Alexandre hanya diam saat dimarahi oleh viona,karna dia tau dialah yang sudah memaksa bocil itu jadi ini adalah resiko nya,setelah sarapan mereka menuju ke sekolah viona,dan setelah sampai viona langsun turun dari mobil dan berjalan masuk....
"Vi! Tunggu aku!"Pekik siskan dari kejauhan.
Mendengar suara teriakan siska yang sangat nyaring dan menyakiti telinga viona pun menghentikan langkah kaki nya dan membalikan badan dan menatap ke belakan,terlihat siska berusaha berlari sekencang mungkin ke arah viona dengan nafas ngos-ngosan siska berhenti di depan viona....
"uh uh uh uh! aduh nafas ku hampir habis."Keluh siska ngos-ngosan.
Viona memutar bola mata dengan malas lalu mulai mengoceh."lagian kamu kenapa sih pagi-pagi begini sudah semangat berlari?"
Siska berusaha mengatur nafas dengan susah payah lalu menatap viona,namun dia malah dikagetkan dengan viona yang memakai syal hampir menutup wajah nya....
"aku mau bertanya sesuatu makanya aku lari...kan sebentar lagi kelas akan di mulai eh! Kok kamu pakai syal? Perasaan hari ini gak dingin malahan sangat panas pula?"Tanya siska dengan wajah bingun.
Viona langsun gugup dan membalik kan badan,dan mulai memutar otak untuk mencari alasan untuk menjawab siska,tidak mungkin dia berkata jujur kalau dia memakai syal untuk menutupi bekas ciuman alexandre....
"ah...i-itu aku masuk angin tadi malam jadi pagi ini mama menyuruhku memakai syal biar tidak bertambah sakit hehehe! begitu cerita nya."Elak viona tertawa canggung.
Tapi siska tidak langsung percaya dia malah kembali ingat kalau tadi dia melihat viona turun dari mobil alexandre,dan itu artinya semalam viona tidak berada di mansion nya....
"tapi tadi aku lihat kamu datang barengan om mu kan? Itu artinya kamu dari mansion om alex bukan dari mansion utama karna kalau dari mansion utama kamu pasti diantar oleh supir pribadi mu."Tebak siska.
Jantung viona langsung berdetak dengan kencang karna tebakan siska benar,tidak ada cara lain untuk menghentikan siska selain cemberut dan kesal....
"kau ini! Kemarin perusahan ayah ku bermasalah dan om ku menginap di mansion utama makanya pagi ini aku diantar sama dia hufff! Dasar menyebalkan!"Elak viona lagi dengan wajah cemberut.
Lalu viona menghentakan kaki dengan kesal dan berjalan pergi meningalkan siska,menyadari itu siska kembali berteriak dan berlari mengikuti viona daru belakan....
"hei! Vi tunggu! Aku masih belum selesai bicara!"Pekik siska.
viona tidak mau meladenin siska dan terus berjalan pergi dan masuk ke dalam kelas,saat kelas berlangsun siska mencoba memberi kode kepada viona agar mereka ke kantin bersama nanti,tapi tidak dihiraukan oleh viona yang sedang kesal,dan tak lama bell sekolah berbunyi dan para keluar untuk beristirahat,viona mengendap keluar dan berjalan lewat taman bunga untuk menghindari siska,namun tiba tiba dia menabrak seseorang....
Brrrukkkk.
"aduh kepala ku!"Ringis viona.
"sayang kamu kenapa seperti pencuri yang ingin masuk ke dalam halaman rumah orang dengan mengendap mendap begitu?"Tanya orang yang di tabrak viona.
Viona langsung mengangkat kepala dan menengok keatas,ternyata orang yang dia tabrak adalah alexandre yang datang karna sudah tau jam viona istirahat sekolah....
"kau! Kenapa kamu disini? Bagaimana kalau dilihat orang nanti?"Tanya viona panik.
Dengan panik viona menarik lengan alexandre dan membawa nya menuju ke taman bunga yang cukup lebat,agar tidak ketahuan orang sekaligus siska yang sedang mencari nya,setelah sampai viona menghentikan langkah kaki dan berbalik menatap alexandre....
"sayang aku datang bawa makan siang untuk mu,karna aku tau tadi pagi kamu tidak sempat selesaikan sarapan mu."Jelas alexandre sembari memperlihat kotak makan yang dia bawa.
Saat sedang mendengar penjelasan alexandre,viona di kagetkan dengan teriakan siska yang sedang mencari nya,dengan cepat viona manarik kepala alexandre agar sedikit menunduk,karna alexandre sangat tinggi,dan bisa menarik perhatian siska yang sedang mencari nya....
"Vi dimana kamu? woi viona!"Pekik siska.
"sudah sudah kamu pergi sana aku tidak mau orang orang melihat kamu disini,sudah aku akan makan nanti."Usir viona sembari mengambil kotak makan dari tangan alexandre.
Alexandre tidak menjawab dan langsun pergi,itu membuat viona merasa tidak enak hati,namun mau bagaimana lagi dia harus cepat cepat menyusul siska agar anak itu tidak mencari nya dan membuat satu sekolah heboh karna suara nya,dengan cepat viona menghampiri siska....
"Vi kamu tuh kenapa? Tadi aku panggil kamu tidak menyahut padahal aku lihat kepala mu nongol di sela sela bunga itu."Tunjuk siska ke arah taman.
Viona pun menoleh ke arah yang di tunjukan oleh siska,dan benar saja bunga bunga itu berselah dan tidak sepenuh nya tertutup,dan membuat viona langsung melelang ludah dengan kasar dan gugup....
"i-itu ada orang mengantar makanan untuk ku jadi aku tidak tau kalau kamu memanggilku,dan kenapa kau mencariku? Bukan nya tadi kamu ingin bertanya sesuatu? Cepat tanyakan sebelum bell kembali berbunyi."Elak viona mengalihkan pembicaraan.
"oh! Begitu yah pasti dia pacar mu karna kamu terlihat gugup seperti orang yang baru saja tertangkap basa hahahaha!"Ejek siska tertawa terbahak bahak.
"mau tanya tidak! Kalau tidak aku mau masuk ke dalam kelas cih! menyebalkan!"Gerutu viona kesal dan hendak pergi.
"maaf,maaf baiklah aku akan berhenti tertawa aku janji."siska menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan dengan perlahan dan mulai bertanya."ini Vi kemarin aku tidak sengaja melihat kamu dicium oleh fidel,apakah kamu menyukai nya?"Tanya siska to the point.
"tidak! Aku sudah mempunyai kekasih, apakah kamu tidak lihat aku menghajarnya sampai tersungkur diatas tana,karna aku tidak suka dia menghina teman ku yang lemot ini."Jawab viona tersenyum dan mencubit pipi siska dengan lembut.
"huuuwaaaaa! Kamu adalah besti ku mulai sekarang Vi!"Seru siska memeluk viona.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments