"Diam!,lo gak pantes ngomong.Disini kita hanya punya urusan dengan kedua perempuan tak tau malu seperti mereka":Ucap Galih penuh kemarahan,apalagi telunjuknya yang mengarah ke arah twins.
"Dihh gak jelas lo pada":Timpal Cika.
"Udah diam,maksud lo berdua apa.Lo berdua kenapa bully Tamara lagi,gue pikir gaya doang yang berubah,ternyata sifatnya tetap sama.Yaitu pembully tetap harus di sebut pembully":Cibir zaki yang membantu galih.
"Minta maaf":Ucapan dingin dari vano membuat mereka menatap vanto termaksud twins lebih tepatnya ke rasya.
"Gak,ogah banget gue.Salah aja enggak":Ucap Rasya dengan santai.
"Lo gak tau malu yah.Lo pikir dengan lo berubah gini bos gue suka sama lo?,hahaha kasihan deh lo,yang ada lo itu tambah bikin bos gue muak":sinis Galih.
"Minta maaf sekarang":Rasya menaikkan sebelah alisnya sembari menatap Vano remeh.
"Dalam mimpi,gue gak sudi":Ucap Rasya dingin,sembari bersedekap dada.
Vano menatap Rasya tajam dan dingin,tatapan itu bisa saja bikin orang merasa ciut dan ketakutan.Tapi beda dengan Rasya ia bahkan membalas tatapan vano yang tak kalah tajam.
"Waittt,ada apa nih ribut-ribut disini?.Lo pada bisa ganggu twins":Ucap Doni dan Ucup yang baru saja datang memesan.
"Udah deh gak usah banyak bacot.Tinggal Minta maaf apa susahnya sih":Kesal Zaki pada twins.
"Kalau gue bully nih cewek gatel,apa buktinya":Mereka terdiam mendengar penuturan dari Rasya.
"Kita gak perlu bukti,karena selama ini hanya lo berdua yang gak suka dengan tamara,apalagi lo Rasya.Lo itu paling benci sama tamara karena ketua gue lebih milih tamara yang lemah lembut,dari pada lo yang mirip titisan setan":Ucap Galih kasar.
"Hahahah lo pada ngelawak yeh.Gue kasih tau sama lo pada gue dan kembaran gue sedari tadi berada di kantin.Lo pada kalau gak percaya tanya mereka yang berada di kantin ini":Ucap Rasya santai tanpa ada rasa emosi.
Iya sedari tadi twins memang udah ada di kantin
Bener dan mereka juga gak ada pergi kemana-mana
Kayanya Tamara mau caper kali.
Gila gue gak nyangka ternyata tamara kaya gitu.
Bener banget,nyatanya tadi twins memang udah ada di kantin,bahakan tadi gue juga sama-sama mereka masuk ke kantin.
"Dengar bukan.So gue gak salah,dan lo tamara selamat ekting lo bagus.Tapi sayang gue gak akan pernah membuat hidup lo tenang.Dan buat lo cowok bajingan,lo tunggu kabar pembatalan pertunangan kita.
"Persetan dengan bisnis orang tua gue,karena gue gak perduli,walau mereka bangkrut atau mati secara perlahan":Lanjut Rasya,dan hal itu membuat abang Rasya marah,dengan reflek ia menampar pipi mulus Rasya cukup kencang,bahkan sudut bibir Rasya pun luka dan mengeluarkan darah.
"Anjir yah lo.Berani banget lo main tangan sama kembaran gue":Marah Resya dengan mendorong Ziko kuat.
"Apa ha!,itu emang bagus untuk nya.Dasar tak tau sopan santun":Marah Ziko.
Bugh
krakk.
Ziko mendapat pukulan dan tangannya juga di pelintir dan yang melakukan itu adalah Rasya,ia paling tidak suka sama cowok yang main tangan,ia benci hal itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments