Bab 11 - Upaya Pembebasan

02.00
Franda mulai memasuki lingkungan tempat Erlina diculik.
Matanya menatap awas ke sekeliling, memastikan kalau tidak ada yang mencurigai dirinya.
Kan nggak lucu, tiba-tiba ada yang berteriak maling karena melihat dirinya.
Kaki Franda melangkah semakin jauh dari depan lingkungan.
Ia menyusuri jalan berbatu dan pasir tersebut dengan langkah pelan.
Franda
Franda
Rumah kayu
Franda
Franda
Paling ujung
Franda
Franda
Ini bukan sih?
Di depan gadis itu, berdiri sebuah rumah tua yang terbuat dari kayu.
Rumah tersebut tampak kokoh berdiri di atas tanah, menumpu lantai duanya yang terlihat rapuh.
Franda
Franda
Sekilas mirip
Franda
Franda
Tapi ... kok sepi?
Franda menoleh ke arah pohon yang ada di seberang rumah tua itu.
Pohon tua besar—yang kemungkinan pohon inilah tempat Zahra bersembunyi.
Franda
Franda
Zahra?
Semak-semak di sekitar pohon bergerak.
Tak lama kemudian, sesosok gadis cantik bertubuh mungil pun muncul.
Mata gadis itu terlihat kaget, tak percaya pada apa yang tengah ia lihat.
Zahra
Zahra
Franda?!
Gadis itu keluar dari semak-semak dan langsung memeluk Franda.
Zahra
Zahra
Lo oke? Lo kan lagi sakit! Kenapa datang?
Zahra
Zahra
Lo tau dari mana alamat ini?
Franda
Franda
Ih lo lupa ya?
Franda
Franda
Kan lo share di grup
Zahra tersenyum, menampakkan baris giginya yang putih bersih.
Zahra
Zahra
Hehe
Zahra
Zahra
Lupa gue, sumpah
Zahra
Zahra
Gara-gara ini nih
Zahra
Zahra
Tapi lo oke?
Zahra
Zahra
Kalau lo masih sakit, nggak usah datang sih
Zahra
Zahra
Nanti lo kenapa-napa lagi
Franda
Franda
Santai, Sayang
Franda
Franda
Gue aman-aman aja kok, santai
Franda melihat ke arah semak-semak, tempat Zahra muncul tadi.
Franda
Franda
Lo ngapain di semak-semak?
Franda
Franda
Yang lain mana?
Franda
Franda
Belum pada datang?
Zahra
Zahra
Udah
Zahra menunjuk ke pintu rumah tersebut.
Zahra
Zahra
Mereka masuk duluan
Franda
Franda
Rio juga?
Zahra
Zahra
Iya termasuk Rio
Zahra
Zahra
Rio, Rifat, Dimas, Rifat, sama Dwinata
Franda
Franda
Ohh
Zahra
Zahra
Kenapa?
Zahra
Zahra
Lo mau masuk?
Franda
Franda
...
Franda
Franda
Sejujurnya, iya
Franda
Franda
Hehehe
Zahra
Zahra
Saran gue sih jangan
Zahra
Zahra
Mending lo di sini, nemenin gue
Zahra
Zahra
Kasihan gue sendirian
Franda
Franda
Ide gue sih kita masuk, Zah
Franda
Franda
Kita bantuin mereka
Zahra
Zahra
Gimana kalau kita cuma jadi beban?
Franda
Franda
Beban?
Franda
Franda
Nggaklah
Zahra
Zahra
Asli, ide lo buruk banget sumpah
Franda
Franda
Tapi ini yang terbaik
Franda
Franda
Ayoo
Franda menggenggam pergelangan tangan Zahra dan menariknya.
Kedua gadis itu melewati pintu putih kusam dengan pelan, masih waspada.
Sepi, kosong. Itulah yang Franda dan Zahra lihat setelah mereka sampai di dalam.
Franda
Franda
Di mana ya?
Zahra
Zahra
Lantai dua, Fran
Franda
Franda
Ohh
Zahra menarik tangannya, melepaskan diri dari cengkraman Franda.
Dia mengusap-usap pergelangan tangannya yang memerah.
