Malam semakin larut, para siswa terpaksa harus tidur dengan perasaan gelisah.
Sebenarnya malam ini panitia sudah memutuskan untuk membawa semua siswa pulang dari lokasi perkemahan, tidak mungkin para guru membahayakan nyawa semua siswa, tapi mereka tidak bisa pergi karna semua bus tiba-tiba mogok tidak tau apa penyebabnya.
"Apa yang kalian berdua lakukan diluar? Cepat masuk ke dalam tenda kalian sekarang juga" salah satu polisi menyuruh carla dan rian masuk ke dalam tenda ketika melihat mereka berdua sedang duduk diam sambil menghangatkan tubuh di dekat api unggun.
Carla menatap polisi itu dengan tatapan dingin membuat orang yang ditatap menautkan kedua alisnya tak percaya ada yang berani menatapnya seperti itu.
"Ada apa dengan tatapan mu itu? Kalian tidak tau kalau bahaya bisa saja muncul tiba-tiba?"
"Kami hanya ingin menghangatkan tubuh, seperti yang anda tau cuacanya cukup dingin malam ini" ucap carla dengan wajah datarnya.
Polisi tersebut tercengang mendengarkan seorang gadis dengan santainya membantah ucapannya.
Tiba-tiba rekan polisi tersebut menghampiri mereka dan membisikkan sesuatu yang berhasil membuat polisi yang menegur carla dan rian terdiam.
"Saya tidak peduli sekalipun mereka anak presiden, sekarang bukan waktunya mempedulikan kehangatan tubuh dalam situasi yang seharusnya kalian waspadai"
"Cepat masuk ke dalam tenda atau saya akan memberikan kalian hukuman jika tidak mengikuti peraturan"
Carla menyunggingkan senyum tipisnya menatap polisi itu. Dia yakin rekannya pasti telah memberitahu siapa carla dan willy, tapi carla kagum karna polisi itu melakukan tugasnya dengan baik tanpa memandang siapapun yang sedang dia hadapi dengan keamanan bersama.
"Baiklah kami akan masuk ke dalam tenda" ucap carla berdiri dari duduknya diikuti rian yang hanya mengikuti apapun keinginan carla.
Pandangan carla ternyata tertuju pada nama polisi tersebut yang tertulis di seragam polisi itu.
"Andres orlando, Anda sudah menjalankan tugas dengan baik pak polisi, semoga nanti kita bertemu lagi dengan situasi yang berbeda dan selamat menjalankan tugas anda" sambung carla dengan tatapan yang sulit diartikan.
Carla langsung menarik rian masuk ke dalam tenda milik rian dan willy. Kenapa carla bisa sesantai itu berduaan di dalam tenda? Apa dia tidak takut rian melakukan sesuatu padanya?
Jawabannya tidak sama sekali, karna rian memang sudah dijodohkan dengannya bahkan mereka sudah bertunangan tapi hanya keluarga mereka yang tau.
Selama mereka berpacaran nyatanya mereka pernah beberapa kali tidur bersama saat rian atau carla tidak diperbolehkan pulang saat berkunjung ke rumah mereka masing-masing.
Rian tidak pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar memeluk carla dan carla percaya rian tidak akan melakukan hal yang kotor padanya.
Sedangkan willy baru saja keluar dari tenda dan duduk tepat di depan tenda, dia tidak ingin mengganggu tidur ryn.
"Apa ini?" ucap willy saat melihat tangan kirinya terluka.
Tanpa dia sadari, tangannya terluka karena tadi dia melindungi kepala ryn dengan tangannya.
"Apa yang kamu lakukan? Masuk ke dalam tendamu lagi" Polisi bernama andres yang tadi menegur carla dan rian datang menghampiri willy.
"Di dalam ada temanku yang sakit, saya hanya berjaga disini agar tidak mengganggu tidurnya" jawab willy datar.
Andres pun mengecek ke dalam tenda dan ternyata benar dia melihat seorang gadis sedang di kompres dengan kain didahinya sedang tertidur di dalam tenda itu.
" Kenapa pria dan wanita bisa menempati satu tenda seperti ini? Tadi juga ada 2 orang pria dan wanita yang masuk ke dalam tenda bersama?" tanya andres penuh selidik.
