Episode 19 : Pembunuhan Pertama

"Juan, ikut Papi ke ruang kerja!" titah Soni Aditama pada anaknya yang baru tiba di rumah.

"Mas, jangan macam-macam pada anakku. Bagaimanapun juga, dia putra tunggalmu," kata Clara.

"Jangan ikut campur Clara, atau Kau terima akibatnya!" ancam Soni, dengan tatapan yang menyeramkan. Clara terdiam menunduk, nada bicara suaminya berhasil membuat nyalinya ciut.

"Mami jangan khawatir, Aku pasti baik-baik saja," kata Juan penuh percaya diri.

Juan kemudian mengikuti Soni ke ruang kerja. Sesampai di sana, Soni melepas ikan pinggang yang dia pakai.

"Anak tidak berguna, gara-gara Kamu reputasiku hancur dan Aku harus mengotori tanganku untuk menyelesaikan masalah ini," kata Soni, dengan wajah datar.

"Jika Papi berani macam-macam padaku, Aku akan membongkar rahasia Papi. Semua orang akan tau kalau Papi pembunuh," ancam Juan.

"Bongkar saja," jawab Soni enteng. "Oh ya, sebelum Kamu membongkar semuanya, Kamu harus tau cerita lengkap pembunuhan itu, agar ceritamu masuk akal. Mau ku ceritakan?" Soni tersenyum penuh arti lalu tertawa kecil.

Juan mulai takut dengan keanehan ayahnya.

"Juan, untuk mencapai posisi sekarang, Papi merangkak dari bawah dan mengotori seluruh badan Papi. Papi bukan pewaris sah seperti Miko, Papi hanya anak haram yang lahir dari seorang simpanan. Anak haram yang kebetulan berusia lebih tua dari anak sah. Kamu sama seperti Papi, anak haram." Soni terus tertawa mengerikan.

Soni menceritakan kejadian 20 tahun yang lalu. Tahun 2004.

Soni melihat ibu dan ayahnya bertengkar. Saat itu Soni sudah berusia 21 tahun.

"Tega Kamu Rinto Aditama, Aku menemanimu dari nol, tapi apa yang ku dapat? Aku hanya menjadi simpananmu. Soni sudah dewasa, dan tidak punya apa-apa, sementara Miko sejak kecil hidup dengan terhormat," kesal Mawar.

"Menemaniku dari nol? Mawar, berkat bantuan mendiang orangtua Ranilah Aku berhasil mendirikan Aditama group. Kamu hanya menikmatinya. Berusahalah puas menjadi simpananku. Aku akan memberi Soni sebuah anak perusahaan. Jangan serakah!"

"Soni akan menikah. Dia sudah punya anak dari kekasihnya. Anak Soni laki-laki dan sekarang hampir berusia dua tahun. Mas Rinto, Kita sudah menjadi kakek dan nenek. Jadi tolong terima Kami."

"Aku tidak punya cucu. Apalagi cucu yang lahir dari luar nikah."

"Kamu sendiri menghamiliku tanpa menikahiku."

"Kamu sendiri yang mau." Tidak mau berdebat lebih lama dengan Mawar, Soni hendak pergi.

"Mas Rinto mau kemana?"

"Mau pulang."

"Mas, menginapkan di sini."

"Rani akan curiga kalau Aku menginap di sini."

"Tapi mas?"

"Cukup, Aku tidak mau dibantah."

Rinto kekeh pulang walau Mawar melarangnya. Membuat Mawar menangis sejadi-jadinya. Melihat ibunya menangis karena diperlakukan tidak adil membuat Soni marah dan mendendam. Sejak itu Soni diam-diam mengawasi kediaman utama Aditama. Bahkan Soni menyamar tanpa sepengetahuan ayah ibunya menjadi supir pribadi Miko, yang kala itu masih berusia 10 tahun. Melihat betapa bahagianya Miko dan ibunya membuat Soni iri. Sementara dia dan ibunya tidak bahagia. Muak melihat kebahagiaan mereka. Membuat Soni memutuskan ingin membunuh istri ayahnya.

Hari itu, sahabat ibu Miko yang tak lain adalah ibu Kyara, datang berkunjung. Rencana Soni sedikit tertunda.

"Rani, Aku ragu, Mas Zola sepertinya punya watak keras," kata Sandriana.

"Sahabat suamiku orangnya baik walau agak keras. Anna, usia Kamu sudah berapa? Masa sampai sekarang belum menikah? Lihat Miko, umurnya sudah 10 tahun. Bagaimana Kita mau berbesanan kalau Kamu saja belum punya anak," kata Rani. "Jangan sampai Miko sudah tua, anakmu baru lahir. Pokoknya tahun ini Kamu harus menikah dengan Mas Zola, ya?" tambah Rani.

"Baiklah, nanti Aku terima lamarannya. Biar Miko bisa jadi mantuku," jawab Sandriana.

"Gitu dong." Rani senang. Keduanya tertawa bahagia di ruang tamu.

"Miko mana?" tanya Sandriana.

"Di kamar, dia demam jadi ku beri obat, akhirnya tertidur."

"Semoga Miko cepat sembuh, Ran," doa Sandriana. "Rani, Aku ke toilet sebentar, Aku kebelet," lanjut Sandriana.

"Oke, jangan lama-lama," jawab Rani. Sandriana pun beranjak.

Melihat Sandriana ke toilet, Soni cepat beraksi.

"Nyonya, bisa ikut Saya sebentar, ada yang mau Saya bicarakan," kata Soni.

"Apa, di sini saja!" jawab Rani.

"Tidak bisa, Nyonya, ini hal penting," kekeh Soni.

"Baiklah," jawab Rani, tanpa curiga Rani mengikuti langkah Soni. Bagi Rani, Soni adalah anak yang baik, tidak pernah sedikitpun Soni mengecewakan Rani selama sebulan menjadi supir pribadi Miko.

Soni membawa Rani menaiki tangga rumah. Sesampai diatas, ekspresi wajah Soni berubah, membuat Rani agak takut. "Matilah Kau!" Soni langsung mencekek leher Rani tanpa ampun. Rani tidak diberikan celah untuk melawan. Perlahan, Rani menjadi tidak bisa bernafas. Akhirnya Rani tak sadarkan diri. Namun, Soni tak berhenti sampai di situ, walau dalam keadaan pingsan, Soni tetap mencekek leher Rani sampai Rani mati. Akhirnya Rani kehilangan nyawanya.

"Akhirnya Kau mati." Soni langsung mendorong Rani hingga tergelinding ditangga.

"Rani ..." teriak Sandriana. Dia terkejut melihat Rani jatuh dari tangga saat dirinya kembali ke ruang tamu. Sandriana langsung menghampiri Rani yang sudah tak bernyawa.

Sandriana melihat Soni di atas. "Kau membunuh Rani?"

"Kau mau ku bunuh juga?" jawab Soni. Kemudian dengan pelan Soni melangkah menuruni anak tangga.

"Akan ku laporkan Kau ke polisi!" ancam Sandriana.

"Oh ya? Sebelum Aku masuk penjara, Kau akan ku bunuh terlebih dahulu!" Soni langsung mengeluarkan pistol. Membuat Sandriana terkejut.

"Jangan bunuh Aku," pinta Sandriana, ketakutan.

"Dengar, kalau Aku masuk penjara, akan ku pastikan Aku kabur dari penjara lalu mencarimu. Kita akan mati bersama," ancam Soni dengan ekspresi wajah yang menakutkan.

Nyali Sandriana ciut, matanya berkaca-kaca. "Aku akan merahasiakan hal ini," janji Sandriana. Dia masih sayang nyawanya.

"Pulanglah, berpura-puralah tidak melihat kejadian ini, kalau tidak ingin menyesal."

"Ba-baik," jawab Sandriana cepat. Sandriana pun langsung kabur seribu langkah, membawa rahasia ini.

"Aku tidak bisa percaya begitu saja padanya. Akan ku awasi dia terus." Soni menyembunyikan kembali pistolnya dibalik baju. Lalu dia pergi dari sana.

Tidak lama setelah Soni pergi, Miko terbangun dan mencari ibunya, betapa terkejut Miko menemukan ibunya sudah tak bernyawa, dan dia pikir ibunya jatuh dari atas tangga.

Terpopuler

Comments

Jarmini Wijayanti

Jarmini Wijayanti

jahatnya sony

2025-02-25

0

LENY

LENY

Anak dan bpk sama2 IBLIS PEMBUNUH😡

2024-10-05

0

ana azizah

ana azizah

di ancam gtu ajh langsung takut, pdhal dia sndiri punya power 🙃

2024-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01 : Kembali Lagi
2 Episode 02 : Jodoh Pilihan Mama
3 Episode 03 : Kematian Misterius
4 Episode 04 : Memasak Untuk Suami
5 Episode 05 : Pasangan Jahat
6 Episode 06 : Keluarga Jahat
7 Episode 07 : Rencana Hebat
8 Episode 08 : Plot Twist
9 Episode 09 : Balas Dendam
10 Episode 10 : Partner
11 Episode 11 : Sang Pelaku
12 Episode 12 : Mengubah Alur
13 Episode 13 : Sebenarnya Orang Baik
14 Episode 14 : Club Malam
15 Episode 15 : Mencintai Istriku Lagi
16 Episode 16 : Pagi Yang Indah
17 Episode 17 : Salah Pegang
18 Episode 18 : Balasan
19 Episode 19 : Pembunuhan Pertama
20 Episode 20 : Pembunuhan Kedua
21 Episode 21 : Pembunuhan Ketiga
22 Episode 22 : Kasih Sayang Ayah
23 Episode 23 : Mengusir
24 Episode 24 : Menjadi Indah
25 Episode 25 : Misi Sesungguhnya
26 Episode 26 : Rasa Yang Sama
27 Episode 27 : Mengenali Pria Jahat
28 Episode 28 : Dalang Utama
29 Episode 29 : Semua Demi Istriku
30 Episode 30 : Berbohong
31 Episode 31 : Mendendam
32 Episode 32 : Kedatangan Musuh
33 Episode 33 : Jebakan
34 Episode 34 : Rasa Sakit dan Penyesalan
35 Episode 35 : Kembali Mengulang Waktu
36 Episode 36 : Berpura-pura
37 Episode 37 : Memperkuat Diri
38 Episode 38 : Perhatian Kyara
39 Episode 39 : Pindah Ke Shanghai
40 Episode 40 : Sebuah Paket
41 Episode 42 : Pria Psikopat
42 Episode 42 : Merelakan Untuk Sekarang
43 Episode 43 : Permainan Dimulai
44 Episode 44 : Bertindak Cepat
45 Episode 45 : Jebakan Balik
46 Episode 46 : Racun
47 Episode 47 : Kematian Soni
48 Episode 48 : Orang-orang Yang Kyara Sayangi
49 Episode 49 : Kesempatan Terakhir
50 Episode 50 : Mama Harus Hidup
51 Episode 51 : Perjuangan Terakhir
52 Episode 52 : Tembakan Miko
53 Episode 53 : Kumpulan Orang Jahat
54 Episode 54 : Rujuk
55 Promosi Novel Baru
56 Episode 55 : Anak SMA dan Anak TK
57 Episode 56 : Kabar Bahagia
58 Episode 57 : Berakhir Bahagia (End)
59 Ucapan Terima Kasih Author
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Episode 01 : Kembali Lagi
2
Episode 02 : Jodoh Pilihan Mama
3
Episode 03 : Kematian Misterius
4
Episode 04 : Memasak Untuk Suami
5
Episode 05 : Pasangan Jahat
6
Episode 06 : Keluarga Jahat
7
Episode 07 : Rencana Hebat
8
Episode 08 : Plot Twist
9
Episode 09 : Balas Dendam
10
Episode 10 : Partner
11
Episode 11 : Sang Pelaku
12
Episode 12 : Mengubah Alur
13
Episode 13 : Sebenarnya Orang Baik
14
Episode 14 : Club Malam
15
Episode 15 : Mencintai Istriku Lagi
16
Episode 16 : Pagi Yang Indah
17
Episode 17 : Salah Pegang
18
Episode 18 : Balasan
19
Episode 19 : Pembunuhan Pertama
20
Episode 20 : Pembunuhan Kedua
21
Episode 21 : Pembunuhan Ketiga
22
Episode 22 : Kasih Sayang Ayah
23
Episode 23 : Mengusir
24
Episode 24 : Menjadi Indah
25
Episode 25 : Misi Sesungguhnya
26
Episode 26 : Rasa Yang Sama
27
Episode 27 : Mengenali Pria Jahat
28
Episode 28 : Dalang Utama
29
Episode 29 : Semua Demi Istriku
30
Episode 30 : Berbohong
31
Episode 31 : Mendendam
32
Episode 32 : Kedatangan Musuh
33
Episode 33 : Jebakan
34
Episode 34 : Rasa Sakit dan Penyesalan
35
Episode 35 : Kembali Mengulang Waktu
36
Episode 36 : Berpura-pura
37
Episode 37 : Memperkuat Diri
38
Episode 38 : Perhatian Kyara
39
Episode 39 : Pindah Ke Shanghai
40
Episode 40 : Sebuah Paket
41
Episode 42 : Pria Psikopat
42
Episode 42 : Merelakan Untuk Sekarang
43
Episode 43 : Permainan Dimulai
44
Episode 44 : Bertindak Cepat
45
Episode 45 : Jebakan Balik
46
Episode 46 : Racun
47
Episode 47 : Kematian Soni
48
Episode 48 : Orang-orang Yang Kyara Sayangi
49
Episode 49 : Kesempatan Terakhir
50
Episode 50 : Mama Harus Hidup
51
Episode 51 : Perjuangan Terakhir
52
Episode 52 : Tembakan Miko
53
Episode 53 : Kumpulan Orang Jahat
54
Episode 54 : Rujuk
55
Promosi Novel Baru
56
Episode 55 : Anak SMA dan Anak TK
57
Episode 56 : Kabar Bahagia
58
Episode 57 : Berakhir Bahagia (End)
59
Ucapan Terima Kasih Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!