Bab 15

Pagi ini menjadi pagi yang buruk untuk rima, hana dan gisel, tapi bukan hanya mereka saja yang harus mempertaruhkan segalanya karna masalah ini.

Keluarga rima dan kawan-kawannya sedang berkumpul di ruang kepala sekolah. Disana terjadi keributan karna orang tua mereka marah dan tidak terima putri mereka di perlakukan buruk di sekolah ini.

"Tuan adrian, seharusnya anda menanyakan pada putri anda, kenapa dia melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan pada adik pemilik sekolah ini" ucap carli kepala sekolah Infinity High School.

"Apa maksud anda tuan carli?"

"Jadi anda menyatakan bahwa benar semua itu murni karna kesalahan putri saya?"

"Bagaimana kalau ternyata gadis itu yang mencari masalah duluan pada putri saya lalu putri saya nyatanya hanya membalasnya saja?" bantah adrian tidak ingin percaya kalau rima sengaja melakukan hal sebodoh itu.

"Jadi maksud anda kami tidak mencari tau kejadian yang sebenarnya?" Carli menahan kesal karna harus menghadapi orang tua murid yang sangat keras kepala.

"Saya mengundang kalian datang kesini untuk memberitahukan bahwa kami pihak sekolah Infinity High School telah resmi mengeluarkan putri kalian"

"Saya selaku kepala sekolah mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya terutama untuk rima, hana dan gisel karna kejadian ini"

"Terima kasih atas kontribusi kalian di sekolah ini dan dengan ini saya kira rima, hana dan gisel bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya"

"Rima ayo pulang! Papa akan tuntut sekolah ini karna berani keluarkan kamu dengan cara tidak terhormat seperti ini!"

Rima, hana dan gisel beserta keluarga mereka masing-masing langsung keluar dari ruang kepala sekolah.

Mereka menjadi pusat perhatian, para siswa sangat heboh mendengarkan bahwa rima dan kawan-kawannya di keluarkan dari sekolah karna mencari masalah pada ryn.

"Pergi sana! Dasar pembuat onar!"

"Akhirnya 3 nenek sihir itu keluar dari sekolah ini!" para siswa mengantarkan kepergian rima dan lainnya dengan kata-kata pedas yang jelas menyayat hati mereka dan tentunya sangat memalukan.

"KALIAN PANTAS DI KELUARKAN! KALIAN PEMBUAT ONAR YANG SELALU MENYIKSA PARA SISWA LEMAH ! AKHIRNYA KAMI BEBAS!"

Teriakan terakhir dari seorang siswa perempuan berhasil membuat rima dan lainnya semakin merasa malu.

Disaat itu juga orang tua mereka bertiga tau kalau putri mereka telah melakukan kesalahan yang fatal yang ternyata tidak mereka ketahui.

"Lo senang berhasil keluarin mereka dari sekolah ini?" tanya carla berdiri tepat di samping ryn yang sedang menatap kepergian rima dan kawan-kawannya dengan tatapan dingin serta wajah datarnya.

"Ini belum berakhir, masih banyak permainan baru dan gue bakalan ajak mereka untuk bermain" jawab ryn dengan wajah datarnya.

Mendengarkan hal itu membuat carla menyunggingkan senyum tipisnya, dia semakin tertarik ingin melihat apapun yang ingin ryn lakukan kedepannya.

******

DOR.

DOR.

Nathan tangan kanan mark baru saja membasmi para musuh yang hendak melarikan diri dari kejarannya.

"Cepat singkirkan mereka dari hadapanku" ucap nathan dengan tatapan dinginnya.

Anak buahnya langsung melakukan perintah nathan, sedangkan nathan berjalan masuk ke dalam markas musuh.

Ternyata para musuh yang baru saja dia lenyapkan adalah mafioso gold dragon yang hendak melarikan diri dan sekarang nathan sedang berada di markas gold dragon yang ada di indonesia.

"Mereka ingin menghilangkan jejak dengan berniat menghancurkan markas mereka sendiri" batin nathan yakin dengan dugaannya, lalu dia memanggil satu anak buahnya.

"Carikan aku tempat yang berpotensi untuk di jadikan sebuah markas" ucap nathan.

"Baik tuan"

Nathan kembali memperhatikan semua sudut markas di depannya.

