BAB 16 - Sakit?

Lagi, entah kali kesekian di pagi ini Alisya dibuat ketar-ketir dengan ucapan tak terduga dari mulut Hudzai. Walau terdapat cadar sebagai penghalang, tapi bukan berarti tidak mungkin Hudzai benar-benar akan melakukan hal itu.

Tidak ingin sampai kejadian, Alisya memilih diam dan patuh saja akan perintah yang punya kuasa. Walau niat sebenarnya murni karena hal itu mubazir, tapi sebagai istri yang tidak berkontribusi dalam membelinya, Alisya bisa apa.

Beralasan tidak ingin jadi bayang-bayang adiknya, Hudzaifah tanpa pikir panjang menghilangkan segala sesuatu yang sekiranya menghadirkan kenangan.

Terlebih lagi, menurut yang Hudzai tahu cincin itu dipesan secara khusus oleh Abimanyu bahkan dengan inisial nama mereka, jelas dia tidak bersedia menyematkan cincin di jemari sebagai tanda ikatan cinta, seumur hidup terutama.

Cukup lama Hudzai menunggu Alisya kembali bicara. Namun, ancamannya ternyata benar-benar berhasil membuat sang istri terus terdiam, bahkan berkedip saja tidak sampai Hudzai menghela napas panjang.

"Huft, apa yang kutunggu sebenarnya," batinnya kemudian berlalu tanpa kata dan lagi-lagi menimbulkan tanya di benak Alisya.

Apa maunya? Kenapa tiba-tiba? Bagian mana yang salah? Dan ya, berbagai pertanyaan secara beruntun menghampiri Alisya satu persatu.

Dia yang khawatir jika membuat Hudzai tidak suka atau tersinggung dan lainnya mencoba mengekor di balik punggung sang suami sembari sesekali memanggil namanya.

"A'!!"

"A' Hudzai."

Dua kali Alisya memanggil, dan Hudzai tetap bergeming. Seolah tuli dan kian mempercepat langkahnya sampai Alisya harus berlari kecil demi mengejarnya.

"A'!! A' Hudzai marah?" tanya Alisya sengaja mendongak demi bisa melihat dengan jelas ekspresi wajah suaminya.

"Iya, A'?" sekali lagi dia bertanya demi memastikan barangkali memang salah.

Hudzai menatap sekilas, dia juga bingung sebenarnya kenapa sampai mendahului sang istri. Jangankan Alisya, pria itu juga bingung dengan tingkahnya sendiri.

"Neng bikin salah ya, A'?"

Diam, Hudzai lagi-lagi hanya diam. Bukan karena sedang dalam mode ngambek atau semacamnya, tapi dia kebetulan bingung dengan dirinya, itu saja.

"Kalau Neng ada salah bilang, A', jangan langsung ditinggal, Aa' bisa bilang bagian mana yang bikin kesal biar nanti Neng tidak ulangi lagi, 'kan bisa? Kenapa harus begini coba?" Berawal dari sekadar tanya, diamnya Hudzai justru membuat Alisya salah mengira.

Dia sampai berhenti sejenak sebelum kemudian kembali lanjut bicara. "Jika memang tidak suka dengan pertanyaannya ya udah atuh ... sok buang, Neng teh cuma heran, kenapa harus dibuang? Jual lagi 'kan bisa."

Dia marah, dari sorot matanya bisa disimpulkan sedang marah. Akan tetapi, cara bicara Alisya kali ini sedikit berbeda, walau memang tidak sepenuhnya, tapi sungguh hal itu sukses membuat Hudzai tersenyum.

Sudah pasti senyum dengan menundukkan kepala sembari berlagak memijat pangkal hidung agar tidak begitu kentara. Lembutnya Alisya tatkala memasuki mode teteh-teteh sungguh menggemaskan, Hudzai tak kuasa menahannya diri untuk tidak merangkul pundaknya.

"Iya-iya ... ayo pulang."

"Nanti dulu, main ayo ... pembicaraan kita belum selesai."

"Sudah, aku tidak marah, sungguh," ucap Hudzai berusaha meyakinkan Alisya dengan tatapan penuh makna yang dia layangkan pada sang istri.

Sementara itu, Alisya yang dari sananya gampang luluh tidak memperpanjang masalah karena kebetulan di luar dan menurutnya tidak begitu pantas jika terus dibahas.

Tahu jika Hudzai tidak marah saja sudah cukup, toh memang itu yang dia pertanyakan. Bukan hanya lewat kata, tapi tindakannya dengan merangkul pundak Alisya menjadi bukti kuat bahwa tidak ada kejanggalan di hati sang suami.

.

.

"Setelah ini kita kemana lagi?"

Sembari memasangkan helm sang istri, Hudzai bertanya dengan harapan masih ada tujuan lain setelah ini. Akan tetapi, jika dilihat dari respon Alisya tampaknya tidak ada.

"Sudah, Aa' mungkin yang ada."

"Sudah semua sih, belum kepikiran mau kemana kalau sekarang," jawab Hudzai jujur karena benar-benar tidak memiliki ide hendak kemana lagi.

Walau bisa saja dia membawa Alisya pergi lebih jauh lagi, tapi dia tidak ingin terburu-buru. Sebagai pria yang tidak asal bertindak, jelas Hudzai memikirkan segala sesuatu dengan matang.

Mengingat mereka masih sangat baru, khawatir andai terburu-buru nanti Alisya justru risih dan terganggu. Atau, dengan kata lain ilfeel, bahkan bisa jadi jijik dalam satu waktu.

"Ya sudah, kita pulang berarti."

"Hem," balas Hudzai terdengar lesu, lemah sekali bahkan seperti tidak makan sehari.

Padahal, belum satu jam dia sarapan, rasanya mustahil lapar lagi. Namun, di mata Alisya yang memang pada dasarnya tidak tegaan, sang suami terlihat begitu mengkhawatirkan.

"A'? Aa' sakit?"

"Tidak, ayo naik," titahnya masih sama, bahkan semakin lemas lagi sampai Alisya menawarkan diri untuk bertukar posisi.

Dia yang menyetir, sementara Hudzai di belakang. Tawaran yang cukup menarik, kebetulan Hudzai merasa tubuhnya memang sedikit letih, sejak tadi sebenarnya.

Hanya saja, melihat tubuh Alisya dia mendadak ragu. "Tidak perlu, Sya, masih kuat."

"Aa' jangan paksain, tuh mukanya sampai pucat gitu."

"Memang bisa?" tanya Hudzai pada akhirnya, sedikit penasaran di tengah dilemanya.

"Bisa, ayo buruan!!" desak Alisya meminta Hudzai untuk turun.

Tidak lagi ada penolakan, Hudzai bersedia dan membiarkan istrinya yang mengemudi.

"Yakin bisa, 'kan?"

Posisi mereka sudah benar-benar bertukar, tapi Hudzai masih dengan kegelisahan dan keraguannya tentang kemampuan sang istri.

"Bisa kok bisa," jawab Alisya sangat meyakinkan.

"Pelan-pelan."

"Iya, A', santai saja ... Neng biasa anterin umi ke pasar."

Begitu Alisya meyakinkannya, tapi sejak awal firasat Hudzai tidak ada baik-baiknya. Beberapa menit pertama semua aman saja, karena belum terlalu ramai.

Akan tetapi, untuk selanjutnya mulai terjadi drama-drama yang membuat jantung Hudzai terguncang. Sebenarnya bukan murni salah Alisya, tapi memang pengendara lain seolah tak punya mata dan melaju seenaknya.

Ditambah lagi, cara Alisya berkendara juga tidak begitu stabil. Entah apa yang dikejar atau dihindari sampai harus semakin lama semakin cepat hingga membuat Hudzai berisik sepanjang jalan.

"Pelan-pelan ... ada mob_"

Tiiit tiiit tiiit

"Iya sabar, Pak!! Ada motor di di depan, heran!!"

"Sen, Bu, Sen!" teriak Hudzai juga tak hanya fokus pada sang istri, tapi orang lain juga demikian.

Terlalu sibuk melihat ke samping kanan, sampai tidak sadar jika kini mereka melewati tikungan tajam kecepatan tinggi hingga membuat Hudzai pucat pasi.

Begitu Alisya memelan dan memasuki pekarangan rumah Sean, tubuhnya seolah lemas dan mungkin tidak punya kekuatan untuk berjalan.

Hingga beberapa saat, pria itu masih diam di posisinya sembari tertunduk lesu.

Sementara di sisi lain, Alisya turun lebih dulu lantaran sang suami tak kunjung turun.

"Aa."

"Hem," sahut Hudzai tanpa menatap lawan bicaranya.

"Ayo turun, kita sudah sampai," ajak Alisya membuat Hudzai perlahan melepas helm dan mengangkat wajahnya.

Dan, saat itulah mata Alisya dibuat membola dan menangkup wajah Hudzai dengan kedua telapak tangannya.

"Astaghfirullah, Aa'? Kok mukanya makin pucat?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

yg sakit hati Aa, hiundzay neng dari bayang " masalalu Abimanyu. 😔🥀

2024-12-08

0

Irma Wangsa

Irma Wangsa

😂😂😂😂😂... kebayang kejadian nya sambil baca ngakak sendiri

2024-11-26

0

Prilya Mcvee

Prilya Mcvee

Set dah si Eneng nyetir nya kagak kira-kira.. jadi lemes kan tuh si Aa🤣🤣

2024-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Perempuan Hina
2 BAB 02 - Seserius Ini?
3 BAB 03 - Hanya Sementara
4 BAB 04 - Sejatinya Perempuan
5 BAB 05 - Sweet Dreame
6 BAB 06 - Ujian Subuh
7 BAB 07 - Imamnya Pengantin
8 BAB 08 - Istri, Bukan Adik.
9 BAB 09 - Dia Tanggung Jawabku
10 BAB 10 - Dia Memang Tanggung Jawabmu
11 BAB 11 - Ajak Alisya
12 BAB 12 - Dia Cupu
13 BAB 13 - Hudzai Yang Sebenarnya
14 BAB 14 - Masya Allah, Suamiku
15 BAB 15 - Bukan Bayangan
16 BAB 16 - Sakit?
17 BAB 17 - Vitamin C
18 BAB 18 - Hudzai Tepar?
19 BAB 19 - Anak Manja ~ Om Sean
20 BAB 20 - Kurang Dewasa?
21 BAB 21 - Harus Ada Action-Nya
22 BAB 22 - Tidak Ada Yang Gratis.
23 BAB 23 - Merusak Suasana
24 BAB 24 - Berdua Dengannya - Hudzai
25 BAB 25 - Sanggup, Om!!
26 BAB 26 - Dia Benar Hudzai? - Alisya
27 BAB 27 - Bikin Anak - Hudzai
28 BAB 28 - Bukan Suami Pengganti
29 BAB 29 - Mana Darahnya?
30 BAB 30 - Siapa Yang Mendahuluiku? - Hudzai
