Kekesalan

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Apa kalian masih bisa berdalih?"

Nathania menarik tangannya, lalu tanpa banyak bicara ia bangkit dan berjalan ke arah Pintu.

Sakha makin panik, Lalu ia kembali berjalan mendekati Nathania sembari berbicara terhadap, "Sa-yang, Dengar dulu penjelasan ku! ini tidak seperti yang kau..."

Nathania mengangkat tangannya, Memberikan kode agar pria itu diam. Sakha sontak langsung terdiam, kemudian matanya melihat dengan jelas bagaimana Nathania melepaskan cincin pertunangan mereka. Nafasnya berubah memburu dengan rasa khawatir yang membuncah ketakutan.

"Selamat karena sudah membuat Hubungan pertunangan kita berakhir, sakha!"

"Nia, aku mohon dengarkan aku! Sakha tidak bersalah dalam hal ini, Aku, akulah yang bersalah Nia!" Ucap Julia sembari memukul-mukul dadanya sendiri, agar terlihat menyakinkan di mata Nia.

Namun sayangnya Nathania tak bergeming, Sepertinya wanita itu sudah buta hati dah buta akal hingga tidak begitu perduli dengan sekitarnya. karena di dalam otaknya saat ini hanya memikirkan kebodohannya semalam yang sudah berbuat melampaui batas.

"Oh, Jadi kan yang menggodanya begitu?" Nathania menatap tajam ke arah Julia yang terus berusaha membantu Sakha untuk Meyakinkannya. Dengan cepat Nia mencengkeram tangan Julia, dengan sedikit memberikan Tarikan pada Lengannya. "Katakan padaku! Berapa yang kau dapatkan dari pria brengsek ini?" Ketuanya dengan mata yang memicing.

"A--ku" Julia keuangan kata-katanya dan mulai menundukkan kepalanya, ia bingung harus berkata apa lagi karena sejujurnya ia tidak ingin mengalah Pada Nathania. Hanya saja Sakha sudah mengancamnya hingga membuatnya mau tidak mau harus bersikap Baik pada Nathania.

"Kenapa kau diam? Bukankah kau selalu memaki ku? kenapa kau tidak menjambak atau berkata kasar padaku seperti biasanya?"

Nathania sebenarnya tau jika Julia tengah menahan rasa kesal padanya. namun entah karena apa wanita itu kali ini bersikap berbeda, mungkin saja Sakha sudah mengancamnya. namun Nathania tidak mau ambil pusing tentang apa yang di alami Julia, karena ia hanya ingin terbebas dari Sakha.

Melihat Kedua orang itu tak lagi menyangkal semua ucapannya, Akhirnya Nathania melenggang untuk membuka pintu ruangannya. "Lebih baik kalian pergi dari sini!" Ucap Nia dengan sinis.

Sementara itu, Satria yang sejak tadi menunggu di depan pintu nampak berjalan mendekat untuk mencari tau sebenarnya apa yang terjadi.

Akhirnya Sakha keluar lebih dulu, di ikuti Julia yang berjalan di belakangnya.

"Oh iya, Jangan lupa undang aku di hari pernikahan kalian! masak iya aku hanya menyaksikan perkawinan kalian, tanpa melihat prosesi pernikahan kalian!" Cibir Nathania dengan ambigu.

Wanita itu merasa cukup puas setelah bisa menyindir keduanya habis-habisan. ia menunjukkan bahwa dirinya bukanlah wanita lemah, bahwa ia bisa menutupi hatinya yang rapuh.

Hebat, Nathania masih bisa tersenyum meskipun Satria dapat melihat dengan jelas jika kedua mata sepupunya itu nampak berkaca-kaca.

"Nia, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Satria setelah sejak tadi hanya diam menyaksikan Bagaimana Nathania memperlakukan kedua tamunya.

"Kau ingin tau? biar aku jelaskan! Semalam aku melihat dua ekor anjing telah kawin di dalam kamar apartment milik tunanganku!" Ucap Nathania sembari tersenyum Sinis, menatap Tajam ke arah Sakha dan Julia.

Sakha terdiam, tapi dalam hati ia merasa tertampar dengan ucapan Nathania barusan.

"A-pa maksudmu? Apa kalian berdua....?" Satria Menutup mulutnya sendiri, tak sanggup melanjutkan Kata-katanya.

