"Juan, ikut Papi ke ruang kerja!" titah Soni Aditama pada anaknya yang baru tiba di rumah.
"Mas, jangan macam-macam pada anakku. Bagaimanapun juga, dia putra tunggalmu," kata Clara.
"Jangan ikut campur Clara, atau Kau terima akibatnya!" ancam Soni, dengan tatapan yang menyeramkan. Clara terdiam menunduk, nada bicara suaminya berhasil membuat nyalinya ciut.
"Mami jangan khawatir, Aku pasti baik-baik saja," kata Juan penuh percaya diri.
Juan kemudian mengikuti Soni ke ruang kerja. Sesampai di sana, Soni melepas ikan pinggang yang dia pakai.
"Anak tidak berguna, gara-gara Kamu reputasiku hancur dan Aku harus mengotori tanganku untuk menyelesaikan masalah ini," kata Soni, dengan wajah datar.
"Jika Papi berani macam-macam padaku, Aku akan membongkar rahasia Papi. Semua orang akan tau kalau Papi pembunuh," ancam Juan.
"Bongkar saja," jawab Soni enteng. "Oh ya, sebelum Kamu membongkar semuanya, Kamu harus tau cerita lengkap pembunuhan itu, agar ceritamu masuk akal. Mau ku ceritakan?" Soni tersenyum penuh arti lalu tertawa kecil.
Juan mulai takut dengan keanehan ayahnya.
"Juan, untuk mencapai posisi sekarang, Papi merangkak dari bawah dan mengotori seluruh badan Papi. Papi bukan pewaris sah seperti Miko, Papi hanya anak haram yang lahir dari seorang simpanan. Anak haram yang kebetulan berusia lebih tua dari anak sah. Kamu sama seperti Papi, anak haram." Soni terus tertawa mengerikan.
Soni menceritakan kejadian 20 tahun yang lalu. Tahun 2004.
Soni melihat ibu dan ayahnya bertengkar. Saat itu Soni sudah berusia 21 tahun.
"Tega Kamu Rinto Aditama, Aku menemanimu dari nol, tapi apa yang ku dapat? Aku hanya menjadi simpananmu. Soni sudah dewasa, dan tidak punya apa-apa, sementara Miko sejak kecil hidup dengan terhormat," kesal Mawar.
"Menemaniku dari nol? Mawar, berkat bantuan mendiang orangtua Ranilah Aku berhasil mendirikan Aditama group. Kamu hanya menikmatinya. Berusahalah puas menjadi simpananku. Aku akan memberi Soni sebuah anak perusahaan. Jangan serakah!"
"Soni akan menikah. Dia sudah punya anak dari kekasihnya. Anak Soni laki-laki dan sekarang hampir berusia dua tahun. Mas Rinto, Kita sudah menjadi kakek dan nenek. Jadi tolong terima Kami."
"Aku tidak punya cucu. Apalagi cucu yang lahir dari luar nikah."
"Kamu sendiri menghamiliku tanpa menikahiku."
"Kamu sendiri yang mau." Tidak mau berdebat lebih lama dengan Mawar, Soni hendak pergi.
"Mas Rinto mau kemana?"
"Mau pulang."
"Mas, menginapkan di sini."
"Rani akan curiga kalau Aku menginap di sini."
"Tapi mas?"
"Cukup, Aku tidak mau dibantah."
Rinto kekeh pulang walau Mawar melarangnya. Membuat Mawar menangis sejadi-jadinya. Melihat ibunya menangis karena diperlakukan tidak adil membuat Soni marah dan mendendam. Sejak itu Soni diam-diam mengawasi kediaman utama Aditama. Bahkan Soni menyamar tanpa sepengetahuan ayah ibunya menjadi supir pribadi Miko, yang kala itu masih berusia 10 tahun. Melihat betapa bahagianya Miko dan ibunya membuat Soni iri. Sementara dia dan ibunya tidak bahagia. Muak melihat kebahagiaan mereka. Membuat Soni memutuskan ingin membunuh istri ayahnya.
Hari itu, sahabat ibu Miko yang tak lain adalah ibu Kyara, datang berkunjung. Rencana Soni sedikit tertunda.
"Rani, Aku ragu, Mas Zola sepertinya punya watak keras," kata Sandriana.
"Sahabat suamiku orangnya baik walau agak keras. Anna, usia Kamu sudah berapa? Masa sampai sekarang belum menikah? Lihat Miko, umurnya sudah 10 tahun. Bagaimana Kita mau berbesanan kalau Kamu saja belum punya anak," kata Rani. "Jangan sampai Miko sudah tua, anakmu baru lahir. Pokoknya tahun ini Kamu harus menikah dengan Mas Zola, ya?" tambah Rani.
"Baiklah, nanti Aku terima lamarannya. Biar Miko bisa jadi mantuku," jawab Sandriana.
"Gitu dong." Rani senang. Keduanya tertawa bahagia di ruang tamu.
"Miko mana?" tanya Sandriana.
"Di kamar, dia demam jadi ku beri obat, akhirnya tertidur."
"Semoga Miko cepat sembuh, Ran," doa Sandriana. "Rani, Aku ke toilet sebentar, Aku kebelet," lanjut Sandriana.
"Oke, jangan lama-lama," jawab Rani. Sandriana pun beranjak.
Melihat Sandriana ke toilet, Soni cepat beraksi.
"Nyonya, bisa ikut Saya sebentar, ada yang mau Saya bicarakan," kata Soni.
"Apa, di sini saja!" jawab Rani.
"Tidak bisa, Nyonya, ini hal penting," kekeh Soni.
"Baiklah," jawab Rani, tanpa curiga Rani mengikuti langkah Soni. Bagi Rani, Soni adalah anak yang baik, tidak pernah sedikitpun Soni mengecewakan Rani selama sebulan menjadi supir pribadi Miko.
Soni membawa Rani menaiki tangga rumah. Sesampai diatas, ekspresi wajah Soni berubah, membuat Rani agak takut. "Matilah Kau!" Soni langsung mencekek leher Rani tanpa ampun. Rani tidak diberikan celah untuk melawan. Perlahan, Rani menjadi tidak bisa bernafas. Akhirnya Rani tak sadarkan diri. Namun, Soni tak berhenti sampai di situ, walau dalam keadaan pingsan, Soni tetap mencekek leher Rani sampai Rani mati. Akhirnya Rani kehilangan nyawanya.
"Akhirnya Kau mati." Soni langsung mendorong Rani hingga tergelinding ditangga.
"Rani ..." teriak Sandriana. Dia terkejut melihat Rani jatuh dari tangga saat dirinya kembali ke ruang tamu. Sandriana langsung menghampiri Rani yang sudah tak bernyawa.
Sandriana melihat Soni di atas. "Kau membunuh Rani?"
"Kau mau ku bunuh juga?" jawab Soni. Kemudian dengan pelan Soni melangkah menuruni anak tangga.
"Akan ku laporkan Kau ke polisi!" ancam Sandriana.
"Oh ya? Sebelum Aku masuk penjara, Kau akan ku bunuh terlebih dahulu!" Soni langsung mengeluarkan pistol. Membuat Sandriana terkejut.
"Jangan bunuh Aku," pinta Sandriana, ketakutan.
"Dengar, kalau Aku masuk penjara, akan ku pastikan Aku kabur dari penjara lalu mencarimu. Kita akan mati bersama," ancam Soni dengan ekspresi wajah yang menakutkan.
Nyali Sandriana ciut, matanya berkaca-kaca. "Aku akan merahasiakan hal ini," janji Sandriana. Dia masih sayang nyawanya.
"Pulanglah, berpura-puralah tidak melihat kejadian ini, kalau tidak ingin menyesal."
"Ba-baik," jawab Sandriana cepat. Sandriana pun langsung kabur seribu langkah, membawa rahasia ini.
"Aku tidak bisa percaya begitu saja padanya. Akan ku awasi dia terus." Soni menyembunyikan kembali pistolnya dibalik baju. Lalu dia pergi dari sana.
Tidak lama setelah Soni pergi, Miko terbangun dan mencari ibunya, betapa terkejut Miko menemukan ibunya sudah tak bernyawa, dan dia pikir ibunya jatuh dari atas tangga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Jarmini Wijayanti
jahatnya sony
2025-02-25
0
LENY
Anak dan bpk sama2 IBLIS PEMBUNUH😡
2024-10-05
0
ana azizah
di ancam gtu ajh langsung takut, pdhal dia sndiri punya power 🙃
2024-09-05
0