JEFFIR CEMBURU

"Aaaaa ... " Keyra berteriak seperti habis mendapatkan sebuah hadiah spesial dari Cristian. Membuat Reina, dan Cristian segera beralih menatap pada Keyra.

Cristian mengguncang lengang Keyra. "Nona... apa Anda baik-baik saja? Non, Nona?" bingung Cristian melihat Keyra seperti itu.

Kemudian, Keyra beralih menatap Reina dan kembali mengamati perempuan cantik itu.

Reina memang sangat cantik wajahnya sangat oriental bermata sipit, tapi matanya lebih besar dari pada orang Asia lainnya. Kalau lebih di perhatikan Reina terlihat seperti keturunan Korea parasnya yang cantik, dan juga unik tentu saja membuat hati Jeffir meleleh bagaikan gundukan es kutub yang mencair. Bahkan, Reina benar-benar tidak menyadari kalau fitur wajahnya itu benar-benar memiliki daya tarik yang sangat kuat.

Setelah termenung cukup lama mengamati wajah Reina, Keyra berseru sementara kedua tangannya menutup mulutnya. "Astaga! Astaga ... kamu sangat Cantik, ya kamu benar-benar harus menjadi bran ambassador untuk pakaian ku yang akan rilis sebentar lagi, dan kau harus mau ya?" senyum melebar dari bibir gadis cantik itu.

Reina kaget dengan pekikkan suara Keyra, sedangkan Cristian mengerutkan alisnya. "Untuk hal itu sepertinya kau harus bertanya langsung pada Tuan Jeff, Nona... karena Nona Reina tidak bisa mengambil keputusan sendiri," ucap Cristian.

Keyra memanyunkan bibirnya, lalu merengek pada Cristian agar membujuk sepupunya itu. "Ah, Cris hanya kau yang dapat membujuk Jeffir kamu bujuk dia ya, agar dia mengizinkan Perempuan ini tuk jadi BA, yah ... mau yah," rengeknya membujuk Cristian.

"Kau saja tidak bisa membujuknya, apalagi saya Nona. Saya hanya bawahannya yang tak mungkin dia mengabulkannya," tolak Cristian lembut.

Keyra balik menatap pada Reina, "Kamu maukan jadi brand ambassador?" tanya Keyra seolah tidak mau dibantah, mau tidak mau Reina harus menyetujui perkataan gadis itu.

Reina menggeleng kepalanya bingung, "Hem, sa--saya tidak tahu Nona," gagapnya.

"Baiklah, kalau itu jawabanmu biarkan aku akan cari model lain saja," Keyra tertunduk lesu karena saat ini telah menemukan model yang pas untuk jadi modelnya. Tapi, karena dia tahu Reina harus meminta izin pada Jeffir dia pun pasti akan tahu jawabannya, pria sedingin es itu mana mungkin membiarkan barang berharganya dilihat semua orang.

"Hufttt."

Cristian merasa sudah tidak ada kepentingan lagi di salon itu, ia pun segera berpamitan pada Keyra. Lantaran, Reina telah selesai melakukan perawatan diri di salon ternama itu.

"Kalau begitu kami pamit Nona, kami tidak bisa berlama-lama lagi di sini. Tuan Jeffir pasti sudah menunggu Nona Reina," izin Cristian pada sepupu atasannya itu.

"Ah, baiklah kalau begitu. Silakan kalian pergi!" Keyra menyesal tidak bisa membujuk Reina untuk setuju jadi brand ambassador produknya.

Reina tersenyum seraya menyipitkan matanya yang sipit, dan berjalan sopan mengikuti langkah Cristian yang sudah lebih dulu bergegas dari gedung itu.

"Ah, permataku ... hilang sudah," menatap dengan lemah pada setiap langkah Reina yang dibawa pergi oleh Cristian.

Namun, Keyra tidak ingin menyerah begitu saja dia berusaha mencari cara untuk membuat Reina jadi brand ambassador produknya.

Sementara di seberang sana Jeffir tengah gelisah menunggu Reina di kantor, apalagi ini sudah berjam-jam Reina tidak ada di tempat seharusnya dia berada.

"Kenapa Wanita itu belum pulang juga? Dan Cristian juga sangat susah di hubungi... awas saja kalau mereka berdua sudah sampai, aku akan menghukum mereka berdua!" gerutu Jeffir dengan sikap ke kanak-kanaknya.

Sementara basemen Cristian sudah memarkir mobil, dan langsung bergegas keluar dari mobilnya membuka pintu untuk Reina.

"Silahkan Nona," Cristian membuka pintu mobil sambil berdoa di samping pintu.

Reina segera menapakkan kaki jenjangnya, keluar dari mobil mewah yang biasa digunakan Jeffir. Saat ini Reina jadi pusat perhatian di kantor JEFF GROUP, ada yang menatapnya penasaran, ada pula yang menatap penuh dengan rasa iri padanya.

"Ke--kenapa dengan mereka? Kenapa menatapku seperti itu Cristian?" tanya Reina malu telah jadi pusat perhatian sore itu.

Cristian berbisik, "Abaikan saja, mereka hanya iri padamu Nona. Mereka tidak bisa sepertimu disayang oleh Tuan Jeff," Cris berbicara seolah Reina benar-benar disayangi oleh Jeffir, padahal selama ini Reina tertekan berada di sana. Bahkan, dia merasa menjadi tawanan iblis.

Reina menatap lurus ke depan tanpa sedikitpun menatap orang-orang yang penuh dengan tatapan kebencian terhadapnya, dia berjalan menuju lift private yang biasa digunakan Jeffir menuju ruangan presiden direktur itu.

Dia menghela nafasnya setelah berada di dalam lift, Cristian tertawa melihat wajah lugu Reina yang tidak suka dengan keadaan ini.

"Kenapa kau tertawa Cris? Apa ada yang lucu?" tanya Reina, pasalnya heran terhadap Cris yang tiba-tiba saja menertawakannya.

Cristian langsung menutup mulutnya, dan memberi penjelasan pada Reina. "Maafkan Saya Nona, saya tidak bermaksud demikian... hanya saja saya merasa terhibur melihat Anda,"

TING!!!

Pintu lift terbuka, dan ucapan Cristian pun tidak berlanjut saat sosok pria tampan itu tengah berdiri di depan lift sedang menatap mereka berdua penuh selidik.

Cristian langsung membungkuk, "Tuan maaf kami kembali dengan terlambat,"

Tanpa basa-basi Jeffir menanyakan perihal keterlambatan mereka. "Dari mana saja kalian setelah selesai dari salon?" dengan dingin dan angkuh suara itu seolah mencurigai mereka.

Jeffir mencengkram leher Cristian, dan mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah pria itu. "Dia hanya milikku jangan pernah mencoba untuk memilikinya, apalagi aku lihat dengan mata kepalaku kau tertawa bersamanya!" ucapan Jeffir terlihat sungguh-sungguh cemburu pada asistennya sendiri.

Reina sangat muak melihat drama itu, dia pun berjalan keluar dari lift namun tangan Jeffir yang satunya menangkap tangan Reina.

"Jangan menghindar, kau harus menjelaskan. Pergi ke mana lagi kamu setelah dari Salon?" suara Jeffir terdengar dingin, membuat bulu kuduk Reina meremang.

Namun, kali ini Reina memberanikan dirinya. Pasalnya, dia tidak pergi ke manapun setelah selesai nyalon.

"Ternyata Pria sepertimu, selain angkuh ternyata bodoh juga. Apa kau tidak bisa menghitung waktu perjalanan kami? Kalau kau curiga pada kami, tanyakan saja pada Sepupumu Keyra. Apa kami berani membangkangmu?!"

Reina begitu kesal terhadap Jeffir yang malah mencurigainya.

Jeffir melepas tangan Reina, dia tercengang setelah Reina berbicara dengan berani padanya. Padahal, selama ini tak seorangpun yang berani berbicara dengan lancang seperti Reina, apalagi sampai mengatakan dirinya bodoh.

"Benar yang dikatakan Nona Reina, Tuan. Kami tidak dari mana-mana lagi, kami langsung kembali setelah dari Salon. Nona Keyra juga tahu kalau kami tidak mungkin berani mengkhianatimu, apalagi saya tahu kalau Nona Reina adalah barang berharga yang sangat Tuan sayangi," ucap Cristian berusahalah menjelaskan.

Reina sangat kesal pada Cristian, dan juga Jeffir. Karena dirinya di samakan dengan barang padahal dia adalah manusia, dia marah pada kedua pria itu.

"Barang? Saya barang? Jadi, kalian berdua anggap saya barang?"

Episodes
1 PROLOG
2 MELARIKAN DIRI DARI SARANG IBLIS
3 JADILAH ISTRIKU
4 DIPAKSA MENIKAH
5 MENABUR BENIH
6 SAKIT KARENAMU
7 BENAR-BENAR PEDULI
8 PERJANJIAN
9 Keputusan Reina
10 SURAT PERJANJIAN RAHASIA
11 ORANG TUA
12 Pengumuman
13 INGAT JANJIMU
14 KAU MILIKKU
15 DIPAKSA PERGI KE SALON
16 SELESAI NYALON
17 JEFFIR CEMBURU
18 KAU MEMANG BARANG
19 MODEL DADAKAN
20 DIPAKSA MELAKUKAN ITU
21 BERADA DI TITIK TERENDAH
22 BENAR-BENAR MENGUJI KESABARAN
23 TEMAN LAMA
24 MALU MENGAKUI PERASAAN
25 CEMBURU
26 TERCIPTANYA PERASAAN ANEH
27 TIDAK TERDUGA
28 SISI LAIN
29 MURKA
30 SEBUAH PENGAKUAN
31 TIDAK TERBURU-BURU
32 KEJAHILAN RIENA
33 KEJUTAN MANIS
34 MAKSUD TERSELUBUNG JEFFIR
35 BERTEMU TUAN JEFFERSON
36 MENGINAP DI RUMAH KAKEK
37 MEYAKINKAN HATI
38 KABAR KURANG BAIK
39 BERBAGI KEBAHAGIAAN
40 BERBAGI KEBAHAGIAAN 2
41 BERTEMU ANAK DARI PENDONOR
42 TERNYATA KAKEK
43 BUKAN PARASIT
44 REINA DIHANCURKAN
45 KEHILANGAN
46 BANGKIT DARI KETERPURUKAN
47 DIA JELAS REINA
48 BUTTERFLY NIGHT CLUB
49 RASA RINDU YANG MENGGEBU
50 SERIBU KALI CARA
51 HARUSKAH MENYERAH
52 JIHAN MEMANG BENAR REINA
53 BELUM BISA MELUPAKAN
54 Terbongkar Kelicikan
55 SEBUAH KENYATAAN
56 IKUTLAH DENGANKU
57 BOY SI PRIA BAIK HATI
58 KEMBALI BERSAMA
59 Mimpi Buruk
60 PERTEMUAN DENGAN TANTE
61 MENCERITAKAN SEBUAH KENYATAAN
Episodes

Updated 61 Episodes

1
PROLOG
2
MELARIKAN DIRI DARI SARANG IBLIS
3
JADILAH ISTRIKU
4
DIPAKSA MENIKAH
5
MENABUR BENIH
6
SAKIT KARENAMU
7
BENAR-BENAR PEDULI
8
PERJANJIAN
9
Keputusan Reina
10
SURAT PERJANJIAN RAHASIA
11
ORANG TUA
12
Pengumuman
13
INGAT JANJIMU
14
KAU MILIKKU
15
DIPAKSA PERGI KE SALON
16
SELESAI NYALON
17
JEFFIR CEMBURU
18
KAU MEMANG BARANG
19
MODEL DADAKAN
20
DIPAKSA MELAKUKAN ITU
21
BERADA DI TITIK TERENDAH
22
BENAR-BENAR MENGUJI KESABARAN
23
TEMAN LAMA
24
MALU MENGAKUI PERASAAN
25
CEMBURU
26
TERCIPTANYA PERASAAN ANEH
27
TIDAK TERDUGA
28
SISI LAIN
29
MURKA
30
SEBUAH PENGAKUAN
31
TIDAK TERBURU-BURU
32
KEJAHILAN RIENA
33
KEJUTAN MANIS
34
MAKSUD TERSELUBUNG JEFFIR
35
BERTEMU TUAN JEFFERSON
36
MENGINAP DI RUMAH KAKEK
37
MEYAKINKAN HATI
38
KABAR KURANG BAIK
39
BERBAGI KEBAHAGIAAN
40
BERBAGI KEBAHAGIAAN 2
41
BERTEMU ANAK DARI PENDONOR
42
TERNYATA KAKEK
43
BUKAN PARASIT
44
REINA DIHANCURKAN
45
KEHILANGAN
46
BANGKIT DARI KETERPURUKAN
47
DIA JELAS REINA
48
BUTTERFLY NIGHT CLUB
49
RASA RINDU YANG MENGGEBU
50
SERIBU KALI CARA
51
HARUSKAH MENYERAH
52
JIHAN MEMANG BENAR REINA
53
BELUM BISA MELUPAKAN
54
Terbongkar Kelicikan
55
SEBUAH KENYATAAN
56
IKUTLAH DENGANKU
57
BOY SI PRIA BAIK HATI
58
KEMBALI BERSAMA
59
Mimpi Buruk
60
PERTEMUAN DENGAN TANTE
61
MENCERITAKAN SEBUAH KENYATAAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!