Cengkraman Franda memang bukan main-main
Zahra
Zahra
Gila
Zahra
Zahra
Tenaga lo kuat banget kayak laki
Zahra
Zahra
Sampai tangan gue merah gini
Franda
Franda
Hehe
Franda
Franda
Lo aja yang lemah
Zahra
Zahra
Sialan
Zahra
Zahra
Ayo masuk lebih dalam
Franda
Franda
Eh? Tadi katanya ga mau masuk. Gimana sih?
Zahra
Zahra
Biarin, lo udah buat gue penasaran gini
Zahra
Zahra
Ayo buruan naik, sebelum gue berubah pikiran
Mereka pun menaiki tangga. Bunyi reyot tangga mulai terdengar, membuat mereka jadi was-was.
Franda
Franda
Lo yakin mereka di lantai dua?
Franda menatap tangga yang sedang merek pijak dengan tatapan tak percaya.
Franda
Franda
Gue merasa gue bakalan jatuh ke bawah kalau melangkah lagi
Zahra
Zahra
Iya serius
Zahra
Zahra
Gue lihat siluet dua orang di atas sini
Zahra
Zahra
Coba tanya Rio kalau ga percaya
Franda
Franda
Tapi kalau iya, mereka di mana?
Franda
Franda
Kenapa lantai dua kayaknya sepi banget?
Zahra
Zahra
Nah itu dia Fran
Zahra
Zahra
Tapi serius mereka tadi naik ke sini
Franda
Franda
Salah lihat kali?
Zahra
Zahra
Masa gue salah lihat sih?
Zahra
Zahra
Ngga mungkin ah
Zahra
Zahra
Rio juga bilang gitu
Franda
Franda
Gitu ya?
Kedua gadis itu pun tiba di lantai dua.
Seperti dugaan Franda, lantai dua memang seolah-olah kosong.
Hanya ada dua lemari berisi buku-buku bersarang laba-laba, serta sebuah meja dengan satu kain menutupi meja tersebut.
Anehnya, meja tersebut memiliki tonjolan seperti tubuh manusia.
Franda
Franda
Lo lihat meja itu ga?
Zahra melihat ke arah yang ditunjuk Franda.
Gadis itu mengernyitkan dahinya, merasa kalau apa yang Franda katakan adalah benar.
Benar-benar mengerikan, maksudnya.
Zahra
Zahra
Kayak ... mayat ga sih?
Franda
Franda
Nah kan
Franda
Franda
Tebakan gue juga apa
Franda
Franda
Mirip mayat
Zahra
Zahra
Tapi ... mayat siapa?
Kedua gadis itu saling berpandangan.
Franda
Franda
Mau coba ngecek?
Zahra
Zahra
Lo yakin?
Franda
Franda
Kenapa enggak?
Zahra
Zahra
Fran, kita ga tau loh itu apa
Zahra
Zahra
Kita juga ga tau itu jebakan atau bukan
Zahra
Zahra
Gimana kalau itu jebakan dari penculik itu?
Franda
Franda
Lo takut amat deh
Franda
Franda
Santai aja
Zahra
Zahra
Ya maksudnya gini
Zahra
Zahra
Kan tiga cowok itu hilang tanpa jejak
Zahra
Zahra
Gimana kalau ternyata mereka itu kayak kita?
Zahra
Zahra
Mereka kepo sama benda itu—mereka buka, eh kena perangkap
Franda
Franda
Perangkap seperti apa yang pakai mayat di atas meja?
Zahra
Zahra
Perangkap langit-langit?
Zahra
Zahra
Kalau kita narik kain, itu bakal memicu tali dan menurunkan kurungan dari langit-langit?
Franda melihat ke langit-langit. Kosong. Tak ada apa-apa.
Franda
Franda
Ga ada tuh
Zahra
Zahra
Jebakan lantai?
Franda kembali melihat ke lantai mereka. Dibuat dari potongan papan kayu yang berbunyi tiap diinjak.
Franda
Franda
Gue ragu, Zah
Franda
Franda
Udah ah ayo
Franda
Franda
Gue jamin bukan perangkap
Zahra
Zahra
Berapa persen jaminan lo?
Franda
Franda
Err ... 50%?
Zahra
Zahra
Fifty-fifty dong?
Zahra
Zahra
Gimana kalau itu beneran perangkap?
Franda
Franda
Ya ... apa boleh buat?
Franda
Franda
Yang terjadi, maka terjailah
Zahra
Zahra
Terserah deh, Fran
Zahra
Zahra
Seenggaknya gue udah mengingatkan
Kedua gadis itu mendekati sang mayat. Franda meraih kain, dan menyingkap bagian kepala.
Keduanya tertegun. Ini adalah sosok mayat perempuan.
Namun, untungnya bukan seseorang yang mereka kenali.
Zahra
Zahra
Bukan Erlina, Fran
Franda
Franda
Iya
Franda
Franda
Tuh kan, gue bilang juga apa?
Franda
Franda
Bukan perangkap ini
Zahra
Zahra
Iya deh sesuka hati lo aja
Zahra
Zahra
Terus sekarang kita harus apa?
Franda
Franda
Ga tau
Franda
Franda
Keluar lagi?
Franda
Franda
Apa mau nyari Rio dkk?
Zahra
Zahra
Tawaran kedua emang menggoda banget si Fran
Zahra
Zahra
Tapi ... kalau kita keluar—dan mereka terjebak
Zahra
Zahra
Gue merasa bersalah sama kedua pacar orang itu
Franda
Franda
Jadi keputusan lo?
Zahra
Zahra
Gue rasa kita harus mencari mereka deh
Zahra
Zahra
Seperti yang lo bilang
Zahra
Zahra
Yang terjadi, maka terjadilah
...
The Mysterio
02.35
Anna
Anna
Guys?
Anna
Anna
Kalian aman kan?
Anna
Anna
Ada kabar ga?
Helena
Helena
Lah? Belum balik juga?
Helena
Helena
Balik woi, nanti pagi sekolah
Virtha
Virtha
Gue izinin mereka, santuy aja
Risma
Risma
Lo izinin apa, Vir?
Virtha
Virtha
Sakit
Anna
Anna
Buset bohong
Helena
Helena
Dosa lo woi bohongin orang
Virtha
Virtha
Anak dunia malam ngomong dosa?
Virtha
Virtha
Coba spill lo lagi di mana?
Helena
Helena
Hehe peace ✌️
Risma
Risma
Lagi mabok pasti
Helena
Helena
Wkwkw sstt rahasia pabrik
Anna
Anna
Ini yang di rumah itu gimana kabarnya?
Risma
Risma
Ga tau, kayak hilang aja
Risma
Risma
Rio gue chat juga ga dibales
Zahra
Zahra
Mereka masih di dalam guys
Anna
Anna
Eh? Serius?
Anna
Anna
Belum selesai juga?
Helena
Helena
Balik woi, udah pagi ini
Zahra
Zahra
Belum
Zahra
Zahra
Kita kehilangan jejak mereka sih
Zahra
Zahra
Ini mau nyari lagi
Virtha
Virtha
Lah? Hilang?
Helena
Helena
Maksud amat hilang di rumah gubuk
Anna
Anna
Lo pada yakin ga mau manggil polisi aja?
Anna
Anna
Nanti gue telepon bapaknya Rifat
Zahra
Zahra
Jangan deh
Zahra
Zahra
Gue sama Franda nyari dulu
Zahra
Zahra
Kalau kita belum chat sampai setengah empat
Zahra
Zahra
Boleh deh telepon polisi
Anna
Anna
Lah ada Franda?
Helena
Helena
Franda ngapain gila?
Helena
Helena
Emang udah sehat dia?
Zahra
Zahra
Ga tau
Zahra
Zahra
Tadi dia datang tiba-tiba
Virtha
Virtha
Stay safe aja lah kalian
Virtha
Virtha
Gue tunggu kabarnya sampai setengah empat ya
Virtha
Virtha
Ga ada kabar gue paranin si Anna biar telepon bapaknya Rifaf
Anna
Anna
Haha
Anna
Anna
Susah ya punya pacar cantik
Anna
Anna
Ada aja kerjaannya
Risma
Risma
Gitulah
Zahra
Zahra
Udah dulu guys. Ada yang datang
Anna
Anna
Siapa?
Helena
Helena
Siapa woi?
Helena
Helena
Maksud amat tiba-tiba hilang
***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!