Lalu dengan cepat Nathania menarik tangannya untuk masuk ke dalam Ruang kerjanya, meninggal kan Sakha dan Julia yang masih berdiri di depan sana.

Sesampainya di dalam Sana, Nia langsung menghempaskan tangan Satria hingga membuat Pria itu protes.

"Hei, apa masalahmu denganku? kenapa aku juga yang kena?" Omelnya tak terima.

Sementara Nathania kini sudah menjatuhkan bokongnya ke atas kursi kerjanya, Lalu ia menatap ke arah sofa yang tadi di duduki oleh Dua anjing yang sudah berani mengkhianati dirinya.

"Satria, Maukah kau membantuku?"

"Heem, apa?Setelah memperlakukanku tidak sopan kau masih bisa meminta tolong rupanya!" Cibir Satria, lalu ia berjalan ke arah Sora untuk duduk di sana.

"Jangan duduk di sana!"

Baru juga ingin menjatuhkan bokongnya, Tiba-tiba Nia berteriak padanya hingga membuat Satria mengurungkan niatnya untuk duduk.

"Ada apa? Sekarang apa lagi Nathania Collins Haditama?" Geram Satria, Sembari berusaha menjaga kewarasannya agar tidak gila karena menghadapi sikap kekanak-kanakan Nathania.

"Minta pada OB untuk me, bersihkan Sofa itu! bila perlu cuci, Kalau tidak bisa, ya terpaksa di ganti." Ucap Nia dengan enteng.

Ia tidak sadar Jika Satria di buat melongo dengan Ucapannya barusan. "Memangnya kenapa?Bahkan sofa ini jarang di duduki oleh orang karena kau selalu menolak tamu masuk ke dalam Ruangan mu! Hanya Tunanganmu itu yang sering datang kemari untuk mengunjungi dirimu dan..... "

"Justru karena itu," Gumam Nia, lalu men-jeda ucapannya.

Lagi-lagi Satria di buat melongo tak mengerti dengan Jalan pikiran wanita itu. Perlahan ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu berjalan mendekati sepupunya itu dan langsung duduk di kursi depan Meja kerja Nia.

"Jadi pria itu mengkhianati mu?"

Perlahan Nia membuka matanya yang sejak tadi terpejam, lalu menatap ke pada Satria yang saat ini menatapnya penuh selidik.

" alright, betul sekali!"

Mendengar itu Pecahlah tawa Satria yang tak bisa ia tahan sejak tadi. Hal itu tentu saja membuat Nathania tak terima hingga langsung duduk tegap dan bersiap-siap untuk melayangkan pukulannya pada kepala Sepupunya itu.

Namun Satria keburu Lari keluar dari ruangannya hingga membuat Nathania berteriak mengumpat nama pria yang berstatus sepupunya itu.

"SATRIA, AWAS KAU YA!!"

******

Dua hari berlalu setelah kejadian itu, Nathania tidak perduli dan acuh tak acuh setiap Sakha berusaha untuk datang menemuinya di rumah sakit. bahkan pria itu selalu mengiriminya pesan dan melakukan panggilan telepon padanya, meskipun tak pernah Ia gubris.

Nathania memilih untuk menutup mata pada orang-orang yang sudah menyakiti hati-Nya.dan memilih untuk bersenang-senang mencari kebahagiaan nya sendiri.

Hari ini Nathania tengah bermalas-malasan di dalam apartemennya sembari melihat-lihat media sosialnya yang ramai tentang berita perselingkuhan.

"Ck. Seharusnya aku juga melakukan hal yang sama! Harusnya aku memposting kekejaman kedua anjing itu di media sosial ku agar mereka cepat terkenal!"

Ucap Wanita itu sembari membaca setiap komentar para netizen +62 yang terkenal paling julid di seluruh asia. 🤣

Sesekali wanita itu tertawa, Mengumpat bahkan menangis saat melihat kata-kata yang di luar nalar yang di ketikan para netizen di sana.

Namun kebahagiaannya itu tak berlangsung lama karena tiba-tiba saja terdengar suara bell yang mengganggu acaranya.

Ting Tong

Bel pertama Nathania berusaha untuk mengabaikannya, hingga pada Bell yang ke lima baru akhirnya Nia bangkit dari tidurnya sembari mengumpat orang yang sudah berani mengganggu acara liburnya.

"Awas saja jika itu Sakha, maka aku akan menghajarnya kali ini!" Sumpah Nia dalam hati.

Episodes
1 Kesakitan.
2 Pertemuan tak terduga
3 Mabuk
4 Apes
5 Jebakan
6 Sadar
7 Kecewa
8 Perdebatan
9 Pengumuman
10 Sinis
11 Terbongkar
12 Kekesalan
13 Tamu tak di undang
14 Terkejut
15 Flashback
16 Siasat
17 Pendusta
18 penculikan
19 Penculikan 2
20 Mundur
21 Sadar
22 Sadar 2
23 Pulang
24 Bertemu kembali
25 Bertemu kembali
26 Deal
27 Putusan
28 Calon mertua
29 Bertemu mertua
30 Hari yang di tunggu
31 Revaldo vz Nathaniel
32 Pernikahan 6 bulan
33 siapa dia??
34 Rumah baru
35 Rumah baru 2
36 Amanda
37 Anaconda Amazon
38 Perasaan sebenarnya Nathania
39 Nia Vs Amanda
40 Amanda Beltrik
41 Sedikit masalah
42 Sepakat
43 Sepakat 2
44 Kecewa
45 Kecewa 2
46 Kembali ke stelan awal
47 Mari bercerai.
48 Kekesalan Amanda
49 Kecanggungan.
50 Pembelaan
51 Hukuman
52 Semakin dekat
53 Recana Amanda
54 Masalah Baru
55 Mulai tegang
56 .
57 .
58 Sepakat
59 Kabur
60 Alasan
61 sedikit tegang
62 Keresahan hati Valdo.
63 Rencana Baru
64 Rencana sukses
65 Perdebatab
66 Fakta Devandra tau semuanya
67 Mulai bertindak.
68 Ancaman
69 Kembalinya Amanda
70 Faktaa tentangg Amanda
71 Kecurigaan
72 Sikap tegas
73 Pertemuan pertama
74 Kemunculan Mahendra.
75 Kehamilan
76 Sindrom kehamilan.
77 Syndrom kehamilan
78 Mari pulang.
79 Sedikit Masalah
80 Perdebatan sengit.
81 Akhir Bahagia
82 Ahir bahagia 2
83 Akhir bahagia 3
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Kesakitan.
2
Pertemuan tak terduga
3
Mabuk
4
Apes
5
Jebakan
6
Sadar
7
Kecewa
8
Perdebatan
9
Pengumuman
10
Sinis
11
Terbongkar
12
Kekesalan
13
Tamu tak di undang
14
Terkejut
15
Flashback
16
Siasat
17
Pendusta
18
penculikan
19
Penculikan 2
20
Mundur
21
Sadar
22
Sadar 2
23
Pulang
24
Bertemu kembali
25
Bertemu kembali
26
Deal
27
Putusan
28
Calon mertua
29
Bertemu mertua
30
Hari yang di tunggu
31
Revaldo vz Nathaniel
32
Pernikahan 6 bulan
33
siapa dia??
34
Rumah baru
35
Rumah baru 2
36
Amanda
37
Anaconda Amazon
38
Perasaan sebenarnya Nathania
39
Nia Vs Amanda
40
Amanda Beltrik
41
Sedikit masalah
42
Sepakat
43
Sepakat 2
44
Kecewa
45
Kecewa 2
46
Kembali ke stelan awal
47
Mari bercerai.
48
Kekesalan Amanda
49
Kecanggungan.
50
Pembelaan
51
Hukuman
52
Semakin dekat
53
Recana Amanda
54
Masalah Baru
55
Mulai tegang
56
.
57
.
58
Sepakat
59
Kabur
60
Alasan
61
sedikit tegang
62
Keresahan hati Valdo.
63
Rencana Baru
64
Rencana sukses
65
Perdebatab
66
Fakta Devandra tau semuanya
67
Mulai bertindak.
68
Ancaman
69
Kembalinya Amanda
70
Faktaa tentangg Amanda
71
Kecurigaan
72
Sikap tegas
73
Pertemuan pertama
74
Kemunculan Mahendra.
75
Kehamilan
76
Sindrom kehamilan.
77
Syndrom kehamilan
78
Mari pulang.
79
Sedikit Masalah
80
Perdebatan sengit.
81
Akhir Bahagia
82
Ahir bahagia 2
83
Akhir bahagia 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!