31 BAB 31 - Hancur Sebenarnya
32 BAB 32 - Abimanyu Tahu?
33 BAB 33 - Serangan Fajar
34 BAB 34 - Kewajiban
35 BAB 35 - Welcome, Hudzaifah.
36 BAB 36 - Why Not?
37 BAB 37 - Bekas
38 BAB 38 - Rahasiakan - Abimanyu
39 BAB 39 - Pantas Mati
40 BAB 40 - Dia Milikmu
41 BAB 41 - Jangan Sentuh Aku
42 BAB 42 - Aku Sudah Menikah
43 BAB 43 - Kamulah Obatnya
44 BAB 44 - Bisikan Rayuan
45 BAB 45 - Anak Baik
46 BAB 46 - Kepo!!
47 BAB 47 - I Love You
48 BAB 48 - I Love You Too
49 BAB 49 - Gengsi!!
50 BAB 50 - Cinta Tidak Mengenal Terima Kasih
51 BAB 51 - Hanya Sahabat, Tidak Lebih - Hudzai
52 BAB 52 - Cinta Tidak Harus Memiliki
53 BAB 53 - Tidak Etis
54 BAB 54 - Suamimu Memang Manja
55 BAB 55 - Mantan Calon Suamimu Lebih Manja
56 BAB 56 - Jangan Rusak Dongengnya
57 BAB 57 - Keras Kepala
58 BAB 58 - Minta Maaf Pada Istriku!!
59 BAB 59 - Apa Mungkin Dia?
60 BAB 60 - Bukan Sarapan Biasa
61 BAB 61 - Satu Jam Sebelum Kejadian.
62 BAB 62 - Tidak Perlu Berandai-Andai
63 BAB 63 - Tidak Ilfeel?
64 BAB 64 - Titik Terang
65 BAB 65 - Until Jannah
66 BAB 66 - Lupakan - Alisya
67 BAB 67 - Jadi Benar Kamu?
68 BAB 68 - Amit-Amit
69 BAB 69 - Aku Tahu
70 BAB 70 - Hukum Aku Dengan Cara Apapun
71 BAB 71 - Ampas Semua
72 BAB 72 - Terserah Kamu
73 BAB 73 - Sayang Ceritainya?
74 BAB 74 - Kamu Sudah Punya Suami
75 BAB 75 - Berbahagialah
76 BAB 76 - Dongengnya, Bukan Dongeng Kita.
77 BAB 77 - It's My Dream
78 BAB 78 - Nenek Peyot
79 BAB 79 - Ngelunjak ~
80 BAB 80 - Jaga Sikapmu
81 BAB 81 - Aku Mengalah
82 BAB 82 - Tidak Tahan Lagi
83 BAB 83 - Impian Sejak Dulu
84 BAB 84 - Impossible
85 BAB 85 - Semirip Itu
86 BAB 86 - PR
87 BAB 87 - Dinner Romantis
88 BAB 88 - Jailangkung
89 BAB 89 - Mereka Mirip
90 BAB 90 - Bukan Anaknya, Titik.
91 BAB 91 - Kamu Ingin Bertemu?
92 BAB 92 - Pasung Saja
93 BAB 93 - Sambilan Bulan Madu?
94 BAB 94 - Mertua?
95 BAB 95 - Jatuh Cinta
96 BAB 96 - Dekapan Erat yang Pertama.
97 BAB 97 - Sedikit Tentang Chandrika
98 BAB 98 - Bilik Masa Lalu
99 BAB 99 - Sakit Apa?
100 BAB 100 - Bukan Pertanyaan
101 BAB 101 - 100°C
102 BAB 102 - Masih Dendam
103 BAB 103 - Dia Dewasa
104 BAB 104 - Dia Istriku
105 BAB 105 - Terasa Mustahil
106 BAB 106 - Terlalu Percaya Diri
107 BAB 107 - Mama Gila?
108 BAB 108 - Sebaik-baiknya Pelindung.
109 BAB 109 - Dilarang Pamer
110 BAB 110 - Minta Kejelasan
111 BAB 111 - Licik Sekali
112 BAB 112 - Tulus Cinta Seorang Papa
113 BAB 113 - Harus Jodoh
114 BAB 114 - Dia Bukan Anak Pungut!!
115 BAB 115 - Kamu?
116 BAB 116 - Wajah Yang Dirindukan
117 BAB 117 - Lama Tidak Bertemu, Chandrika.
118 BAB 118 - Menebus 25 Tahun yang Terbuang
119 BAB 119 - Semua Demi Kamu
120 BAB 120 - Tunggu Dudaku
121 BAB 121 - Berdebar Hebat
122 BAB 122 - Dikejar Mertua
123 BAB 123 - Terima Kasih, Abimanyu
124 BAB 124 - Cemburumu Merepotkan
125 BAB 125 - Cemburumu Merepotkan Part 2
126 BAB 126 - Musuh Dalam Selimut
127 BAB 127 - Hancur (Sendirian)
128 BAB 128 - Tidak Ingin Mengulang (Kedua Kalinya)
129 BAB 129 - Ngidam?
130 BAB 130 - Demi Bahagianya ~ Hudzai
131 BAB 131 - Hampir Expired
132 BAB 132 - Papaku Berhak Bahagia
133 BAB 133 - Menantu Durjana
134 BAB 134 - 100% Cocok
135 Promo Karya - Pengasuh Bayi Profesor (Unchihah Sanskeh)
136 BAB 135 - Sama Saja
137 BAB 136 - Kamu Tidak Sendiri
138 BAB 137 - Ide Calon Menantu
139 BAB 138 - Abi Ingin Bicara
140 BAB 139 - Bukan Sembarang Ember
141 BAB 140 - Anak Manisku
142 BAB 141 - Menyambut Kedatangan Mertua
143 BAB 142 - Gagal Keren
144 BAB 143 - Menantu Idaman Sebenarnya
145 BAB 144 - Kompak
146 BAB 145 - Nikmati Seumur Hidupmu
147 BAB 146 - Jomblo Memang Rentan
148 BAB 147 - Pakmil Baperan
149 BAB 148 - Aku Yang Adik Kandungmu
150 BAB 149 - Godaan Pasutri Baru
151 BAB 150 - Merasa Bersalah
152 BAB 151 - Gagal Jadi Kakak?
153 BAB 152 - Ngambek Sampai Tahun Depan
154 BAB 153 - Selesaikan Secara Jantan
155 BAB 154 - Diam dan Dinginnya Bahaya.
156 BAB 155 - Tips dari Mertua
157 BAB 156 - Tipsnya Yahut
158 BAB 157 - I Love You, Hudzaifah Malik Abraham - Tamat
159 Bonus Chapter 01
160 Bonus Chapter 02
161 Bonus Chapter 03
162 Bonus Chapter 04
163 Bonus Chapter 05
164 Bonus Chapter 06
165 Bonus Chapter 07
166 Bonus Chapter 08
167 Bonus Chapter 09
168 Bonus Chapter 10
169 Bonus Chapter 11
170 Bonus Chapter 12
171 Promo Karya Baru - Jerat Cinta Pria Beristri
172 Bonus Chapter 13
173 Bonus Chapter 14
174 THE LAST BONUS CHAPTER
175 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
176 Promo Karya - Menikahi Pembantuku - Nova Afriza
Episodes

