Akhirnya aku pun mendekat ke arah bibi dan berkata " Bibi berhentilah menangis kau membuat orang lain terganggu. Iklaskan saja kepergia paman." sambil berusaha menenangkannya.
Sang Bibi pun berkata " Tidak Queen bibi tidak bisa kehilangan dia..." Sambil terus bermain drama.
Aku pun berkata " Bibi Lebih baik kita segera memakamkan paman agar ia tidak terkena siksa bale." sambil memperingatinya.
Bibi pun berkata " apa itu siksa bale Queen...?" sambil bertanya kepada ku.
Aku pun menjawab " Siksa Bale adalah siksa yang di terima oleh almarhum jika jasadnya tidak segera di makamkan ia akan merasakan rasa sakit yang luar biasa setelah kematian dan ia tidak bisa tenang di sana. Karna itulah kita harus secepatnya memakamkannya bibi. Dok tolong persiapkan semuanya karna kami ingin membawa jasadnya pulang untuk di makamkan hari ini."
Sambil meminta pihak rumah sakit untuk segera mempersiapkan segalanya
Sang Dokter pun berkata " Baik Nona akan segera kami urus kepulangannya."
Aku pun berkata " terima kasih dok..." Akhirnya aku bersama dengan bibi keluar dari ruangan itu dan mengajaknya berbicara tentang apa yang di ucapkan oleh arwah paman ku itu.
Aku pun berkata " Bibi bolehkah aku bertanya sesuatu kepada mu...apakah benar jika bibi telah berselingkuh dari paman dan bibi berencana untuk membunuhnya agar kalian berdua bisa bersama...?" Sambil bertanya kepada bibi.
Bibi pun menjawab " Nak...apa yang kamu bicarakan bibi tidak pernah berselingkuh dari paman mu." sambil tersenyum palsu.
Aku pun berkata " Em...benarkah....kau tidak pernah berselingkuh darinya ku dengar bibi hanya memanfaatkan paman saja untuk mendapatkan uang. Untuk di berikan kepada kekasih mu itu. apa itu benar...?" Sambil melihat tingkahnya yang semakin aneh di hadapan ku.
Bibi pun kembali mengelaknya dan berkata " Sayang kau sudah salah paham bibi tidak mungkin seperti itu." sambil terlihat ada sesuatu yang di sembunyikan dari ku.
Aku pun berkata " tenanglah bi...aku hanya bertanya saja. Jangan di masukan ke hati yang terpenting sekarang adalah segera memakamkan jasad paman di kampung halamannya."
Lalu Sang Dokter pun datang dan berkata " Nona semuanya sudah siap..." sambil memberitahu ku tentang proses pemakaman itu. Aku meminta dokter untuk merapihkan jasad paman ku dan membungkusnya dengan kain kafan sehingga mempermudah kami untuk langsung memakamkannya tanpa waktu lama.
Aku pun berkata " Baiklah dok.... uangnya nanti saya transfer lewat rekening saya tolong panggilkan ambulan ke sini karna kami akan segera mensolatkan nya di kampung halamannya.
Akhirnya aku pun segera mempersiapkan acara pemakaman itu dengan di bantu oleh keluarga dan acara pemakaman pun berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Hanya saja aku merasa aneh dengan tingkah bibi yang selalu menghindar jika ku ajak berbicara.
Ia pun berkali - kali menerima telpon dari seseorang namun secara diam - diam. Aku pun membuntutinya dan menguping pembicaraan mereka setelah acara pemakam selesai.
Bibi berkata " Hallo...berhentilah menelpon ku untuk saat ini karna di rumah ku sedang ada acara pemakam mendiang suami ku. Aku tidak ingin ada orang yang curiga dengan hubungan kita berdua terutama keponakan ku yang selalu curiga kepada ku tanpa alasan." sambil membicarakan ku di belakang.
Aku pun terus memperhatikan reaksi mereka.
dan ku dengar bibi ku akan bertemu dengannya di suatu tempat malam ini.
Ia berkata " Baiklah aku akan segera menemui mu jika acara ini telah selesai. Tunggu aku di danau dekat rumah ku jam 10 malam." sambil mendengarkan ucapan bibi ku itu.
Aku pun berkata dalam hati " Hm...jadi mereka akan bertemu malam ini aku harus mengawasi mereka dari ke jauhan dan aku ingin tahu siapakah yang ingin di temui oleh bibi malam ini. Dan membuktikan apa yang di katakan oleh arwah paman beberapa waktu yang lalu."
Tanpa terasa acara pemakaman itu pun telah usai dan bibi mulai bergegas pergi untuk menemui orang itu.
Aku pun mengikutinya dari belakang dan melihat seorang pria paruh baya sedang menunggunya di dekat danau.
Aku pun bersembunyi di balik rerimbunan pepohonan dan mengamati mereka dari kejauhan.
Aku pun berkata dalam hati " Hm...siapa pria itu apakah itu selingkuhan bibi...?" sambil mengintip dari balik pohon.
Bibi pun berkata " Apakah kau sudah lama menunggu Doni...?" sambil bertanya kepada pria yang misterius itu.
Pria itu berkata " Tidak aku belum lama datang ke tempat ini. Apakah kau sudah menjalankan semua perintah ku. Kau sudah merusak motornya bukan dan membunuhnya...?" sambil bertanya kepadanya.
Bibi pun berkata " Sudah tapi aku gagal mendapatkan sertifikat Rumah dan hartanya aku tidak tahu ia menyembunyikannya di mana...?" sambil menjelaskan semua itu kepada pria yang tidak di kenal itu.
Pria itu pun berkata " Dasar tidak berguna bagaimana bisa kau tidak tahu di mana tempat ia menaruh surat - surat berharga miliknya bukankah kau adalah istrinya seharusnya kau tahu di mana dia menyimpannya. Harta itu untuk biaya pernikahan kita sayang..." sambil memaksanya untuk mendapatkan surat itu.
Memang paman ku terkenal kaya di kampungnya ia memiliki beberapa aset yang berharga yang menghasilkan uang cukup banyak.
Termaksud perkebunan kelapa sawit miliknya yang memiliki luas beribu - ribu Hektar.
Aku pun berkata " Jadi yang dikatakan oleh paman itu benar bahwa kematiannya bukanlah karna takdir melainkan sengaja di rencanakan oleh istrinya. Mereka ingin mengambil seluruh harta milik paman untuk biaya pernikahan mereka namun paman selalu menolaknya dan tidak memberitahukan kepada bibi di mana surat - surat berharga itu di simpan."
Akhirnya aku pun pergi dari tempat itu dan sialnya kaki ku menginjak sebuah ranting pohon yang jatuh dan membuat ku ketahuan oleh mereka bahwa aku menguping pembicaraan mereka dari tadi.
Krakkk...
Suara ranting pohon yang ku injak dan membuat mereka menyadari kehadiran ku di sana.
Bibi pun berkata " Siapa disana...jangan - jangan kamu ya...Queen...bibi akan memberikan mu pelajaran karna telah menguping pembicaraan bibi barusan."
Aku pun berkata " Sial...dia tahu bahwa itu aku." aku pun segera berlari untuk menghindari mereka namun gagal kaki ku tersandung sebuah ranting pohon yang melintang di depan ku.
Aku pun terjatuh dan terluka.
Aku beekata " Aduh...Queen kau bodoh sekali...sambil mengutuk diri ku sendiri karna telah gagal untuk melarikan diri dari mereka."
Bibi pun berkata " Kena...kau gadis nakal beraninya kamu menguping pembicaraan kami apa kamu sudah bosan hidup hah...." sambil menekan pipi ku dengan keras sehingga terasa sakit.
Aku pun berkata " Bibi lepaskan aku...aku akan melaporkan kalian ke pihak yang berwajib. Karna kasus pembunuhan berencana ini bibi kau sangat kejam." sambil terus memberontak di hadapannya.
Pria itu pun berkata " Siapa gadis ini...?"
Bibi pun berkata " Dia adalah Queen keponakan ku putri dari kakak ipar ku."
Pria itu pun berkata " Hm...sangat menarik kau berani menguping pembicaraan kami kau gadis yang cerdas dan pemberani tapi tidak akan lama lagi nyawa mu akan melayang di tempat ini. Cepat habisi dia..."
Sambil meminta bibi untuk menyiksa ku sampai aku mati.
Aku berkata " Kalian sangat kejam bibi aku adalah keponakan mu jika aku mati di tempat ini seluruh keluarga akan mengusir mu keluar dan membenci mu kau akan menyesal."
Sambil terus mencoba melawannya.
Namun aku terlalu lemah untuk menghadapi mereka berdua seorang diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments