Pendusta

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam harinya, Nathania terpaksa pulang ke rumah orang tuanya karena sebuah alasan. Dan alasan itu tentu saja berkaitan dengan hubungannya yang telah kandas dengan Aldo Asakha.

Saat sudah tiba di halaman rumahnya, Nathania tak terkejut karena terlihat ada beberapa mobil yang terparkir di depan rumahnya. ia bisa menebak jika mobil itu adalah milik mantan calon mertuanya dan Mantan tunangan nya.

Perlahan Nia masuk ke dalam Rumah dengan berjalan anggun, Stiletto yang di gunakannya pun nampak menambah kecantikannya saat ini.

"Permisi, Selamat malam. Maaf mengganggu," Ucapnya setelah berhasil masuk hingga mengambil intensitas perhatian semua orang yang tengah duduk di ruang tamu rumahnya.

"Nia," Ucap Sakha dengan ekspresi wajah bahagia. Bahkan pria itu langsung bangkit dan berjalan mendekati Mantan tunangannya itu karena sangat merindukannya.

"Stop!!" Nia mengangkat satu tangannya untuk menginterupsi Sakha agar tidak berani mendekatinya. Ia tau pria itu pasti ingin memeluknya seperti biasanya di saat mereka masih berstatus sebagai sepasang kekasih.

Tuan Aiden mengerutkan keningnya bingung, Lantas ia bangkit lalu mendekati Putrinya. "Sayang, Ada apa?" Tanyanya mencari kejelasan.

Apalagi tadi ia sempat mendengar dari orang tua sakha jika putrinya memutuskan hubungan dengan putra mereka akibat cemburu buta. Tuan Aiden tak serta meta percaya begitu saja, mengingat ia sangat mengenali karakter putrinya. apalagi ia juga tau Jika Nathania sebenarnya belum benar-benar menerima sakha sebagai Tunangannya selama ini.

Jadi dapat disimpulkan jika Spekulasi tentang kecemburuan Nathania itu sangatlah tidak berdasar, pastilah putrinya mempunyai alasan lain sebab berani memutuskan hubungan mereka yang sudah berjalan cukup lama.

Karena tak segera mendengar jawaban dari putrinya, Tuan Aiden memutuskan untuk mengajak Nia duduk terlebih dulu.

Saat itulah terlihat jelas wajah tak ramah kedua orang Tua Sakha padanya. entah apa yang sudah di katakan pria itu kepada kedua orang tuannya hingga membuat sikap mereka tiba-tiba berubah kepada Nia.

Melihat Nia sudah duduk di antara kedua orang Tuanya, Nyonya Novia sudah tak tahan lagi untuk mengatakan uneg-uneg nya. "Akhirnya kau datang juga Nak, Sekarang bisakah kau menjelaskan kenapa mengambil keputusan sebesar ini tanpa berbicara lebih dulu kepada kami?"

Meskipun terlihat tenang, tapi terdengar jelas dari setiap pemilihan kata Nyonya Novia sangatlah tegas dan penuh kemarahan.

Nathania tersenyum lembut, lantas ia mengeluarkan ponsel dari tasnya, lalu ia mengutak-atik ponsel itu seolah tengah sibuk bermain dengan ponselnya.

Hal itu jelas membuat Nyonya Novia murka, Ia merasa tak di hargai sebab Nathania tak langsung menjawab pertanyaan nya dan malah memainkan ponselnya di hadapan-Nya. "Lihatlah putrimu itu Nyonya Naira! ia malah sibuk memainkan ponselnya ketimbang menjawab pertanyaanku, apa menurut kalian itu sopan?"

Nyonya Naira kini menghela nafasnya frustasi, Pasti akan seperti ini jika Berhadapan langsung dengan Novia yang memang sempat memiliki masalah pribadi dengannya.meskipun kejadian itu sudah lewat puluhan tahun lalu, Namun agaknya wanita itu masih menyimpan kekesalan tersendiri padanya hingga ingin melampiaskannya pada putrinya juga.

Sebenarnya Nyonya Naira merasa bersyukur jika putri semata wayang nya tak jadi menikah dengan Aldo Asakha putra dari perempuan yang dulu pernah merebut kebahagiannya, Hanya saja ia belum tau apa sebenarnya alasan yang mendasari sang putri tiba-tiba memutuskan hubungan pertunangan mereka.

"Coba Aunty lihat ini!" Ucap Nia sembari memutar Vidio yang sempat ia rekam saat Berkunjung di apartemen sakha tempo hari.

Vidio di mana Sakha tengah bersenggama dengan seorang wanita yang bernama Julia.

Terlihat jelas jika semua orang yang ada di sana nampak terkejut, Tak terkecuali Sakha sendiri. Pria itu terbelalak lebar melihat rekaman yang begitu jelas memperlihatkan wajah keduanya sedang berhubungan badan.

Hal ini membuatnya tak bisa berkelit lagi, bahkan alasannya yang mengatakan Nathania begitu posesif dan sangat pencemburu seketika terpatahkan di depan orang tuanya sendiri yang begitu percaya dengan ucapannya.

"Sudah jelas kan Aunty?" Nia meletakkan kembali ponselnya ke atas meja, lalu ia melipat kedua tangannya di depan dada. "Awalnya aku tidak ingin memperlihatkan rekaman itu kepada kalian semua, terutama pada Daddy! Hanya saja ucapan Aunty tadi begitu membuatku kecewa hingga aku terpaksa melakukan ini!!!" Nia mengatakan itu dengan sangat berat hati.

Ia pun juga harus menjaga nama baik keluarganya dan juga kewarasannya saat ini. Maka dari itu ia terpaksa membela diri dengan menunjukan sebagian Vidio yang ia punya sebagai bukti jika ia tidak berbohong dan memiliki alasan kuat untuk mengakhiri hubungan mereka.

"Tidak, tidak,tidak. Ini hanya salah Paham Mom." Ucap Sakha kembali mecoba membela dirinya.

"Kali ini, apa lagi yang akan kau katakan, hah?" Tuan Akbar benar-benar tak habis pikir dengan sikap putranya yang sudah kelewat batas.

Putranya itu sudah membuat malu Nama baiknya di depan rekan bisnisnya.

"Dad, maaf aku Khilaf." Jawab Sakha dengan wajah tertunduk lemah, ia bahkan mengatupkan kedua tangannya di depan dada agar sang Daddy tak marah padanya.

"Kau.. " Tuan Akbar sudah sempat mengangkat tangannya, Namun tiba-tiba tangannya di cekal oleh sang istri.

"Apa kau akan memukulnya? Seharusnya kau bertanya terlebih dahulu bagaimana bisa ia melakukan itu? bisa saja ada seseorang yang berniat menjebak putra kita karena sejak awal kau tau orang itu tidak menyukai Perjodohan ini!"

"Novia... " Bentak Tuan Akbar dengan nada yang cukup tinggi hingga membuat Semua orang yang berada di ruangan itu tersentak kaget.

Nyonya Naira langsung memeluk putrinya dengan kuat, Wanita itu merasa bersyukur karena putrinya tak jadi menikah dengan Keturunan keluarga Akbar. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan putrinya itu jika memiliki ibu mertua seperti Novia. belum lagi sikap Sakha yang manipulatif bisa saja membuat putrinya semakin ditindas oleh Ibunya.

"Apa kau baik-baik saja nak? dia tidak menyakitimu kan?" Saking paniknya Nyonya Naira sampai menelisik seluruh tubuh putrinya.

Ia takut Jika Sakha sempat melukai Nathania akibat memergoki pria itu tengah bermain api di belakangnya.

"Mom, aku baik-baik saja. jangan khawatir!" Jawab Nia dengan tersenyum lembut membalas tatapan sang Mommy.

"Syukurlah!" Nyonya Naira langsung memeluk Putri cantiknya itu penuh rasa syukur.

"Dad dengarkan aku dulu! Aku khilaf, aku pikir Julia adalah Nathania saat itu. wanita itu merayu ku pada saat aku mabuk, Aku sangat merindukan Nathania saat itu, hingga aku mengira Julia adalah Nia."

"BOHONG!" Ucap Nia dengan tegas sambil mengeluarkan beberapa foto dari tasnya.

"Apa itu Nia?" Tanya Tuan Aiden sembari memijit keningnya yang terasa pusing.

Entah apa lagi yang akan di perbuat putrinya itu saat ini. Setelah itu semua orang nampak terkejut karena begitu banyak foto yang di tunjukan Nia beserta Tanggal, bulan dan tahun terjadinya adegan itu.

"Bagaimana bisa Khilaf terjadi berkali-kali, Tuan Sakha??"

Terpopuler

Comments

Siti Julaeha

Siti Julaeha

lanjutt, seru nih

2024-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Kesakitan.
2 Pertemuan tak terduga
3 Mabuk
4 Apes
5 Jebakan
6 Sadar
7 Kecewa
8 Perdebatan
9 Pengumuman
10 Sinis
11 Terbongkar
12 Kekesalan
13 Tamu tak di undang
14 Terkejut
15 Flashback
16 Siasat
17 Pendusta
18 penculikan
19 Penculikan 2
20 Mundur
21 Sadar
22 Sadar 2
23 Pulang
24 Bertemu kembali
25 Bertemu kembali
26 Deal
27 Putusan
28 Calon mertua
29 Bertemu mertua
30 Hari yang di tunggu
31 Revaldo vz Nathaniel
32 Pernikahan 6 bulan
33 siapa dia??
34 Rumah baru
35 Rumah baru 2
36 Amanda
37 Anaconda Amazon
38 Perasaan sebenarnya Nathania
39 Nia Vs Amanda
40 Amanda Beltrik
41 Sedikit masalah
42 Sepakat
43 Sepakat 2
44 Kecewa
45 Kecewa 2
46 Kembali ke stelan awal
47 Mari bercerai.
48 Kekesalan Amanda
49 Kecanggungan.
50 Pembelaan
51 Hukuman
52 Semakin dekat
53 Recana Amanda
54 Masalah Baru
55 Mulai tegang
56 .
57 .
58 Sepakat
59 Kabur
60 Alasan
61 sedikit tegang
62 Keresahan hati Valdo.
63 Rencana Baru
64 Rencana sukses
65 Perdebatab
66 Fakta Devandra tau semuanya
67 Mulai bertindak.
68 Ancaman
69 Kembalinya Amanda
70 Faktaa tentangg Amanda
71 Kecurigaan
72 Sikap tegas
73 Pertemuan pertama
74 Kemunculan Mahendra.
75 Kehamilan
76 Sindrom kehamilan.
77 Syndrom kehamilan
78 Mari pulang.
79 Sedikit Masalah
80 Perdebatan sengit.
81 Akhir Bahagia
82 Ahir bahagia 2
83 Akhir bahagia 3
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Kesakitan.
2
Pertemuan tak terduga
3
Mabuk
4
Apes
5
Jebakan
6
Sadar
7
Kecewa
8
Perdebatan
9
Pengumuman
10
Sinis
11
Terbongkar
12
Kekesalan
13
Tamu tak di undang
14
Terkejut
15
Flashback
16
Siasat
17
Pendusta
18
penculikan
19
Penculikan 2
20
Mundur
21
Sadar
22
Sadar 2
23
Pulang
24
Bertemu kembali
25
Bertemu kembali
26
Deal
27
Putusan
28
Calon mertua
29
Bertemu mertua
30
Hari yang di tunggu
31
Revaldo vz Nathaniel
32
Pernikahan 6 bulan
33
siapa dia??
34
Rumah baru
35
Rumah baru 2
36
Amanda
37
Anaconda Amazon
38
Perasaan sebenarnya Nathania
39
Nia Vs Amanda
40
Amanda Beltrik
41
Sedikit masalah
42
Sepakat
43
Sepakat 2
44
Kecewa
45
Kecewa 2
46
Kembali ke stelan awal
47
Mari bercerai.
48
Kekesalan Amanda
49
Kecanggungan.
50
Pembelaan
51
Hukuman
52
Semakin dekat
53
Recana Amanda
54
Masalah Baru
55
Mulai tegang
56
.
57
.
58
Sepakat
59
Kabur
60
Alasan
61
sedikit tegang
62
Keresahan hati Valdo.
63
Rencana Baru
64
Rencana sukses
65
Perdebatab
66
Fakta Devandra tau semuanya
67
Mulai bertindak.
68
Ancaman
69
Kembalinya Amanda
70
Faktaa tentangg Amanda
71
Kecurigaan
72
Sikap tegas
73
Pertemuan pertama
74
Kemunculan Mahendra.
75
Kehamilan
76
Sindrom kehamilan.
77
Syndrom kehamilan
78
Mari pulang.
79
Sedikit Masalah
80
Perdebatan sengit.
81
Akhir Bahagia
82
Ahir bahagia 2
83
Akhir bahagia 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!