BAB 13 | Harapan untuk sekte Makam Pedang

Huang Shi terdiam mendengar pertanyaan guru Song Jian. Dia tidak tahu apakah harus berkata jujur atau tidak.

“Wajahmu mirip dengan Huang Zhou. Apa hubunganmu dengannya?”

Guru Song Jian kembali bertanya pada Huang Shi.

“Dia ayahku. Kamu akan menyesal karena telah menangkapku.” Huang Shi tidak dapat lagi menahan diri dan menyebutkan identitasnya.

“Hahaha... sungguh kebetulan anak Huang Zhou kini jatuh ke tanganku. Hahaha...”

Guru Song Jian tertawa senang mengetahui hal itu. Dia pun bangkit dan mendekati Huang Shi dengan penuh suka cita.

Guru Song Jian memegang dagu Huang Shi dan mengangkatnya sambil menyeringai.

“Lepaskan tanganmu darinya!” Shang Xi geram melihat hal itu di samping Huang Shi.

Plak!

Guru Song Jian menampar wajah Shang Xi yang membuat Shang Xi terjatuh. Namun guru Song Jian terkejut karena tangannya merasa kebas setelah menampar Shang Xi.

“Siapa kamu?”

Guru Song Jian mengerutkan alisnya menatap Shang Xi dengan tatapan tidak percaya. “Tubuh anak ini membuat telapak tanganku kebas. Siapa dia?” batinnya.

“Guru. Tubuh anak ini berada pada kultivasi fisik tubuh dewa.” Wu Shan melaporkan hal itu pada gurunya.

“Apa?”

Guru Song Jian terkejut mendengar hal itu. Dia tidak menyangka bisa bertemu dengan seorang pemuda yang sudah berada pada tahap kultivasi tubuh dewa.

“Mengapa kamu baru mengatakannya. Kurung mereka berdua di dalam ruang tawanan. Wu Shan ikut denganku untuk menemui ketua.”

Guru Song Jian terlihat bersemangat setelah mengetahui hal itu. Dia mengajak Wu Shan untuk bertemu dengan ketua sekte Makam Pedang untuk melaporkan hal ini.

Di dalam kediaman ketua sekte Makam Pedang, terlihat seorang lelaki tua yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku.

“Ketua, Song Jian datang menghadap.” Guru Song Jian memberi hormat kepada ketua sekte Makam Pedang.

Ketua sekte Makam Pedang bernama Wang Jun. Dia seorang lelaki berusia 65 tahun namun tubuhnya masih kekar dan kuat.

Ketua Wang Jun menghentikan membaca bukunya ketika melihat guru Song Jian datang dengan tergesa-gesa. “Ada apa?”

“Ketua, muridku telah menangkap dua orang anggota dari sekte Teratai Putih.”

Ketua sekte Wang Jun kini menatap serius pada Song Jian. “Apa yang kalian lakukan pada mereka?”

Ketua Wang Jun sedikit khawatir dengan hal itu. Kekuatan kultivasi ketua Wang Jun berada pada alam dewa dan setara dengan kultivasi ketua sekte Teratai Putih Huang Zhou. Namun ilmu pedangnya masih kalah dari ilmu pedang Teratai Putih.

“Kami menawannya di ruang tawanan. Salah satu dari mereka adalah putri dari Huang Zhou.” Guru Song Jian sedikit ragu menjelaskan hal itu.

“Apa?”

Ketua Wang Jun sontak berdiri setelah mendengar hal itu. “Apa kalian sadar dengan apa yang kalian lakukan?”

Wajah ketua Wang Jun tampak merah karena marah. Dia melotot ke arah Guru Song Jian dan Wu Shan yang menundukkan kepala mereka.

“Wang Jun, kenapa kamu marah? Apa kamu takut pada sekte Teratai Putih?”

Seorang lelaki tua berambut putih dengan wajah tersenyum datang ke tempat itu karena mendengar suara keras.

“Paman Guru!” Ketua sekte Wang Jun memberi hormat kepada lelaki tua itu.

“Kakek Guru!” Guru Song Jian pun memberi hormat kepada lelaki tua yang datang dan duduk di tengah-tengah mereka.

“Dimana kalian menempatkan mereka? Aku ingin bermain dengan mereka.”

Lelaki tua itu terlihat bersemangat mendengar berita tawanan yang baru saja disebutkan oleh guru Song Jian.

Guru Song Jian terdiam tidak berani bersuara. Kakek Gurunya itu terkenal senang bermain-main dengan para tawanan hingga menyebabkan berbagai kegaduhan.

“Paman Guru. Kami sedang membicarakan hal yang serius. Pergilah bermain bersama Wu Shan.” Ketua sekte Wang Jun meminta Wu Shan untuk menemani paman gurunya itu bermain.

Wu Shan mengerti maksud ketua sekte. Dia pun langsung menarik kakek guru dan mengajaknya pergi bermain.

Setelah kepergian lelaki tua itu, ketua sekte Wang Jun mendekati guru Song Jian.

“Song Jian, kamu tidak melakukan apapun pada putri Huang Zhou kan?”

“Ketua, kami tidak berani. Kami hanya menawannya.”

“Bagus. Jangan biarkan paman guruku bertemu dengan mereka.” Ketua Wang Jun menghela nafasnya mendengar jawaban Song Jian.

“Meskipun ilmu paman guru berada di atasku, tapi dia bukan orang yang bisa menuruti perintah. Dia hanya tahu bersenang-senang.”

“Sebenarnya kita tidak perlu takut pada sekte Teratai Putih jika paman guru bersedia untuk bertarung. Tapi tidak semudah itu untuk memintanya bertarung demi sekte.”

Song Jian menganggukkan kepalanya menyetujui hal itu.

“Ketua. Kedatanganku bukan karena putri dari Huang Zhou, melainkan seorang anak muda yang bersamanya.”

Ketua sekte Wang Jun mengerutkan dahinya mendengar kata-kata Song Jian. “Siapa anak lelaki itu?”

“Aku belum tahu namanya. Namun kekuatannya sangat berbakat. Di usia yang masih muda, dia telah berada pada kultivasi fisik tubuh dewa,” sahut Song Jian.

“Apa?” Mata ketua sekte Wang Jun berkedut mendengar hal itu. Dia juga belum pernah mendengar tentang seorang anak lelaki berbakat yang telah berada pada tahap tubuh dewa di usia muda.

“Apakah anak itu anggota sekte Teratai Putih?”

Guru Song Jian menganggukkan kepalanya mendengar hal itu. “Benar. Sepertinya anak itu murid dari sekte Teratai Putih.”

“Sungguh beruntung sekte Teratai Putih bisa mendapatkan anak berbakat seperti itu.” Wajah ketua Wang Jun terlihat murung memikirkan hal itu.

“Ketua, apakah kamu melupakan sesuatu? Kita memerlukan seorang pemuda yang berada pada tubuh dewa untuk hal itu.” Song Jian tiba-tiba mengingatkan ketua sekte Wang Jun.

Wajah Wang Jun tampak berubah bersemangat ketika mendengar hal itu. “Ah benar. Aku hampir melupakan hal tersebut.”

Ketua Wang Jun pun tampak tersenyum senang bersama guru Song Jian.

“Akhirnya kita memiliki harapan untuk bisa menerobos tingkat aliran pedang sekte. Hahaha...”

Mereka berduapun tertawa senang mengingat akan hal itu.

“Bawa mereka berdua menemuiku segera. Pindahkan mereka ke ruang tamu sekte. Kita membutuhkan bantuan pemuda itu.”

“Baik ketua sekte.”

Guru Song Jian kemudian pergi meninggalkan ketua sekte yang wajahnya berseri-seri. Dia pun segera menuju ke altar pemujaan leluhur sekte yang ada di ruang pemujaan.

“Guru leluhur, akhirnya aliran sekte Makam Pedang dapat meningkat di masa depan.”

Terpopuler

Comments

Mahayabank

Mahayabank

Mantaaap...Lanjuuuut lagiiee 👌👌👌

2024-05-18

0

Mahayabank

Mahayabank

/Ok//Ok//Ok//Good//Good/

2024-05-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!