chapter 15

******

"kemana dia?" tanya valerie pada dirinya sendiri saat ia membuka pintu kamar dan tak menemukan axcel disana.

Karena merasakan badannya yang lengket ia pun segera berlalu masuk kedalam kamar mandi. Karena terburu buru dan juga karena berfikir axcel tidak berada di dalam kamar. Ia masuk tanpa membawa pakaian ganti.

"ah, sudahlah. Dia juga gak ada dikamar" setelah 15 menit melakukan rituan mandinya. Valerie meraih handuk pendek milik axcel. Ia mencari bathrobe namun, ia tak menemukannya. Karena sudah kedinginan dan tak memiliki pilihan lain ia segera menyambar handuk, yang tersusun rapi dilemari pojok kamar mandi lalu memakainya.

Deg!!!!

Begitu ia membuka pintu kamar mandi dan langsung bertemu tatapan axcel yang juga tengah melihat kearahnya. Jantung valerie berdetak tak karuan wajahnya seketika terasa panas ia yakin jika sekarang wajahnya sudah memerah seperti udang rebus.

"kamu mau apa?" tanya valerie saat melihat axcel tengah berjalan kearahnya. Ia sontak panik karena axcel tak menjawab pertanyaannya namun, pria itu tetap melanjutkan langkah kearahnya.

"xcel jangan macam macam" peringat valerie sebab punggungnya sudah mentok di tembok.

axcel mengunci pergerakan valerie dengan mengungkung tubuh gadis itu. Melihat wajah gemas valerie membuatnya bersemangat untuk menggodanya. Rasanya ada kebahagiaan tersendiri kala menikmati wajah merona valerie yang terlihat berkali kali lipat lebih cantik.

"cuman satu macam kok" ucap axcel pelan.

"ingin menggodaku? Hm?" tanya axcel dengan senyuman miring yang tercetak jelas dibibirnya membuat valerie bergidik ngeri.

"siapa juga yang menggodamu" sangkal valerie. Dan emang benar valerie tidak memiliki niat untuk menggoda lelaki itu. Namun, waktu dan kondisi sedang tidak sejalan dengan valerie sekarang. Kehidupan tentram valerie mulai terusik saat ia memutuskan untuk pindah disana terlebih lagi harus sekamar dengan sang suami.

"lalu ini?" tanya axcel sambil memengang ujung handuk mini valerie yang sedang membungkus badan mungilnya.

"eh, axcel jangan usil" pekik valerie ia meletakkan kedua tangannya diatas dadanya dengan erat.

"kamu milikku" ucap axcel sembari menjauh dari tubuh valerie.

Jantung valerie berdetak dua kali lebih kencang dari sebelumnya. Bahkan, rasa panas dingin menjalar kesuruh tubuhnya. Bagaimana bisa lelaki dingin seperti axcel sangat pandai menggombal. Apa katanya miliknya? Valerie menggelengkan kepalanya mengusir fikiran lain yang hendak merambat masuk kedalam otak kecilnya itu. Valerie terus menatap punggung axcel yang sedang berjalan menuju ranjang dan membaringkan badannya disana.

"apa kamu menungguku menggendongmu? Atau memakaikan kamu baju? Aku tidak keberatan sama sekali" ucap axcel tanpa menoleh kearah valerie ia duduk dengan santainya lalu meraih laptopnya dan membawanya diatas pangkuannya. Tingkah lelaki itu terlihat biasanya seperti tak ada beban sedikit pun setelah mengeluarkan kata kata yang sedikit mesum bagi valerie.

yang masih suci.

"apaan sih" valerie mengalihkan wajahnya dan mencari keberadaan kopernya namun, sayang ia tak melihatnya dimana pun.

"semua kebutuhanmu ada didalam ruang ganti" ucap axcel lagi.

Apa dia seorang cenayang? Pikir valerie ia pun segera melangkah dengan cepat menuju ruang walk in closed.

Brakk... bunyi dentuman pintu yang lumayan keras dan pelakunya adalah valerie. Untuk mengusir rasa gugup yang mendominasinya ia sengaja membanting pintu. Ia pun menyandarkan punggungnya disandaran pintu dan sambil mengelus dadanya yang terus saja berdetak tak karuan. Melihat itu axcel hanya menggeleng kepalanya sambil tersenyum menatap pintu ruang ganti.

