Akhirnya Aku pun kembali ke rumah nenek setelah mendapatkan barang - barang pesanan nenek.
Aku pun berkata " Aku pulang nek..." sambil memasuki rumah nenek ku dan aku pun melihat kakek dan paman ku telah kembali dari luar kota.
Aku pun berkata " Kakek...Paman...kalian sudah kembali...?" sambil tersenyum bahagia melihat mereka.
Kakek pun berkata " Halo sayang...ternyata kau sedang berkunjung ke rumah kakek pantas saja saat kakek menelpon mu tidak di angkat ternyata kau ada di sini bagaimana kabar mu cucu ku...?" sambil bertanya kepada ku.
Aku pun berkata " aku baik kek..." sambil menjawab pertanyaannya itu.
Kakek pun berkata " Syukurlah kalau begitu kemarilah duduk di sebelah kakek. Kakek ingin memberikan sesuatu kepada mu." sambil meminta ku untuk duduk di sampingnya.
Lalu Kakek pun mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya ia berkata " Ini untuk mu cucu ku." sambil memerikan kepada ku sebuah kalung emas yang sangat indah.
Aku pun berkata " Wah...indah sekali kek...terima kasih kakek..." sambil mengucapkan terima kasih kepadanya.
Sang Kakek pun berkata " sama - sama sayang..." sambil tersenyum ke arah ku.
Nenek pun berkata " kalian sudah pulang...mari kita sarapan bersama...nenek sudah membuatkan makanan kesukaan kalian." sambil meminta keluarganya untuk makan bersama di ruang makan.
Lalu mereka pun berkata " baiklah mari kita makan bersama." akhirnya kami pun sarapan bersama begitu juga dengan adik ku."
Setelah kami selesai makan seorang gadis muda datang menemui kami yang sedang bersantai di halaman rumah.
Ia berkata " Permisi apakah Rara ada...?" sambil bertanya kepada kami.
Aku pun berkata " Rara oh...ada...siapa kamu sebenarnya...?" sambil bertanya kepada gadis muda itu.
Ia pun berkata " Aku mawar...teman kecil rara ku dengar ia sedang berkunjung ke sini dan aku ingin bertemu dengannya..." sambil menjawab pertanyaan ku dengan ramah.
Aku pun segera memanggilkan adik ku rara dan berkata " Dek...ada yang mencari mu sayang..." sambil memanggil adik ku.
Tak lama kemudian Rara pun muncul dan berkata " Siapa yang mencari ku kak...?" sambil bertanya kepada ku.
Aku pun berkata " Entahlah dia bilang...dia teman kecil mu coba kau temui dia." sambil meminta adik ku untuk bertemu dengannya.
Rara pun berkata " Hai...aku rara ada yang bisa ku bantu...?" sambil bertanya kepadanya.
Mawar pun berkata " Aih...Rara kamu tidak perlu seformal itu apa kau melupakan ku. Aku Mawar teman kecil mu sudah lama aku ingin bertemu dengan mu." sambil memegang tangan adik ku.
Rara pun berkata " Oh...kamu mawar ya...ampun aku hampir saja lupa karna sudah lama tidak melihat mu." sambil bercanda dengannya.
Mawar pun berkata " iya...aku mawar masa kamu lupa..." sambil bersikap baik di hadapan adik ku.
Rara pun berkata " Di mana kamu tinggal sekarang mawar...?" sambil bertanya kepadanya.
Mawar pun berkata " Di kaki gunung sana...kau ingin main ke rumah ku rara...?" sambil bertanya kepada adik ku.
Rara pun berkata " Bolehkah...baiklah tunggu sebentar ya...aku izin dulu kepada kakak ku." sambil melihat ke arah ku.
Rara pun kembali berkata " Kakak boleh kah aku datang ke rumahnya...?" sambil bertanya kepada ku.
aku pun berkata " Tidak boleh..." sambil melarangnya untuk pergi dari rumah.
Rara berkata " Kenapa kak...? aku hanya pergi sebentar saja aku ingin berjalan - jalan dengannya aku mohon izinkan aku pergi kak." sambil memohon di hadapan ku.
Aku pun berkata " Bukan begitu adik kakak hawatir jika kamu pergi. Karna tempat ini tidak aman untuk mu kau pasti ingat kejadian malam itu kan sudahlah jangan membantah kau tidak boleh keluar hari ini. Ini demi keselamatan diri mu adik..." sambil memperingatkannya.
Namun ia tidak mau dengar dan berkata " tolonglah kak hanya sebentar saja aku berjanji sebelum malam tiba aku akan segera kembali ke rumah ini agar tidak membahayakan diri ku boleh ya kak..." sambil memohon kepada ku.
Aku pun berkata " Baiklah tapi hanya sebentar saja oke..." sambil mengalah kepadanya.
Rara pun berkata " Oke...terima kasih kakak..." akhirnya mereka pun segera pergi dari rumah dan aku terpaksa mengizinkannya keluar rumah karna tidak tega melihatnya bersedih meski pun hati ku tidak tenang melepas kepergiannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments