********
"Mengapa?" Tangis valerie pecah tubuhnya luruh begitu saja dilantai. Bagaimana bisa ? Lelaki yang selama ini ia perjuangkan, ia sanjungi dan selalu ia bela tega melakukan hal sangat kejam hanya karena persaingan bisnis. Lelaki yang selama ini ia anggap baik dan lurus tahu tahunya tak lebih dari seorang iblis. Kenyataan yang tak pernah terlintas dibenaknya KELVIN KALANDRA pemuda yang selalu menjadi penyebab pertengkarannya dengan axcel ternyata menjadikannya target, umpan dan batu loncatan untuk meraih ambisinya dan mengalahkan axcel melalui cara curang.
Melihat bagaimana kekejaman lelaki yang ia puja tengah melakukan aksinya terhadap axcel. Dan ternyata kecelakaan itu hanyalah sebuah rekayasa manipulatif semata. Yang kenyataannya axcel telah dibunuh dengan cara yang keji dan menciptakan skenario seolah olah axcel mati karena kecelakaan.
Wanita itu terus memukul dadanya yang terasa sesak sungguh sangat sakit melihat bagaimana axcel merelakan hidupnya demi perempuan yang tak tahu diri seperti dirinya itu. Pukulan demi pukulan yang kelvin layangkan bahkan pria itu tak pernah membiarkan axcel untuk menghirup udara sedikit pun. Kejam! Sungguh kejam, valerie terus menggelengkan kepalanya melihat durasi vidio yang terus terputar di depannya.
Sepanjang malam valerie hanya menangis dan meraung ditengah dinginnya malam. Penyesalan yang ia rasakan saat ini sungguh tiada terkira.
**********
Tak ada kata yang mampu ia ucapkan dimata sayunya terus saja menatap batu nisan yang bertuliskan AXCELIO VAKEN COLLA. 2 jam yang lalu ia telah duduk di samping pusara axcel tanpa niat untuk bergeser sedikit pun.
Kesedihan yang ia sangka hanya untuk sementara itu terus saja menempelinya hingga kini bahkan lebih dan menjadi sakit yang tak memiliki obat.
"Maaf" air matanya terus saja mengalir tanpa henti.
"maafkan aku yang telah lancang memasuki privasimu. Namun, aku gak sanggup bila tidak menghirup aroma tubuhmu yang tertinggal dikamar." valerie mulai emosional bahkan ia menepuk pelan dadanya yang kian terasa sesak.
"katamu tidak akan meninggalkanku, katamu akan menunggu sampai aku membalas perasaanmu!" valerie menjatuhkan tubuhnya dan memeluk gundukan tanah yang masih basah didepannya. Ia tak perduli dengan keadaannya pakaiannya yang kotor, dan penampilan yang acak -acakan.
"apakah kamu ke dinginan di dalam sana xcel?" tangan valerie terus bergerak meraba tanah itu seakan sedang membelai kepala axcel.
Semua perlakuan, kata - kata dan penolakan bahkan tak ayal penghinaan yang sering valerie ucapkan selama mereka bersama semuanya berseliweran di kepalanya. Bagaikan kaset yang sudah di setel dengan otomatis baik yang lama maupun kejadian sebelum axcel mengalami kecelakaan tragis itu. Axcel yang pagi itu pemitan akan berangkat kekantor terlibat percekcokan yang sedikit panas dengan valerie. Berbagai sumpah serapah yang valerie lontarkan untuk suaminya itu. Dan seperti kata orang tua doa istri selalu di jabah oleh tuhan.
"Maaf.... hiksss.... mengapa kamu menghukumku dengan cara seperti ini? Aku tahu penyesalanku tiada artinya tapi harus kamu tahu axcel aku sangat menyesal. Dan untuk dia, dia sudah mendapatkan pelajaran yang lebih sakit darimu. Aku tidak akan membiarkan mati terlalu cepat itu sangat mudah untuknya... hikss maaf hiksss" setelah mengetahui fakta itu baik dari orang tua axcel dan orang tua valerie tak memberi ampun bahkan seluruh keluarga kevin hilang bak ditelan bumi.
Valerie masih membaringkan kepalanya di atas pusara tanpa perduli dengan malam yang mulai datang. Cahaya yang meremang tak membuatnya bangkit, bahkan telapak tangannya dengan erat menggenggam tanah itu dengan sejuta penyesalan. Karena lelah menangis dan kepalanya yang pusing karena kebanyakan menangis. Matanya memberat dan ia pun tertidur dengan posisi yang masih sama.
"nak,,, bangun jangan tidur disini.. Udara malam disini sangat dingin" samar samar suara renta masuk ke dalam indra pendengaran valerie. Namun, ia terlalu nyaman berada di alam mimpinya sambil terus memeluk tanah gundukan itu.l
"nak, ayo bangun" suara itu lagi terdengar kembali namun, lagi lagi valerie mengabaikannya.
"nak!!" sentak pria tua itu lagi sambil menepuk bahu valerie. Ia mulai khawatir karena wanita itu tak kunjung bangun setelah segala upaya ia lakukan untuk membangunkannya.
Setelah melihat wanita itu menggeliat kecil pria tua itu bernafas lega. Ia kembali menepuk bahu valerie yang tak kunjung membuka matanya meski ia sudah bangun.
"shhhhhh" valerie terus meringis bukannya ia tak mau membuka matanya namun, kepalanya terasa sangat berat seperti sedang tertimpa beban berat berton - ton.
