Bab 18

" pak apa anda tidak pulang dan menemui istri anda mungkin saja istri anda menunggu anda" saran dari sang asisten untuk kenzi bahkan ia masih di sibukan dengan dokumen nya.

" ha... Aku lupa tidak mengabari nya aku sangat sibuk sehingga aku lupa " ucap kenzi tanpa sekalipun ia merasa bersalah.

" nanti aku akan pulang ke apartemen, bagai mana dengan rumahnya apa sudah ada "tanya kenzi.

" iya Pak saya akan memberikan alamat "

"Okey"

Ilham sang asisten pun pamit undur diri untuk pergi dan mengurus pekerjaan yang belum sempat ia kerjakan tadi.

Saat jam makan siang terlihat kenzi masih sibuk dengan pekerjaan bahkan lupa waktu.

Tok tok tok sura pintu pun mengalihkan pandangan kenzi.

" masuk"

" pak ada kiriman"

" apa "

" saya kurang tau pak tidak ada namanya mungkin ini penting "

" mana  biar aku baca"sang asisten pun memberikan amplop coklat itu pada kenzi.

" baik Pak"

Setelah ia membaca isi dari amplop coklat itu ia kaget tangannya mengepal dan meninju meja dengan keras sontak membuat kaget ilham sang asisten.

" naya... " ucap kenzi pelan.

Isi amplop coklat itu adalah surat perceraian dirinya dan naya ia tak menduga bahwa naya akan bertindak sejauh ini ia merasa sudah memberikan apa yang naya butuhkan uang melanjutkan sekolah sampai universitas ia bahkan mengirim nya uang dengan jumlah besar ia merasa apa yang kuarang dari diri nya.

Tiba-tiba dengi ponsel kenzi berdering

Ia pun menerima panggilan itu.

" ada apa mah " ucap kenzi, yang menelpon itu adalah mamah nya.

" hallo sayang nanti malam ke sini ya mamah untuk makan malam bersama keluarga kita ini juga merupakan perayaan kembalinya kamu ketanah air"

"Mamah rindu kamu nak "

" iya mah nanti aku akan kesana"

" iya mamah tunggu ya "

"Iya mah "

" mamah matiin takut nya kami masih sibuk"

" iya mah " panggilan pun di akhiri ia berencana membawa naya juga dan membicarakan tentang perceraiannya.

***

Malam pun tiba terlihat naya sibuk membantu bi inah menyiapkan acara makan malam untuk merayakan kembalinya kenzi sang suami.

Citra sang ibu mertua sekaligus ibu dari suaminya ia sesekali menatap sinis naya dari kejauhan ia masih tidak habis fikir dengan anak kesayangannya kenapa memilih untuk menikahi pembantu dan orang rendahan seperti naya. Ia juga sesekali mencibir naya dengan kata-kata menyinggung hati.

" aku tidak habis fikir kenapa kenzi tidak menceraikan nya saja" ucapan sinis dari citra sang ibu mertua.

" mah mamah kenapa si "ucap sisca

" dia tidak pantas menjadi menantu keluarga kita"ucap citra dengan nada sedikit lebih besar supaya naya bisa mendengar nya dengan jelas.

" mah cukup naya juga bagian dari keluarga kita mah"

Naya yang sedang menyusun makanan di meja makan ia hanya mendengar kan ucapan penghinaan yang terus-menerus terlontar dari mulut mertuanya, ia hanya bisa diam tanpa kata ia juga hanya bisa menelan amarahnya.

Seseorang yang tidak asing bagi naya muncul seorang wanita yang cantik body idaman para lelaki dan memiliki karir dengan mandiri, siapa lagi kalo bukan melly mantan kenzi disainer muda.

" eh melly sayang kamu datang juga akhirnya " cita menyambut dengan hangat sikapnya langsung berubah setelah melihat idaman calon menantu nya.

" hallo tante apa kabar" melly pun mendekat dan salam sapaan dengan sopan.

" baik gimana kabar kamu udah lama kamu gak main kesini"

"Iya tan maaf ya "

" gk papah tante seneng ko kamu bisa datang ke acara makan malam keluarga tante"ucap citra dengan yang terlihat bahagia.

thanks udah baca 🥰😘

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!