Akhirnya mentari pun telah bersinar dengan sangat indah para penduduk desa pun mulai beraktifitas seperti biasanya.
Aku pun bangun pagi - pagi sekali untuk membantu nenek mempersiapkan sarapan pagi untuk kami.
Karna hari ini paman dan kakek ku akan kembali ke desa ini.
Aku pun berkata " Selamat pagi nek..." sambil menyapanya.
Nenek pun menjawab " pagi sayang kamu sudah bangun di mana adik mu...?" sambil bertanya kepada ku.
Aku pun berkata " Rara masih tidur di kamarnya nek...apa yang sedang nenek lakukan...?" sambil bertanya kepadanya.
Nenek pun berkata " Nenek sedang mempersiapkan sarapan pagi untuk kalian...apa kamu ingin membantu nenek Queen...?" sambil bertanya kepada ku.
Aku pun menjawab " tentu saja nek apa yang bisa ku lakukan untuk nenek...?" sambil bertanya kepadanya.
Nenek pun berkata " Hm...bisakah kau pergi ke warung Teh Lisa untuk membeli beberapa bumbu dapur sayang...karna hari ini nenek akan membuatkan kalian makanan yang lezat kakek dan paman akan pulang hari ini."
Sambil meminta ku untuk membelikan beberapa bumbu dapur di warung Teh Lisa.
Aku pun berkata " Baiklah nek..."
Sambil berangkat menuju warung teh lisa.
dan setelah sampai di sana.
Aku mendengarkan penduduk desa sedang membicarakan tentang keranda terbang itu.
Mereka berkata " Eh...apa kalian sudah dengar bahwa ada satu korban lagi semalam. dan yang menjadi korban itu adalah putri dari kepala desa Neng Cindy. Abdi dengar teh neng cindy baru pulang dari rumah temenya di desa sebelah atuh..." sambil berbicara di hadapan ibu - ibu yang lainya.
Seorang ibu yang mengenakan kerudung pun berkata " iya...saya dengar ia di culik oleh iblis keranda terbang itu semakin lama kampung kita semakin tidak aman benarkan ibu - ibu...?" sambil berbincang dengan para ibu yang lainya.
Aku pun berkata " Teh Lisa....apa teh lisa tahu apa yang sedang mereka bicarakan hingga ramai seperti ini...?" sambil bertanya kepadanya.
Teh Lisa pun berkata " Itu...semalam ada korban keranda terbang lagi dan yang menjadi korbanya adalah Neng Cindy putri kepala desa sawangan. Beberapa hari ini banyak beredar kabar tentang keranda terbang itu yang setiap malam mencari tumbal setan. Sudah setahun desa kami di teror oleh hantu itu."
Aku pun berkata " Keranda terbang apa itu benar - benar ada teh...?" sambil bertanya kepadanya.
Teh Lisa pun berkata " Ada Non Queen kami sudah berkali - kali melihatnya berkeliaran di malam hari." sambil menjelaskan semuanya kepada ku.
Aku pun berkata " memangnya apa yang telah terjadi di desa ini sehingga teror keranda terbang itu muncul...?" sambil bertanya kepada teh lisa.
Teh Lisa pun berkata " Dulu ada Seorang pria yang menggunakan ilmu santet untuk mencelakai gadis yang menjadi incaran nya. Pria itu namanya Den Agus ia sudah lama menyukai gadis itu namun gadis itu tidak pernah menerima cintanya. Sehingga membuat pria bernama Agus itu naik pitam dan menyantetnya karna ia telah menolak cintanya. Sang gadis tidak terima dengan perlakuan seperti itu mati secara mengenaskan di tangan orang yang tidak bertanggung jawab."
Sambil menghentikan ucapannya aku pun berkata " terus bagaimana kelanjutan kisahnya teh...? Tolong cerita ku abdi teh." sambil berbicara dengan bahasa sunda agar tidak sembarang orang yang mengerti bahasanya.
Teh Lisa pun kembali melanjutkan kisahnya ia berkata " Setelah itu arwah sang gadis penasaran dan ingin mencari pria itu untuk membalaskan dendamnya karna itu ia mendiami keranda mayat itu dan pergi mencari orang yang ia tuju." sambil mengingat beberapa peristiwa yang terjadi pada saat itu.
Aku pun berkata " jadi begitu ceritanya baiklah aku paham. Udah ya...teh aku pulang dulu." sambil beranjak dari tempat itu dan kembali ke rumah kakek dan nenek.
Teh Lisa pun berkata " Queen...berhati - hatilah saat kau berkunjung ke tempat ini." sambil menasehati sahabatnya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments