Bab 19

Ujian kelulusan telah selesai. Misca dan mark sangat bangga ketika mendengarkan ryn dinyatakan lulus dengan peringkat pertama dari seluruh siswa kelas 3 di Infinity High School.

Bukan hanya ryn beserta keluarganya yang senang, karna ternyata carla juga peringkat 2 di susul willy peringkat ke 3 dan rian yang ke empat.

Setelah dinyatakan lulus, carla mengajak ryn, rian dan willy pergi ke vila miliknya yang baru saja di hadiahkan martin dan dewi bundanya.

"Indahkan pemandangan dari atas sin?" tanya carla sangat senang dengan hadiah yang di berikan kedua orang tuanya karena dia lulus dengan hasil yang memuaskan.

"Selamat atas hadiahnya" ucap rian bahagia melihat kekasihnya bahagia seperti ini.

Mereka berempat diberikan izin oleh keluarga mereka untuk menghabiskan liburan mereka di vila tersebut.

"Udah sore, apa kita mulai aja bakar-bakar ikannya?" ajak carla.

Semua setuju, mereka turun ke halaman vila dan disana sudah tersedia semua peralatan untuk bakar-bakar ikan dan ada beberapa macam ikan yang akan mereka nikmati di sore menjelang malam ini.

"Jadi kapan lo ke jerman? Apa gue perlu ikut kuliah disana buat nemenin lo?" tanya carla tanpa menatap ryn karna fokus membakar ikan di depannya.

"Biar aku aja" Rian langsung mengambil alih menggantikan carla membakar ikan.

Carla dan ryn akhirnya duduk saja sembari melihat dan membiarkan para lelaki dingin di depan sana yang menyiapkan ikannya untuk mereka.

"Trus giman? Apa gue ikut lo aja kuliah disana?" tanya carla sekali lagi.

"Kenapa harus ikut sama gue?" Ryn malah balik bertanya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Entahlah, gue cuma pengen ikut aja" jawab carla dengan santainya.

Dreet.

Dreet.

Ryn melihat siapa yang menghubunginya dan dia langsung menjawab panggilan yang baru masuk di ponselnya yang ternyata dari jack.

"Ada apa?" tanya ryn setelah panggilan terhubung.

"Nona, apa anda sedang bersama teman anda ada di vila yang anda katakan kemarin?" tanya jack terdengar seperti orang yang terburu-buru.

"Jangan bertele-tele, katakan saja ada apa?" ucap ryn paling tidak suka basa-basi.

"Dengarkan saya baik-baik, sekarang nona ajak teman-teman nona pergi dari vila itu"

"Ajak mereka kemanapun tapi jangan beritahu mereka apa yang terjadi saat ini" jelas jack berusaha tenang agar bisa menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.

Willy tiba-tiba menghentikan aktivitasnya, dia baru saja menyadari sesuatu yang mencurigakan dari luar dinding pagar vila itu.

Dengan cepat dia memberitahukannya pada rian, seketika itu juga rian mematikan bara api sehingga ikan yang hampir saja matang harus menganggur di atas panggangan.

Setelah itu mereka berdua langsung menghampiri ryn dan carla.

"Memangnya ada apa?" tanya ryn penasaran.

Belum juga jack menjawab, tiba-tiba sebuah kilasan kejadian baru lagi muncul di pikirannya bertepatan rian dan willy tiba di hadapan mereka.

"Tunggu" pekik ryn tiba-tiba mengejutkan carla dan lainnya.

"Menunduk!" pekik ryn.

DOR.

Suara tembakan langsung terdengar dan peluruh melesat cepat ke arah rian.

Ryn berdecih karna dia kesal kenapa dia terlambat mengetahui hal ini.

Ternyata rian dengan santainya bisa menghindari tembakan tersebut, dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, dia benar-benar santai dengan wajah datarnya.

"Kalian ingin melawan mereka? Atau pergi dari tempat ini?" tanya ryn siap sedia jika yang lain ingin bertarung.

Mereka belum tau siapa orang-orang di luar sana dan tanpa sadar ryn telah mengakhiri panggilan yang terhubung dengan jack karna terkejut.

"Sayang, ajak ryn masuk ke dalam, aku dan willy akan membereskan mereka" ucap rian.

Carla menganggukkan kepalanya, dia menarik tangan ryn tapi dengan cepat ryn menolak ajakan carla.

"Kalian sedang meremehkan aku?" Tanya ryn dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Sekalipun bela diri kalian sangat terlatih atapun keahlian menembak kalian sangat terlatih" Ryn sengaja menjeda ucapannya, "Kalian tetap tidak bisa mengalahkan mereka!" sambung ryn.

Sedangkan di luar sana, para musuh mulai mencari cara untuk bisa masuk ke dalam vila itu.

Ryn dan lainnya tidak punya banyak waktu untuk berpikir.

"Baiklah, mendingan masuk ke dalam vila sekarang" ajak ryn.

Rian dan willy tidak mau masuk, tapi carla memaksa mereka sehingga mereka terpaksa mengikuti keinginan carla.

"Cari mereka di dalam vila itu, mereka tidak mungkin bisa keluar dari area vila ini karna kita sudah mengepung semua area di bukit ini" ucap pria yang memimpin para musuh.

Musuh berpencar untuk mencari keberadaan ryn dan lainnya, tapi musuh tiba-tiba menghentikan langkah mereka ketika melihat seorang gadis baru saja keluar dari pintu utama vila dengan santainya muncul di hadapan musuh.

Pemimpin pasukan musuh kaget ketika merasakan aura yang sangat mengerikan yang di pancarkan gadis di hadapannya.

Aura yang dia rasakan sangat mirip saat dia bertemu seseorang yang sangat dia kenal di masa lalu.

"Alexa" batin pria itu terdiam sejenak.

"Lio" batin ryn juga menyebutkan nama pria itu.

Siapa gerangan pria bernama lio tersebut?

Ternyata dulu alexa dan lio adalah teman dekat dimasa lalu. Mereka menjadi pembunuh bayaran bersama-sama karena ingin membalaskan dendam pada pelaku yang telah membunuh keluarga mereka.

Namun, karna target mereka beda orang makanya mereka berpisah dan mencari target mereka masing-masing.

"Siapa kalian? Bagaimana kalian bisa masuk ke dalam sini?" tanya ryn berpura-pura seakan menjadi seorang gadis polos.

"Diam disitu atau kamu akan menyesal!" ucap salah satu musuh mengarahkan senjatanya ke arah ryn.

"Katakan, apa kau putri tuan martin?" tanya lio menatap ryn penuh selidik.

"Ternyata lio mengincar carla" batin ryn.

Entah apa yang sedang direncanakan oleh ryn, dia malah menganggukkan kepalanya membenarkan bahwa dia adalah carla.

"Bawa dia" ucap lio memberikan perintah pada anak buahnya.

Salah satu anak buah lio menghampiri ryn, tapi anehnya ryn sama sekali tidak melawan dan malah membiarkan dia tertangkap oleh lio dan anak buahnya.

Akhirnya lio membawa ryn pergi meninggalkan vila itu, dia memang di perintahkan oleh orang yang menyewa jasanya untuk membawa putri ketua mafia scorpio dalam keadaan hidup-hidup.

Dan ternyata di dalam vila, carla rian dan willy di bikin pingsan sama ryn dan ryn sengaja melakukan hal tersebut entah apa alasannya.

Sepanjang perjalanan, ryn terus menatap lio yang duduk di kursi samping pengemudi dari kaca spion.

Entah apa yang sedang ryn pikirkan. Dia malah menyunggingkan seringai tipis dan terus mengamati wajah lio.

"Dia sama sekali tidak berubah, masih tampan dan masih sangat bodoh"

"Ternyata dia juga masih mudah dikelabui"

Ryn sangat ingin memukul kepala lio karena merasa lio sangat bodoh, tapi sayangnya tangan ryn sekarang sedang terikat.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

apa maksud ryn ya

2024-08-19

2

Zhee

Zhee

ceritanya bagus tpi banyak kata cih sama deg gk terlalu dibutuhkan

2024-08-19

4

kriwil

kriwil

clara mati matian njaga ryn malah sebaliknya ryn yang njaga clara😀

2024-08-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!