BAB 7 | Pelatihan dasar Shang Xi

Setelah meninggalkan Shang Xi di divisi kultivasi fisik yang diketuai oleh tetua Yan Jiu, Huang Shi pun pergi menuju kediaman ketua sekte untuk menemui ayahnya.

“Bagaimana?” tanya Huang Zhou putrinya Huang Shi.

“Aku telah mengajaknya menemui tetua Yan Jiu. Tetua Yan Jiu bersedia untuk melatih Shang Xi. Apakah ayah yakin dia akan membuat sekte Teratai Putih kita bertambah kuat?” tanya Huang Shi pada ayahnya.

“Hahaha...”

Ketua sekte Huang Zhou tertawa mendengar pertanyaan putrinya Huang Shi.

“Meskipun dia memiliki kultivasi tubuh dewa, namun jika dia tidak bisa mengolahnya dengan baik, maka bakat itu akan tersia-siakan,” sahut ketua sekte Huang Zhou.

“Jika dia memang memiliki bakat alami, maka bukan tidak mungkin dia akan menjadi satu-satunya orang di sekte Teratai Putih saat ini yang bisa menembus tahap pencerahan dan mencapai tubuh surgawi. Hal ini tentu saja akan membuat sekte Teratai Putih menjadi semakin kuat,” lanjut Huang Zhou dengan penuh semangat.

Huang Shi mengerti maksud ayahnya, hanya saja di dalam hati kecilnya dia merasa Shang Xi ini tidak cocok untuk berlatih kultivasi fisik. Dia merasa kekuatan di tubuh Shang Xi berbeda dengan kultivasi fisik yang dia ketahui, dan kekuatan di tubuh Shang Xi menurutnya lebih ke arah kultivasi spiritual.

“Kamu terus amati perkembangan anak itu dengan baik,” kata Huang Zhou yang menugaskan Huang Shi untuk memantau perkembangan Shang Xi.

“Baik ayah,” sahut Huang Shi dengan lembut.

Keesokan harinya, Shang Xi telah bergabung dalam kelas kultivasi fisik bersama teman-teman dibawah umurnya. Rata-rata murid remaja yang bergabung dalam kelas kultivasi berusia muda sekitar 15 tahun.

Hal ini membuat Shang Xi sedikit risih karena terlihat paling menonjol dari murid-murid sekte lainnya. Biasanya kultivator yang telah berusia diatas 17 tahun mulai menempuh pelatihan mandiri.

Tetua Yan Jiu memang menginginkan Shang Xi untuk belajar kultivasi fisik mulai dasar terlebih dahulu selama sebulan sebelum dia melakukan pelatihan mandirinya.

“Setelah lima tahun menunggu, akhirnya aku bisa bergabung dengan sekte Teratai Putih. Aku tidak akan mengecewakan nona Huang Shi dan ketua sekte yang telah menerima diriku,” batin Shang Xi dengan penuh semangat.

Pelajaran dasar yang diikuti oleh Shang Xi lebih kepada prinsip kultivasi fisik dan cara-cara untuk melatih tubuh agar dapat mengembangkan kultivasi fisik di masa depan. Pelatihan dasar yang diikuti juga lebih banyak pelatihan fisik seperti lari, lompat dan juga latihan membawa beban naik turun gunung.

Huang Shi selalu mengamati perkembangan Shang Xi dari kejauhan dan bertanya pada guru-guru yang melatihnya. Dia merasa senang melihat perkembangan Shang Xi dan kagum dengan kesungguhannya belajar.

Setelah melakukan pelatihan dasar selama sebulan, Shang Xi pun melanjutkan pelatihan mandiri seperti yang telah dijanjikan oleh tetua Yan Jiu padanya.

Dalam pelatihan mandiri, Shang Xi tidak memerlukan kelas dan bimbingan setiap harinya. Dia dibebaskan untuk berlatih sesuai keinginan, dan mendapatkan bimbingan pada saat mengalami kesulitan saja.

Pelatihan fisik yang paling disukai oleh Shang Xi adalah berlatih di air terjun yang terletak di belakang kediaman sekte yang mengalir dari sumber mata air menuju ke danau yang berada di lereng gunung persik.

