"Ini trik barumu, Kyara?" Miko marah. Kemudian melepas pelukan Kyara dengan kasar.
"Sayang, Aku bersalah. Beri Aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku." Mata Kyara berkaca-kaca membuat Miko kasihan.
"Asal Kamu tau, pernikahan Kita hanya perjodohan belaka. Aku bersedia menikahimu karena permintaan terakhir mendiang ibuku yang ingin berbesanan dengan sabahatnya. Keluargamu juga tidak rugi, berkat pernikahan Kita, perusahaan ayahmu terselamatkan," ucap Miko. "Dan ..." Perkataan Miko menggantung. Miko tidak jadi melanjutkan perkataannya.
"Dan apa?" Kyara penasaran.
"Tidak papa," jawab Miko bohong. "Dengar Kyara! Aku sudah mempertaruhkan masa depanku untuk menikahimu. Jika Kau berkhianat, Aku akan membunuhmu. Meskipun orang yang berselingkuh denganmu adalah Juan, mengerti? Jadi lupakan perasaanmu pada Juan, belajarlah jadi istriku mulai sekarang!" lanjut Miko.
"Bohong. Pada akhirnya Kau jatuh cinta padaku, ya kan?" sahut Kyara.
"Jangan terlalu percaya diri! Aku tidak punya perasaan padamu," sanggah Miko.
"Suamiku, Aku baru sadar Kaulah yang terbaik. Ekspresi wajah kejammu bukan jati dirimu yang sebenarnya. Kamu melakukan itu untuk menunjukan pada semua orang kalau Kau kuat, padahal Kau rapuh. Ibumu meninggal saat Kau kecil, lalu ayahmu membawa pulang simpanannya. Parahnya lagi, ayahmu dan simpanannya sudah bersama sejak lama hingga ayah Juan lahir lebih dulu dari Kamu," batin Kyara.
"Kamu juga pria malang karena beristrikan Aku. Kamu mencintaiku, tapi Aku memanfaatkan cintamu. Hingga akhir hayatmu, Kamu tidak tau Aku sudah menipumu, maafkan Aku," batin Kyara, lagi. Air mata Kyara semakin meluncur deras karena penyesalan Kyara begitu dalam.
"Kenapa Kamu menangis? Kamu yang sudah berbuat salah malah Kamu yang menangis," ucap Miko lagi.
"Aku tidak mencintai Juan. Setelah ku pikir-pikir, Kamu jodoh terbaik untukku. Aku sayang sama Mama, Mama tidak mungkin mencarikanku jodoh sembarangan. Kamu bersedia menikahiku karena Kamu juga percaya kan kalau Mamamu tidak mungkin memilih jodoh yang buruk untukmu," jawab Kyara. "Aku bersalah karena kabur tadi sore. Aku bersedia dihukum asal Kamu mau memaafkanku," tambah Kyara.
"Oh ya? Kalau begitu berikan Aku bukti agar Aku bisa percaya lagi padamu! Kalau ini bukan hanya trikmu agar Aku berhenti menghukum Juan!" tantang Miko.
"Aku bersedia memberikan untukmu apa saja termasuk tubuh dan nyawaku," jawab Kyara yakin.
"Tubuh dan Nyawamu?" Miko tersenyum sinis, dia masih tidak percaya perkataan Kyara. "Baiklah, berikan tubuh dan nyawamu untukku! Ini malam pertama Kita, Aku ingin lihat kerelaanmu memberikan tubuhmu. Mungkin saja tubuhmu pernah Kau berikan sebelumnya untuk Juan."
"Tidak pernah. Aku tidak pernah tidur dengan Juan. Aku kan masih SMA," sanggah Kyara. Membuat Miko terdiam dan lega.
"Satu-satunya yang pernah menyentuhku hanya Kamu. Dulu Kamu meniduriku hampir setiap hari, Kamu memaksaku sampai Aku takut padamu. Aku selalu menangis setiap malam karena Kau telanjangi. Bedanya, sekarang Aku yang memberikan tubuhku, dulu Kau memintanya dengan paksa sampai Aku harus minum pil KB setiap malam diam-diam agar tidak hamil," batin Kyara.
Kyara yang sedang mengenakan dres selutut dengan bahu terbuka, perlahan menarik ke bawah resleting dresnya. Melihat apa yang dilakukan Kyara membuat Miko sedikit bergeming. Namun, Miko penasaran, apa Kyara mampu melakukannya. Jadi dia masih menonton.
Kyara berhasil membuka resleting dresnya. Kemudian dia melucuti pakaiannya ke bawah, hingga menyisakan celana dalam dan bra.
"Aneh, tatapan gadis ini berubah. Biasanya dia menatap benci padaku, hari ini tatapannya meneduhkan hatiku. Apa dia mau menipuku? Atau dia memang berubah pikiran?" batin Miko.
"Cukup! Tidak usah dipaksakan. Jika Kau ingin Aku percaya, buktikan dengan sikap setiamu saja!" titah Miko, menghentikan Kyara yang ingin membuka kaitan branya. "Mulai sekarang ini kamarmu, kamarku di sebelah," lanjut Miko.
"Kamarku? Harusnya ini kamar Kita. Kamu ingin tidur terpisah denganku?" tanya Kyara, tidak suka.
"Kenapa? Kamu senang?"
"Aku tidak suka. Aku ingin tidur sama Kamu di kamar ini. Kita kan sudah menikah. Ini malam pertama Kita."
"Baiklah. Ini kamar Kita. Aku lelah, Aku ingin tidur."
"Tidak jadi malam pertama?"
"Tidak usah! Aku bukan pria pemaksa."
"Aku tidak terpaksa, Aku rela."
"Kyara, pandai sekali Kamu berbohong. Sampai-sampai aktingmu terlihat nyata."
"Aku tidak akting. Kalau tidak percaya, lihat ini!" Kyara ingin melanjutkan melepas kaitan branya.
"Terserah, Aku mau tidur!" jawab Miko, yang langsung memalingkan muka. Kyara tidak jadi melepas kaitan branya.
Miko yang masih berpakaian lengkap lebih memilih berbaring dengan tenang di sisi kanan ranjang. Entah kenapa jantungnya berdebar tidak karuan melihat perubahan sikap Kyara.
"Sok jual mahal, dulu dia yang selalu memaksa," gerutu Kyara. "Aku sampai kaget mendengar pernyataan cintanya, dia bilang setelah meniduriku dan tau Aku masih belum tersentuh Juan, dia langsung jatuh cinta padamu. Kalau begini, kapan dia jatuh cinta padaku? Masa depanku sekarang sudah berubah," gerutu Kyara lagi.
"Kamu bilang apa?" sahut Miko mendengar samar-samar Kyara menggerutu.
"Tidak papa," jawab Kyara tersenyum pura-pura. Kyara pun berbaring di sebelah kiri ranjang.
"Pakai bajumu!" titah Miko.
"Malas, Aku kepanasan," jawab Kyara, kemudian memeluk Miko.
"Jangan peluk-peluk!" titah Miko.
"Tidak ada hukumnya istri dilarang memeluk suami diatas ranjang," jawab Kyara. Dia memeluk erat Miko.
"Terserah!" jawab Miko pasrah. Walau risih, Miko memilih mengabaikan Kyara. Dia terpaksa membiarkan Kyara tidur di pelukannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Jarmini Wijayanti
lanjut
2025-02-18
0
Lina aja
mampir yu
2024-11-30
0
Rahma Waty
ha hai. kepanasan bisa tu abang
2024-10-04
0