Perlahan tapi pasti valerie membuka matanya menegakkan duduknya sambil melihat ke arah sekitarnya. Rupanya malam sudah kian larut terbukti sejauh mata valerie memandang hanya kegelapan yang ada. cahaya lampu penerang hanya remang - remang saja itu pun dengan jarak yang lumayan saling menjauh satu sama lain.
"nak apakah kamu baik - baik saja ? " terdengar kembali suara yang cukup asing ditelinga valerie dari arah belakang.
Valerie tidak langsung menoleh kebelakang karena ia sedikit takut dengan suasana sekarang apa lagi suara yang barusan ia dengar sedikit renta. Apakah itu penghuni di antara kuburan yang barada di situ, bulu kuduk valerie sekita meremang ia pun meremas tangan yang saling bertautan.
"nak" valerie tersentak kaget kala bahunya di tepuk pelan dari belakang.
"nak apa kamu baik - baik saja?" dengan perlahan valerie menoleh kebelakang setelah ia memastikan kakinya menapaki tanah barulah valerie berani untuk mendongak ke atas.
"anda siapa?" tanya valerie.
"kakek bertugas mengurus makam di sini. Nak!" jawab kakek tua itu lagi.
"sekarang sudah jam berapa kek?" tanya valerie karena ia datang kemari tadi dalam keadaan terburu - buru.
Ia bahkan tak membawa dompet dan ponsel yang ada di fikirannya hanyalah ingin segera bertemu dengan axcel saat itu juga. 2 minggu setelah kepergian axcel hidup valerie berubah total, bahkan berat badannya turun drastis ia tak lagi memperdulikan penampilannya bahkan badan idealnya. Cara tuhan menghukum atas ke Dzolimannya sungguh luar biasa. Setelah menyadari perasaannya yang sesungguhnya axcel pun telah tiada bersama dengan kenangannya. Dan untuk kekasihnya ternyata bukan cinta melainkan obsesi gilanya dan bisa di kata hanya sekedar pelampiasan semata.
"jam 10 malam" jawab kakek itu, dia pun berjongkok di samping valerie yang kembali menatap nisan axcel yang lebih menarik melebihi apapun, ya bagi valerie tidak ada yang lebih berarti selain yang menyangkut axcel di matanya.
"dia suami saya" ucap valerie membuka obrolan.
"dia pergi 2 minggu yang lalu, sebuah kecelakaan yang di sengaja telah merenggutnya dariku" lirih valerie.
"yang sabar nak, semua yang ada di bumi ini hanya titipan semata semuanya akan kembali ketempat yang seharusnya. Mungkin tuhan lebih menyanyangi suamimu nak!. Iklaskan dia agar ia bisa beristirahat dengan tenang di alamnya." ucapan kakek itu sangat mengena tepat di jantung valerie.
"iya. Kakek benar tuhan lebih menyanyanginya di bandingkan denganku yang selalu menyia - nyiakannya. Tapi hukuman ini terlalu berat, mengapa tuhan langsung merenggutnya dariku tanpa memberiku kesempatan" air mata valerie kembali membanjiri pipinya.
"semuanya sudah sesuai ketentuan garis takdir dari setiap masing - masing manusia nak. Kita hanya menjalankannya saja." kata kakek itu lagi menatap iba kepada valerie ia tak tahu masalah apa yang sedang menimpa gadis itu.
"penyesalan! saya tak pernah menduga jika penyesalan yang saya alami begitu menyakitkan kek. Penyesalanku teramat besar, mulut yang kasar tak pernah berhenti mencari masalah dengannya. Telinga yang tuli tak mau mendengar penjelasannya, mata yang buta tak melihat ketulusannya. Otak yang bodoh! mengapa aku bisa sebodoh ini kek?" valerie meraung sambil menepuk dadanya yang sesak.
"nak, allah telah membekali kita dengan banyak kelebihan dari mahluk lainnya di dunia ini, kita di beri hati yang lembut agar bisa merasakan ketulusan, kita di beri mata agar bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk, telinga agar kita bisa mendengar dan mulut untuk memilah kata apa yang yang akan kita ucapkan, namun, semua kembali lagi kepada kepribadian masing - masing semua tergantung kita yang menentukan, karena beda orang beda pemikiran serta pendapat. Kakek tidak tahu apa yang sedang kamu hadapi namun, kakek hanya bisa bilang iklas, iklas adalah kuncinya." kakek itu pun mengelus punggung valerie dengan pelan. Mendengar penuturan kakek itu yang seolah adalah tamparan keras untuk valerie.
"pulang lah nak, malam kian larut udara malam semakin dingin jangan membuat dirimu berada dalam kesulitan yang lebih dalam lagi" nasehat kakek tua itu sebelum beranjak pergi meninggalkan valerie.
Setelah mendengar langkah kaki kakek tadi semakin menjauh valerie bangkit meski sedikit sempoyongan karena mengalami sedikit pusing namun, ia tetap memaksakan diri. Jika bukan diri sendiri memang siapa lagi yang akan valerie harapkan untuk menolongnya. Satu satunya orang yang selalu ada disaat ia kesusahan hanya axcel meski pun selalu mendapat penolakan namun, tak membuatnya meninggalkan valerie sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Ranny
Penyesalan mu tiada guna Axel sdh pergi untuk apa kau tangisi Valerie 🙄
2025-01-08
0
Marianti Lim
utk yg 1 ini benar thor... pahitnya hidup yg harus kita lakukan adalah ikhlas. dari ikhlas kita belajar utk tenang dlm berpikir n bersikap
2024-08-23
0
Pingkhy Indong
nyesek 🥹
2024-08-22
0