMBARAN BARU
65
65. DI INTAI
66
66. TELAT SATU LANGKAH
67
67. RUMAH BARU
68
68. RENCANA ADRIAN
69
69. MASIH BERUSAHA
70
70. DI CULIK
71
71. MUSUH DALAM SELIMUT
72
72. TERPURUK
73
73. DI GREBEK
74
74. DI BAWA KABUR
75
75. BAB SPESIAL
76
76. PERMAINAN ADRIAN
77
77. MOMEN PERTEMUAN
78
78. ARMAN * ALYA * ADRIAN
79
79. DENDAM
80
80. Woow..!
81
81. BATTLE
82
82. TEGANG!!
83
Novel baru, PULAU ANGKER
84
83. KAKAK BERADIK
85
84. RENCANA ARMAN
86
86. RUMAH ADRIAN
87
87. RAHASIA TERKUAK
88
88. BERKOMPLOT
89
89. DI JUAL
90
90. DUA PRIA
91
91. PENCARIAN
92
92. DITEMUKAN
93
93. WADUH!
94
94. Cerita selanjutnya
95
95. Pesan Terakhir Adrian
96
96. KEHILANGAN
97
97. BUKTI
98
98. THE END
99
Promo karya baru 'SINGLE MOM'
100
Karya baru 'Kafilah Cinta'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!