Kecewa

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah mengganti bajunya dengan yang baru, yang di bawakan Oleh Sistem pribadinya tadi. Valdo berjalan ke arah Nathania yang masih duduk termenung di tempatnya semula.

"Ambil ini! Di dalamnya ada pakaian ganti untuk mu." Ucap Valdo sembari mengulurkan sebuah paper bag bertuliskan Brand fashion ternama berisi baju ganti untuk Nathania.

Nathania hanya melirik Paper Bag itu sekilas tanpa tanpa berniat untuk menerimanya, Sementara Valdo kini nampak melihat ke arah jam tangan-Nya. Pria itu nampak panik karena pagi ini ada agenda operasi yang mengharuskan dirinya segera pergi sekarang juga.

Buru-buru Valdo meletakkan Paper bag itu ke atas Ranjang. "Maaf Nia, Aku tidak bisa berlama-lama di sini karena aku masih memiliki banyak urusan Lainnya, Jika kau butuh sesuatu kau bisa menghubungi ku melalui Asisten pribadiku saja, Oke!!"

Setelah mengatakan Itu Valdo langsung berlari keluar dari kamar meninggalkan Nia yang masih terdiam tanpa menjawab semua ucapannya. Tatapan Matanya kini menatap lurus ke arah Paper bag yang di letakkan Valdo tepat di samping kakinya.

Dret Dret

Tiba-tiba terdengar suara getaran ponsel miliknya yang berada tak jauh dari sana. Ponsel yang berada di dalam tasnya yang di letakkan di atas Nakas oleh anak buah Valdo semalam.

Buru-buru Nia ingin meraih tasnya sampai melupakan kondisinya saat ini, Hingga ia memekik kesakitan saat merasakan rasa sakit di area intinya.

"Valdo sialan" Teriak Nathania dengan kesal, Ia merasa seperti seorang wanita bayaran yang sesudah puas memakai jasanya, ia langsung di tinggal begitu saja.

Bahkan ia merasa terhina karena wanita bayaran saja di bayar ketika akan di pakai jasanya, sementara dirinya malah di tinggal begitu saja tanpa mendapatkan apapun dari pria yang sudah berhasil merenggut mahkotanya. "Aku membencimu Renaldo Mahendra, Sangat membencimu! Aku bersumpah tidak akan pernah sudi untuk bertemu denganmu lagi setelah ini."

Setelah puas meluapkan kekesalan hatinya, Akhirnya Nathan ia memutuskan untuk segera berbenah diri dan pergi dari tempat terkutuk itu.

*****

Sedangkan Di dalam Sebuah Mobil mewah yang tengah membelah jalanan kota. Asisten Nicolas benar-benar sudah tidak bisa menahan diri untuk bertanya kepada Tuannya mengenai apa yang sebenarnya terjadi semalam.

Ehemmm

Dehem Nicolas memecah keheningan karena Valdo tengah fokus pada ponselnya sejak keluar dari Club tadi.

Valdo sebenarnya tau jika sejak tadi asistennya itu sama sekali tidak fokus, dan bertingkah seperti cacing kepanasan entah karena apa, namun jujur saja ia tak perduli.

"Katakan apa yang ingin kau tanyakan!" Perintah Valdo pada akhirnya.

"Ahhhhh tuan tahu saja jika saya sedang begitu penasaran dengan apa yang kalian lakukan semalam?" Ucap Nicholas dengan menaik turunkan alisnya.

Valdo berdecak kesal, Lalu mengalihkan tatapan matanya dari ponselnya ke arah jalanan. Ia menatap datar pada mobil-mobil yang berjalan merayap karena macet pagi ini. "Kau sudah berapa lama bekerja denganku, Hm? Tanyanya tanpa menoleh ke arah Sang asisten pribadi.

''Kurang lebih lima tahun Tuan, Memangnya kenapa?" Tanya Nico tanpa curiga sama sekali jika itu adalah pertanyaan jebakan yang akan membuatnya menyesal sudah berani mengusik Singa yang tengah kelaparan.

"Bagus, seharusnya kau tau benar apa yang akan kau dapatkan karena sudah berani mengusik Privasi ku,"

Glek

Seketika itu pula Nicholas menelan ludahnya dengan sangat kasar. "Maaf Tuan, Saya hanya tidak ingin anda terlibat dalam skandal jika Nona Nathania sampai melaporkan anda pada pihak yang berwajib," ucap Nico beralibi.

Mendengar itu sontak Valdo langsung melirik ke arah Nicholas yang kini tengah menatapnya dari kaca Spion mobil. "Maka dari itu cepat kau urus semuanya! Aku takut jika sampai Nia buka suara dan kak Devan tau soal skandal ini, maka kau lah orang pertama yang akan aku tembak mati!"

Citttttttt

Brak

Karena terkejut, Nicolas sampai menginjak rem dengan mendadak menyebabkan Valdo terjungkal ke depan hingga membentur Kursinya.

Setelah Dapat menetralkan detak jantungnya, Valdo dengan cepat memukuli Nico yang berada tempat di hadapannya. dan hanya terhalang oleh Kursi kemudi.

"Sialan kau, Kau sengaja ingin membunuhku ya!!"

Valdo benar-benar di buat murka dengan tingkah asisten pribadinya yang menurutnya sangat berani. Apalagi di tambah fakta pagi ini ia harus menerima kenyataan bahwa jika ia sudah merusak anak gadis orang, terlebih lagi Gadis itu adalah adik mantan sahabatnya sendiri.

Sungguh ia merasa seperti tengah di permainkan Oleh takdir, Wanita yang sangat ia cintai malah menikahi sahabatnya sendiri. sementara Ia malah harus terjebak dengan Gadis yang berstatus adik dari sahabat yang berubah menjadi rivalnya saat ini.

Sebelum mengklarifikasi semuanya, Nicholas lebih dulu menepikan mobilnya. Setelah itu ia baru menoleh ke arah Valdo dengan tangan yang terkantup di depan Wajahnya.

"Tuan Maaf, Saya tidak sengaja! Saya hanya terkejut saat Tuan mengatakan ingin menembak saya tadi. memangnya saya salah apa?" Elak Nicolas masih tidak mau mengakui perbuatannya.

Valdo ingin sekali menghajar Nicolas namun niatnya itu urung hingga Tangannya menggantung di udara. "Ck. kau pikir aku tidak tau jika kau lah dalang dari semuanya hah? Kau pikir aku bodoh tidak tau jika semalam kau dengan sengaja Memberikan obat jahanam itu pada minuman ku, hingga aku terpaksa Menyentuh Nathania????"

Geram Valdo pada Akhirnya, karena sudah tidak bisa menahan kekesalannya pada asisten pribadinya itu yang sudah berani mengkhianati dirinya.

"Jadi tuan sudah tau semuanya?" Nicholas tak terlalu terkejut jika Valdo tau akan fakta yang sebenarnya, Namun ia tak menyangka Jika Valdo akan mengetahui fakta sebenarnya secepat ini.

Baru juga semalam ia melaksanakan perintah Tuan Devan untuk menjebak Valdo dengan seorang Wanita, namun pagi harinya ia sudah tertangkap basah sebagai pelakunya.

"Sudahlah, jangan banyak bertanya! Yang jelas, segera Cari tau di mana tempat tinggal keluarga Collins Haditama, Aku harus segera ke sana untuk menemui Nathania dan Juga keluarganya!" Ucap Valdo pada akhirnya

"Apa tidak sebaiknya anda menghubungi Nona Nia terlebih dulu, sebelum menemui kedua orang tuanya? Saya takut jika Nona Nia malu kepada keluarganya, Apalagi setau saya Nona Nia tak pernah terlibat skandal apapun selama ini."

"Jadi menurutmu aku harus menemuinya dulu secara empat mata begitu?"

"Benar Tuan! "

"Oh my God, merepotkan sekali!!" Gumam Valdo seraya memutar bola matanya dengan malas.

*****

Sementara di parkiran sebuah rumah sakit internasional, Nathania baru sampai di sana pukul delapan pagi setelah mendapatkan pesan dari asisten pribadinya untuk segera datang karena ada jadwal operasi yang harus di lakukannya.

Meskipun Tubuhnya terasa remuk, dan Organ intinya masih terasa sangat nyeri, Nathania memaksakan dirinya untuk tetap dagang ke rumah sakit demi menjalankan pekerjaan nya secara profesional.

Namun baru juga Keluar dari mobilnya, Nathania harus di buat berang karena tiba-tiba Sakha menghampiri dirinya entah dari mana mana, karena sejak tadi Nathania tak fokus hingga tidak menyadari keberadaan mantan tunangannya itu di parkiran Rumah sakitnya.

Episodes
1 Kesakitan.
2 Pertemuan tak terduga
3 Mabuk
4 Apes
5 Jebakan
6 Sadar
7 Kecewa
8 Perdebatan
9 Pengumuman
10 Sinis
11 Terbongkar
12 Kekesalan
13 Tamu tak di undang
14 Terkejut
15 Flashback
16 Siasat
17 Pendusta
18 penculikan
19 Penculikan 2
20 Mundur
21 Sadar
22 Sadar 2
23 Pulang
24 Bertemu kembali
25 Bertemu kembali
26 Deal
27 Putusan
28 Calon mertua
29 Bertemu mertua
30 Hari yang di tunggu
31 Revaldo vz Nathaniel
32 Pernikahan 6 bulan
33 siapa dia??
34 Rumah baru
35 Rumah baru 2
36 Amanda
37 Anaconda Amazon
38 Perasaan sebenarnya Nathania
39 Nia Vs Amanda
40 Amanda Beltrik
41 Sedikit masalah
42 Sepakat
43 Sepakat 2
44 Kecewa
45 Kecewa 2
46 Kembali ke stelan awal
47 Mari bercerai.
48 Kekesalan Amanda
49 Kecanggungan.
50 Pembelaan
51 Hukuman
52 Semakin dekat
53 Recana Amanda
54 Masalah Baru
55 Mulai tegang
56 .
57 .
58 Sepakat
59 Kabur
60 Alasan
61 sedikit tegang
62 Keresahan hati Valdo.
63 Rencana Baru
64 Rencana sukses
65 Perdebatab
66 Fakta Devandra tau semuanya
67 Mulai bertindak.
68 Ancaman
69 Kembalinya Amanda
70 Faktaa tentangg Amanda
71 Kecurigaan
72 Sikap tegas
73 Pertemuan pertama
74 Kemunculan Mahendra.
75 Kehamilan
76 Sindrom kehamilan.
77 Syndrom kehamilan
78 Mari pulang.
79 Sedikit Masalah
80 Perdebatan sengit.
81 Akhir Bahagia
82 Ahir bahagia 2
83 Akhir bahagia 3
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Kesakitan.
2
Pertemuan tak terduga
3
Mabuk
4
Apes
5
Jebakan
6
Sadar
7
Kecewa
8
Perdebatan
9
Pengumuman
10
Sinis
11
Terbongkar
12
Kekesalan
13
Tamu tak di undang
14
Terkejut
15
Flashback
16
Siasat
17
Pendusta
18
penculikan
19
Penculikan 2
20
Mundur
21
Sadar
22
Sadar 2
23
Pulang
24
Bertemu kembali
25
Bertemu kembali
26
Deal
27
Putusan
28
Calon mertua
29
Bertemu mertua
30
Hari yang di tunggu
31
Revaldo vz Nathaniel
32
Pernikahan 6 bulan
33
siapa dia??
34
Rumah baru
35
Rumah baru 2
36
Amanda
37
Anaconda Amazon
38
Perasaan sebenarnya Nathania
39
Nia Vs Amanda
40
Amanda Beltrik
41
Sedikit masalah
42
Sepakat
43
Sepakat 2
44
Kecewa
45
Kecewa 2
46
Kembali ke stelan awal
47
Mari bercerai.
48
Kekesalan Amanda
49
Kecanggungan.
50
Pembelaan
51
Hukuman
52
Semakin dekat
53
Recana Amanda
54
Masalah Baru
55
Mulai tegang
56
.
57
.
58
Sepakat
59
Kabur
60
Alasan
61
sedikit tegang
62
Keresahan hati Valdo.
63
Rencana Baru
64
Rencana sukses
65
Perdebatab
66
Fakta Devandra tau semuanya
67
Mulai bertindak.
68
Ancaman
69
Kembalinya Amanda
70
Faktaa tentangg Amanda
71
Kecurigaan
72
Sikap tegas
73
Pertemuan pertama
74
Kemunculan Mahendra.
75
Kehamilan
76
Sindrom kehamilan.
77
Syndrom kehamilan
78
Mari pulang.
79
Sedikit Masalah
80
Perdebatan sengit.
81
Akhir Bahagia
82
Ahir bahagia 2
83
Akhir bahagia 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!