bab 02

******

    malam kian larut namun tak membuat valerie berniat untuk tidur kembali. karena merasakan pegal dipergelangan kakinya yang mungkin telah kebas sebab ia berjalan keliling kamar axcel tanpa menggunakan alas kaki. Dinginnya lantai namun ia tak menghiraukannya. tangan kanan valerie terulur meraih figura kecil di samping nakas dan itu adalah foto axcel saat masih remaja. Tampan valerie baru menyadari jika axcel tampan sebab selama ini jangankan untuk memperhatikan wajah lelaki itu menyapanya saja ia tidak sudi. Baginya axcel adalah mala petaka dalam hidupnya.

     Setelah menaruh figura itu ketempatnya semula ia pun membaringkan badannya di atas kasur king size milik axcel. Namun, kantuknya tak kunjung datang setiap ia memejamkan mata selalu wajah axcel yang selalu muncul sedang tersenyum manis ke arahnya. Valerie menghela nafas seketika sesak menyelimutinya ia sendiri pun tak mengerti dengan kondisinya saat ini.

     Berulang kali ia menyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah sementara. Mungkin ia merasa sedih karena telah bersama axcel selama 2 tahun. Perasaan kehilangannya wajar karena dia terbiasa ada axcel di hidupnya selama 2 tahun ini. Namun, sebanyak apapun ia mensugesti dirinya sendiri tetap rasa sesaknya mendominasi.

    "axcel maaf" lirih valerie menatap foto pernikahan mereka yang menempel sempurna ditembok.

   Valerie tersenyum miris melihat bagaimana expresi wajahnya kala itu. Tak ada senyuman di sana hanya sorot mata kebencian yang sangat jelas. ia masih mengingat dengan jelas bagaimana valerie menghancurkan foto itu ketika axcel memajangnya di ruang tamu waktu itu. Valerie menggila hanya karena sebuah foto pernikahan.

    "jangan menangis valerie. Inikan yang kamu mau, dia sudah gak ada! artinya kamu bebas sekarang. Jangan menangis valerie!!..... Tapi disini sakit hiksss.." valerie menepuk dadanya yang sesak bahkan hanya untuk sekedar menghirup oksigen baru rasanya sulit sekali.

********

    "sayang mommy pamit ya.. Kamu baik - baik disini, jika rindu temui mommy yah nak!" mommy maria mengelus punggung valerie yang berada didalam pelukannya. Setelah seminggu berlalu kini tibalah saatnya mereka untuk pulang karena memiliki tanggung jawab masing - masing.

   "tentu mommy. Hati - hati dijalan" walau berat rasanya melepas kepergian mereka namun, valerie tak ingin egois.

   "apa gak sebaiknya kamu ikut bunda sayang? Ikut yah tinggal bersama bunda" setelah mama mertuanya beserta keluarga berpamitan kini giliran bunda farah dan sekeluarga yang berpamitan.

   "enggak bun, aku masih ingin tinggal di sini" jawab valerie.

   "ya sudah, kami pamit ya baik baik disini. Ada apa - apa segera hubungi bunda yah" peringat bunda farah. Ia tak tegah meninggalkan putrinya sendirian namun, ia juga memiliki tanggung jawab sendiri.

   "sering - sering pulang ke rumah ya nak, bersedih boleh nak. namun, jangan terlalu meratapi itu gak bagus. Jalani hidupmu, perjalananmu masih panjang sayang." ayah kemal menarik putrinya masuk kedalam pelukannya dan berkali - kali mengecupi pucuk kepala valerie.

   Setelah drama perpisahan diteras rumah usai valerie masih berdiri menatap gerbang yang sudah tertutup kembali. Ia pun segera masuk kedalam rumah dan sekarang hanyalah kesunyian yang menyambutnya.

  "biasanya juga seperti ini lalu mengapa baru sekarang terasa berbeda?" tanya valerie pada dirinya sendiri.

Ting... tong.... Ting.... Tong...

  mendengar suara bel di tekan dari pintu utama membuat valerie mengurungkan niatnya untuk pergi kekamarnya. Ia mengedarkan pandangan keseluruh ruangan namun, kosong! Tak ada seorang pun disana kening valerie mengerut kemana orang - orang ini sebenarnya pikir valerie. Karena bel terus berbunyi valerie memutar badannya kembali menuju pintu.

   "selamat siang nyonya colla. Kami di utus untuk mengantarkan barang barang milik tuan colla kemari" ucap salah satu petugas polisi begitu pintu rumah valerie terbuka.

  "baik pak. Terima kasih" valerie segerah menerima kantong kresek berwarna hitam yang pak polisi itu sodorkan.

