"oh ya aku hampir lupa" ucap xiao Chen
Lalu xiao Chen pun mengeluarkan xiao hei/macam api, dari cincin ruang penyimpanan nya.
Dengan wujud mungil xiao hei, diapun berlarian di pinggir danau, terlihat sangat begitu senang dan menikmati suasana setempat.
xiao Chen pun tersenyum dan berkata.
"xiao hei, apakah kau menyukai tempat ini?" ucap xiao Chen
Meong...
meong....
Xiao hei pun mengeluarkan suara layaknya seekor kucing dengan raut wajah yang terlihat begitu senang.
Pinggiran danau dimana Padang rumput yang begitu hijau terbentang sangat luas.
Xiao hei berlarian di Padang rumput dengan begitu ceria.
"hmmm, sepertinya sudah cukup untukku bersantai, sebaiknya aku mulai berlatih" ucap xiao Chen
Xiao Chen pun berjalan di tengah Padang rumput yang sangat hijau, menuju rumah kecil sederhana di ujung Padang rumput, yang dimana di belakang rumah adalah hutan dengan pohon pohon besar yang menjulang ke langit.
angin sepoi sepoi menerpa tubuh, terasa cukup dingin dan menusuk kedalam kulit.
Xiao Chen pun telah sampai di rumah kecilnya.
"andai saja ayah dan ibu masih hidup, mungkin mereka akan sangat senang jika melihat tempat seindah ini" ucap xiao Chen termenung
Lalu xiao Chen pun memanggil xiao hei.
"xiao hei, kemarilah" teriak xiao Chen
Xiao hei pun berlari ke arah xiao Chen.
Melompat lompat dan berlarian memutari xiao Chen.
xiao chen pun tersenyum dan mengelus halus kepala xiao hei.
"xiao hei, aku ingin kau menjagaku selama aku bermeditasi, bangunkan aku jika memang sesuatu yang tidak dapat kamu atasi sendiri" ucap xiao Chen
Xiao hei pun mengangguk.
Wujud xiao hei yang kembali pada wujud aslinya.
Menjadi sosok macan api berwarna orange yang besar, dengan aura api hijau terpancar menyelimuti tubuh xiao hei.
Xiao hei pun duduk berjaga di depan rumah kecil untuk menjaga xiao Chen yang akan segera memulai meditasi nya.
Xiao Chen pun mulai duduk, di sebuah batu yang datar di depan rumah kecil.
fokus, fokus, fokus.
Xiao Chen pun menyerap energi spiritual alami dari alam sekitar yang begitu murni, yang secara perlahan memasuki tubuh xiao Chen.
Aura spiritual berwarna hijau terpancar sangat kuat pada tubuh xiao Chen.
hari demi hari, Minggu demi Minggu, tak terasa 2 bulan telah berlalu.
Xiao Chen yang kini telah melihat batasan untuk menerobos ranah martial king.
Namun tiba tiba xiao hei yang menggeram
Aaarrrrgggghhhhhhh.... Suara xiao hei yang menggeram
sosok ular hitam raksasa yang sangat begitu mengerikan.
Sisik ular yang berwarna hitam dan terlihat sangat mengkilat, mata hijau yang begitu terang.
"ssssssssss" suara ular hitam raksasa yang mendesis.
Lidah berwarna ungu terlihat berulang kali keluar dari mulut ular hitam.
Xiao hei pun bersiaga, bersiap untuk bertarung.
Disisi lain, xiao Chen yang masih bermeditasi tidak mengetahui kedatangan raja ular hitam tingkat 6 itu.
perlahan raja ular hitam pun mendekat ke arah xiao hei yang sedang menjaga xiao Chen.
Tatapan yang begitu tajam di tunjukan oleh xiao hei kepada raja ular hitam.
pertarungan pun terjadi.
Raja ular hitam melesat dengan begitu cepat menyerang xiao hei.
Xiao hei pun berlari menghindari serangan raja ular hitam.
Sebuah cakar tajam dengan energi api hijau di lancarkan oleh xiao hei, menyerang raja ular hitam.
Triiiinggggg......
Suara serangan cakar xiao hei yang mengenai sisik tubuh raja ular hitam.
Namun serangan xiao hei yang sama sekali tak berdampak apapun.
Sisik raja ular hitam yang sangat kuat dan keras.
Berulang kali xiao hei menyerang dengan jurus jurusnya, namun semua jurusnya di patahkan hanya dengan kekebalan sisik raja ular hitam.
Serangan ekor raja ular hitam mengarah pada xiao hei.
Buffffttttttt......
serangan raja ular hitam mendarat pada tubuh xiao hei, membuat xiao hei terpental sangat jauh.
Xiao hei yang hanyalah binatang monster tingkat 5, terpaut satu tingkatan dengan raja ular hitam yang berada di tingkat 6
Kesenjangan tingkatan yang sangat merugikan xiao hei.
Xiao hei yang tersungkur di Padang rumput pun mulai bangkit, dengan kaki yang bergetar terasa begitu lemas.
beruntung xiao Chen yang telah menyudahi meditasi/kultivasinya.
Melihat xiao hei yang terluka, menghadapi ular hitam yang sangat besar.
"darimana datangnya ular ini?" ucap xiao Chen
lalu xiao Chen pun bergerak menghampiri xiao hei.
"xiao hei, beristirahat lah, serahkan sisanya padaku" ucap xiao Chen kembali memasukan xiao hei kedalam cincin ruang penyimpanan nya.
"sssssssss" suara desis ular yang terdengar oleh xiao Chen
"sial, monster ini berada pada tingkat 6, itu sama saja dengan praktisi tahap martial emperor" ucap xiao chen
Pertarungan xiao Chen melawan raja ular hitam pun berlangsung sengit.
Namun kesenjangan tingkatan ranah xiao Chen dengan raja ular membuat xiao Chen begitu sulit untuk melancarkan serangan terhadap raja ular hitam.
Tebasan tebasan pedang dengan aura api berwarna hijau bercampur kilatan hitam dari pedang hitam, bertubi tubi di lancarkan oleh xiao Chen menyerang raja ular hitam.
raja ular hitam yang terlihat semakin marah, menyemburkan racun berwarna ungu kepada Xiao Chen.
Xiao Chen pun menghindari setiap serangan racun dari raja ular hitam.
Terlihat racun yang terjatuh pada rumput, yang membuat seketika rumput itu mati, dengan warna yang menjadi coklat dan sangat layu.
"itu berbahaya sekali" ucap xiao Chen
Xiao Chen pun mulai memadatkan energi spiritualnya, bersiap mengeluarkan serangan kuat.
Namun tiba tiba seorang laki laki mengenakan zirah perang berwarna hijau dengan warna emas, membuat penampilannya begitu mencolok.
Membantu xiao Chen, melawan raja ular hitam dengan begitu mudah.
Satu teknik tombak membuat raja ular hitam pun runtuh.
raja ular hitam pun mundur kembali memasuki hutan.
"terimakasih senior telah membantuku" ucap xiao Chen membungkuk memberikan hormat
"aisshhh, tidak perlu sungkan, aku Zhou Feng, siapa namamu anak muda?" tanya Zhou Feng kepada Xiao Chen
"ijin senior, namaku xiao Chen"
"oh ya senior, kenapa senior berada disini?" tanya xiao Chen
"aku adalah murid dari istana negeri hijau, dimana kami adalah pasukan penjaga hutan, jadi sudah sepantasnya kami berada di hutan ini, dan juga murid murid istana negeri hijau yang tersebar di seluruh hutan benua timur" ucap Zhou Feng
"oh begitu, baiklah aku mengerti senior" ucap xiao Chen
"aku melihat kau sedang berkultivasi di rumah kecil itu, kalau begitu, lanjutkan lah dan teruslah bertambah kuat, aku akan kembali ke hutan" ucap Zhou Feng
"baiklah senior, sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak" xiao Chen kembali membungkuk memberi salam hormat
Zhou Feng pun terbang melayang di udara, kembali memasuki hutan dengan pohon pohon besar yang menjulang ke langit.
"jadi seperti itulah kekuatan praktisi tahap master world, hmmmm, entah kapan aku bisa mencapai tahap itu" ucap xiao Chen
Xiao Chen pun kembali melanjutkan kultivasi nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Jangan di Ulang ulang Tor
2024-09-22
2
Jimmy Avolution
terus
2024-09-07
1
Fatimatuzzahra Fatimah
semangat selalu 💪💪💪💪
2024-09-05
1