Ke mana aku harus pergi? Bent pergi menuju arah yang acak. Hanya hamparan hutan yang mendominasi pandangannya.
Goa milik tuan berada di sudut hutan terpencil rupanya.
Bent terus menerus terbang dengan kecepatan lambat, sembari dia mengidentifikasi area area di sekitar goa. Betul, hanya ada hutan saja rupanya.
Bent akhirnya mengambil suatu arah, dia meluncur menembus lautan awan.
Dalam perjalanannya, Bent menemukan suatu hal yang manarik. Melihat pemuda yang beristirahat, tak jauh dari pemuda itu ada kuda diikat yang sedang merumput.
Bent hinggap di dahan pohon terdekat. Memandang pemuda itu seksama dalam tempo yang lama.
Berbau mirip dengan Tuan. Bent yang penasaran terus mengamati.
Pemuda itu meregangkan tubuhnya, dengan beberapa gerakan pelemasan. Mengambil kuda kemudian menungganginya ke suatu arah.
Bent mengikutinya,
Pemuda itu berkali kali berhadapan dengan bahaya dalam perjalanannya. Atau bisa dibilang, Bent mengakui pemuda itu memiliki nasib keberuntungan yang sangat buruk.
Bagaimana bisa setiap arah yang dituju adalah sarang binatang buas.
Meskipung tertatih tatih dan acapkali terluka. Pemuda itu selalu mendapatkan kemenangan di akhir. Bahkan tak memiliki goyah dalam bulat tekad dan semangatnya.
Bent pun memuji.
Elrand terus mengumpulkan Kristal inti dari binatang buas yang berhasil dibunuhnya pada sebuah kantong yang digantungkan di pelana kuda.
Hmm, benda yang sama sekali tak bersinar. Tuan tak suka batuan seperti ini.
Namun kenapa anak ini menyukai sampah seperti itu? Bent pun penasaran. Dorongan mengikuti Elrand semakin tinggi.
Hari ketujuh Bent menyaksikan Elrand kehilangan kudanya. Kristal inti binatang buas nahasnya ikut terbawa kabur oleh kudanya.
Anak ini perlu diruwat. Kesialannya sudah pada level yang gila. Bent sungguh sangat prihatin.
Elrand berjalan dengan sedikit tertatih karena cedera yang belum sepenuhnya sembuh. Dalam perjalanan dia hanya mengunyah beberapa potong daging yang dikeringkan dari binatang buas yang dibunuhnya.
Ah, Ini sudah parah. Jika dia bertemu dengan salah satu binatang buas, nyawa anak ini tamat sudah.
Bent sudah tahu ending dari kisah pemuda nestapa yang diikutinya selama berhari hari. Tak lagi menarik karena anak ini sebentar lagi akan mati, Bent bermaksud segera pergi meninggakannya.
Gedebug…
Elrand tersungkur pingsan.
Melihat pemuda yang terbaring, Bent pun mengurungkan niatnya untuk pergi. Dia kembali melipat sayapnya.
Lagipula ada sedikit kemiripan dengan bau Tuan, Bent terbang menghampiri Elrand. Memeriksa tubuh dan lukanya.
Astaga, benar benar anak yang keras kepala. Bagaimana dia bisa menahan luka ini sampai dia masih dapat bertahan sampai hari ini?
Bent membalikkan tubuh Elrand, memberikan perawatan pada luka dengan mantra mantra. Cahaya hijau yang segar memandikan tubuh Elrand. Baik luka dalam maupun luka luar perlahan membaik dan pulih seperti sedia kala.
Energy mantra Bent juga memenuhi bar stamina dan vitalitas Elrand.
Suara nafas Elrand menjadi teratur, bahkan Bent bisa mendengar dengkuran dalam volume yang lirih.
Baik baik saja anak ini sekarang. Bent mengawasi Elrand, bertugas menjaga serta menghalau segala hewan buas yang mendekat.
Keesokan harinya.
Elrand terbangun dari tidur, sangat nyenyak dari pernah dia rasakan berbulan bulan yang lalu. Dia mendapatkan dirinya penuh dengan stamina dan vitalitas tinggi.
Elrand tidak tahu menahu apa yang telah terjadi pada dirinya. Memeriksa luka luka yang tertutup rapat bahkan tak menyisakan bekas sama sekali. Bagaimanapun ini seperti dia mengkonsumsi potion penyembuhan tier 5 yang sangat berlarga dan langka.
Siapa yang menyelamatkanku? Memeriksa tak tak ada orang di sekitarnya, Elrand akhirnya menemukan kesimpulan baru.