  "bagaimana kemajuan kasus nya pak?" tanya valerie karena semua bukti yang ada mengarah terhadap kecelakaan berencana.

  "pihak polisi telah melakukan kerja sama dengan pihak pengacara dari tuan colla. Jadi selebihnya bisa nyonya tanyakan langsung kepada pengacara anda" sahut pak polisi yang bername tag ridwan itu.

  "oh baiklah. Pak terima kasih atas bantuannya" ucap valerie ia pun menjabat tangan pak polisi itu dengan ramah.

    Setelah kepergian para polisi itu valerie kembali masuk kedalam rumah dan menuju kamar axcel. Setelah seminggu ini ia lebih nyaman tinggal dikamar axcel. Dan keheningan mulai menyelimuti wanita itu. Jika, seminggu ini ia masih belum terlalu merasa kehilangan karena perhatiannya masih teralihkan oleh kehadiran beberapa sanak saudaranya. Namun, tidak untuk saat ini semuanya terasa berbeda, sunyi, sepi dan dingin.

     Langkah valerie terhenti kala ia melewati ruangan yang sering axcel gunakan untuk bekerja. Ingin rasanya valerie menghampiri pintu itu yang seakan sedang memanggilnya namun ia kembali sadar ketika melihat kantong kresek yang diberikan oleh bapak polisi tadi. Setelah menghela nafas kasar valerie melanjutkan langkahnya menuju kamar.

    Seperti biasa setelah pintu kamar axcel terbuka aroma mint selalu membuatnya nyaman. Ia duduk di sofa lalu membuka dengan hati yang dag dig dug ia mengeluarkan satu persatu barang - barang yang dikenakan axcel untuk yang terakhir kalinya itu. Seketika air matanya jatuh begitu saja saat ia melihat cincin pernikahannya yang di kemas dalam kantong kecil. Cincin yang ia tolak keberadaannya, bahkan ia tidak pernah memakai benda tersebut. Valerie memasang cincin itu di jari manisnya namun sayang ukurannya terlalu besar. Sangat longgar di jarinya valerie tak kehilangan akal ia pun melepaskan kalung yang ia pakai dan memasukkan cincin tersebut di dalam kalung lalu kembali memakainnya.

    Berulang kali ia mengecupi cincin itu entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini yang pastinya valerie sangat kacau saat ini. Jam tangan, itu adalah jam kesayangan axcel ia lebih selalu memakai itu ketimbang jam tangannya yang lain. Kacanya telah hancur dan tak berbentuk lagi seperti sang pemilik yang lebih memilih menyerah. Air mata valerie terus saja mengalir dengan derasnya, baju, jas dan celana yang sudah tak layak lagi. Sobek dimana - mana dan masih berlumuran darah axcel yang telah mengering. Valerie memeluk baju axcel dengan pilu. Sungguh sangat menyakitkan ia tak pernah menyangka akan sesakit ini.

  Menyesal ? Sungguh sangat menyesal, valerie sangat menyesal sekarang. Mengapa baru menyadari sosok axcel sangat berpengaruh padanya setelah ia tiada. Kabiasaan lelaki itu akan datang menengoknya walaupun ditengah malam. Lelaki itu tidak pernah melewati satu malam pun untuk mengecek valerie. Dan valerie tahu namun, ia diam saja menganggap axcel sangat kurang kerjaan. Namun, baru sekarang ia merindukan momen itu dimana axcel akan mengelus kepalanya dengan sayang dan memberinya ucapan selamat tidur setiap malamnya tanpa mengenal rasa bosan.

Sakit! Sangat sakit ia merindukan perhatian axcel bukan hanya perhatiannya semua yang ada pada pria itu. Memang benar kata petuah 'semua akan terasa berarti jika sudah kehilangan' dan itulah yang valerie rasakan saat ini.

Ting.....

Ponsel valerie bergetar di atas meja nakas, awal ia tidak perduli namun, ponselnya kembali bergetar menandakan ada pesan masuk. Valerie beranjak dan meraih ponselnya disertai dengan helaan nafas yang panjang. Setelah memeriksa ternyata pesan dari pak pengacara keluarga axcel yang tengah mengiriminya file. Valerie mengingat jika tadi pak polisi sempat membahas terkait penyebab terjadinya kecelakaan yang menimpa axcel tempo hari.

"Bagaimana bisa" gumam valerie dengan tangan yang bergetar setelah melihat bukti yang menjadi penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa suaminya.

Terpopuler

Comments

Hikam Sairi

Hikam Sairi

🥲🥲🥲🥲🥲🥹

2024-09-26

0

Syukur Kur

Syukur Kur

sangat menarik tor... lanjut

2024-08-16

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!