Chafter 13

~Busan, Korea Selatan~

Sudah 2 hari Hyun ki dirawat di rumah sakit, dan Hyun ki terus saja mengeluh ingin cepat pulang ke rumah

"Halmoni? Aku sudah sembuh, Aku mau pulang ke rumah saja" ucap Hyun ki terus membujuk neneknya itu

"Hajima, hyun ki a. Jahitan kamu belum kering dan kamu jangan terlalu banyak bergerak apalagi berjalan jalan, jika ingin keluar gunakan kursi roda" ucap Haraboji memperingati

"Ah nde, mian" ucap Hyun ki menunduk sedih

Hyun ki paling takut dengan kakeknya karna kalau sudah marah kakeknya akan sangat menyeramkan

Hyun ki memutuskan untuk mencari udara diluar gedung karna dia merasa bosan, tentu saja bersama dengan Sejin yang mendorong kursi rodanya dan juga beberapa pengawal lainnya di belakang mereka

Hyun ki melewati ruang IGD dan terlihat Seo yeon sedang sibuk mengobati pasien pasien yang berada disana

Dokter Lee yang tak sengaja melihat Hyun ki pun menghampirinya

"Seonsaengnim, mianhe karna selama ini sikap saya tidak sopan pada Seonsaengnim" ucap Dokter Lee membungkuk sopan dihadapan Hyun ki

"Haiiish, Dokter Lee? Anda tidak perlu membungkuk hormat seperti itu, saya disini memang Dokter baru, dan saya juga bekerja sama seperti kalian, jadi jangan menganggap saya seperti atasan kalian, justu Anda yang lebih senior disini" ucap Hyun ki menatap Dokter Lee

"Ah tetap saja saya selalu bersikap tidak sopan pada Anda, sekali lagi saya minta maaf" ucap Dokter Lee

"Haiiish, sudah lah. Tidak apa apa, lupakan itu semua Dokter Lee" ucap Hyun ki sedikit tersenyum

Dokter Lee kembali membungkuk sopan pada Hyun ki

"Sejin hyung, kajja" ucap Hyun ki, lalu Sejin pun kembali mendorong kursi roda yang diduduki Hyun ki ke luar dari gedung

Hyun ki kembali mengingat peristiwa penusukan yang dialami nya 2 hari yang lalu

"Hah, orang itu orang yang sama seperti orang yang menyerangku tempo hari, kenapa dia menginginkan Aku mati" ucap Hyun ki tersenyum sendu

Sejin hanya diam mendengar itu semua

"Hyung? Kenapa orang itu sangat ingin membunuh ku ya Hyung?" Tanya Hyun ki pada Sejin yang hanya diam sedari tadi

"Ke... kenapa Hyun ki a?" Tanya Sejin pada Hyun ki karna tidak mendengar pertanyaannya barusan

"Hyung kenapa? Hyung sakit?" Tanya Hyun ki

"Aniya, hyung hanya sedang memikirkan sesuatu saja Hyun ki a

Hyun ki hanya tersenyum sinis mendengarkan perkataan Sejin

"Aku tau yang Hyung pikirkan"batin Hyun ki

....

Hyun ki kembali tertidur karna Halmoni dan Haraboji memutuskan untuk pulang dulu ke rumahnya

Tak berapa lama ada seseorang memasuki ruang rawat Hyun ki, ya dia orang yang sama yang menusuk Hyun ki beberapa hari lalu, Orang itu tersenyum sinis melihat Hyun ki yang tertidur nyenyak

"Park hyun ki, sebentar lagi kamu akan tertidur untuk selamanya" ucap orang itu lalu mengeluarkan pisau di dalam saku celananya

Orang itu terus menatap wajah Hyun ki dan mengangkat tangannya yang memegang pisau itu

Hyun ki menggeliat tak nyaman dari tidurnya, dan dia juga sedikit mengigau

"Appa, mianhae" gumam Hyun ki dalam tidurnya

Orang itu terlihat tidak tega dan menurunkan kembali pisau nya

"Hyu ki a, mianhae. Aku harus melakukan ini pada mu" ucap orang itu menangis

Orang itu kembali mengangkat tangan nya yang memegang pisau untuk dia tusukan pada tubuh Hyun ki, tapi Hyun ki membuka matanya dan memegang erat tangan orang itu dan menepisnya hingga pisau itu terjatuh

"Kenapa kau mau membunuh ku sekkiya? Apa salah ku pada mu?" Tanya Hyun ki

Orang itu tak menjawab dan cepat cepat mengambil pisau itu lagi dan mau menusukan nya kembali pada Hyun ki

"Kenapa kau lakukan itu?

.

.

.

Sejin Hyung?" Ucap Hyun ki melihat mata orang tersebut, hingga orang itu menjatuhkan pisau nya karna terkejut

"Waeyo? Kenapa kau ingin membunuh ku Hyung? Apa salah ku pada mu?" Tanya Hyun ki tersenyum sinis pada orang itu yang ternyata adalah Sejin

"Mianhae, Hyun ki a. Tapi aku hanya ingin menyelamatkan keluarga ku jadi aku harus membunuh mu" ucap Sejin kemudian membuka masker dan topi nya dan menatap Hyun ki menahan tangis

Perlahan sejin mendekati tubuh Hyun ki dan memegang luka diperutnya Hyun ki

"Apa yang akan Hyung lakukan?" Ucap Hyun ki merasa tak nyaman dengan tatapan Sejin

Hyun ki masih dalam posisi nya yang berbaring diranjang rumah sakit

Perlahan Sejin meremas perut Hyun ki yang masih memakai perban karna lukanya masih belum sembuh

"A arghhhh hah hah Hyung appo" ucap Hyun ki mulai menahan sakit karena Sejin terus meremas perut Hyun ki dengan kuat

"Maafkan aku Hyun ki a, Hyung terpaksa lakuin ini" ucap Sejin menangis

Terlihat perut hyun ki mengeluarkan banyak darah kembali karna lukanya memang belum sembuh, apalagi Sejin mulai meremasnya cukup kuat

"Arghhhhh appo, Hyung lakukan saja yang Hyung mau. Bunuh aku, Hyung" ucap Hyun ki menatap mata Sejin yang sedari tadi menangis

Hyun ki tau Sejin melakukan ini karna terpaksa, karna terlihat dari sorot mata nya yang begitu khawatir dan takut

"Hyung sudah aku anggap hyung ku sendiri, bagiku Hyung bukan orang lain. Jika Hyung ingin membunuh ku, bunuh saja Aku. Biar aku bisa bertemu Appa dan Eomma ku di surga" ucap Hyun ki sembari terue menahan rasa sakitnya

Sejin melepaskan remasan tangannya diperut Hyun ki, lalu Sejin memeluk Hyun ki erat

"Hyun ki a, mianhae. Hyung sangat menyayangi mu tapi Hyung dipaksa mencelakai mu, karna mereka akan menyakiti keluargaku Hyun ki a" ucap Sejin menangis memeluk Hyun ki

"Aniya, aku tau Hyung terpaksa" ucap Hyun ki sembari terus menahan sakit diperutnya

"Kenapa kamu tidak marah sama Hyung? Hyung sudah beberapa kali mau mncelakai mu Hyun ki a" ucap Sejin melepaskan pelukannya dan menatap Hyun ki

"Aku tau Hyung menyayangi ku" ucap Hyun ki tersenyum

Sejin kemudian menunduk merasa bersalah dan kembali menangis

"Arggghh sshhh" desis Hyun ki karna merasa perutnya sakit kembali

"Hyun ki a, gwenchana? Perut mu? Aku akan panggil Dokter" ucap Sejin

"Hyung? Cuci tangan Hyung terlebih dahulu, tangan hyung penuh dengan darah Hyung" ucap hyun ki memperingati

Sejin kemudian ke toilet dan mencuci tangannya yang penuh dengan Darah Hyun ki, Sejin juga membuang pisau untuk mencelakai Hyun ki yang tadi ke tempat sampah

"Mianhae, Aku sungguh orang yang sangat jahat, Aku bahkan menyakiti Tuan ku sendiri. Maafkan aku Hyun ki a, maafkan aku" ucap Sejin yang kembali menagis di dalam toilet

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!