"gila. Bisa bisa gue terserang penyakit jantung jika seperti ini terus. Dasar axcel sial*n" gerutu valerie ia pun menggelengkan kepalanya lagi. setahunya axcel bukanlah tipe pria yang mesum. Namun, apa ini? Apakah itu memang sifat asli axcel?. Jika itu benar berarti valerie yang tak mengenali suaminya didua kehidupan ini.

"astaga valerie mikirin apa sih. Jelas saja kamu tak mengetahui segala sesuatu tentang dia. Orang dikehidupan itu otak lo ketimbun sampah" ucap valerie lagi sambil berjalan mendekati lemari pakaian.

"woaaaahhh!!!" pekik valerie saat ia melihat banyaknya deretan pakaian yang menggantung manis ditempatnya. ia tak kuasa untuk menahan tangannya agar tidak memegang semua pakaian yang ada distand. Mata valerie berbinar melihat pemandangan didepannya mungkin inilah yang dikatakan syurga wanita.

"mungkin jika dulu itu gue patuh dan menjadi istri yang baik. maka, sudah jelas gue adalah wanita paling bahagia hahaha" valerie sudah seperti orang gila.

Setelah memilih baju yang cocok dengan moodnya hari ini ia ingin melihat satu persatu isi lemari dari walk in closed itu. Namun, karena mengingat pasti ibu mertuanya mungkin sudah menunggunya dibawah ia memutuskan untuk keluar saja. Mungkin akan ada lain kali pikir valerie.

"apa kamu tersesat?" tanya axcel begitu melihat valerie keluar dari ruang ganti.

"hah?" valerie kebingungan mendengar pertanyaan dari mulut pria itu. Pasalnya ia akan tersesat kemana?.

"lama" ucap axcel lagi ia masih sibuk dengan laptopnya dengan jari jari tangannya yang terus menari lincah diatas papan keyboardnya.

Valerie tak menanggapi ia berjalan menuju meja riasnya dan mengeringkan rambutnya disana. Setelah selesai ia pun memakai cream malamnya dan pelembab di tubuhnya sentuhan terakhir lip balm untuk menutrisi bibirnya agar selalu terlihat cerah dan sehat.

Tok... Tok... Tok...

Mendengar ketukan dipintu dari luar valerie melirik jam dinding yang menggantung diatas atas tv. Dan jam dinding menunjukan pukul 18.30 itu artinya waktu makan malam sudah tiba. Karena mendengar ketukan yang kembali terdengar valerie beranjak dan berjalan menuju pintu.

"ya, mbak inah" ucap valerie saat ia membuka pintu dan mendapati mbak inah tengah berdiri disana.

"nyonya menunggu anda untuk makan malam" setelah mendengar ucapan mbak inah wajah valerie mendadak menegang.

"nona apa anda baik baik saja?" tanya mbak ina ia khawatir melihat perubahan wajah dari majikan barunya itu.

"ah, iya mbak aku baik baik saja. Jangan difikirkan," jawab valerie.

"ada apa?" jantung valerie seakan ingin lompat dari tempatnya saat ia mendengar suara axcel dibelakangnya. Oh, tidak ini terlalu dekat bahkan punggung valerie dapat merasakan hangatnya tubuh lelaki itu.

"nyonya menunggu anda diruang makan" jawab mbak inah sopan ia menundukkan kepalanya.

"baiklah, kami akan turun." pegangan tangan valerie pada pintu begitu erat bahkan buku buku tangannya memutih saking kuatnya. Bagaimana tidak, axcel berbicara tepat ditelingannya dengan sengaja axcel mencondongkan badannya kedepan agar tubuhnya menyentuh punggung valerie. Senyum axcel terbit saat melihat daun telinga gadis itu memerah tegang sangat jelas.

"ada apa?" tanya axcel yang belum juga menjauhkan badannya dari punggung valerie.

"gak papa" jawab valerie terbata bata ia segera melangkakan kakinya dengan cepat menyusul mbak inah yang sudah pamit sedari tadi.

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

gumusshhhh sm vale

2024-11-06

0

Syukur Kur

Syukur Kur

up

2024-08-31

0

Moh Rifti

Moh Rifti

up

2024-08-15

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!