Setelah masuk ke dalam kamar alexandre membaringkan viona diatas kasur lalu dia melangkah mendekati wall closet untuk menganti baju tidur,namun tiba tiba viona yang mabuk bangun dan duduk diatas kasur lalu mulai menangis....
"hiks,hiks,hiks,hiks,hiks! Om jahat kenapa om tidak membiarkan aku minum lagi huuwaaaa!"Tangis viona pecah.
Mendengar suara tangisan viona erik langsung panik berjalan cepat ke arah viona dan mengelus kepala vioan untuk menenangkan nya....
"kamu kenapa? Hhhmmm....bukan nya aku tidak mau memberikan nya,tapi tidak baik kalau kamu terlalu mabuk."Jelas alexandre dengan lembut.
"huuwaaaaaaaaaa! Om pelit aku ini tidak mabuk,iya itu hanya sedikit tapi boleh kan aku minum sedikit lagi hiks,hiks,hiks!"Jerit tangis viona semaking kencang.
"jangan menangis siapa yang memukul mu? ayolah gadis kecil ku yang pintar patuh lah jangan minum lagi,cup."Pinta alexandre lembut.
Dengan lembut alexandre pun mencium dan melumat bibir viona,dan tangan nya yang nakal mulai meraba sana sini dengan aktif,namun aksi nya berhenti ketika viona kembali menangis dengan suara yang lebih keras,dan membuat alexandre berhenti dari aksi nya....
"tuh kan om membully ku! Aku tau aku tidak mahir dalam berciuman maka dari itu om sengaja melakukan itu huuuwaaaaaaaa!"Gerutu viona sembari menangis.
"aku tidak membully mu sayang aku hanya mencium mu karna kamu adalah wanita ku sekarang,sini sekarang waktunya kita tidur."Ucap alexandre.
Alexandre pun naik keatas ranjang dan memeluk viona dengan erat,dan mencoba membujuk viona,agar viona mau diam dan mulai tidur....
"tidak mau! Aku tidak mau! Aku mau minum pokoknya aku mau minum kalau tidak aku akan menangis sampai pagi!"Rengek viona meronta.
Alexandre memijit kepalanya yang terasa pusing,sekaligus menyesal karna sudah membiarkan viona minum red wine itu,alexandre menghela nafas kasar sembari bergumam."tau begini tadi aku tidak membiarkan kamu minum astaga kepala ku pusing sekali."
Akhirnya alexandre mengalah lalu membawa viona turun ke lantai bawa dan mengambil red wine yang beralkohol rendah dan memberikan nya kepada viona,viona langsun tersenyum dan menerima nya dengan senang,sedangkan wajah alexandre sangat kusut karna ulah viona....
"makasih om kamulah yang paling terbaik."Ucap viona tersenyum lembut.
Mendengar ucapan viona seketika wajah alexandre kembali segar,dan dengan bangga alexandre berkata."tentu saja,kalau tidak bagaimana aku bisa menjinakan kucing liar yang galak seperti dirimu,siapa dulu dong,alexandre gitu lho."
alexandre pun memanggil para pelayan untuk menyajikan beberapa dagin pangan segar untuk viona,dan viona pun lanjut minum dan makan,3 jam berlalu alexandre menemani viona sampai ketiduran di sofa ruang tamu karna ngantuk,namun di terbangun karna tidak mendengar suara viona,dengan panik alexandre bangkit dari sofa dan mencari viona...
"sayang kamu dimana? Sayang....Viona!"Panggil alexandre mulai panik.
Alexandre mencari di sekililing mansion tapi tetap tidak melihat viona,namun saat dia mengecek cctv ternyata viona sedang berenan di dalam kolam hanya memakai dalaman,mata alexandre langsun melotot lebar dan bergegas menuju ke kolam renan....
"sayang sudah cukup ayo kita masuk."Ajak alexandre.
"sini tangkap aku om hahahaha!"Tantang viona sembari tertawa mengoda.
merasa sedang di tantang oleh viona,alexandre pun melepaskan baju tidur nya lalu berenan menghampiri viona,dan langsun menangkap viona dan memeluk nya,alexandre menatap lekat wajah cantik viona lalu dia kembali mencium dan melumat bibir viona,dan tangan nakal alexandre mulai meremas kuat buah melon viona dan membuat viona mengeluarkan suara laknat....
"ugh! ah...om."Desah viona.
"sayang ayo kita ke kamar sekarang."Ajak alexandre dengan suara berat.
viona menganguk dan alexandre langsung mengangkat viona keluar dari kolam dan mengendong nya berjalan masuk ala bride style,setelah sampai di kamar alexandre semaking tidak bisa di kontrol karna melihat viona telanjang bulat di hadapan nya,namun dia berusaha mengendalikan diri karna dia takut menyakiti viona,karna sebenarnya diam diam alexandre sudah jatuh cinta kepada viona....
"sayang aku tidak bisa melakukan nya,tapi aku akan membuka jalan masuk dengan perlahan agar nanti kamu tidak kesulitan kalau sudah waktunya tiba."Jelas alexandre kepada viona yang setenga sadar.
Alexandre merangkak naik keatas kasur dan mulai melumat pucuk semangka viona dengan liar,hasrat viona semaking naik dan mendesah tak karuan,melihat itu alexandre mencium perut viona dan turun ke bawa dan berhenti tepat di depan goa milik viona,alexandre tersenyum saat tau viona sudah basa,lalu dia memasukan satu jari dengan perlahan dan memaju mundur dengan perlahan,viona mendesah tak karuan,dan suara indah yang di keluarkan oleh viona membuat alexandre kalan kabut dan mulai memainkan tongkat nya sendiri sampai mengeluarkan lahar,dan mereka berdua tertidur pulas setelah mencapai puncak....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments