INGAT JANJIMU

Semilir angin terasa sejuk di iringi kicauan burung-burung saling bersahutan pagi itu, perlahan sinar mentari hangat menelusup masuk lewat celah tirai yang tertiup, perlahan Reina membuka matanya. Dia mengitarkan pandangan ke sekelilingnya dengan menyesuaikan bias cahaya yang masuk ke retinanya dia melakukan peregangan pada tubuhnya yang terasa lebih baik pagi ini.

Awalnya Reina mengira di sofa tidak ada siapa-siapa namun setelah dia menajamkan penglihatannya dia terkesiap, itu Jeffir.

Reina berpikir apakah sebegitunya pria itu takut kalau dirinya akan kabur sampai-sampai dia sendiri yang harus berjaga di sini semalaman? Perlahan Reina menarik nafasnya, pagi ini dia sedikit lega badannya pun mulai terasa enteng seperti biasanya.

Awalnya ia ingin menenangkan pikirannya pagi ini, namun melihat pria yang jadi sumber masalahnya dia tidak bisa lagi merasa lega karena dia pikir dirinya tetap berada dalam ancaman.

Perlahan Reina bangkit dari ranjangnya, berjalan ke arah jendela untuk membuka tirainya agar udara pagi masuk ke kamarnya, dia menghirup udara segar untuk memenuhi paru-parunya yang seolah terasa sesak. Sambil menatap langit yang cerah tanpa awan pagi itu.

Cahaya matahari pagi itu masuk hingga mengganggu tidur Jeffir yang pulas di atas sofa, membuat pria iblis itu bangkit membuka matanya, dan melihat tubuh molek Reina tengah berdiri di depan jendela.

Pria itu menggosok matanya sebentar, ketika dia sadar kalau tubuh molek nan menggairahkan itu adalah Reina, Jeffir bangkit lalu berjalan ke arah Reina tanpa suara sedikitpun, setelah berada tepat dibelakang perempuan itu Jeffir melingkarkan tangannya ke tubuh sintal milik Reina, memeluknya dari belakang lalu menyandarkan dagunya di pundak Reina, dan salin menatap pemandangan langit indah di pagi itu.

Jeffir merasakan tubuh Reina terlonjak kaget, lalu kaku dalam pelukannya. "Ini hanya aku, bukan hantu," candanya.

"Justru kau lebih menakutkan dari hantu!" Reina mengamuk ketika Jeffir memeluknya. Dia masih amat sangat takut dengan sentuhan pria iblis itu, "Bisakah... Bisakah kau melepaskan pelukanmu? Kau membuatku sesak Tu, tuan,"

"Tidak!" Jeffir menolak melepaskan pelukannya, malah dia semakin memeluk erat Reina.

Mulut Reina tiba-tiba saja kelu, dan hanya diam. Dia takut Jeffir akan melakukan sesuatu yang lebih buruk dari ini jika dia terus berontak, Reina melirik ke arah tangan kekar Jeffir yang melingkar diperutnya sungguh saat ini dia sangat takut.

Reina terkesiap saat tangan itu bergerak membelai tubunya, "Tu, tuan ... Ingat janjimu," cicitnya dengan ketakutan.

Tangan itu berhenti bergerak, dan seketika suasana hening untuk beberapa saat. Setelah keheningan yang benar-benar terasa mencekik Reina, akhirnya terdengar kekehan Jeffir. Hembusan nafasnya menyapu lembut telinga Reina seketika bulu kuduknya meremang.

"Sebegitu takutnya kah kau kepadaku?" Jeffir melepas pelukannya, dan bersandar di jendela menatap Reina sambil melipat kedua tangannya di dada.

Untuk menghindari kedua tatapannya bertemu, Reina menundukkan kepalanya. "A--aku hanya kaget," walaupun masih merasakan tatapan intimidasi dari pria itu setidaknya Reina berhasil melepaskan diri dari pelukan iblis tampan itu.

Jeffir tersenyum miring ia sangat tahu bahwa Reina takut padanya. Reaksi Reina pagi ini cukup membuatnya terhibur, Jeffir beranjak dari hadapan Reina dan kembali duduk di sofa yang menjadi tempat tidurnya semalam.

"Kemari ada hal yang harus aku bicarakan padamu!"

Reina enggan melangkah mengikuti Jeffir untuk duduk di hadapannya, "Ada apa?"

"Ini tentang permintaanmu kemarin, kau memintaku untuk membebaskanmu dari tugas-tugasmu, dan membiarkanmu pulih itu sudah kulakukan bukan?"

Reina langsung menatap Jeffir begitu mendengar apa yang di katakannya. "Ke-kenapa? Apa Dokter bilang kalau aku masih sakit? Dokter bilang apa padamu?" Reina langsung dilingkupi rasa takut.

"Bukan seperti itu Reina."

"Lalu...?"

"Kau sudah pulih, itu yang di katakan Dokter luka di bagian selaput juga mulai membaik, aku ingin kau segera menuruti permintaanku layaknya seorang Istri yang melayani suaminya!"

Reina menatap Jeffir memelas agar pria itu mengasihaninya. "Ta, tapi Tu, tuan saya--,"

"Tidak ada tapi-tapian, aku bukan meminta izinmu tapi memberitahumu tentang keputusanku. Mau tidak mau kau harus menerima lagi pula ini tidak merugikanmu!" seperti biasa Jeffir tidak mau dibantah, sifatnya yang otoriter seakan melekat pada dirinya. "Kalau kau terus membiarkanmu kapan ku akan melakukan tugasmu sebagai budakku? Jangan bilang kau mau lari dari kewajibanmu, ingat bukan perjanjian kita?"

"Baik Tuan saya mengerti!" dengan berani Reina menjawab Jeffir, dia sangat malas terus-terusan mendengar ocehan iblis itu.

"Bagus!" Jeffir berdiri dengan tersenyum menyeringai, "Kali ini kujamin kau tidak akan merasakan sakit, lagi pula kita pernah melakukannya sebelum ini."

Setelah itu Jeffir bergegas meninggalkan kamarnya, "Ingat aku akan mengirim Orangku untuk terus mengawasimu, sekarang aku akan pergi bekerja nanti malam kau harus sudah persiapkan dirimu!"

Jeffir meninggalkan Reina dengan bersiul bahagia seolah telah mendapatkan kado istimewa pagi itu.

Sedang Reina hanya termenung memikirkan tugasnya nanti malam melayani pria iblis yang memaksanya menikah itu. 'Ini harus aku lewati demi membalasa semua perbuatan orang-orang yang telah membawaku hidup dalam kehancuran,' batin Reina menepuk-nepuk pipinya.

Beberapa hari ini dia merasa bukan seperti dirinya yang biasanya, yang selalu ceria dalam menghadapi berbagai cobaan tapi saat ini hidupnya digempur habis-habisan mentalnya terus dihajar hingga berada di titik terendah seperti sekarang ini.

Terngiang bayangan masa lalu lewat begitu saja, di mana saat-saat bahagia bersama kedua orang tuanya dan sahabatnya saat masa sekolah. Tanpa sadar sosok perempuan paruh baya masuk dalam kamarnya, dan memanggilnya.

"Wanita murahan!"

Sontak Reina menoleh ke sumber suara yang familiar di telinganya, benar saja ketika dia mengalihkan pandangan ternyata perempuan itu adalah ibunya Jeffir, Samantha Jade.

"Tan-tante?" terkesiap saat perempuan itu menatapnya dengan tajam. Reina bangkit lalu menghampiri kemudian mengulurkan tangannya untuk menyalim Samantha.

Namun, Samantha menarik tangannya dan melipat tangannya di dada lalu berkata dengan angkuh. "Kau tidak pantas tinggal di Penthouse ini, kau hanya sampah--yang seperti parasit harus musnah!" mengumpati Reina dengan hina.

"Saya seben--,"

"Jangan banyak bicara ayo cepatlah keluar!" dengan sombong Samantha memotong ucapan Reina, dia tidak membiarkan Reina membela dirinya.

"Tunggu apa lagi, ayo pergi!" usirnya kemudian.

Reina hanya bisa menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Samantha. "Ba-baik Tante, saya akan secepatnya pergi," lirih Reina bukan sedih karena harus meninggalkan kemewahan ini, tapi dia sedih telah di pandang benar-benar seperti wanita murahan di mata keluarga kaya itu.

Tanpa membawa apa-apa Reina lantas beranjak keluar dari penthouse megah itu, hingga di detik terakhir saat dia keluar dari pintu utama, Jeffir kembali dengan mobilnya.

"Mau ke mana kamu, jangan bilang kau mau melarikan diri dariku?"

Episodes
1 PROLOG
2 MELARIKAN DIRI DARI SARANG IBLIS
3 JADILAH ISTRIKU
4 DIPAKSA MENIKAH
5 MENABUR BENIH
6 SAKIT KARENAMU
7 BENAR-BENAR PEDULI
8 PERJANJIAN
9 Keputusan Reina
10 SURAT PERJANJIAN RAHASIA
11 ORANG TUA
12 Pengumuman
13 INGAT JANJIMU
14 KAU MILIKKU
15 DIPAKSA PERGI KE SALON
16 SELESAI NYALON
17 JEFFIR CEMBURU
18 KAU MEMANG BARANG
19 MODEL DADAKAN
20 DIPAKSA MELAKUKAN ITU
21 BERADA DI TITIK TERENDAH
22 BENAR-BENAR MENGUJI KESABARAN
23 TEMAN LAMA
24 MALU MENGAKUI PERASAAN
25 CEMBURU
26 TERCIPTANYA PERASAAN ANEH
27 TIDAK TERDUGA
28 SISI LAIN
29 MURKA
30 SEBUAH PENGAKUAN
31 TIDAK TERBURU-BURU
32 KEJAHILAN RIENA
33 KEJUTAN MANIS
34 MAKSUD TERSELUBUNG JEFFIR
35 BERTEMU TUAN JEFFERSON
36 MENGINAP DI RUMAH KAKEK
37 MEYAKINKAN HATI
38 KABAR KURANG BAIK
39 BERBAGI KEBAHAGIAAN
40 BERBAGI KEBAHAGIAAN 2
41 BERTEMU ANAK DARI PENDONOR
42 TERNYATA KAKEK
43 BUKAN PARASIT
44 REINA DIHANCURKAN
45 KEHILANGAN
46 BANGKIT DARI KETERPURUKAN
47 DIA JELAS REINA
48 BUTTERFLY NIGHT CLUB
49 RASA RINDU YANG MENGGEBU
50 SERIBU KALI CARA
51 HARUSKAH MENYERAH
52 JIHAN MEMANG BENAR REINA
53 BELUM BISA MELUPAKAN
54 Terbongkar Kelicikan
55 SEBUAH KENYATAAN
56 IKUTLAH DENGANKU
57 BOY SI PRIA BAIK HATI
58 KEMBALI BERSAMA
59 Mimpi Buruk
60 PERTEMUAN DENGAN TANTE
61 MENCERITAKAN SEBUAH KENYATAAN
Episodes

Updated 61 Episodes

1
PROLOG
2
MELARIKAN DIRI DARI SARANG IBLIS
3
JADILAH ISTRIKU
4
DIPAKSA MENIKAH
5
MENABUR BENIH
6
SAKIT KARENAMU
7
BENAR-BENAR PEDULI
8
PERJANJIAN
9
Keputusan Reina
10
SURAT PERJANJIAN RAHASIA
11
ORANG TUA
12
Pengumuman
13
INGAT JANJIMU
14
KAU MILIKKU
15
DIPAKSA PERGI KE SALON
16
SELESAI NYALON
17
JEFFIR CEMBURU
18
KAU MEMANG BARANG
19
MODEL DADAKAN
20
DIPAKSA MELAKUKAN ITU
21
BERADA DI TITIK TERENDAH
22
BENAR-BENAR MENGUJI KESABARAN
23
TEMAN LAMA
24
MALU MENGAKUI PERASAAN
25
CEMBURU
26
TERCIPTANYA PERASAAN ANEH
27
TIDAK TERDUGA
28
SISI LAIN
29
MURKA
30
SEBUAH PENGAKUAN
31
TIDAK TERBURU-BURU
32
KEJAHILAN RIENA
33
KEJUTAN MANIS
34
MAKSUD TERSELUBUNG JEFFIR
35
BERTEMU TUAN JEFFERSON
36
MENGINAP DI RUMAH KAKEK
37
MEYAKINKAN HATI
38
KABAR KURANG BAIK
39
BERBAGI KEBAHAGIAAN
40
BERBAGI KEBAHAGIAAN 2
41
BERTEMU ANAK DARI PENDONOR
42
TERNYATA KAKEK
43
BUKAN PARASIT
44
REINA DIHANCURKAN
45
KEHILANGAN
46
BANGKIT DARI KETERPURUKAN
47
DIA JELAS REINA
48
BUTTERFLY NIGHT CLUB
49
RASA RINDU YANG MENGGEBU
50
SERIBU KALI CARA
51
HARUSKAH MENYERAH
52
JIHAN MEMANG BENAR REINA
53
BELUM BISA MELUPAKAN
54
Terbongkar Kelicikan
55
SEBUAH KENYATAAN
56
IKUTLAH DENGANKU
57
BOY SI PRIA BAIK HATI
58
KEMBALI BERSAMA
59
Mimpi Buruk
60
PERTEMUAN DENGAN TANTE
61
MENCERITAKAN SEBUAH KENYATAAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!