Flashback
Sepulang dari sekolah Nugi pergi kepemakaman Naya. Naya adalah pacar Nugi yang baru 1 bulan meninggal karena mengalami penyakit osteosarcoma atau yang lebih dikenal dengan kanker tulang
Nugi sangat amat menyayangi karena baginya Naya adalah cinta pertamanya
Nugi berjongkok di depan makan Naya sembari menaburkan bungan yang dia bawa dikeranjang
"Nay? Aku kesini jengukin kamu. Apa kabar kamu disana Nay? Kamu sudah tidak merasakan sakit lagi sekarang. Maafin aku yang sempat membuat kamu kesal dan kecewa pada ku Nay" ucap Nugi tersenyum sendu menatap batu nisan Yang bertuliskan nama Naya tersebut
"Nugi?" Sapa seseorang dibelakang Nugi
Nugi yang merasa terpanggilpun melihat ke arah sumber suara
"Mbak Nana? Sedang apa Mbak disini?" Tanya Nugi penasaran
"Mbak sedang Ziarah ke makannya Davin, kamu sendiri sedang apa disini sendirian?" Tanya orang itu yang tak lain adalah Najwa
"Aku juga lagi Ziarah ke makan teman ku, dia meninggal satu bulan yang lalu Mbak" ucap Nugi menjelaskan
Najwa yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti
"Ah jadi makam Mas Davin ada di juga Mbak?" Tanya Nugi
"Iya Nu, kamu mau ikut Mbak ke makam Mas Davin kan?" Tanya Najwa
"Tentu saja, aku juga mau berterima kasih karena Mas Davin sudah mau mendonorkan ginjalnya buat aku Mbak" ucap Nugi tersenyum menatap Najwa
"Yasudah, Ayo" ucap Najwa lalu berjalan terlebih dahulu
Sesampainya di makam Davin, Nugi dan Najwa berjongkok lalu menaburkan bunga diatas kuburannya
"Mas Davin, terima kasih mas Davin sudah mau donorin ginjal Mas Davin untuk aku" ucap Nugi sembari menatap batu nisan Davin
"Sudahlah Nu, Mas Davin kan menyayangi kamu juga, Mas Davin sudah menganggap Nugi adiknya sendiri" ucap Najwa mengelus bahu Nugi pelan, hingga tiba tiba
"Hueeekk"
"Hueekkk"
"Hueekkk"
Najwa terlihat menahan mual
"Loh Mbak Nana kenapa? Mbak sakit ya?" Tanya Nugi merasa khawatir
"Gak kok Nu, sepertinya Mbak cuma masuk angin Hueekk" ucap Najwa terlihat pucat
"Mbak terlihat pucat, Ayo Mbak biar aku antar ke klinik, tadi aku melihat ada klinik didekat jalan sana" ucap Nugi lalu memapah tubuh Najwa
Najwa yang merasa mual dan lemas hanya menurut saja pada Nugi
....
Sesampainya di Klinik, Najwa masuk kedalam untuk diperiksa oleh Dokter dan Nugi hanya menunggu Najwa di luar
"Ada keluhan apa bu?" Tanya Dokter disana
"Gak tau nih Dok, sudah seminggu ini saya sering mual dan tidak nafsu makan" ucap Najwa
"Apa Anda telat datang bulan?" Tanya Dokter itu
Najwa yang mendengar itu terkejut, lalu mengangguk takut
"Yasudah, ayo kita melakukan USG untuk melihat apa Anda hamil atau tidak" ucap Dokter itu lalu memeriksa Najwa dan melakukan USG
"Wah selamat ya bu, Ibu positif hamil" ucap Dokter itu tersenyum menatap Najwa
...
Najwa keluar dari klinik tersebut lalu menatap Nugi dengan tatapan sendu
"Sudah selesai ya Mbak, jadi Mbak sakit apa Mbak?" Tanya Nugi menatap Najwa penasaran
"Bagaimana mungkin aku hamil, aku hanya melakukan hubungan itu bersama Nugi, dan berarti anak yang sedang aku kandung sekarang itu anak Nugi, dan lihat dia? Dia masih berusia 16 tahun dan masih seorang pelajar SMA. Bagaimana mungkin aku minta pertanggung jawaban Nugi yang bahkan usianya jauh lebih muda dari ku, tapi aku harus bagaimana? Aku tidak mau anak ini terlahir tanpa sosok seorang Ayah" batin Najwa
Nugi yang melihat Najwa melamun pun merasa sangat bingung
"Mbak? Mbak Nana kenapa melamun?" Tanya Nugi
"Hah? Ti... tidak Nugi, Mbak cuma sakit maag saja, tadi dokter yang bilang seperti itu" ucap Najwa tersenyum menatap Nugi
"Dia sangat tampan, pasti bayi ini nanti akan mirip dengan Ayahnya" batin Najwa
"Yasudah, biar aku antar Mbak Nana pulang ya" ucap Nugi tersenyum pada Najwa
"Apa tidak merepotkan?" Tanya Najwa
"Tidak kok, kan aku juga diantar supir pribadi ku, jadi Mbak gak usah khawatir" ucap Nugi
"Baiklah kalau kamu tidak merasa repot" ucap Najwa tersenyum menatap Nugi
Lalu mereka pun pulang, dan Nugi mengantar Najwa ke kosan tempat Najwa tinggal
Flashback off
~ Busan, Korea selatan~
Hyun ki memasuki gedung rumah sakit dengan santainya, seperti biasa Sejin hanya mengantarkannya sampai depan gedung rumah sakit tersebut dan akan menunggunya di tempat yang tidak jauh dari rumah sakit
Hyun ki memasuki ruang IGD tempatnya bekerja, dan tak berapa lama datang ambulance dengan 3 pasien terluka parah.
