Legenda Urban: Panggilan Misterius
Bab 9 - Si Telepon dan Murid Misterius
Helena
UGD banget ini woii
Dimas
Lo kenapa lagi? Pagi-pagi ga usah drama dah
Luki
Tau, masih ngantuk nih
Luki
Udah tang tung tang tung aja
Helena
Serius ini gue lagi darurat bangetttt
Rifat
Keselek mie ayam kali dia
Helena
Idiot, mana ada tukang mie ayam sepagi ini
Helena
Mang Udin ga buka jam segini
Helena
Serius ini ga ada yang mau nolongin gue?
Luki
Ya lo kenapa Helenina Van Der Walls?
Risma
Siapa tuh Van Der Walls?
Helena
Emang kocak itu si Luki
Helena
Nama orang asal ganti-ganti aja
Luki
Ya lo kenapa bujang pagi-pagi udah ngebawel?
Helena
Sekata-kata lo ya ma gue Luk
Luki
@Rio lo urusin dah cewek lo itu
Rio
Apaan nih bawa-bawa gue?
Helena
Idih ogah amat jadi cewenya Rio
Rio
Siapa juga yang mau sama lo, Semprul?
Rio
Yang ada gue sujud syukur ga punya cewe kayak lo
Erlina
Apa sih pagi-pagi ribut? Kasihan Franda masih sakit
Zahra
Tau, bocah banget anjir
Helena
Diem lo Zah, ga usah ikut campur
Helena
@Erlina bantuin gue dong
Helena
Sumpah ini darurat banget
Anna
Astaga ya Tuhanku masih aja
Anna
Lo tinggal bilang kenapa Heleninaaaaaa
Helena
Dasi gue hilanggggg
Helena
Tolonggg mau upacara ga punya dasi
Luki
Emang koplak bocahnya
Luki
Enaknya sih pagi-pagi gini kita siram kuah bakso aja tuh anak
Erlina
Ya ampun gue kira apaan
Erlina
Dwinata ada dasi tuh satu di kolong meja
Erlina
Kalo mau pinjem, ambil aja
Helena
GUE MINJEM YAAA @Dwinata
Helena
Gak ngomong sama lo buluk
Dwinata
Nanti dicolong orang
Helena
Dih gue belum mandi gila
Erlina
Makanya mandi dong sekarang
Helena
Lah Fran udah nongol lo
Erlina
@Franda udah enakan?
Rio
Waduh, kayaknya jangan dulu deh Ran
Rio
Si Dwinata nanti trauma lagi
Franda
Btw panggil Fran aja ya lo Yo, ga usah ngada-ngada
Rio
Nyamber aja lo nenek sihir
Rio
Dasinya diambil Zahra baru tau lo
Anna
@Franda masuk ga hari ini?
Franda
Kayaknya skip dulu deh, Ann
Franda
Badan gue masih parah banget
Rio
Emang lo mau cerita apaan?
Rifat
@Helena kayak Franda sih, pagi-pagi cerita
Rifat
Lo malah ribut nyari dasi cadangan
Helena
Bawel gue lagi mandi
Erlina
@Franda cerita aja Fran
Franda
Gue cuma mau bilang aja sih
Franda
Semalem nomor itu telepon gue
Franda
Nomor yang pernah gue terima
Franda
Seperti biasa sih, dia ngancem buat membunuh kita
Dimas
Sumpah, dia kayak nomor iseng tau ga?
Rio
Orang gila mana yang iseng?
Anna
Lebih lagi, dia dapat nomor lo dari mana?
Anna
Itu kalau dia orang iseng
Rifat
Terlalu picky ga sih?
Rifat
Kenapa harus Franda?
Dimas
Ya mungkin emang takdirnya Franda
Franda
Gue harap sih itu orang iseng ya Dim
Franda
Jujur gue lebih milih itu orang iseng sumpah
Franda
Tapi kalau dia ... bukan orang gimana?
Dwinata
Itu yang gue khawatirin, Fran
Rio
Weh gue ga mau mati muda
Rifat
Siapa yang mau sih Yo?
Rifat
Gue juga ga mau kali
Luki
Terus langkah kita sekarang gimana?
Dwinata
Kita amati dulu gerak-geriknya
Dwinata
Kalau dia telepon Franda atau salah satu di antara kita lagi
Dwinata
Kita lapor polisi, gimana?
Rifat
Emang polisi mau proses?
Dwinata
Masalah itu sih gue ya gatau Put
Dwinata
Harusnya si mau ya
Luki
Tapi menurut gue agak lucu juga sih
Luki
Segerombolan murid SMA melaporkan nomor misterius atas teror pembunuhan
Helena
Bakal viral ga sih?
Rio
@Helena nyambung aja. Sono berangkat
Helena
Iya iya bawel amat dah
Fauzan
Kalo viral bakal diproses lebih cepat?
Dwinata
Udah udah, yang penting kita lihat gebrakan dia selanjutnya
Dwinata
Sementara kita waspada aja dulu
Dwinata
Kalo nyetir atau ke mana-mana, usahain jangan sendiri
Rio
@Franda lo gimana di rumah?
Helena
@Rio kalo ga ada lo pasti mau nemenin kan?
Rio
Sono dibilang berangkat
Helena
Bawel, ini lagi di atas taksi
Erlina
@Helena buruan ini dasi nanti keburu diambil orang
Helena
Lo di sana sama siapa, Er?
Franda
Yaudah guys, gue lanjut istirahat lagi
Senin pagi ini benar-benar terik, tapi adem.
Erlina dan kawan-kawan baru saja selesai upacara bendera.
Masih terngiang-ngiang dalam benak Erlina mengenai kata-kata sang kepala sekolah tadi.
“Terima kasih atas partisipasinya, karena sudah tidak datang ke sekolah dalam mendukung ritual 10 tahun kita.
Saya harap, kejadian ini akan berakhir dengan baik.”
Itulah kata-katanya. Biasa saja? Bagi Erlina, itu terdengar sedikit menakutkan.
Seolah-olah, ini bisa saja berakhir buruk.
Gadis cantik blasteran itu mengayunkan kakinya dengan sedikit senyum.
Hari ini, ia kembali bersekolah, bersama sang kekasih.
Hal yang tidak ia dapatkan beberapa hari yang lalu.
Namun, langkahnya mendadak terhenti saat ia melihat seseorang berbelok ke gudang dekat kelas mereka.
Erlina curiga. Dia berjinjit pelan, mengikuti orang tersebut tanpa ketahuan.
Murid laki-laki itj berhenti di gudang. Tangannya membuka pintu gudang, lalu masuk ke dalam.
Erlina
Kenapa punya akses ke gudang?
Erlina mendekati gudang. Ia mengintip melalui celah pintu gudang yang terbuka.
Melalui celah pintu itu, bisa Erlina lihat bahwa murid itu sedang menaruh sebuah berkas di atas setumpuk kertas di lemari.
Mendengar suara perempuan, laki-laki itu berhenti. Ia balik badan dan tersenyum lebar.
Benar dugaan Erlina. Kekasihnya ada di sana.
Dwinata
Ga tau juga sih. Soalnya kepala sekolah yang suruh
Erlina
Ada hubungannya sama ritual itu?
Dwinata
Tapi bahaya buat diintip
Dwinata menunjuk ke salah satu langit sudut gudang.
Di sana, terdapat sebuah kamera pengawas.
Dwinata
Kepala sekolah bisa aja menghukum kita karena membongkar dokumen rahasia
Dwinata
Kamu sendiri ngapain? Kok bisa ada di sini?
Erlina
Penasaran kenapa ada murid yang ke sini
Erlina
Sama siapa sih murid itu?
Dwinata
Oh ... Haha sekarang udah tau kan?
Dwinata
Yuk balik. Sebentar lagi, kemungkinan guru masuk
Comments