Hutan yang menjadi lokasi perkemahan yang di ikuti ryn ternyata adalah area markas gold dragon yang ada di indonesia.
Sekarang seluruh siswa sedang duduk melingkari kobaran api unggun yang sedang menyala begitu indah menemani malam terakhir perkemahan ini di laksanakan.
"Gue mau ke toilet sebentar" ucap ryn pada carla dengan wajah datarnya.
Carla menganggukkan kepalanya. Ryn pergi meninggalkan lapangan utama tapi nyatanya dia tidak pergi ke toilet melainkan masuk ke dalam hutan.
Di dalam hutan ada jalan untuk menuju tempat untuk bersantai di hutan itu. Ryn sama sekali tidak takut pergi sendirian apalagi sepanjang jalan telah diterangi lampu.
Ryn pun tiba di tempat tujuannya, disana ada kursi dan dia langsung duduk meringkuk menyandarkan kepalanya di kakinya.
"Cepat bawa si culun ke tempat yang gue maksud, gue harus mengakhirinya malam ini" ucap rima memerintahkan hal tersebut pada hana dan gisel.
Rima langsung berpisah dengan kedua sahabatnya. Hana dan gisel langsung mencari keberadaan ryn.
Tapi saat rima berjalan ke arah dimana tempat tujuannya, langkah kaki rima terhenti, dia tersenyum tipis melihat orang yang dia cari ternyata ada ditempat yang ingin dia tuju.
"Ternyata lo disini culun" ujar rima telah berdiri tepat dihadapan ryn, namun ryn masih duduk meringkuk.
Melihat lawan bicaranya hanya diam saja, rima mulai merasa kesal, saking kesalnya dia langsung menarik rambut ryn tapi saat tangannya sudah menggenggam rambut ryn, tangan ryn tiba-tiba menahan tangannya.
"Lepasin tangan Lo sialan! Jijik banget tangan gue lu sentuh!" pekik rima tidak suka ryn menyentuh tangannya.
"Pergilah, gue lagi gk pengen cari masalah, tolong tinggalin gue sendiri disini" ucap ryn dengan suara pelan sembari melepaskan genggaman tangannya dari tangan rima.
Rima menautkan kedua alisnya mendengarkan ucapan ryn, bukannya melepaskan rambut ryn lalu pergi, rima malah menarik rambut ryn hingga ryn hampir jatuh dari duduknya.
Tapi tiba-tiba seseorang menahan tangan rima, spontan rima langsung melihat siapa yang berani menahannya dan ternyata.
"Wi..willy" ucap rima melotot kaget kemudian dengan cepat dia melepaskan tangannya dari rambut ryn.
Rima tidak mau willy mengira dia yang cari masalah sama ryn, namun kenyataan memang benar dia ingin balas dendam pada ryn.
Willy menatap rima dengan tatapan dingin membuat rima gugup, kemudian willy melepaskan tangan rima. Sedangkan ryn, bukannya membalas tapi dia malah kembali duduk meringkuk dan tidak peduli apa yang sedang terjadi di sekitarnya.
"Will, apa yang kamu lihat gk seperti yang kamu kira kok, aku sama sekali...."
"Pergilah" ucapan rima langsung di sela oleh willy dengan aura yang begitu dingin.
Padahal willy hanya menyuruhnya pergi, tapi mata rima langsung berkaca-kaca merasa sakit hati, dia merasa sakit melihat willy seakan membela ryn dari pada dirinya.
"Cih!" Rima berdecih diiringi air matanya menetes, dia langsung pergi meninggalkan willy dan ryn dengan perasaan kesal dan sakit hati.
Setelah rima pergi, willy berniat pergi juga dan tidak peduli ryn di tempat itu, tapi tiba-tiba willy menghentikan langkahnya ketika dia menyadari ada yang tidak beres disekitar tempat ini dan akhirnya dia berbalik untuk menyuruh ryn kembali ke lokasi perkemahan.
Willy berdiri dihadapan ryn yang masih saja meringkuk, dia memang pria yang dingin dan cuek tapi dia tidak bisa tinggal diam jika membiarkan siapapun dalam bahaya selama dia mengetahui bahaya tersebut.
"Kembalilah ke tenda, disini berbahaya" ucap willy dengan wajah datarnya.
Ryn tidak menanggapi ajakan willy, dia masih diam dan meringkuk.
