Juan dan Mulan masih bersenda gurau dibalik selimut. Tanpa mereka sadari sebuah langkah kaki mendekati kamar. Pintu kamar yang tak terkunci kemudian dibuka oleh Soni dan Clara.
"Jadi kalian benar punya hubungan khusus?" tanya Soni pada anaknya.
Suara Soni membuat tawa Juan dan Mulan dibalik selimut seketika senyap. Juan dan Mulan dengan takut dan gugup membuka selimut.
"Papi, Mami?" Pikiran Juan buntu, dia tidak tau harus berkata apa karena mereka tertangkap basah.
"Om Soni, Tante Clara?" Mulan tertunduk malu, terlebih dia dan Juan masih tanpa sehelai kain. Tampak wajah Clara memerah menahan amarah dan wajah Soni datar namun penuh kesal.
"Gadis kurang ajar, berani sekali Kau merayu putraku!" Clara melangkah maju lalu menampar dengan keras pipi Mulan.
Plak
Mulan memegang pipinya yang kesakitan.
"Maafkan Aku, Tante Clara," pinta Mulan.
"Mulan, pakai bajumu, cepat pergi dari sini. Dan Kamu Juan, temui Papi di ruang kerja Papi!" titah Soni. Wajahnya marah menyeramkan meskipun tutur katanya masih terkendalikan.
"Apa yang Kamu tunggu! Pergi dari sini!" usir Clara pada Mulan.
Juan memberi kode lewat tatapan matanya pada Mulan. Seolah dia meminta Mulan lekas pergi dan akan memberikan kabar nanti setelah urusan dengan orangtuanya selesai. Mulan mengerti dan menurut.
"Mami, ayo Kita keluar!" titah Soni. Clara sangat mengenal suaminya. Walau suaminya terlihat baik di luar, tapi Soni tak segan-segan memukul kalau berani membuat dirinya marah. Clara pun menurut dan ikut suaminya keluar.
Setelah Soni dan Clara keluar, Juan dan Mulan dengan cepat memakai kembali pakaian mereka.
"Sayang, nanti ku kabari lagi. Aku harus mengatasi Papi dan Mami," ucap Juan.
"Juan Sayang, hati-hati. Wajah Papi Kamu sangat menyeramkan," jawab Mulan.
"Aku kenal Papi, Aku tau cara mengatasinya. Aku pasti baik-baik saja."
"Baiklah, Aku pergi dulu Sayang." Mulan pun melangkah pergi.
Setelah Mulan pergi, Juan pun menemui orangtuanya di ruang kerja.
Buk
Buk
Buk
Juan terpelanting saat baru saja masuk. Pukulan Soni di wajah Juan membuat wajah Juan bertambah memar.
"Mas Soni, jangan terlalu kasar pada Juan," pinta Clara agak takut.
"Diam, Kamulah yang memanjakannya!" teriak Soni menyeramkan.
"Papi, maafkan Aku ..." Juan bangkit lalu berlutut di kaki ayahnya.
"Kalau Kau berselingkuh dengan Mulan, harusnya Kau tau caranya bermain aman. Kyara tau tentang perselingkuhan Kamu. Juan, gara-gara Kamu, rencana Kamu untuk menghancurkan Miko dengan memanfaatkan Kyara terancam gagal. Kalau sudah seperti ini, cara apa lagi yang akan Kamu pakai?" ucap Soni, meninggikan nada suaranya.
"Tidak mungkin Kyara tau, Pi. Aku dan Mulan pandai menyimpan rahasia. Papi juga tau itu. Bahkan rahasia Papi masih aman ..."
"Tutup mulutmu! Berani Kau berkata sepatah kata lagi, Kau bukan anakku dan Kau akan ku bunuh," ancam Soni. Juan pun terdiam. Badannya gemetar seolah mendengar malaikat maut ingin mencabut nyawanya.
"Rencana Kamu memanfaatkan Kyara sudah gagal. Kyara sekarang pasti mendukung Miko. Jangan bilang pada Papi Kamu tidak punya rencana kedua," ucap Soni lagi.
"Juan janji sama Papi akan merebut Aditama Group dari Om Miko," janji Juan.
"Buktikan janjimu. Ingat, Papi mengalah pada Miko karena ingin terlihat baik oleh jajaran komisaris hingga jajaran komisaris mendukung Kamu. Aditama Group sekarang sedikit goyah, beberapa anak perusahaan terancam bangkrut. Bagaimanapun caranya Kamu harus membeli beberapa anak perusahaan Aditama Group yang terancam bangkrut itu," titah Soni.
"Aku punya rencana Pi. Papi tau sendiri Kyara adalah hacker muda terbaik. Beberapa waktu lalu dia bilang padaku bahwa salah satu perusahaan penanaman modal Amerika mengalami kenaikan pesat sampai dua ratus kali lipat. Bagaimana kalau Kita jual beberapa aset Kita untuk membeli saham di perusahaan itu. Kita bisa untung dua ratus kali lipat, Pi," usul Juan.
"Mami setuju dengan Juan. Papi ingat kan, dua kali prediksi Kyara benar. Hingga Kita berhasil mengumpulkan beberapa aset berharga keluarga," sahut Clara.
"Baik, jual semua aset Kita. Gunakan uangnya untuk membeli saham perusahaan itu!" titah Soni.
"Baik, Pi," jawab Juan.
"Kalau Kau gagal, kepalamu jadi taruhannya!" ancam Soni lagi.
"Aku tidak akan gagal, Pi," jawab Juan dengan yakin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Nor Azlin
siapa lagi kalau bukan dia ...disebabkan itu lah si miko tau ketana kepolosan miko jadi dia dihilangkan ingatan tentang pembunuhan ini & sekali gus menjadi tersangka yang di rencanakan oleh juan agar kyara membenci suami nya sebdiri seksli gus menghabisi susmi nya yah ...ayo kyara gunakan ingatan masa lalu mu untuk menjatuhkan mereka...dulu kaku yang bagi jalan agar mereka mwngautkan keuntungan dari semuanya sekarang lah masanya kamu cegah mereka dengan rencana mereka untuk bergabung dengan perudahaan yang di Amarika itu yang srmpat kamu bocorksn pada si berengsek juan itu agar bekerja sama dengan Miko buat menghancurkan impian mereka deh...kamu harus menefaatkan ingatsn mada lslu mu buat membantu suami mu agar lebih sukses lagi...hancurkan rencana mereka yang ingin menguasai Aditama Grup deh dengan itu kamu lebih dua kali lipat membalas apa yamg mereka buat pada mu juga Miko ...gunakan kepintaran mu buat menghancurkan mereka dengan ini hidup mu yang kefua kalinya tidak sia2 deh...semoga kamu lebih dua kali langkah kedepan dari mereka yang ingin menghancurkan atau ingin menguasai Aditama Grup ...lanjutkan thor
2024-11-16
0
Jade Meamoure
apa Soni yah yang bunuh kedua ibu mereka
2024-11-07
1
Jarmini Wijayanti
keluarga jahat komplit banget
2025-02-20
0