Kyara tengah duduk santai di pinggir kolam renang sambil mengotak-atik laptopnya. Tiba-tiba Kyara teringat sesuatu.
"Gawat, di kehidupan lalu Juan untung besar setelah membeli saham di perusahaan Cavron. Juan berhasil membeli banyak anak perusahaan Aditama Group dan masuk jajaran komisaris. 2 tahun setelah masuk jajaran komisaris dia berhasil menyingkirkan Miko dan menggantikannya menjadi CEO. Aku harus mencegah usaha Juan. Apalagi setelah Juan jadi CEO, dia sering menindas suamiku." Wajah Kyara tampak khawatir.
"Aku harus membeli saham Cavron lebih banyak dari milik Juan. Dengan begitu anak perusahaan Aditama Group yang hampir bangkrut bisa ku selamatkan dan Juan gagal masuk jajaran komisaris. Tapi Aku tidak punya uang. Minta sama Papa dan ibu tiriku juga mustahil. Mereka tidak akan memberikannya. Aku minta uang sama siapa?" Kyara memegang kepalanya karena tidak menemukan solusi.
"Kamu perlu uang?" sahut Miko, yang tiba-tiba datang ke kolam renang menghampiri Kyara.
"Suamiku tidak pergi kerja?" tanya Kyara.
"Lidah Kamu lihai sekali menyebutku dengan panggilan Suamiku dan Sayangku. Aku belum terbiasa."
"Mulai sekarang suamiku harus terbiasa," kata Kyara. "Jadi Sayangku kenapa pulang?" tanya Kyara lagi.
"Aku pemilik Aditama Group, jadi Aku bebas menentukan jam kerjaku sendiri," jawab Kyara.
Kyara tiba-tiba mendapat ide.
"Sayang, bukankah Aku sudah janji untuk menebus semua kesalahanku?"
"Lalu Kamu mau apa?"
"Asal Kamu tau, Aku punya kemampuan hebat. Aku seorang hacker. Aku tau Kamu sedang pusing karena beberapa anak perusahaan Aditama Group terancam bangkrut. Aku punya cara untuk membuat anak perusahaan tidak jadi bangkrut, jadi Kamu bisa menata ulang management anak perusahaan itu."
"Aku sudah tau Kamu seorang hacker. Kamu pernah meretas komputer utama Aditama Group. Kamu mengambil informasi penting dari komputer itu dan memberikannya pada Juan."
"Kamu tau dari mana?" Kyara terkejut, di kehidupan lalu Miko tidak pernah bilang kalau dia tau Kyara seorang hacker.
"Komputer itu milikku. Walau Aku tidak bisa mengalahkan Kamu, setidaknya orangku bisa di andalkan untuk mencari tau sumber virus itu dari mana. Kamu masih muda Kyara, masih harus banyak belajar."
"Oh, tapi itu tidak penting. Yang terpenting sekarang, Kamu harus membeli saham Cavron Investasi, bulan ini saham mereka melonjak dua ratus kali lipat. Juan juga tahu hal ini karena sebelumnya Aku pernah memberitahu dia. Jika Juan mendapat banyak uang, dia akan membeli anak perusahaan Aditama Group lalu masuk jajaran komisaris, kemudian menendang Kamu dari Aditama Group."
"Kenapa Kamu begitu peduli padaku?"
"Karena Kamu suamiku. Kalau Kamu bangkrut otomatis Kita miskin. Aku tidak mau hidup miskin." Jawaban singkat, padat dan jelas Kyara membuat Miko sedikit tersenyum.
"Hartaku tidak akan habis walaupun Kamu setiap hari membelanjakannya," jawab Miko penuh percaya diri.
"Sayang, dengarkan saja apa kata istrimu ini. Istrimu sangat tulus ingin membantumu. Agar Kamu tetap kaya dan dihormati semua orang."
"Baiklah, kira-kira berapa banyak saham yang harus Kita beli untuk mengalahkan Juan?"
"Semua saham mereka."
"Semuanya?" tanya Miko, hampir tak percaya.
Kyara mengangguk.
"Juan akan menjual semua aset keluarga mereka, untuk membeli saham. Aku punya rencana agar uang hasil penjualan aset berharga mereka lenyap." Kyara tersenyum penuh arti.
"Jangan bilang kalau Kamu ingin membobol akun bank mereka? Kamu mau mencuri semua uang mereka?"
"Keluarga Juan adalah keluarga brengsek. Mana mungkin mereka banyak menyimpan uang di akun bank. Mereka menyimpan uang dalam bentuk tunai, emas dan surat berharga lainnya. Mereka melakukan itu untuk menghindari pajak dan pemeriksaan apapun.
"Dari mana Kamu tau?"
"Aku pintar kan? Aku tau semuanya. Sayang, sediakan preman untuk memalingi gudang rumah mereka di bawah tanah. Preman handal dan tidak kaleng-kaleng. Gudang itu dibawah kamar ayahnya."
"Dari mana Kamu tau?" Lagi-lagi Miko terkejut dan bertanya dengan pertanyaan yang sama. Siapa yang tidak terkejut setelah mendengar Kyara bicara, seolah tau segalanya.
"Tempat itu adalah tempat mereka mencambuk ku sampai mati, tentu saja Aku tau. Di tempat itu juga tersimpan semua harta keluarga Juan, dari hasil korupsi maupun pemerasan terhadap pihak lain," batin Kyara.
"Suamiku tidak perlu banyak bertanya. Percaya saja padaku," jawab Kyara. "Sayang, setelah urusan ini selesai, Aku ingin mendaki bersama Kamu dengan perasaan tenang. Malam pertama Kita pasti asyik di jalur pendakian Mahameru. Mungkin saja Miko junior akan terbentuk di sana," tambah Kyara.
"Jangan bicara lagi, Aku tidak mau mendengar omong kosong. Ini," Miko mengeluarkan kartu hitam miliknya, berisi semua aset dan uang Miko.
"Apa ini?" Kyara agak terkejut Miko memberikannya kartu itu.
"Semua hartaku ada di sini. Terserah Kamu menggunakannya untuk apa. Kalau Kamu salah menggunakannya, siap-siap Kita jatuh miskin."
"Tenang saja. Istrimu akan menggunakannya dengan bijak. Aku akan menggandakan hartamu berkali-kali lipat." Kyara menerima kartu pemberian Miko dengan senang hati. Dengan kartu itu dia bisa menjalankan rencananya, mencegah Juan mengambil alih beberapa anak perusahaan Aditama Group.
"Suamiku selain ganteng dan kaya, dia juga baik hati dan sayang istri," puji Kyara.
Cup
Cium Kyara tanpa permisi di bibir Miko, membuat Miko mematung.
"Makasih, Sayang," ucap Kyara. Kyara kemudian masuk ke dalam, membawa kartu hitam itu dengan bahagia.
"Astaga, dia menyerangku mendadak. Membuatku hampir lupa caranya bernafas. Aku harus hati-hati mulai sekarang." Pipi Miko sedikit memerah, betapa tidak, Miko tidak pernah dicium perempuan sebelumnya. Bahkan tidak pernah mencium perempuan selain ibunya. Bukan karena tidak ada yang suka pada Miko, tapi karena Miko tidak membiarkan perempuan sembarangan dekat-dekat padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Jarmini Wijayanti
lha🤨
2025-02-20
0
T o R a 21
lek..lek..lek..ajalah
2024-09-16
0
⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
2024-08-29
1