"Kalian salah mencari lawan, apalagi berani berniat menyakiti adik kesayangan tuan mark" setelah mengatakan itu, nathan langsung pergi meninggalkan markas musuh yang belum sempat di hancurkan karna dia datang di waktu yang tepat.

******

Jam pulang sekolah pun berlalu dengan cepat. Diperjalanan pulang ke rumahnya, willy dihadang oleh anak buah mark tapi tidak untuk melakukan hal yang buruk melainkan mengajak willy untuk bertemu dengan mark di salah satu restoran milik mark.

Akhirnya dengan terpaksa bercampur penasaran, willy mengikuti mereka dan tibalah ia di restoran tujuan.

Willy masuk ke dalam restoran diantarkan oleh anak buah mark dan dia memasuki ruangan VVIP. Di dalam sana dia menghampiri mark yang sedang duduk sendirian sambil menikmati secangkir kopi.

"Duduklah" ucap mark dan langsung di lakukan willy.

Mark menatap willy dengan tatapan yang sulit diartikan namun willy sama sekali tidak terusik dengan tatapan tersebut.

"Maaf, kenapa anda meminta saya kesini?" tanya willy dengan tenang.

"Apa benar kamu telah melindungi adik saya saat musuh ayahmu melesatkan tembakan ke arahmu?" Mark langsung menanyakan intinya.

"Ya, saya orangnya" jawab willy tanpa ragu.

Mark tersenyum tipis sembari meminum kopinya lalu kembali menatap willy dengan sejuta makna yang tersembunyi.

"Saya akan memberikanmu hadiah karna sudah melindungi adik kesayangan saya, katakan saja apa yang kamu inginkan, saya akan mengabulkan apapun yang kamu minta" ucap mark.

"Anda tidak perlu memberikan saya hadiah apapun, apa yang saya lakukan nyatanya hanya sebatas spontan karna adik anda berada di depan saya" ujar willy.

Mark kembali menyunggingkan senyumannya, entah kenapa dia sangat yakin pemuda di depannya tidak mengatakan yang sebenarnya.

"Apa kamu suka sama ryn?"

Pertanyaan yang di lontarkan mark berhasil membuat willy tercengang walaupun ekspresi wajahnya tetap datar.

"Banyak orang yang meminta saya untuk menjodohkan putra mereka dengan adik saya, tapi saya jelas menolak mereka secara terang-terangan karna saya ingin adik saya yang memilih sendiri pendampingnya nanti dimasa depan"

"Tapi setelah saya melihat kamu secara langsung, mungkin saya bisa merekomendasikan kamu pada adik saya"

"Kelihatan juga sepertinya adik saya tertarik sama kamu setelah dia menyuruh saya mengirimkan hampers dengan isian yang berbeda padamu" sambung mark panjang lebar.

Willy terdiam mendengarkan semua itu, dia berpikir bahwa ryn tidak mungkin menyukainya, disisi lain dia juga tidak punya perasaan lebih terhadap ryn.

"Maaf tapi saya masih fokus dengan sekolah saya, dan saya juga yakin ryn tidak mungkin menyukai saya karna kami tidak dekat seperti yang anda kira"

Tiba-tiba willy berdiri dari duduknya.

"Jika hanya itu yang ingin anda bahas, maka saya pamit pulang sekarang" ucap willy.

Mark menganggukkan kepalanya mempersilahkan willy untuk meninggalkan ruangan itu.

Setelah itu willy pun keluar dari ruangan itu, di dalam sana mark mengembangkan senyumannya.

"Anak-anak zaman sekarang, kenapa mereka memilih memendam perasaan mereka alih-alih mengungkapkannya" batin mark merasa lucu.

Entah kenapa dia tertarik pada willy setelah mendengarkan semua yang willy katakan.

Tanpa willy sadari, mark sudah memberikan lampu hijau jika willy ingin menjalin hubungan dengan ryn.

Terpopuler

Comments

Umi Umi

Umi Umi

seru

2024-10-05

0

Viona Syafazea

Viona Syafazea

si ryn asli bego ya, padahal kakaknya punya kekuasaan yg besar kenapa gk dimanfaatkan buat lindungi diri sendiri dari yg membulinya bukannya malah bunuh diri ckckckckck aneh.. 😏😏

2024-08-20

4

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

marc mafia no 1 tapi sayan kamu tidak bisa melindungi adikmu...kamu terlambat...

2024-08-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!