Bab 2

Ryn menatap misca yang sudah tertidur dengan posisi duduk di samping ranjangnya. Dia juga melihat ke arah mark yang juga sudah tertidur pulas di sofa yang tersedia di dalam ruang tersebut.

Sekarang jam 02.00 malam. Ryn tidak tidur karna dia masih bingung dengan apa yang terjadi padanya saat ini.

"Apa jiwa ku bereinkarnasi ke tubuh gadis ini"

"Aku mengira hal seperti ini hanya terjadi di dunia novel saja, tapi ternyata aku mengalaminya sendiri"

Ya, ternyata jiwa alexa berpindah dan menempati tubuh ryn. Hal yang sangat sulit di mengerti tapi inilah kenyataannya yang terjadi pada alexa.

Tiba-tiba kepalanya sakit, memori ingatan ryn mulai muncul dalam pikirannya seperti sebuah adegan film dengan durasi yang begitu cepat.

"Aaaggh" alexa meringis kesakitan sambil memegang kepalanya, tapi dia berusaha mengeluarkan suara sepelan mungkin agar 2 orang dalam ruangan itu tidak terganggu.

"Cih! Kenapa gadis ini sangat lemah dan bodoh!" batin alexa merasa kesal sendiri karna melihat kilasan kejadian demi kejadian buruk yang selalu terjadi pada ryn dan dia merutuki kebodohan ryn yang hanya diam saja ketika di perlakukan buruk oleh semua orang.

"Hah" alexa menghembuskan napasnya dengan kasar.

"Gadis bodoh" gumamnya pelan sembari menatap wanita di depannya yang sekarang akan menjadi mamanya setelah dia menempati tubuh ryn.

Tapi alexa juga sedikit merasa kasihan setelah tau gadis bernama ryn ini mati dengan menyayat nadi di pergelangan tangannya setelah putus asa karna terus-terusan di bully di sekolahnya.

******

Ke esokan harinya.

"Kamu beneran mau sekolah besok? Sebaiknya kamu istirahat dulu sayang, kamu masih sakit dan butuh memulihkan kesehatan kamu dulu" tanya misca sambil membujuk putrinya yang tak terduga ingin sekolah besok padahal kondisi ryn belum pulih total.

Sekarang alexa berada dimansion keluarga anderson. Dia memaksa ingin pulang dari rumah sakit dengan alasan tidak tahan dengan bau khas rumah sakit yang sangat identik dengan bau obat-obatan.

Awalnya misca dan mark tidak mengizinkan, tapi alexa memaksa mereka dan pada akhirnya mereka luluh dan menuruti keinginan ryn untuk pulang.

"Aku sudah sembuh, tolong jangan memaksaku ikut keinginan kalian" ucap ryn datar.

"Tapi "

"Sudahlah ma, biarkan saja kalau ryn mau sekolah besok"

"Apa yang dia katakan juga benar, dia akan ketinggalan pelajaran karna sudah seminggu tidak sekolah" mark mulai memberikan perhatian dengan cara menuruti keinginan adiknya, walaupun dia sedikit terkejut ryn bersikap dingin.

"Ya sudah, besok mama izinin kamu ke sekolah tapi dengan syarat" ucap misca tidak ingin ada bantahan, dia melakukan semua ini demi kebaikan ryn.

Ingin sekali alexa memutar bola matanya dengan malas, misca sangat menyebalkan dimatanya, tapi dia harus menahan diri.

"Apa syaratnya?"

"Mulai besok kamu akan di temani pengawal pribadi kamu, dia akan menemani kamu dari pergi sekolah sampai pulang sekolah, dia juga akan menunggu di sekolah sampai kamu pulang"

"Wanita ini benar-benar berlebihan, sungguh menyebalkan" batin alexa.

Akhirnya alexa menyetujui keinginan misca, setidaknya pengawal pribadinya hanya akan menunggu di luar sekolah tanpa mengusiknya saat di dalam sekolah sehingga dia bisa leluasa melakukan apapun.

Setelah itu alexa masuk ke dalam kamar ryn yang berada di lantai 2 mansion itu yang memiliki 3 lantai, sedangkan kamar misca di lantai 1 dan mark menempati lantai 3.

Ketika alexa masuk ke dalam kamar ryn, dia cukup terkejut melihat suasana di dalam kamar tersebut. Gadis yang lemah tapi memiliki selera yang sama dengannya.

