Tanpa terasa aku dan andre telah sampai di tengah jalan kota yang cukup padad dengan lalu lalang kendaraan.
Andre berkata " itu adalah pengalam yang menegangkan untung saja kita bisa selamat kalau tidak kita tidak bisa pulang ke rumah lagi."
Aku pun berkata " Begitulah hidup...dunia kita berdampingan dengan dunia mereka." sambil menatap keluar jendela mobil dan melihat pemandangan. Namun aku merasa ada yang tidak beres di tempat ini hawa kematian tiba - tiba muncul dan aku mendapat sebuah penglihatan mata batin bahwa akan terjadi kecelakaan beruntun sebentar lagi. Yang akan merenggut nyawa banyak orang. Aku pun terdiam sejenak."
Sambil merasakan hawa kematian itu semakin nyata andre pun berkata " Queen kamu kenapa lagi... kok kamu terlihat bengong kaya begitu...?" sambil bertanya kepada ku.
Aku pun mulai berantisipasi dan meminta andre menghentikan laju mobilnya secara tiba - tiba. Karna jika tidak kita berdua akan menjadi salah satu dari korban kecelakaan itu.
Aku pun berkata " Hentikan mobilnya Andre." Dan membanting stir ke kanan hingga merusak terotoar jalan.
Dari arah yang berlawanan datanglah sebuah truk besar pengangkut makanan yang hilang kendali dan menabrak beberapa pengguna jalan.
Boom....
Suara ledakan besar terdengar dari arah belakang mobil kami sebuah bus pengangkut anak sekolah di tabrak oleh truk besar itu dan meledak secara bersamaan.
Tidak hanya itu saja ia juga menabrak beberapa pengguna jalan lainnya dan terjadilah kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus banyak sekali yang meninggal dalam kecelakaan itu termaksud paman ku yang tewas seketika di lokasi kejadian itu dengan kepala pecah dan otaknya berserakan keluar.
Awalnya aku tidak menyadari bahwa paman ku menjadi korban namun tiba - tiba aku menangis melihat kejadian itu.
Andre pun berkata " Queen apa kamu baik - baik saja...kenapa kamu menangis...?" sambil bertanya kepada ku.
Aku pun berkata " Kasihan sekali mereka semua banyak darah yang bececeran di jalan aku bisa mendengar suara teriakan mereka sebelum mereka meregang nyawa anak - anak - anak itu menangis orang dewasa berteriak histeris ledakan itu membakar raga mereka semua dengan api yang berkobar sangat besar. Mereka semua telah tiada." sambil terus menangis.
Dan tiba - tiba ku mendengar suara paman ku memanggil ku ia berkata " Queen tolong paman..." sambil merasakan kehadiran paman saat itu.
Aku pun berkata " Paman..." sambil keluar dari mobil dan menghampiri jasad pengendara motor itu yang mengalami luka cukup parah dengan kondisi kepalannya yang pecah dan otaknya berserakan di jalan. Aku tahu dia adalah paman ku.
Aku pun tidak sanggup melihat jasadnya yang naas itu seluruh tubuh ku gemetar ketakutan keringat dingin pun mulai meluncur keluar dari rasa ketakutan ku dengan air mata yang masih membasahi pelupuk mata ku.
Aku berkata " Paman Jadi...." sambil terus menangisi jasadnya yang tergeletak di tanah.
Lalu beberapa ambulan pun mulai sampai ke lokasih kejadian dengan di bantu oleh kepolisian.
Aku tidak bisa beranjak dari tempat itu karna kaki ku sangat lemas Andre pun turun dari mobilnya dan berkata " Queen...apa yang terjadi kepada mu bangunlah menyingkir dari tempat ini." sambil membantu ku berdiri.
Aku pun berkata " Andre dia adalah paman ku..." sambil menjelaskan kepadanya bahwa orang ini adalah paman ku.
Andre berkata " Apa...!!! Paman mu...?! Jangan bercanda Queen...dari mana kamu tahu bahwa dia adalah paman mu...?" sambil bertanya kepada ku.
Aku pun berkata " Saat itu ia memanggil nama ku..." sambil terus menangis di pelukan andre sahabat ku dan aku pun mulai lelah karna kejadian ini kesadaran ku pun mulai goyah dan aku pun pingsan di pelukan andre.
Andre pun terlihat hawatir melihat ku pingsan dan berkata " Queen ada apa dengan mu...sadarlah Queen..." sambil berusaha membangunkan ku namun tidak berhasil.
Lalu pihak kepolisian pun berkata " Tuan maaf lebih baik anda membawa istri anda menyingkir dari tempat ini karna kami akan membereskan kecelakaan ini." sambil memperingatkan andre agar menyingkir dari sana.
Andre pun menuruti perintahnya dan berkata " Maaf pak polisi...pak bisakah saya meminta bantuan anda jika anda telah menemukan kartu identitas dari orang ini saya minta anda memberikannya kepada saya karna saya merasa saya mengenal orang ini." sambil berpesan kepada pihak kepolisian untuk menyerahkan kartu identiras orang itu kepadanya agar ia bisa memberikannya kepada Queen saat ia sadar nanti.
Pak polisi itu berkata " Baik tuan kami akan memberikannya kepada anda nanti." sambil mematuhi perintah andre.
Akhirnya andre pun membawa ku ke rumah sakit. sementara jasad paman ku di masukkan ke kantong Jenazah yang telah di persiapkan oleh pihak rumah sakit dan kepolisian. Dan di bawa ke rumah sakit Jati Asih.
Dengan menggunakan ambulan.
Akhirnya aku pun sadar dan berkata " Dimana aku...? Apa yang terjadi kepada paman..." sambil bertanya kepada andre.
Andre pun berkata " Queen syukurlah kamu sudah sadar. Tadi kamu pingsan saat berada di lokasi kecelakaan itu. Kamu menangis tidak henti - hentinya di hadapan jasad pria paruh baya itu. Kamu yakin dia adalah paman mu...?" Sambil bertanya kepada ku.
Aku pun berkata " entahlah...tapi saat itu aku mendengar suara paman meminta tolong kepada ku. Saat kecelakaan itu telah terjadi." sambil menceritakan semuanya kepada andre.
Andre pun berkata " Baiklah ini adalah kartu indentitas orang itu aku memintanya dari pihak kepolisian dengan dalih dia orang yang ku kenal coba kau lihat baik - baik benarkah dia adalah paman mu...atau bukan...?" Sambil memberikannya kepada ku.
Aku pun berkata " Dia benar - benar paman ku. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Karna sibuk bekerja." sambil menjelaskannya kepada andre.
Andre pun terkejut dan beekata " sungguh ya...ampun kenapa ini bisa terjadi...?" sambil tercengang dengan apa yang ku katakan.
Aku pun segera menelpon bibi ku di kampung aku berkata " Bibi....Paman telah meninggal dalam sebuah kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan Margonda depok. Jasadnya telah di bawa ke rumah sakit." sambil memberitahukan kabar duka ini kepada bibi ku.
Bibi ku pun berkata " Apa...!!! aku tidak salah dengar nak...kau bilang paman mu kecelakaan dan meninggal Ya...tuhan...mengapa semua ini terjadi kepadanya." sambil terdengar sangat sedih.
Aku pun berusaha menenangkannya dan berkata " tenanglah bibi...kita akan melihatnya nanti. Bibi datang saja ke rumah sakit jati asih. Aku akan menyusul ke sana nanti." sambil membuat janji bertemu dengannya.
Sementara itu jasad pria paruh baya itu sudah di masukkan ke ruang jenazah rumah sakit. Berbagai kejadian mistis pun terjadi di sana banyak suara - suara aneh yang menganggu penjaga kamar mayat itu apa lagi saat malam hari telah tiba. Aura Mistis pun terasa kental di sana dan banyak petugas rumah sakit yang di hantui oleh Arwah gentayangan setelah kecelakaan maut itu terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Kia Shoji
Quenn.. Ampuun deh.. Itu bukan otak di nasi padanv
2024-08-12
1