Xiao Chen pun melihat begitu banyak senjata di paviliun itu.
"hmmm, sebaiknya senjata apa yang bagus untuk ku gunakan?" ucap xiao Chen di dalam hatinya
Pedang, kapak, tombak, panah, dan senjata lainnya yang beragam dan kuat.
Xiao Chen mengambil satu buah tombak berwarna hitam dengan ujung tombak berwarna emas.
"hmmm, perasaan yang sangat kuat terpancar dari tombak ini, namun aku lebih menyukai pedang, sayang sekali kita belum berjodoh" ucap xiao Chen memegang tombak hitam
Setelah beberapa lama mencari senjata yang cocok dengannya.
Xiao Chen melihat sebuah pedang yang terlihat begitu usang dan tak tersentuh, tersimpan di sebuah tumpukan peti yang berisi pedang pedang yang rusak.
Xiao Chen pun mengambilnya.
Sebuah pedang panjang dengan bilah pedang berwarna hitam.
Tiba tiba xiao Chen seperti terhisap masuk kedalam dimensi lain.
Seekor ular naga yang begitu besar berwarna merah, dengan aura api yang begitu mengerikan.
Xiao Chen yang melihat itu pun terkejut.
"naga?" ucap xiao Chen yang terkejut.
Perlahan naga itu pun membuka matanya, mulai bergerak melayang terbang di udara.
"apakah kau yang membangunkan ku?" ucap naga api
"maaf tuan naga, aku juga tidak mengerti, kenapa aku bisa berada disini!" ucap xiao Chen
"nampaknya kamu sangat cocok dengan pedang hitam ini, kemarilah, terima warisanku" ucap naga api
Xiao Chen pun perlahan berjalan menghampiri naga api yang besar.
Naga api itupun mengeluarkan tiga tetes darah naga sejati, dan memberikannya kepada Xiao Chen
"ambil lah, ingat ekstrak esensi darah naga sejati ini ketika kamu mencapai tingkatan ranah martial emperor, cukup 1 tetes saja, dan ketika kamu mencapai tingkatan ranah master world cukup gunakan 1 tetes kembali, dan 1 tetes sisanya kau gunakan ketika kamu mencapai ranah martial God" ucap naga api
"terimakasih tuan naga, namun apa kegunaan esensi darah naga ini?" tanya xiao Chen
"nanti kau akan tahu sendiri jika kamu telah mencobanya, baiklah aku akan kembali tertidur, dan kau ambil lah pedang itu" ucap naga api
"baiklah, sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak tuan naga" ucap xiao Chen
Tiba tiba xiao Chen kembali pada kesadarannya.
Mengambil pedang hitam di dalam peti.
"pedang yang sangat kuat, namun sayang, sepertinya aku harus membuat sarung pedang ini sendiri" ucap xiao Chen, perlahan berjalan menemui tetua baili dong hun
"bocah, apa kau telah mendapatkan senjata yang cocok denganmu?" tanya baili hun kepada Xiao chen
xiao Chen pun memperlihatkan pedang hitamnya kepada tetua Han.
"hmmm, kenapa kamu mengambil pedang yang sudah beberapa generasi tidak pernah di minati oleh para praktisi?" tanya tetua baili hun
lalu xiao Chen pun menjawab pertanyaan tetua baili hun
"ijin tetua, aku telah melihat begitu banyak senjata di dalam paviliun yang bagus dan juga kuat, namun hatiku tiba tiba tertuju pada pedang hitam ini, dan aku merasa pedang hitam ini sangat cocok denganku!" ucap xiao Chen
"baiklah jika itu memang keinginanmu" ucap tetua hun
lalu tetua baili dong fu, tiba di paviliun senjata.
"baili hun, apa yang kau berikan pada calon muridku" ucap baili dong fu
"aishhhh dong fu, aku hanya bertugas sesuai tugasku saja, dia mendapatkan pedang hitam ketika aku memberinya kesempatan untuk memilih senjata di paviliun" ucap baili hun
"pedang hitam?" tetua baili dong fu yang terkejut
"bocah, cepat perlihatkan padaku pedang hitam itu" ucap baili dong fu kepada Xiao Chen
Xiao Chen pun memperlihatkan pedang hitamnya kepada tetua baili dong fu
"hmmm, baru kali ini ada yang memilih pedang hitam ini, namun biasanya, jika pedang hitam ini tak mengakui seorang praktisi untuk pemilik barunya, maka pedang ini akan menunjukan sebuah kelemahan sehingga pedang ini tidak pernah ada yang memilihnya" ucap tetua baili dong fu di dalam hatinya
"bocah, ketika kamu mengambil pedang ini, apa yang kamu rasakan?" tanya tetua baili dong fu kepada Xiao Chen
"ijin tetua, aku hanya merasakan bahwa pedang ini sangat cocok denganku, dan aku merasakan aura yang begitu kuat, terpancar dari pedang ini" ucap xiao Chen
"sepertinya pedang hitam ini benar benar mengakui bocah ini sebagai pemilik barunya" ucap tetua baili dong fu di dalam hatinya
"aiissshhhh, apa yang kau bicarakan baili dong fu, itu hanya pedang biasa, kenapa banyak sekali pertanyaanmu" ucap tetua baili hun
namun baili dong fu mengabaikan tetua baili hun
"bocah, kemarilah, ikuti aku" ucap tetua baili dong fu
"baik tetua" jawab xiao Chen
Lalu mereka pun memasuki salah satu ruangan di dalam paviliun senjata, yang dimana itu adalah ruang/kantor tempat baili dong fu bekerja.
Sebuah ruangan yang cukup luas.
Baili dong fu pun duduk di kursi tempatnya bekerja.
Meja yang cukup panjang.
"duduklah, oh ya xiao Chen, maksudku luo Chen, apakah kau bersedia menjadi muridku?" tanya tetua baili dong fu
tanpa pikir panjang, xiao Chen pun menerima tawaran baili dong fu
Baili dong fu yang saat ini berada pada tingkatan yang begitu misterius, tingkatan kekuatannya sama sekali tak dapat di rasakan, seperti menyembunyikan kultivasinya.
sebuah lingkaran formasi teleportasi, muncul di lantai ruangan.
Baili dong fu membawa xiao Chen menuju sebuah tempat yang begitu tenang, damai, dan sangat nyaman.
Sebuah rumah sederhana di pinggir danau yang sangat tenang.
Kicauan kicauan burung membuat suasana begitu tenang.
Hembusan angin menerpa tubuh dengan begitu lembut.
lalu baili dong fu pun berkata
"muridku, aku ingin kamu berkultivasi di tempat ini selama satu tahun, setelah itu aku akan menjemputmu, untuk persediaan makanan, kamu bisa mencari ikan di danau ataupun berburu di hutan, ingat, ketika aku menjemputmu, aku ingin kau telah menembus batasan martial master dan berada di tingkatan martial king" ucap baili dong fu
"baik guru, aku mengerti" jawab xiao Chen
"hmmm, kalau begitu, aku akan kembali menuju akademi" ucap baili dong fu
"baik guru"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Heri Boediawan
nah ini baru cerita,baru Baca aja ceritanya sudah menghibur,mudah "an sampai end menghiburnya
2024-10-23
4
Lanjutkan
2024-09-22
2
Jimmy Avolution
nice
2024-09-07
2