~Busan, Korea selatan~
Hyun ki memasuki gedung rumah sakit dengan menenteng beberapa minuman untuk dia bagikan keseluruh staf rumah sakit yang dekat dengan nya
Hyun ki tersenyum saat dia memasuki ruang IGD, terlihat disana seluruh staf menatap Hyun ki merasa aneh
"Yak yeorobun? aku bawa minuman untuk kalian, Gratis" ucap Hyun ki tersenyum
Mereka pun menghampiri Hyun ki dan mengambil minumannya masing masing
"Wah terima kasih Dokter Park, Anda sangat perhatian kepada kami" ucap salah satu perawat yang mengambil minuman dari Hyun ki
"Iya benar, selain Tampan Anda juga sangat baik" ucap Salah satu Dokter yang berada di sana
Hyun ki yang mendengar itu hanya tersenyum narsis sembari mengangguk anggukan kepalanya
"Ehemmm, Dokter Park? Apa ini suap karna kemarin Anda membolos?" Tanya dokter Lee terlihat kesal menatap Hyun ki
"Haiiish jinjja, dokter Lee? Come on, ini hanya bentuk kasih sayang saya pada kalian semua, kenapa Dokter Lee berbicara seperti itu" ucap Hyun ki tersenyum meledek
"Tapi kemarin Anda memang membolos kerja, Dokter Park" ucap Dokter Lee penuh penekanan
"Haiiish, sepertinya Dokter Lee harus banyak minum biar pikirannya sejuk, ini saya kasih minuman" ucap Hyun ki mendekati dokter lalu memegang tangannya dan meletakan minuman itu ditangan Dokter Lee
Hyun ki tersenyum meledek menatap Dokter Lee, lalu hyun ki pun menghampiri yang lainnya dan Dokter Lee yang melihat itu sungguh sangat jengkel dengan Hyun ki
Hyun ki menghampiri Seo yeon yang sudah terlihat sibuk membereskan peralatan medisnya
"Annyeong chagia" ucap hyun ki menggoda Seo yeon
"Yak Park Hyun ki, kenapa kamu selalu saja menggangu ku? Aku tidak mau minuman dari mu" ucap Seo yeon jutek
"Ah aniyo, aku punya sesuatu yang jauh lebih istimewa untuk kamu, kajja ikut dengan ku" ucap Hyun ki menarik tangan Seo yeon keluar dari ruangan itu
"Yak, yak, Hyun ki a. Apa kau tak waras? Kenapa kau mengajak ku bercanda di jam kerja seperti ini? Yak, hyun ki a. Aku masih baru disini, dan aku gak mau sampai di pecat karna ulah kamu"gerutu Seo yeon yang tangan nya masih di tarik Hyun ki menuju luar ruangan tersebut
"Hyun ki a, kamu jangan mengajak ku membolos juga ya. Aku tidak mau, aku butuh pekerjaan ini dan aku tidak mau sampai di pe...."
"Ssssstttt, kamu terlalu berisik Seo yeon ah, aku hanya mengajak mu sebentar karna aku punya sesuatu yang akan aku kasih ke kamu" ucap Hyun ki menghentikan langkahnya,
Perlahan Hyun ki mendekati wajah Seo yeon hingga mata mereka saling bertatapan
"A.. apa yang akan kamu lakukan Hyun ki a?" Tanya Seo yeon merasa canggung apalagi disana jarang sekali orang lewat
"Seo yeon ah? Aku, aku..." ucap Hyun ki menggantungkan perkataan nya dan terus menatap Seo yeon dengan tatapan serius
Seo yeon yang melihat wajah Hyun ki dari dekat pun merasa panik, hatinya juga dag dig dug tak karuan. Seo yeon menelan salivanya yang terasa sudah banyak terkumpul di mulutnya itu sembari terus menatap wajah tampan Hyun ki
"Haishh jinjja, kenapa hati ku berdebar debar seperti ini, Hyun ki benar benar terlihat sangat tampan " batin Seo yeon masih menatap Hyun ki
"Seo yeon ah? Kamu cantik" ucap Hyun ki membuat Seo yeon tersipu malu, terlihat pipinya yang mulai memerah seperti tomat
Hyun ki yang melihat itu tersenyum lalu mengambil sesuatu didalam saku celana nya
"Seo yeon ah, aku punya ini untuk mu" ucap Hyun ki menyodorkan tangannya yang mengepal sesuatu
Seo yeon yang melihat kepalan tangan Hyun ki pun membuka perlahan, dan
"Aaaaaaa kamchagia"
Teriak Seo yeon terkejut karna melihat seekor kecoa ditangan Hyun ki meskipun itu hanya kecoa mainan
"Yak Park hyun ki maksud kamu apa menakuti ku seperti itu? haiiish kamu sangat membuat ku kesal Hyun ki a" ucap Seo yeon marah
Hyun ki yang melihat itu hanya tertawa terbahak bahak
"Ha... ha... ha... Seo yeon ah, ha...ha... mian" ucap Hyun ki meminta maaf tapi sembari terus tertawa
"Haiiish, aku membenci mu Park hyun ki, kamu membuat ku sangat kesal" ucap Seo yeon terlihat benar benar marah dan mulai melangkah kan kakinya meninggalkan Hyun ki
"Ha...ha... Seo yeon ah, mian. Yak kim seo yeon? Haiiish, Baby? Ha...ha... chagia, Mianhae" ucap Hyun ki mengejar Seo yeon
Seo yeon benar benar terlihat marah pada Hyun ki dan terus berjalan meninggalkan Hyun ki
Hyun ki berlari dan berhasil mensejajarkan langkah nya dengan Seo yeon sembari terus membujuk Seo yeon untuk menerima maaf darinya, tak berapa lama ada seorang pria berbaju serba hitam dengan masker dan topi hitam juga menabrak mereka terutama tubuh Hyun ki
"Ha Arghhhh hah" desis Hyun ki menghentikan langkahnya, dan memegang tangan Seo yeon erat supaya Seo yeon juga menghentikan langkahnya
"Yak Park hyun ki, kenapa? Kajja, kita harus kembali bekerja"ucap Seo yeon
Hyun ki hanya diam dan terus menatap Seo yeon. Seo yeon yang merasa bingung pun mencoba mendekati Hyun ki
"Waeyo?"tanya Seo yeon merasa aneh dengan sikap Hyun ki yang terus menatap Seo yeon
"Arghhh hah hah" desis Hyun ki lalu mengalihkan penglihatannya menuju perutnya sendiri
Seo yeon pun melihat apa yang Hyun ki lihat
"Hyun ki a, ka... kamu ke kenapa?" Tanya Seo yeon terkejut melihat perut Hyun ki yang sudah penuh dengan darah
Terlihat tangan Hyun ki juga penuh dengan darah karena Hyun ki terus meremas perutnya sendiri
"A aniyo, gwenchana" ucap Hyun ki menjatuhkan tubuhnya dipelukan Seo yeon
"Hyun ki a, kamu terluka. Siapa yang melakukan ini pada mu?" Tanya Seo yeon
"Orang itu..." ucap Seo yeon yang mulai mengingat orang yang tadi melewati dan menabrak tubuh Hyun ki
Seo yeon merasa terkejut karena Hyun ki mulai menutup matanya perlahan di pelukannya
"Hyun ki a? Yak hyun ki a, il eona. Hyun ki a" teriak Seo yeon mulai khawatir sembari menangis
Seo yeon lalu memencet jam tangan Hyun ki untuk memanggil Sejin, hingga tak berapa lama Sejin pun datang
"Kenapa dengan Hyun ki?" Tanya Sejin khawatir karna melihat begitu banyak darah di perut Hyun ki
"Sejin oppa, tadi ada orang tak dikenal berpakaian serba hitam menusuk perut Hyun ki" ucap Seo yeon menangis ketakutan
"Haiiish shibal"teriak Sejin merasa kesal, lalu dengan cepat Sejin memangku tubuh Hyun ki menuju IGD.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments