CHEPTER 4

ʚ♡⃛ɞ(ू•ᴗ•ू❁)ヾ(❀╹◡╹)ノ゙❀~

....................

**"**

Pagi hari  nya kenzi dan papah nya pergi kerumah sisca sang kaka Ia berniat berbicara dengan naya dan kaka nya.

   Sesampainya di rumah sisca Ia dan papah nya sudah di sambut oleh sisca dan suaminya.

" naya " panggil sisca

" iya bu " jawab naya

" sini nay" pangil sisca yg menyuruh naya.

  

    Naya pun berjalan ke ruang tamu dan Ia melihat sosok yg Ia kenal itu dan menatap nya sekilas.

"Sini duduk ada yg mau di bicarakan nay" ujar sisca.

" baik bu" jawab naya pelan Ia pun duduk di sebelah sisca dan mendengarkan dengan seksama.

      Pembicaraan pun berlangsung dan kenzi memutuskan untuk menikahinya secara sah dan Ia mau acara pernikahannya di percepat dan di adakan secara sederhana saja.

" naya bagai mana menurut mu " sisca

" naya bingung " ucap naya yang mengerutkan alis nya.

" kami butuh jawaban mu nay " sisca

" kenzi dan pph juga datang dengan niat dan maksud yg baik juga ini demi kamu dan kenzi ini yang terbaik nay" ucap sisca yg menasehati naya.

"Iya bu naya mau nikah sama mas kenzi" naya yang menerima pernikahan ini dengan lapang walaupun hati berat untuk menerimanya.

      Pembicaraan pun selesai dengan

Lancar kenzi dan  pph nya pun pamit pulang, dan naya kembali ke kamar nya.

Sesampainya di kamar naya menagis Ia tak menyangka hal ini akan terjadi padanya.

    Bi inah datang dan memeluk naya dan mengusap rambut nya dengan penuh kasih sayang.

" bi naya takut" ucap nya yang sambil menangis di pelukan bi inah.

Bi inah hanya diam dan diam-diam menagis.

3 hari berlalu dengan cepat dan hari H pun datang.

    

       Naya masih mematung di depan kaca, menatap pantulan dirinya sendiri dengan mata yang sayu dan air mata yang tertahan.

" naya apa kamu sudah siap" sisca yang masuk kekamar rias dan melihat naya.

Sisca mendekat perlahan dan menggandeng naya untuk  akad nikah.

Pernikahan yang sederhana, di hadiri pk candra, sisca, bi inah, dan suaminya sisca, haya sang ibu yang tidak hadir karena tak sudi untuk merestui pernikahannya ini.

Pernikahan pun berjalan dengan lancar

Tanpa hambatan.

" nay selamat ya mulai sekarang kamu panggil aku kaka" sisca

" kenapa bu.......?" Ucap naya yang bingung dan tidak tau.

" kamu kan sudah sah dan sudah jadi istri kenzi jadi panggil aku kaka ya" pintanya.

" iya bu...... Eh iya ka... "

"Jadi kamu akan tinggal di rumah utama kenz" pl candra

" aku akan tinggal di apartemen miliku dan membawa naya kesana "

" itu pilihan yang bagus " ujar suami sisca.

" bagai mana dengan mamah" sisca

" papah yakin mamah juga akan merestui pernikahan kenzi" pk candra

" semoga saja " sisca

" naya kamu harus ikutin kata suami kamu ya dan bilang ke aku kalo kenzi pemberlakuan mu tidak biak biak kaka pukul pake panci ireng" sisca

" iy....a..ka sisca.. "

Naya pun memasuki mobil dan duduk di depan di samping kenzi tanpa sepatah kata pun di dalam mobil sepanjang jalan tidak ada suara yang di lontarkan oleh keduanya.

Bagai mana ini aku takut aku tidak tau harus apa ibu tidak memberitahu ku tentang  hal-hal ini aku tidak tau ms kenzi seperti apa aku takut....... takut

Aku gk siap

Sambil menatap pohon-pohon di sepanjang jalan.

Di sepanjang jalan pikiran naya berlarian ke mana-mana.

                                ****

Akhirnya mereka tiba di apartemen mewah milik kenzi.

"Nay ayo turun kita sudah sampai"

Naya pun tersadar dari lamunan nya.

" oh.... Iya mas" Ia pun mengikuti kenzi dari belakang.

Ia terbelalak melihat isi apartemen kenzi, begitu mewah dan sangat bersih terlihat mahal.

" naya ini kamar kita dan taru baju di situ" kenzi sambil nunjuk lemari besar yang masih belum terisi.

" iya... Mas" jawab naya

" nanti ada bibi pembersih dateng jadi kamu istirahat aja dulu aku masih ada kerjaan " ujar nya.

" iya mas" sambil memanggul kan kepadanya.

Kenzi pun pergi ke kantor dan meninggalkan naya di rumah sendiri, sedangkan naya merapikan pakaian nya dan membersihkan diri, setelah nya Ia menghapus make up.

Ia merasa lelah dan mengantuk Ia tertidur pulas sampai melewatkan makan siang nya sampai Ia terbangun matahari sudah mau terbenam Ia kaget dan buru-buru keluar melihat sekeliling.

Ia tercengan rumah sudah bersih dan makanan sudah ada di atas meja semuanya sudah siap.

Apa  bibi yang dibicarakan mas kenzi

Itu ya apa udah datang hmm.......

Ia melihat ke dapur dan ternyata mendapati bibi yang dibicarakan kenzi sudah datang dari siang tadi.

***

"....Hallo..... " sapa naya

" .. Eh non sudah bangun.... " ucap nya.

" perkenalkan saya bibi ana ART rumah ini tapi pulang pergi biasanya saya datang siang kesini"

" ... Oh... Iya, bi saya naya gk usah panggil non " ucap nya dengan malu.

" nona kan istrinya mas kenzi jadi saya pangil nona saja"

" mmm.... gak enak bi di dengar saya malu kalo bibi panggil saya nona"

" bagaimana kalo kaka aja kalo tidak mau di panggil nona"

" iy. ....a gk .....papah bi " ujar naya sambil tersenyum.

(*´︶'*)♡Thanks!

BERSAMBUNG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!