Hampir setiap hari Shang Xi melakukan pelatihan fisik dan bermeditasi di air terjun itu. Dan Huang Shi diam-diam mengikutinya hingga ke air terjun itu untuk mengamati perkembangannya.

“Siapa di sana?” Shang Xi tiba-tiba berteriak ketika mendengar langkah seseorang yang mematahkan dahan pohon di sekitar hutan dekat air terjun.

Huang Shi kemudian muncul sambil tersenyum padanya. “Ini aku.”

“Ah, nona Huang. Aku pikir siapa yang datang,” ujar Shang Xi.

Wajah Huang Shi tiba-tiba berubah merah setelah melihat Shang Xi keluar dari balik air terjun tanpa mengenakan baju atasnya. Dia pun membalikkan badannya untuk menyembunyikan wajahnya yang merona merah.

Shang Xi menjadi gugup dan segera mengenakan baju atasnya untuk bertemu dengan Huang Shi.

“Maaf nona Huang. Aku tidak tahu kamu akan datang. Ada keperluan apa nona Huang datang menemuiku?” tanya Shang Xi padanya.

“Aku mendapat tugas dari sekte untuk memeriksa desa di bagian barat kaki gunung Persik. Kami mendengar adanya laporan dari desa tersebut. Apakah kamu mau menemaniku pergi?” tanya Huang Shi kemudian.

Wajah Shang Xi tertegun mendengar perkataan Huang Shi. Dalam hatinya dia ingin ikut pergi menemani Huang Shi untuk bertualang. Namun karena kondisi temannya Zhou Min yang masih terbaring lemah tak sadarkan diri membuatnya merasa khawatir.

“Aku tahu kondisi temanmu yang masih belum sadarkan diri, jadi aku tidak memaksamu untuk ikut pergi bersamaku,” kata Huang Shi sambil hendak beranjak pergi meninggalkan Shang Xi.

“Tidak nona Huang, kali ini aku akan pergi menemanimu,” sahut Shang Xi dengan tegas setelah dia melihat perubahan wajah Huang Shi yang sedikit kecewa melihatnya terdiam.

Mendengar jawaban Shang Xi membuat wajah Huang Shi kembali ceria. Dia pun membalikkan tubuhnya menatap Shang Xi dengan senang. “Baiklah, kamu bisa bersiap dan kita bertemu di gerbang sekte.”

Setelah melihat perkembangan pelatihan Shang Xi, Huang Shi meminta ijin pada ayahnya untuk mengajak Shang Xi keluar dari sekte dan melihat hasil pelatihannya di lapangan.

“Baik. Aku akan segera bersiap,” sahut Shang Xi yang kemudian pergi menuju kediamannya untuk mengganti pakaian.

Setelah itu tampak Huang Shi datang ke gerbang sekte, sementara Shang Xi telah lebih dulu menunggunya di sana. Dia terlihat bersemangat hingga terpaku saat melihat kedatangan Huang Shi yang cantik seperti bidadari.

“Apakah kamu sudah lama menungguku?” tanya Huang Shi sambil tersenyum padanya dan membuyarkan lamunan Shang Xi.

“Ah tidak, aku baru saja sampai,” sahut Shang Xi dengan gugup menjawab pertanyaan Huang Shi.

Dua orang penjaga gerbang tersenyum melihat sikap Shang Xi di depan Huang Shi.

“Mengapa tidak ada orang lain yang ikut serta?” tanya Shang Xi ketika menyadari Huang Shi yang datang sendirian.

“Hanya kita berdua yang diutus oleh ketua sekte untuk memeriksa keadaan di desa itu,” sahut Huang Shi.

Mendengar hal itu, Shang Xi tidak lagi bertanya karena sudah keputusan dari ketua sekte. Dia pun pergi mengikuti Huang Shi dengan menunggang kuda yang telah disiapkan di gerbang sekte.

Terpopuler

Comments

Mahayabank

Mahayabank

Mantaaap...Lanjuuuut lagiiee 👌👌👌

2024-05-16

1

Mahayabank

Mahayabank

Bagus sekali.../Ok//Ok//Ok/

2024-05-16

1

Rusman Arif

Rusman Arif

hayoo dong Thor ubdate bab selanjutnya

2024-05-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!