"Pasti carla dan rian" batin willy.
"Biarkan saya duduk disini, saya tidak akan pergi kemanapun, hanya menjaga teman saya dari luar sini" ucap willy sengaja mengalihkan pembicaraan.
Andres menyadari bahwa willy baru saja mengalihkan topik pembicaraan, tapi dia mengizinkan willy duduk di luar tenda, dia pergi dan akan memantau willy dari jarak jauh.
Setelah itu willy mengambil kursi lipat kain yang sering di gunakan saat bersantai lalu dia tidur di kursi itu.
****
Jam 02.00 malam ryn terbangun dari tidurnya, dia menyingkirkan kain didahinya kemudian menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya.
Dia memposisikan tubuhnya duduk, ryn mengusap keringat yang membasahi wajahnya karena memakai selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya tadi.
"Aaarrgghh"
Ryn meringis kesakitan langsung memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.
Tiba-tiba kilasan ingatannya selama hidup di tubuh asli alexa berputar di kepalanya, bukan hanya ingatannya saja tapi ada beberapa kejadian yang belum pernah dia lihat tiba-tiba muncul dan tubuhnya mulai terasa panas.
Perlahan ryn menurunkan tangannya, suhu tubuhnya kembali normal dan dia mulai menyunggingkan seringai tipis.
"Akhirnya kekuatanku kembali juga" Gumam ryn.
Ternyata apa yang baru saja terjadi padanya adalah proses kembalinya kekuatan mata batinnya yang sempat menghilang ketika jiwanya menempati tubuh ryn.
Tapi beberapa saat kemudian tubuhnya kembali panas, namun ryn bisa menahan rasa panas di tubuhnya, itu bisa dia lakukan karna kekuatannya telah kembali.
"Tangannya terluka saat lindungi kepala gue tadi, dimana dia sekarang?" gumam ryn mengingat kembali kejadian tadi saat willy berusaha melindunginya.
Akhirnya ryn keluar dari tenda, dia mendapati willy tertidur di depan tenda. Ryn masuk kembali ke dalam tenda mengambil kotak p3k, dia berniat ingin mengobati luka di tangan willy dan setelah itu dia keluar dan mulai mendekati willy.
Ryn meraih tangan kiri willy yang terluka, tapi apa yang dia lakukan malah membangunkan tidur willy.
"Apa yang kau lakukan?" tanya willy dengan tatapan dingin serta wajah datarnya.
Willy menarik tangannya dari genggaman ryn, tapi dia terkejut karna ryn malah memukul lengan willy dan langsung menarik tangan willy kembali.
"Diam sebentar saja, bukannya luka di tanganmu karna melindungiku tadi" ucap ryn dengan wajah datarnya.
Willy terdiam sejenak sembari melihat ryn mulai mengobati tangannya dan dia tidak menghindari hal itu, dia memperhatikan wajah ryn yang masih dibasahi keringat.
Setelah itu ryn selesai mengobati tangan willy, tapi disisi lain sebenarnya ryn sengaja melakukan itu karna dia ingin memastikan kekuatannya sudah kembali atau belum dan ternyata sudah kembali sesuai dugaannya.
"Hah" Ryn menghembuskan napasnya dengan pelan.
"Makasih tadi sudah melindungiku" ucap ryn sembari mengarahkan pandangannya pada willy.
"Lupakan saja, masuk lah" ucap willy langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Tentu saja ryn langsung masuk ke dalam tenda tanpa mempedulikan willy, nyatanya dia memang ingin beristirahat untuk memulihkan kondisinya yang belum stabil setelah kekuatannya kembali.
Sedangkan willy mengangkat tangannya melihat lukanya yang sudah diobati lalu di perban sama ryn.
Tapi ternyata willy dan ryn tidak sadar kalau andres sedari tadi terus memantau mereka berdua.
"Anak zaman sekarang kalau pacaran benar-benar gk bisa lihat tempat dan situasi" batin andres menggelengkan kepalanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
nah ini baru seru kekuatan alexa udah kembali...
2024-08-19
2
syh 03
semoga bnyk lg yg baca novelmu thor..bgus soalnya 😊😊
2024-08-14
1
Jamsmira Jamly
salah tuh gak pacaran lagi tuh
2024-08-14
1