Updated 176 Episodes

1
BAB 01 - Perempuan Hina
2
BAB 02 - Seserius Ini?
3
BAB 03 - Hanya Sementara
4
BAB 04 - Sejatinya Perempuan
5
BAB 05 - Sweet Dreame
6
BAB 06 - Ujian Subuh
7
BAB 07 - Imamnya Pengantin
8
BAB 08 - Istri, Bukan Adik.
9
BAB 09 - Dia Tanggung Jawabku
10
BAB 10 - Dia Memang Tanggung Jawabmu
11
BAB 11 - Ajak Alisya
12
BAB 12 - Dia Cupu
13
BAB 13 - Hudzai Yang Sebenarnya
14
BAB 14 - Masya Allah, Suamiku
15
BAB 15 - Bukan Bayangan
16
BAB 16 - Sakit?
17
BAB 17 - Vitamin C
18
BAB 18 - Hudzai Tepar?
19
BAB 19 - Anak Manja ~ Om Sean
20
BAB 20 - Kurang Dewasa?
21
BAB 21 - Harus Ada Action-Nya
22
BAB 22 - Tidak Ada Yang Gratis.
23
BAB 23 - Merusak Suasana
24
BAB 24 - Berdua Dengannya - Hudzai
25
BAB 25 - Sanggup, Om!!
26
BAB 26 - Dia Benar Hudzai? - Alisya
27
BAB 27 - Bikin Anak - Hudzai
28
BAB 28 - Bukan Suami Pengganti
29
BAB 29 - Mana Darahnya?
30
BAB 30 - Siapa Yang Mendahuluiku? - Hudzai
31
BAB 31 - Hancur Sebenarnya
32
BAB 32 - Abimanyu Tahu?
33
BAB 33 - Serangan Fajar
34
BAB 34 - Kewajiban
35
BAB 35 - Welcome, Hudzaifah.
36
BAB 36 - Why Not?
37
BAB 37 - Bekas
38
BAB 38 - Rahasiakan - Abimanyu
39
BAB 39 - Pantas Mati
40
BAB 40 - Dia Milikmu
41
BAB 41 - Jangan Sentuh Aku
42
BAB 42 - Aku Sudah Menikah
43
BAB 43 - Kamulah Obatnya
44
BAB 44 - Bisikan Rayuan
45
BAB 45 - Anak Baik
46
BAB 46 - Kepo!!
47
BAB 47 - I Love You
48
BAB 48 - I Love You Too
49
BAB 49 - Gengsi!!
50
BAB 50 - Cinta Tidak Mengenal Terima Kasih
51
BAB 51 - Hanya Sahabat, Tidak Lebih - Hudzai
52
BAB 52 - Cinta Tidak Harus Memiliki
53
BAB 53 - Tidak Etis
54
BAB 54 - Suamimu Memang Manja
55
BAB 55 - Mantan Calon Suamimu Lebih Manja
56
BAB 56 - Jangan Rusak Dongengnya
57
BAB 57 - Keras Kepala
58
BAB 58 - Minta Maaf Pada Istriku!!
59
BAB 59 - Apa Mungkin Dia?
60
BAB 60 - Bukan Sarapan Biasa
61
BAB 61 - Satu Jam Sebelum Kejadian.
62
BAB 62 - Tidak Perlu Berandai-Andai
63
BAB 63 - Tidak Ilfeel?
64
BAB 64 - Titik Terang
65
BAB 65 - Until Jannah
66
BAB 66 - Lupakan - Alisya
67
BAB 67 - Jadi Benar Kamu?
68
BAB 68 - Amit-Amit
69
BAB 69 - Aku Tahu
70
BAB 70 - Hukum Aku Dengan Cara Apapun
71
BAB 71 - Ampas Semua
72
BAB 72 - Terserah Kamu
73
BAB 73 - Sayang Ceritainya?
74
BAB 74 - Kamu Sudah Punya Suami
75
BAB 75 - Berbahagialah
76
BAB 76 - Dongengnya, Bukan Dongeng Kita.
77
BAB 77 - It's My Dream
78
BAB 78 - Nenek Peyot
79
BAB 79 - Ngelunjak ~
80
BAB 80 - Jaga Sikapmu
81
BAB 81 - Aku Mengalah
82
BAB 82 - Tidak Tahan Lagi
83
BAB 83 - Impian Sejak Dulu
84
BAB 84 - Impossible
85
BAB 85 - Semirip Itu
86
BAB 86 - PR
87
BAB 87 - Dinner Romantis
88
BAB 88 - Jailangkung
89
BAB 89 - Mereka Mirip
90
BAB 90 - Bukan Anaknya, Titik.
91
BAB 91 - Kamu Ingin Bertemu?
92
BAB 92 - Pasung Saja
93
BAB 93 - Sambilan Bulan Madu?
94
BAB 94 - Mertua?
95
BAB 95 - Jatuh Cinta
96
BAB 96 - Dekapan Erat yang Pertama.
97
BAB 97 - Sedikit Tentang Chandrika
98
BAB 98 - Bilik Masa Lalu
99
BAB 99 - Sakit Apa?
100
BAB 100 - Bukan Pertanyaan
101
BAB 101 - 100°C
102
BAB 102 - Masih Dendam
103
BAB 103 - Dia Dewasa
104
BAB 104 - Dia Istriku
105
BAB 105 - Terasa Mustahil
106
BAB 106 - Terlalu Percaya Diri
107
BAB 107 - Mama Gila?
108
BAB 108 - Sebaik-baiknya Pelindung.
109
BAB 109 - Dilarang Pamer
110
BAB 110 - Minta Kejelasan
111
BAB 111 - Licik Sekali
112
BAB 112 - Tulus Cinta Seorang Papa
113
BAB 113 - Harus Jodoh
114
BAB 114 - Dia Bukan Anak Pungut!!
115
BAB 115 - Kamu?
116
BAB 116 - Wajah Yang Dirindukan
117
BAB 117 - Lama Tidak Bertemu, Chandrika.
118
BAB 118 - Menebus 25 Tahun yang Terbuang
119
BAB 119 - Semua Demi Kamu
120
BAB 120 - Tunggu Dudaku
121
BAB 121 - Berdebar Hebat
122
BAB 122 - Dikejar Mertua
123
BAB 123 - Terima Kasih, Abimanyu
124
BAB 124 - Cemburumu Merepotkan
125
BAB 125 - Cemburumu Merepotkan Part 2
126
BAB 126 - Musuh Dalam Selimut
127
BAB 127 - Hancur (Sendirian)
128
BAB 128 - Tidak Ingin Mengulang (Kedua Kalinya)
129
BAB 129 - Ngidam?
130
BAB 130 - Demi Bahagianya ~ Hudzai
131
BAB 131 - Hampir Expired
132
BAB 132 - Papaku Berhak Bahagia
133
BAB 133 - Menantu Durjana
134
BAB 134 - 100% Cocok
135
Promo Karya - Pengasuh Bayi Profesor (Unchihah Sanskeh)
136
BAB 135 - Sama Saja
137
BAB 136 - Kamu Tidak Sendiri
138
BAB 137 - Ide Calon Menantu
139
BAB 138 - Abi Ingin Bicara
140
BAB 139 - Bukan Sembarang Ember
141
BAB 140 - Anak Manisku
142
BAB 141 - Menyambut Kedatangan Mertua
143
BAB 142 - Gagal Keren
144
BAB 143 - Menantu Idaman Sebenarnya
145
BAB 144 - Kompak
146
BAB 145 - Nikmati Seumur Hidupmu
147
BAB 146 - Jomblo Memang Rentan
148
BAB 147 - Pakmil Baperan
149
BAB 148 - Aku Yang Adik Kandungmu
150
BAB 149 - Godaan Pasutri Baru
151
BAB 150 - Merasa Bersalah
152
BAB 151 - Gagal Jadi Kakak?
153
BAB 152 - Ngambek Sampai Tahun Depan
154
BAB 153 - Selesaikan Secara Jantan
155
BAB 154 - Diam dan Dinginnya Bahaya.
156
BAB 155 - Tips dari Mertua
157
BAB 156 - Tipsnya Yahut
158
BAB 157 - I Love You, Hudzaifah Malik Abraham - Tamat
159
Bonus Chapter 01
160
Bonus Chapter 02
161
Bonus Chapter 03
162
Bonus Chapter 04
163
Bonus Chapter 05
164
Bonus Chapter 06
165
Bonus Chapter 07
166
Bonus Chapter 08
167
Bonus Chapter 09
168
Bonus Chapter 10
169
Bonus Chapter 11
170
Bonus Chapter 12
171
Promo Karya Baru - Jerat Cinta Pria Beristri
172
Bonus Chapter 13
173
Bonus Chapter 14
174
THE LAST BONUS CHAPTER
175
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
176
Promo Karya - Menikahi Pembantuku - Nova Afriza

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!