Chafter 3

Park min jae membuka matanya perlahan, dia melihat jam di nakas nya menunjukan pukul 7 malam.

"min jae a? Kamu sudah bangun?" Ucap sejin yang ternyata dari tadi dia duduk di sofa dekat tempat tidurnya.

"Haish, kamchagiya. Hyung kenapa disini?" Tanya min jae yang terkejut.

"Hyung menjagamu, min jae a. Hyung khawatir sama kamu" ucap sejin.

"Yak hyung, aku tidakpapa. Aku tadi hanya sedikit sesak karna mereka menendang dada ku" ucap min jae

"Omo, kamu benar tidakpapa min jae a? Ayo kita ke rumah sakit saja" ucap sejin menghampiri min jae

"Aniyo, aku benar² tidakpapa hyung. Aku sekarang lapar" ucap min jae

"Ah mian, kajja kita makan" ajak sejin menuntun min jae bangun.

Dimeja makan min jae memakan makanannya begitu lahap, sejin yang melihat itu terlihat merasa gemas.

Meskipun usia min jae sudah 20 tahun, tapi dia masih terlihat seperti anak 15 tahun dan tidak sekali dua kali sejin memperlakukannya seperti anak kecil, apalagi sejin juga mempunyai adik se usia hyun ki, itu sebabnya sejin selalu ingin melindungi min jae seperti adik nya sendiri.

"Hyung kenapa berdiri saja? Ayo ikut makan bersama ku" ajak min jae

"Tidak, kamu saja yang makan. Hyung nanti saja" ucap sejin tersenyum.

min jae hanya mengangguk pasrah karna meskipun dipaksa sejin akan tetap tidak mau.

Pagi harinya min jae kembali bekerja ke rumah sakit, min jae memasuki gedung rumah sakit tersebut dengan berjalan santai.

"Dokter park? Kenapa kemarin setelah istirahat anda tidak masuk kerja kembali? Anda kemana?" Tanya dokter Kim, yang kemarin memarahi min jae.

"Ah mian, kemarin saya ada masalah sedikit, dokter lee, jadi saya pulang" ucap min jae tersenyum.

"Asal anda tau kami sangat kerepotan kemarin, kenapa anda malah pulang dan tidak balik lagi ke sini" ucap dokter kim terlihat kesal.

"Repot? Apa kemarin waktu sebelum ada saya disini kalian merasa repot?, tidak bukan. Saya tau itu alasan anda saja untuk mempermalukan saya disini" ucap min jae tersenyum lalu meninggalkan dokter kim

"Haish, anak baru itu sangat menjengkelkan sekali" ucap dokter kim tak suka.

min jae mengahampiri seo yeon yang terlihat sibuk membereskan peralatan medis.

"Annyeong, chagiya?" Sapa min jae tersenyum jahil pada seo yeon

"Yak, jangan bilang seperti itu. Aku tidak suka, min jae a" ucap seo yeon

"Waeyo? Kamu kan sahabat baik ku" ucap min jae tersenyum sambil terus mengikuti seo yeon.

"Yak, park min jae, jangan menggangguku terus" ucap seo yeon kesal.

"Ah wae, seo yeon ah? Aku punya sesuatu un..."

"Dokter park? Tolong profesional, ini rumah sakit. Banyak orang yang sedang sakit disini. Jadi anda jangan mengganggu dokter seo yeon terus" ucap dokter kim memotong percakapannya bersama seo yeon.

"Haishh, Dasar dokter menyebalkan, apa dia sangat menggemari ku sampai² terus saja mengikuti ku" gerutu min jae

Seo yeon yang mendengar hyun ki menggerutu pun merasa ingin tertawa tapi dia memcoba menahannya.

Tak berapa lama ada seorang pasien nenek² yang masuk ke ruang ugd tersebut.

Hyun ki memapahnya menuju ranjang rumah sakit.

"Nyonya kenapa? Apa nya yang sakit?" Tanya min jae tersenyum sopan.

"Tadi saya terjatuh di toilet dan kaki saya sakit" ucap pasien nenek² itu.

"Biar saya periksa dulu ya, nyonya duduk saja dulu di ranjang itu" ucap min jae

Sesampainya didekat ranjang rumah sakit nenek itu mengeluh.

"Ah saya tidak bisa naik, saya mau di pangku sama dokter" ucap nenek itu manja.

"Ah, mari saya bantu" ucap min jae senyum terpaksa lalu memangku nenek itu naik ke ranjang rumah sakit.

"Ah dokter sangat tampan" ucap nenek itu tersenyum lalu mencium pipi min jae

min jae terkejut lalu melongo sambil terus tersenyum meskipun terpaksa.

"Ah haha kamchagiya haha" ucap min jae menahan kesal nya

Seo yeon dan staf lainya melihat itu menahan tawa.

min jae pun mengobati luka yang berada di kaki nenek tersebut.

"Dokter tampan mau nenek cium lagi?" Tanya nenek itu genit.

"Ah aniyo, lukanya sudah diobati haha sa saya mau ke toilet dulu, permisi" ucap min jae lalu kabur dari ruang ugd tersebut sambil mengelus pipi nya yang tadi dicium nenek² itu.

"Haiiish, bukannya dicium wanita cantik ini malah dicium nenek²" gerutu min jae kesal.

min jae lalu ke ruang istirahat khusus untuk para dokter dan dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur khusus yang disediakan rumah sakit itu.

"Hah aku baru tau ada ruangan ini, lebih baik aku sering kesini untuk tidur" ucap min jae lalu menutup matanya yang memang sudah lelah.

"Jeogiyo?" Ucap seorang wanita membangunkan min jae yang tertidur

"Haiiishh hyung, aku masih mengantuk" ucap min jae yang masih menutup matanya.

"Jeogiyo, ini sudah malam. Apa anda dokter umum disini?" Tanya wanita itu terus membangunkan hyun ki

"Emhhh ini jam berapa?" Tanya min jae bangun dari tidurnya

"Ini sudah jam 8 malam, apa anda tidak pulang?" Jawab wanita itu.

"Haissh saya ketiduran disini, terus anda? Kenapa disini?" Tanya min jae melihat seorang wanita yang ternyata seorang dokter juga tapi mungkin lebih senior dari nya.

"Saya mau istirahat sebentar, hari ini terlalu banyak pasien yang saya operasi" ucap wanita itu terlihat lelah, lalu duduk di ranjang sebelah ranjang min jae.

min jae melihat nama tage dokter wanita tersebut yang ternyata bernama Hana.

"Anda terlihat sangat pucat dokter Hana?" Ucap min jae memperhatikan Hana.

"Saya hanya kelelahan saja, kamu tidak pulang?" Tanya hana

"Saya akan pulang sekarang" ucap min jae lalu berjalan ke luar ruangan tersebut.

min jae berjalan memasuki rumah nya bersama dengan sejin dibelakangnya.

"Hyung? Kenapa haraboji dan halmoni belum pulang?, sebenarnya mereka ke luar negeri mana?" Tanya min jae penasaran.

"Mereka ke Indonesia, min jae a. Seperti nya Tuan park ada urusan kerjaan disana" ucap sejin memberitahu min jae

"Indonesia itu jauh kah? Aku belum pernah kesana hyung. Kenapa haraboji tidak mengajak ku kesana? Padahal setiap ke luar negeri selain indonesia, haraboji dan halmoni selalu mengajak ku sekalian berlibur" ucap min jae

"Kamu kan sudah mulai bekerja di rumah sakit, hyun ki a. mungkin itu alasan Tuan park tidak mengajakmu lagi" ucap sejin.

"Hah meyebalkan, aku tidak suka dengan pekerjaan ini hyung" ucap min jae menunduk sedih.

"min jae a, kamu harus nurut pada Tuan park. Beliau sangat menyayangi mu, apalagi kamu satu²nya harapan Tuan park" ucap sejin menyemangati.

"Hah justru karna itu aku turutin semua keinginan haraboji" ucap min jae

"min jae a, saran hyung. Kamu harus lebih berhati² pada orang di sekitar mu, hyung merasa ada orang yang tidak suka pada mu dan selalu ingin membuatmu celaka" ucap sejin menatap min jae

"Ah masalah itu, hyung sudah sering mengingatkan ku" ucap min jae

"Hyung hanya takut kamu kenapa², min jae a" ucap sejin memegang kedua bahu min jae.

"Ah nde, hyung jangan khawatir. Aku akan lebih hati² lagi" ucap min jae tersenyum mengerti.

min jae membaringkan tubuhnya di tempat tidur miliknya itu.

"Appa? Eomma? Bogosippo, aku mungkin memang tidak mengingat wajah kalian, tapi entah kenapa rasanya kalian masih berada dekat dengan ku, aku merasa kalian belum meninggal" ucap min jae melamun.

"Hah appa? haraboji bilang, appa juga seorang dokter yang hebat. kenapa aku tidak bisa seperti Appa? Apa aku bisa menjadi seorang dokter seperti Appa" Ucap min jae tersenyum sendu, lalu menutup matanya tertidur

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!