02

[ WARNING ]

1. BANYAK KATA - KATA KASAR.

2. KARYA PERTAMA, MAKLUMI KALAU ADA KESALAHAN DALAM DIKSI.

3. MAKLUMI TYPO.

4. KOMENTAR YANG SOPAN.

5. HARGAI KARYA PENULIS.

TERIMAKASIH!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...- 𝐻𝒶𝓅𝓅𝓎 𝑅𝑒𝒶𝒹𝒾𝓃𝑔 -...

Gelap..

Dingin..

Sunyi..

Tidak ada suara apapun, sampai pintu di buka, dan langkah kaki memasuki tempat itu terdengar.

Siapa itu?

Apa ini nyata?

Atau seperti biasa, hanya halusinasi saja?

Itu pertanyaan - pertanyaan yang ada di pikiran pria itu.

Seiring dengan langkah kaki yang mendekat, pria itu menyeret tubuh nya mundur hingga mentok ke tembok. Ia memeluk lutut nya dengan sedikit was was.

"Tuan, ini bi Siti.." Ujar wanita yang sudah bertahun - tahun mengabdikan dirinya untuk keluarga Elizabeth itu, sambil meletakkan gelas ke sisi kiri sang pria.

"Bi Siti?" Gumam pria itu.

"Iya, tuan Varez, ini bi Siti. Bawa makanan buat tuan." Ujar bi Siti meraih tangan tuan nya itu, Alvarez.

Bi siti meletakkan piring makanan pada tangan Alvarez.

"Ini makanan nya ya tuan. Minum nya di samping kiri tuan." Jelas bi Siti sambil mengarahkan tangan Alvarez yang satu nya lagi pada gelas di lantai.

"M-makasih."

Bi Siti mengangguk, walau ia tau, Alvarez tidak bisa melihat anggukan nya itu.

"Kalau gitu, bibi keluar ya tuan?"

Alvarez tidak merespon lagi setelah nya, jadi bi Siti memutuskan untuk pergi dan menutup kembali pintu, menghilangkan sumber cahaya yang sempat masuk ke ruang gelap itu.

Mendengar tidak ada lagi suara, Alvarez mulai meraba ujung piring, mencari sendok.

Ia mulai memakan makanan nya secara perlahan.

Setelah selesai makan, ia meraba sisi kiri nya, mencari minum untuk ia minum. Lalu, ia meletakkan piring dan gelas nya kembali ke lantai.

...----------------...

Sudah 1 jam Aurel menemani Renza mengelilingi taman. Kini, mereka sudah kembali ke kamar, karena waktu sudah malam.

"Aurel, lo bisa balik ke kamar lo."

Aurel mengangguk.

"Jangan lupa, besok lo temenin gue ke perusahaan." Ucap Renza mengingatkan.

"Iya. Gue duluan kalau gitu."

"Kalau butuh apa - apa, kabarin gue dari chat aja."

Renza mengangguk sebagai respon. Melihat respon itu, Aurel memutuskan untuk pergi menuju kamar nya sendiri.

.

Aurel merebahkan tubuh nya ke kasur, melirik ke jam dinding. Sekarang hampir jam 9 malam. Ia mengeluarkan ponsel nya, memasang alarm pukul 12 tengah malam.

'Gue harus cari dia dulu biar tante bisa tenang.' Batin Aurel.

Ia meletakkan ponsel nya ke nakas meja lalu memejamkan mata nya untuk tidur. Tak butuh waktu lama, ia sampai ke alam mimpi.

......................

Kringg.. Kringg.. Kringg..

Aurel mengernyit, kala tidur nya mulai terganggu oleh suara alarm yang sebelum nya ia pasang. Beberapa kali, alarm berbunyi, sengaja tak di hiraukan Aurel karena masih mengantuk. Tapi, mengingat keberadaan nya disini bukan untuk tidur - tiduran, ia terpaksa membuka mata nya yang masih terasa berat.

Mematikan alarm, Aurel menegakkan tubuh nya, lalu berjalan keluar dari kamar nya.

Dengan hati - hati dan waspada, Aurel melirik sekeliling nya, memastikan semua nya sudah tertidur. Ia berjalan ke arah yang sebelum nya bi Siti lewati untuk bertemu Alvarez.

Menelusuri lorong mansion itu, tidak ada ruangan apapun di lorong itu. Lorong itu berakhir buntu, hanya ada sebuah rak yang tersusun buku - buku dengan rapi.

Aurel mengernyit, ia yakin, bi Siti berjalan ke arah sini. Tapi, kenapa ia tidak menemukan apapun?

"Gada apa - apa?" Gumam Aurel mengamati sekeliling nya. Tidak menemukan apapun disana, Aurel berbalik, berniat untuk kembali ke kamar nya, namun, suara rantai menghantam tanah menghentikan langkah nya.

Ia menajamkan telinga nya, kembali mengamati sekitar.

'Suara tadi jelas banget. Gak mungkin gue salah denger.' Aurel mendekat pada rak yang tersusun buku. Semakin mendekat ia, semakin ia bisa mendengar suara rantai yang berhantaman dengan lantai keramik.

'Ini..'

Aurel mulai mengamati rak buku, satu per satu buku ia jelajahi, sampai ia menemukan sesuatu tombol di dalam rak buku.

Aurel terdiam sejenak, menimbang, apa ia harus mencoba menekan tombol nya sekarang? Tapi, bagaimana kalau ternyata tombol itu untuk hal lain?

Setelah terdiam sebentar, ia memutuskan untuk menekan tombol itu karena penasaran.

Nitt..

Setelah tombol di tekan, tiba - tiba saja rak buku itu terbelah menjadi dua membentuk vertikal ke atas, lalu, garis itu terbuka, layak nya sebuah pintu.

Aurel melangkahkan kaki nya masuk dengan hati - hati.

.

.

......•BERSAMBUNG•......

......- Cast -......

...- Aurelia Kimberly -...

...- Renza Elizabeth -...

...- Robert Elizabeth -...

...- Kinara Elizabeth -...

Terpopuler

Comments

🥑⃟Ꮶ͢ᮉ᳟•ᾰ𝕣ຣ𝑦𝐀⃝🥀⏤͟͟͞͞🧸👻ᴸᴷ

🥑⃟Ꮶ͢ᮉ᳟•ᾰ𝕣ຣ𝑦𝐀⃝🥀⏤͟͟͞͞🧸👻ᴸᴷ

lanjut yang panjang Thor 🤧

2024-04-08

1

Kysh_lmyd<3

Kysh_lmyd<3

lnjtlnjt

2024-04-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!