"Ternyata seleranya boleh juga" alexa menyunggingkan senyum tipis melihat dekor kamar ryn yang cukup unik, apalagi warna dindingnya berwarna hitam seperti di tempati gadis dengan gaya tomboy.

"Hah"

Alexa menghempaskan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang king size milik ryn.

"Gadis ini hidup dengan harta yang melimpah, tapi sayangnya sering di bully dan mati dengan cara yang konyol"

"Apa aku harus membalas orang-orang yang sering menindasnya? Tapi aku cukup kasian jika mereka nanti mati di tangan ku"

Karna pusing memikirkan semua itu, alexa memutuskan tidur karna dia harus memulihkan tenaganya sebelum melakukan semua yang dia inginkan.

Terlebih lagi alexa harus terjebak di tubuh gadis lemah seperti ryn, jelas tenaga ryn tidak sama seperti tenaga alexa di tubuh aslinya yang kekebalan tubuhnya sangat kuat dan tidak mudah sakit, tidak seperti ryn.

Akhirnya alexa bisa istirahat sepuasnya. Selama ini dia selalu kurang tidur karna melakukan perkerjaannya yang menguras semua waktunya. Mulai hari ini dia akan memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk melakukan semua hal yang selalu ingin dia lakukan saat masih di tubuh asli alexa.

**

Waktu terus berlalu dan sekarang mobil yang mengantar alexa baru saja berhenti di parkiran sekolah.

"Nona, anda bisa menghubungi saya kapan saja jika anda membutuhkan bantuan saya, semoga hari anda menyenangkan" ucap jack pria muda berusia 28 tahun yang menjadi pengawal pribadi alexa mulai hari ini.

"Ya, makasih" jawab ryn datar dan begitu singkat.

Jack terkejut melihat sikap dingin ryn. Selama dia bekerja pada mark, dia sempat bertemu ryn beberapa kali, tapi ryn yang dulu sangat kalem dan pendiam, berbeda dengan apa yang dia lihat sekarang.

Akhirnya ryn masuk kedalam sekolah, setiap siswa yang berpapasan dengannya sangat kaget melihat perubahan ryn yang terlihat sangat dingin.

Sedangkan jack hanya bisa terdiam dan menjalankan tugasnya tanpa harus mengomentari sikap nonanya.

Alexa terus berjalan menuju kelasnya. Dia tidak peduli dengan tatapan para siswa. Jika saja ryn yang asli yang masih menempati tubuh ini, pasti kepalanya akan terus menunduk ketakutan.

Pada akhirnya dia masuk ke dalam kelasnya yang selalu menjadi tempat menakutkan bagi ryn yang asli.

"Wah wah wah"

"Coba lihat siapa yang baru saja masuk ke dalam kelas kita guys" teriak salah satu gadis siswa di kelas tersebut menyambut kehadiran ryn.

Tapi tak terduga, mereka melihat ryn biasanya menunduk saat masuk kelas sekarang masuk dengan gaya yang berbeda serta aura yang cukup berbeda juga dari biasanya.

Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, ryn yang mereka lihat saat ini terkesan dingin dengan wajah datarnya.

"Mereka pasti terkejut melihat perubahan gadis ini" batin alexa menyunggingkan seringai tipis.

Akhirnya alexa duduk di kursi ryn. Dia ingat di mana meja ryn yang bertepatan ada di depan meja rima, gadis yang selalu membully ryn yang asli.

Suasana di dalam kelas benar-benar mencekam, tapi belum ada yang memulai pembullyan terhadap ryn.

Disisi lain ada willy, pria tampan yang terkenal dingin dan cuek yang ternyata tak sengaja melirik ryn. Namun hanya sebentar dan dia kembali fokus dengan ponselnya.

Terpopuler

Comments

wibz kitchen

wibz kitchen

abis koma biasanya badan masih lemah dan sakit2an..

2024-11-01

0

Al^Grizzly🐨

Al^Grizzly🐨

Maaf thor..kalau di Novel lain...jiwa yg masuk ke tubuh orang lain..dia juga harus pakai nama yg punya tubuh...tidak ada lagi nama yg punya jiwa...dan juga Ibu dan kakaknya sangat baik pada ryn..kenapa harus bersifat dingin juga sama ibunya..kecuali orang yg biasa membully atau orang yg tak di kenal..Ryn boleh bersifat dingin.

2024-10-20

2

hasmi ati

hasmi ati

suka ma serita ni.yg g mudah ditindas n suka bls dendam

2024-08-21

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!