Elrand bersimpuh ke arah matahari dengan khidmad dan wajah bijaksana.
“Bersyukur kepada dewa karena menyelamatkan saya.” Elrand mengahturkan sembah sujudnya.
“Bocah dodol, bangun. Aku yang menyelamatkanmu.” Bent hinggap di kepala Elrand dan kemudian mematuknya.
“ADUH…” Elrand bangkit mengelus begian kepalanya. Terkejut melihat seekor gagak di depannya.
“Apakah kamu gagak berbicara?” Elrand ragu ragu.
“Sembahlah aku dewa penyelamatmu…”
Ah, betapa gagak unik berbicara ini sangat arogan. Ahya sudahlah, tidak ada salahnya mengucapkan terima kasih. Siapa tahu memang gagak ini yang menyelamatkanku.
“Tuan Gagak yang gagah terimakasihku untukmu. Karena kebijaksanaan anda hamba ini mendapatkan kehidupannya kembali.”
Bent merasa sangat puas menerima pujian dan sanjungan Elrand. Bahkan bent tertawa riang hingga KAAAKKKKKK….. KAAAAAKKKKKK…. Menggema di antara pepohonan hutan.
Apakah gagak yang seperti ini benar benar menyelamatkanku?
Entahlah,
Hinggap di bahu Elrand, akhirnya Bent mengikuti Elrand ke mana pun dia melangkah.
“Oh, Tuan Gagak yang perkasa. Mengapa anda berada di sini?” Elrand bertanya. Ternyata mendapatkan kawan yang bisa berbicara lumayan juga mengusir kesepian yang dia alami selama ini.
“Tuanmu sedang menjalankan misi yang sangat penting dari Maharaja Segala Dunia.” Bent berbangga diri.
“Apa itu? Jika anda boleh memberitahu saya Yang Mulia…” Elrand penasaran.
“Tuanku sedang mengumpulkan kekayaan yang sejati. Beliau Yang Perkasa memintaku mencari benda benda berkilau untuknya.”
“Benda berkilau?” Elrand tidak mengerti.
Bent pun juga terdiam, dia sendiri juga tak begitu paham tentang benda berkilau. Bukankah segala macam permata terbaik sudah dikumpulkannya. Tapi kok tuannya minta yang lebih bersinar.
Gagak ini sepertinya tidak tahu juga tentang benda bersinar. Elrand terkekeh.
“Berhenti.” Seorang pria berbadan besar menghadang Elrand.
“Keberuntungan di tengah rimba kita mendapatkan buruan.” Pria di sebelahnya memainkan pedang melengkung di tangannya.
Disusul segerombol orang di belakang mereka dengan ledak tawa.
“Tuan Gagak, pergilah ke tempat aman. Hambamu akan membinasakan mereka semua.” Elrand terlihat sangat menikmati bercanda dengan Bent.
Saat Bent terbang dari bahu, Elrand mencabut dua belati yang terselip di pinggangnya sekaligus melesat seperti cheetah menuju arah gerombolan perampok.
Skill anak ini baru terlihat dengan benar saat tubuhnya berada dalam kondisi puncak. Tidak buruk, Bent menilai.
Hanya dalam beberapa saat yang tak terlalu lama seluruh perampok tewas. Bent memeriksa dan mengambil perbendaharaan yang mereka bawa. Mengumpulkannya pada suatu tempat di bawah pohon besar.
Elrand minum dari kantong air yang perampok bawa. Dia kemudian mengamankan bahan makanan kering. Dan memeriksa kantong kulit milik ketua perampok.
Beberapa keping perak dan batu permata.
“Tuan Gagak coba lihat di sini, apakah benda yang diinginkan Maharaja anda ada di sini.” Elrand menunjukkan semua koin uang dan batu batu permata.
“Cih, Itu hanya kerikil sampah.” Bent mendengus.
“Oh, iya kah?” Elrand tertawa.
“Baiklah Yang Mulia Gagak, bolehkan harta ini kumiliki sepenuhnya.” Elrand merajuk.
“Lakukan semaumu.” Bent yang hinggap di bahu Elrand membuang muka dan acuh.
Elrand menghitung sesaat kemudian mengambil arah yang dia tuju. Jika ada perampok di lokasi ini berarti ada sebuah kota atau jalur perdagangan penting juga tak jauh dari sini. Mata Elrand sedikit bercahaya dengan senyum kecil di bibirnya.
Pic Inti kristal binatang buas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 138 Episodes
Comments