Tiba-tiba terdengar suara seperti langkah kaki yang menginjak dedaunan kering di jarak yang lumayan dekat dengan tempat itu.
DOR.
"Sial!"
Sebuah peluruh baru saja melesat ke arah willy, untung saja willy begitu lihai bisa menghindari peluruh tersebut sehingga peluruh yang melesat ke arahnya mengenai pohon yang berada tepat dibelakang willy.
Tidak bisa di hindari, willy langsung menarik ryn berlindung di balik pohon besar yang berada disamping tempat duduk ryn.
Posisi mereka berdua saat ini, ryn terduduk bersadar di pohon dan willy berjongkok di depan ryn dengan tangan kirinya melindungi kepala ryn dari pohon itu.
Suara tembakan itu ternyata terdengar sampai ke lokasi perkemahan, para siswa langsung berkumpul berdempet-dempetan dengan guru karna ketakutan, tapi tidak dengan carla dan rian yang langsung saling tatap dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ryn, willy" ucap carla dan rian bersamaan.
Dengan cepat mereka masuk ke dalam tenda masing-masing untuk mengambil sebuah benda yang bisa membantu mereka, karna ternyata mereka sudah bisa menebak apa yang sedang terjadi saat ini.
Setelah mengambil benda yang mereka butuhkan, mereka berdua langsung lari masuk ke dalam hutan dengan waspada tentunya, mereka harus menemukan ryn dan willy yang belum kembali dari tadi.
Para guru langsung menghubungi pihak kepolisian, sedangkan di tempat willy saat ini, dia sedang memikirkan cara agar bisa membawa ryn kembali ke tenda.
"Kamu demam?" ucap willy terkejut ketika dia ingin menarik tangannya dari kepala bagian belakang ryn menggunakan tangan kanannya, dia tak sengaja menyentuh dari ryn dan saat itu juga dia tau ryn demam.
"Kenapa harus sekarang?" batin willy jadi bingung harus melakukan apa dalam situasi seperti ini, apalagi ryn demam.
Namun suara tembakan 3 kali berturut-turut kembali terdengar di jarak yang sangat dekat dari tempat ryn dan willy.
Willy diam sejenak mengamati situasi sekitar, dia merasa ada yang aneh karna suara tembakan barusan terdengar dari 2 arah yang berbeda.
"Sepertinya ada pertempuran 2 kelompok mafia di sekitar sini, tapi kenapa harus hutan ini dan siapa mereka?" batin willy sangat yakin dengan dugaannya.
Tapi detak jantung willy tiba-tiba berdetak dengan cepat, ternyata ryn baru saja memeluknya walapun tangannya tidak sepenuhnya memeluk tubuh willy, tangannya hanya memegang baju willy
"Gold dragon dan scorpio, kedua mafia itu yang melakukan tembakan barusan, mafioso scorpio sedang melindungi kita karna kamu" ucap ryn dengan suara lemah yang berhasil membuat willy melotot terkejut.
"Dari mana kamu tau mereka kelompok mafia? Siapa kamu sebenarnya?" tanya willy langsung melepaskan tangan ryn dari bajunya.
Perlahan ryn membuka matanya dan mengangkat kepalanya menatap willy dengan tatapan sayup.
"Tidak perlu takut, mereka tidak akan menyakiti kita"
Setelah mengatakan hal tersebut, ryn pun pingsan dan willy langsung menahan tubuh ryn yang hampir jatuh ke tanah.
Tidak bisa di pungkiri willy sangat terkejut mendengarkan semua yang ryn katakan, tapi dia mulai percaya apa yang ryn katakan setelah carla dan rian tiba-tiba berlari ke arah mereka dan tidak terjadi apapun sampai mereka tiba dihadapan willy.
"Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia bisa tau apa yang terjadi saat ini dan bagimana dia tau kedua kelompok mafia itu?" batin willy menatap ryn dengan tatapan yang sulit di artikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Daniela Whu
knp bisa demam,katax mafia kok mental tempe, baru ditinggal pacar kawin, mungkin pacarnya juga gk setia dl sm alexa makanya secepat itu dia menikah
2024-11-13
1
Nf@. Conan 😎
Ehh....
bkannya tdi ntik Ryn knapa bru nyadar klau Ryn demam ya 🤔🤔🤔
2024-10-13
0
Hanie Soemieatie
ko rynterlihat rapuh yahh.. hrus nya lebih strong lagi untuk balas dendam... hmmm
2024-09-04
1