Mereka pun lari pontang panting untuk menghindari kemarahan Arwah Ningsih yang sudah semakin meresahkan warga desa setempat. kemarahannya tidak akan pernah berakhir sebelum pelaku utamanya di temukan dan dendamnya akan terus berlanjut hingga semua orang yang ada di desa mati secara mengenaskan.
Ketiga pemuda itu pun lari tanpa arah dan berpencar satu sama lain.
Dan masuk ke bagian dalam hutan bambu yang gelap dan dingin hawa mencekam pun selalu menghantui mereka.
Arwah Ningsih pun tidak berhenti mengejar mereka bertiga hingga mereka bertiga mati.
Crattt....
Darah segar pun mulai membasahi hutan bambu yang gelap itu arwah ningsi memberikan beberapa luka yang serius di badan mereka.
Ada yang terluka di wajahnya dan dadanya.
Dan Luka sayatan celurit itu sangat serius dan membuat mereka mati kehabisan darah.
Seorang pemuda pun menjadi gila saat melihat kedua temannya terbunuh dengan sadis keringat dingin pun meluncur dari tubuhnya bau darah pun mendominasi hutan bambu itu.
Ia pun berusaha untuk bertahan dari serangan Arwah Ningsih itu.
dengan memohon ampun kepadanya.
ia berkata " Ningsih tolong lepaskan aku...aku masih ingin hidup di dunia ini. Aku mohon lepaskanlah aku ningsih aku berjanji tidak akan mengganggu mu lagi jika hari ini kau melepaskan ku." sambil memohon ampun kepada arwah penasaran itu.
Ningsih berkata " Hihihi...manusia bodoh aku tidak akan pernah melepaskan kalian sebelum dendam ku terbalaskan. Tidakkah kalian ingan dulu saat aku masih hidup kalian memprilakukan ku dengan kejam dan tanpa perasaan kalian merusak wajah ku yang cantik dengan celurit ini , Melecehkan ku secara bersama - sama dan membuang mayat ku ke dasar jurang yang dalam dan tidak menguburnya dengan layak. Apakah kalian pantas menerima maaf dari ku jangan harap aku tidak akan dengan mudah melepaskan kalian begitu saja Hihihi....matilah kau manusia tercela."
Crattt....
Arwah Ningsih pun membunuh pemuda itu tanpa belas kasihan sedikit pun hingga darahnya mengalir keluar dan ia pun menghilang di dalam kegelapan malam yang sunyi.
Dan peristiwa berdarah itu pun mulai menyeruak ke permukaan dan membuat warga desa semakin ketakutan.
Dan pada keesokan harinya jasad ketiga pemuda itu pun di bawa ke rumah kepala desa dan warga desa pun melaporkannya kepada kepala desa yang tamak itu.
Lalu seseorang pun datang menemui kakek itu dan berkata " Datuk...gawat ketiga pemuda dari desa ini di temukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam hutan bambu tempat arwah ningsih bersemayam dan jasadnya di bawa ke rumah kepala desa." sambil terlihat hawatir.
Sang Kakek pun berkata " Apa...!!! Ini pasti ulah Arwah Ningsih lagi. Entah sampai kapan dendamnya akan terus belanjut. Cepat bawa aku ke rumah kepala desa aku ingin melihat jasad mereka." sambil terlihat hawatir.
Andre pun berkata " Queen apa kita akan ke sana untuk melihatnya...?" sambil bertanya kepada ku.
Aku pun berkata " Cepat kita ikuti kakek aku ingin melihatnya." sambil mengajak sahabat ku andre untuk melihat ketiga jasad pria itu di rumah kepala desa.
Saat kami sampai di sana warga desa pun telah berkumpul dan seketika itu juga desa itu menjadi ramai oleh pendapat orang - orang yang ada di sana.
Seorang ibu muda dengan membawa kedua anaknya berkata " Ya...tuhan mereka mati dengan cara yang mengenaskan dengan luka sayatan celurit di wajah dan dadanya. Ini sangat mengerikan." sambil memancing keributan penduduk desa yang lainnya.
Seorang wanita paruh baya pun berkata " iya...ini tidak bisa di biarkan. Kepala desa anda harus menghentikan semua ini panggil seorang cendikiawan yang dapat mengusir Arwah Ningsih itu dari desa ini sebelum makin banyak korban yang berjatuhan." sambil memberikan usulnya kepada kepala desa itu.
Seorang pria paruh baya pun berkata " apa semua ini adalah perbuatan Nenek sunyi. Nenek dari Ningsih mungkin dia sudah melakukan ilmu hitam untuk membalas dendamnya kepada kita sehingga arwah Ningsih muncul dan membunuh ketiga pemuda ini." sambil mulai memfitnah mereka dengan keji.
Seluruh warga desa pun berkata " Itu benar kalau begitu kita usir saja Nenek Sunyi dari desa atau membunuhnya saja agar dia tidak bisa menggunakan ilmu hitam lagi untuk mencelakai kita." sambil mengeluarkan pendapatnya yang bodoh.
Queen pun berkata " Tidak itu tidak boleh kalian lakukan ini bukan salah nenek sunyi ini adalah musibah yang menimpa warga desa jika kalian melakukan semua itu arwah ningsih akan semakin marah kepada kalian bisakah kalian tidak menuduh mereka sembarangan." sambil terlihat kesal.
Andre pun berkata " Queen kau..." sambil terkejut melihat keberanian Queen itu.
Seorang nenek pun berkata " Hey...nona muda tahu apa kau ini...kau hanya pendatang baru di desa ini kau tidak mengerti kecemasan kami Arwah Ningsih sudah meneror desa kami selama bertahun - tahun dan itu membuat kami resah bagaimana jika ada korban lagi." sambil membentak diri ku yang berusaha memperingatkan mereka akan kemarahan Ningsih itu.
Namun aku tetap pada pendirian ku.
Aku pun berkata " Nyonya jangan membuat keruh keadaan ini. Ini bukan kesalahan mereka Ningsih marah karna kalian tidak memprilakukannya dengan baik dan memfitnahnya dengan keji kalian lah yang memancing kemarahannya. Untuk apa memfitnah orang yang telah tiada dan menyiksa keluarganya tidakah itu terlalu kejam menurut kalian."
Sambil memperingatkan mereka sekali lagi.
Namun tetap saja mereka tidak ingin mendengarnya.
Mereka berkata " Kau tidak perlu menasehati kami nona muda kami tahu apa yang terbaik untuk hidup kami dan satu - satunya cara adalah dengan mengusir Nenek Sunyi dari kampung ini dengan begitu arwah Ningsih tidak bisa mencelakai kami lagi." sambil menatap ku dengan penuh kebencian.
Aku pun berkata " Baiklah beri aku waktu untuk membuktikannya kepada kalian jika Ningsih dan neneknya tidak bersalah aku akan mencari pelaku ilmu sihir yang sesungguhnya agar kalian berhenti menuduhnya sebagai gadis pembawa sial."
Sambil meyakinkan mereka agar mereka tetap bersabar sampai pelaku yang sebenarnya tertangkap.
Kepala desa pun berkata " Tidak mereka semua benar nenek sunyi harus di usir dari desa ini agar tidak meresahkan warga." sambil terlihat kesal dengan keberanian gadis itu.
Sang Kakek pun berkata " Pak...Kepala desa anda tidak boleh mengambil keputusan yang gegabah biarkan mereka mencari beberapa bukti untuk menangkap pelaku yang sebenarnya dari kasus beberapa tahun lalu dan membersihkan Nama Ningsih dari segala tuduhan kalian. Aku yang akan bertanggung jawab atas semuanya tapi izinkan mereka untuk mencari orang itu dengan begitu desa kita akan kembali damai seperti dahulu."
Sambil berdiri membela diri ku dan Andre.
Aku sudah bertekat untuk mencari sumber dari masalah ini agar arwah ningsih tenang di sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Darien Gap
sampe sini dulu vio. 4 bunga mluncur🙏🙏🙏
2024-09-01
1
Kia Shoji
Queenn balik aja deh gak usah ikutan.. 😭😭😭
2024-08-08
1