Bab 4 - Surat Himbauan

Selasa pagi, waktu yang cukup dingin.
Franda melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah.
Matanya memandang sekeliling, mengamati betapa sepi sekolahnya saat itu.
Ada apa ini?
Franda terheran-heran. Ia menatap ke arah pos satpam.
Sesuai dugaan, pos itu pun kosong.
Seolah-olah ... ini adalah perayaan Hari Tanpa Franda.
Namun, benarkah ada perayaan tersebut di kota ini?
Franda melihat pada jam tangannya. Masih pukul setengah enam pagi.
Apa mungkin ia terlalu awal?
Helena
Helena
Franda?
Sebuah tepukan tangan di bahu membuat Franda menoleh cepat.
Di belakangnya, Helena sudah berdiri dengan seragam putih abu-abu.
Awalnya, gadis itu tersenyum senang. Namun, setelah melihat wajah Franda, dia pun ikut kebingungan.
Helena
Helena
Kenapa lo?
Helena
Helena
Nggak seneng ketemu gue?
Franda
Franda
Siapa?
Helena
Helena
Buset, dia lupa
Helena
Helena
Gue Helen, lo inget ga?
Helena
Helena
Grup The Mysterio itu
Franda mengingatnya. Ia tersenyum sambil terkekeh kecil.
Franda
Franda
Sorry
Franda
Franda
Gue nggak jago mengingat wajah orang
Helena
Helena
Maklum sih, kita baru pertama kali ketemu
Helena
Helena
Btw, foto profil dan muka asli lo nggak ada bedanya ya?
Helena
Helena
Cakep banget!
Franda
Franda
Thanks. Btw, lo juga cakep
Helena
Helena
Hehe
Helena
Helena
Lo kenapa? Mematung aja di sini?
Franda
Franda
Sekolah emang sesepi ini kalau jam setengah 6 pagi ya?
Helena
Helena
Oh ya? Setengah 6?
Helena melihat arloji di pergelangan kirinya.
Kemudian gadis itu cengengesan.
Helena
Helena
Oh iya, hehe
Helena
Helena
Terlalu awal berarti gue datangnya
Helena
Helena
Oh ya, kemarin gue juga datang jam segini sih
Helena
Helena
Tapi ... kemarin tetap ramai, Fran
Franda
Franda
Seramai kayak hari ini?
Helena menggelengkan kepalanya.
Helena
Helena
Nggak
Helena
Helena
Ga sesepi ini
Helena
Helena
Biasanya ada deh beberapa siswa mondar-mandir di lapangan
Helena
Helena
Sama ...
Helena menengok ke arah pos satpam yang kosong.
Helena
Helena
Pak Dirman dan Pak Rusni juga kemarin udah stand by di pos
Helena
Helena
Mungkin efek kelelahan karena kemarin hari pertama sekolah
Franda sedikit tak setuju dengan ucapan Helena.
Namun, dia bisa apa? Mereka anak baru—dan ini adalah hari pertama Franda masuk sekolah.
Mereka memutuskan untuk berjalan saja.
Sepanjang perjalanan di koridor gedung, kelas-kelas terlihat kosong melompong.
Seluruh kelas, sampai mereka tiba di ujung koridor gedung.
Di mana papan kelas 10 MIPA 3 terpampang jelas di depan pintu.
Franda
Franda
Kelas kita?
Helena
Helena
Iya. Ini kelas kita
Helena
Helena
Jauh ya? Tapi aksesnya deket kok kalau ke kamar mandi
Helena
Helena
Liat lorong kecil itu?
Helena menunjuk ke lorong sempit di depan pintu kelas 10 MIPA 3.
Franda
Franda
Iya, liat
Franda
Franda
Itu ke kamar mandi?
Helena
Helena
Iya, sekaligus gudang, hehe
Franda
Franda
Oh
Keduanya masuk ke dalam kelas.
Mereka terdiam membeku
Di dalam kelas, hanya terdapat anak-anak dari grup The Mysterio.
Mereka berkumpul di meja paling belakang, seolah membentuk koloni manusia di sana.
Franda
Franda
Cuma segini?
Erlina
Erlina
Pada capek kali, Fran
Erlina
Erlina
Maklum, hari kedua
Anna
Anna
Setujuu
Dwinata
Dwinata
Mereka pada kerajinan di hari pertama sekolah kayaknya
Risma
Risma
Tapi sebenernya, ada pengumuman kalau sekolah bakal diliburkan ga sih?
Risma
Risma
Terus kita enggak tau karena terlalu asik cerita-cerita di grup?
Dwinata
Dwinata
Setau gue sih enggak ada
Dwinata
Dwinata
Tetap masuk seperti biasa
Dwinata
Dwinata
Toh di grup perkumpulan calon ketua kelas juga nggak ada informasi
Franda
Franda
Grup calon ketua kelas?
Virtha
Virtha
Gini, Fran
Virtha
Virtha
Jadi kemarin, Bu Jasmine—Wali kelas—udah ngumpulin nama-nama siswa yang bakalan mengisi struktur kelas
Virtha
Virtha
Buat ketua kelas antara Dwinata atau Bagas
Virtha
Virtha
Wakilnya Dimas anjay mabar
Zahra
Zahra
Slebew
Dimas
Dimas
Mulai bercandanya
Virtha
Virtha
Maaf, sayang
Virtha
Virtha
Bendahara antara gue sama Risma
Virtha
Virtha
Sekretarisnya Zahra
Rio
Rio
Gue gue!!
Virtha
Virtha
Ya, si Rio jadi seksi keamanan
Zahra
Zahra
Fauzan ketua piket
Helena celingak-celinguk, seolah sedang mencari sesuatu.
Risma
Risma
Nyari apaan lo, Len?
Helena
Helena
Fauzan
Risma
Risma
Kenapa dia lo cariin?
Helena
Helena
Ketua piket, tapi belum datang
Helena
Helena
Itu gimana ceritanya dah?
Rifat
Rifat
Udah udah
Rifat
Rifat
Intinya, kalau Dwinata atau Bagas nggak kasih informasi soal sekolah libur
Rifat
Rifat
Berarti ada yang aneh
Luki
Luki
Apa yang aneh?
Rifat
Rifat
Ya ini
Rifat
Rifat
Yang hadir cuma anggota grup The Mysterio doang
Helena
Helena
Minus si pemalas Fauzan
Rifat
Rifat
Iya itu
Erlina
Erlina
Seakan-akan sekolah ini libur dan nggak ngasih tau ke kita?
Virtha
Virtha
Tapi, dalam rangka apa?
Virtha
Virtha
Lagian, ini baru hari kedua tahun ajaran baru
Virtha
Virtha
Kenapa pada libur?
Rifat, Rio, dan Luki menatap tajam ke arah Dwinata.
Dwinata gugup, merasa dipojokkan.
Rio
Rio
Lo beneran nggak menyimpan informasi kan, Nat?
Dwinata
Dwinata
Hah? Menurut lo?
Luki
Luki
Oh, atau lo sengaja buat ngerjain kita?
Dwinata
Dwinata
Gila ya? Kalo iya, buat apa gue datang ke sekolah?
Rifat
Rifat
Kali aja lo emang seneng lihat orang susah
Dwinata
Dwinata
Wah, asem juga mulut lo Put
Ketegangan pun terjadi.
Keempat laki-laki itu terlibat adu bacot. Dwinata mencoba berkilah, sedangkan ketiga lainnya menyerang dia.
Dimas? Ia tetap duduk manis di tempatnya, di samping sang pacar yang manis.
Virtha
Virtha
Kamu enggak mau nenangin mereka?
Dimas tersenyum dan menggelengkan kepala.
Dimas
Dimas
Malas
Dimas
Dimas
Enak duduk sama kamu
Di tengah keributan, seseorang memasuki kelas mereka.
The Mysterio berhenti berdebat dan melihat ke arah pintu, pada seseorang yang baru saja masuk.
Itu dia, sang ketua piket kelas.
Fauzan
Fauzan
Woi, gue nemuin sesuatu di pos satpam
Fauzan menyerahkan secarik kertas yang disimpan dalam amplop putih.
Dimas mengambil surat tersebut.
Dia membaca perlahan isinya, kata demi kata.
Dimas
Dimas
Ini ...
Dwinata
Dwinata
Ini apaan?
Dwinata merebut kertas tersebut dan mulai membaca.
Dwinata
Dwinata
SURAT—
Anna
Anna
Wah kacau lo, Nat
Anna
Anna
Pelan-pelan aja sih
Virtha
Virtha
Tau, kayak di hutan
Dwinata
Dwinata
Sorry
Dwinata
Dwinata
Surat peringatan
Dwinata
Dwinata
Kepada para penghuni sekolah, sekolah tengah diliburkan selama beberapa hari ke depan.
Dwinata
Dwinata
Pengerahan anak kelas 9 dalam menuntaskan ritual 10 tahun sekali akan diumumkan beberapa jam setelah surat ini diterbitkan.
Dwinata
Dwinata
Tertanda, 777-7777
Rio
Rio
Siapa tuh 777-7777?
Franda
Franda
Nomor telepon?
Luki
Luki
Alah, pasti cuma maling yang iseng mau nakutin kita
Helena
Helena
Maling apaan gila? Ini semua orang lenyap, nggak ada di sekolah
Helena
Helena
Cuma kita-kita doang
Mereka berpikir keras.
Berkali-kali Dwinata dan Dimas mengoper kertas, membaca secara bergiliran.
Berusaha mengartikan isi dari kertas tersebut.
Risma
Risma
Tapi yang bikin gue bingung tuh isinya
Risma
Risma
Ritual 10 tahun sekali?
Risma
Risma
Maksudnya apaan?
Helena
Helena
Iya ya. Artinya apaan ya?
Erlina
Erlina
Gue juga baru tau sekolah kita ada ritual gitu-gituan
Fauzan
Fauzan
Mungkin ga sih kalau dulunya lokasi sekolah ini tuh kuburan?
Zahra
Zahra
Atau rumah sakit terbengkalai?
Rio
Rio
Mungkin juga bekas rel kereta yang kecelakaan?
Helena
Helena
...
Dwinata
Dwinata
Dulu ya, waktu gue SMP
Dwinata
Dwinata
Gue pernah dengar kasus gitu lah dari sekolah ini
Dwinata
Dwinata
Tapi gue nggak tau itu beneran atau bohongan
Luki
Luki
Kasus apaan?
Dimas
Dimas
Kasus 53 itu, Nat?
Dwinata
Dwinata
Dwinata menganggukkan kepala.
Franda
Franda
Apaan tuh 53?
Erlina
Erlina
Kode?
Zahra
Zahra
Morse?
Virtha
Virtha
Kayaknya morse nggak ada angka deh
Dwinata
Dwinata
Jadi dulu di sekolah kita ini, ada teror gitu
Dwinata
Dwinata
Pemerkosa yang meneror korbannya lewat telepon
Dwinata
Dwinata
Kalau ga salah, nomornya tuh +1 666-6666-6666
Dwinata
Dwinata
Awalnya pemerkosa itu neror korbannya dengan mengirimkan foto mereka di kamar mandi
Dwinata
Dwinata
Kalau korbannya ngeblok, pas pulang, korban itu bakal diculik terus diperkosa di gudang sekolah
Anna
Anna
Tunggu ... gudang di sebelah kamar mandi?
Franda
Franda
Gudang di lorong depan kelas kita?!
Dimas
Dimas
Kita kurang tau ya gudang di dekat kelas kita
Dimas
Dimas
Atau gudang di lantai 2, dekat kelas 11 MIPA 3
Dimas
Dimas
Yang jelas, gudang
Dwinata
Dwinata
Benar kata Dimas
Franda
Franda
Lo berdua satu SMP ya?
Helena
Helena
Iya, Fran
Helena
Helena
Mereka satu SMP
Franda
Franda
Pantes
Franda
Franda
Terus korban pemerkosaannya gimana?
Dimas
Dimas
Mati
Dimas
Dimas
Koit
Dimas
Dimas
Meninggal
Dimas
Dimas
Death
Dimas
Dimas
End
Dimas
Dimas
Atau kata apapun yang menggambarkan kematian
Luki
Luki
Ngeri banget
Dwinata
Dwinata
Jasadnya dikubur di kebun belakang gedung ini
Zahra
Zahra
Hah? Seriusan?!
Anna
Anna
Bohong lo ya?
Dimas
Dimas
Yah, nggak percayaan
Rifat
Rifat
Tapi kalau gitu, kenapa masih ramai yang mau masuk sini?
Fauzan
Fauzan
Ada dua kemungkinan sih menurut gue
Fauzan
Fauzan
Satu, nggak ada yang tau
Fauzan
Fauzan
Dua, nggak punya pilihan
Fauzan
Fauzan
Soalnya yang negeri sekitar sini ya cuma sekolah kita
Erlina
Erlina
Setuju gue sama Fauzan
Dwinata
Dwinata
Tapi, sampai sekarang, nggak ada yang tau ritual 10 tahun itu ngapain
Dwinata
Dwinata
Terus mitos tentang si 666 itu juga belum terbukti
Dimas
Dimas
Gue juga pernah dengar testimoni dari kakak kelas gue
Dimas
Dimas
Dia bilang, sekolah ini memang sengaja meliburkan diri setiap 14 Agustus
Dimas
Dimas
Hari pramuka sih
Dimas
Dimas
Anehnya lagi, gue lupa kalau sekarang harusnya libur
Pandangan Dimas mendingin, terdengar nada yang kurang menyenangkan darinya.
***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!