salah satu dari mereka mengalami luka dikepalanya dan juga terlihat mengeluarkan banyak darah bercucuran dikepalanya
Semua perawat dan Dokter disana tampak sibuk berlarian untuk menyelamatkan para pasien itu
"Dokter Park, tolong bantu kami. Kenapa Anda diam saja" teriak Dokter Lee
Hyun ki yang merasa terpanggil pun berlari membantunya, Hyun ki mengambil pinset dan kassa untuk membersihkan luka pada salah satu pasien tersebut, Hyun ki yang melihat luka itu sedikit takut apalagi darahnya begitu banyak
Hyun ki perlahan lahan membersihkan luka pasien itu menggunakan pinset dan kassa, tapi entah kenapa diingatannya Hyun ki merasa melihat bayang bayang orang orang yang wajahnya penuh dengan darah, dan tak hanya itu Hyun ki juga melihat salah satu dari mereka mendapatkan luka cukup parah dibagian perutnya sehingga semua organ dalam tubuhnya terlihat keluar dari perutnya itu
"Aaaahhhh andwae" teriak Hyun ki terlihat ketakutan lalu membuang pinset dan kassa itu dan sedikit menjauh dari pasien itu
"Yak, hyun ki a? Gwenchana?" Tanya Seo yeon yang melihat Hyun ki ketakutan
"A aniya, a aku mau ke toilet dulu" ucap Hyun ki lalu berlari ke luar dari ruangan itu, membuat semua orang merasa heran
...
Hyun ki terduduk di kursi taman rumah sakit itu terlihat frustasi, Seo yeon yang sudah selesai mengobati pasien pasien itu pun keluar dan menghampiri Hyun ki dan duduk di sebelahnya
"Hyun ki a? Aku tau ini berat untuk mu, tapi tidak apa apa, kita bisa belajar dan kamu gak akan takut seperti tadi lagi" ucap Seo yeon menenangkan
"Aku tidak takut dengan pasien seperti itu Seo yeon ah, tapi entah kenapa di ingatanku selalu melihat bayang bayang yang sangat menakutkan, aku melihat ada beberapa pemuda yang terluka parah, wajahnya penuh dengan darah dan salah satu dari mereka terlihat sangat mengenaskan dengan luka diperutnya, aku sangat takut Seo yeon ah" ucap Hyun ki menunduk mengacak acak rambutnya sendiri terlihat frustasi
"Hyun ki a, itu hanya bayangan kamu saja. Kamu jangan seperti ini, kamu harus lawan rasa takut kamu itu. Apalagi kamu seorang Dokter, kamu akan lebih banyak melihat pasien pasien yang mungkin lebih parah dari yang kamu bayangkan itu" ucap Seo yeon menengakan Hyun ki sembari menggenggam tangan Hyun ki dengan lembut
"Hyun ki a, kamu jangan siksa diri kamu seperti ini. Kamu harus lawan rasa trauma kamu itu" ucap Seo yeon menatap Hyun ki
Hyun ki yang terlihat menahan amarah nya pun memeluk Seo yeon erat, Seo yeon sangat merasa tak nyaman karna terlalu banyak orang berlalu lalang pun mencoba melepaskan pelukan Hyun ki
"Seo yeon ah, jangan. Ini sangat nyaman, jangan lepaskan dulu" ucap Hyun ki terus memeluk Seo yeon erat
"Hyun ki a, aku tidak enak sama orang lain yang melihat kita seperti ini" ucap Seo yeon
"Hajima, jangan lepaskan dulu Seo yeon ah" ucap hyun ki
Seo yeon yang hanya bisa pasrah pun tetap membiarkan Hyun ki memeluknya
"Haiiish, Yak Park hyun ki? Kamu tidak tidurkan?" Tanya Seo yeon yang merasa pelukannya semakin berat
"Emhhh" gerutu Hyun ki yang memang sudah tertidur
"Haisssh jinjja, bisa bisa nya dia tidur ditempat seperti ini" ucap Seo yeon
Seo yeon melihat jam tangan yang selalu dipakai Hyun ki, Seo yeon pernah melihat Hyun ki memencet jam tangan itu untuk memanggil bodyguardnya
Seo yeon tau kalau Hyun ki adalah anak orang berada karna saat kuliah pun Hyun ki selalu di antar bodyguardnya itu dengan mobil mewahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments