"Anak-anak siapapun yang sudah mempelajari teknik kultivasi Qi ini sebelumnya, kalian duduk di paling depan dan mempraktikkan terlebih dulu apa yang sudah kalian pelajari di keluarga kalian tentang teknik Kultivasi Qi ini, dan aku akan membimbing kalian dengan baik! "
Beberapa murid yang berasal dari keluarga bang sawan tingkat tinggi pun yang sudah mempelajari teknik kultivasi Qi dari keluarganya duduk didepan. Masih ada banyak murid yang tidak bisa mempelajari teknik kultivasi Qi ini meskipun entah itu dari keluarga bangsawan maupun rakyat biasa. Mungkin bakat dari murid-murid tersebut rendah hingga tak bisa merasakan Qi di sekitarnya dan gagal mempraktikkannya.
Guru Qiang melakukan hal tersebut untuk menjadikan contoh agar murid-murid yang tidak bisa berkultivasi untuk benar-benar paham dan dapat mempraktikkan dengan benar.
Sima Annchi yang termasuk dalam murid yang sudah berpengalaman duduk di paling depan dan di sebelahnya juga ada Tang Yuxuan. Kemudian Guru Qiang menyuruh mereka untuk mempraktikkan teknik kultivasi Qi mereka masing-masing. Guru Qiang membenarkan postur tubuh muridnya dengan benar agar tidak terjadi penyimpangan Qi, dan Guru Qiang menjelaskan kepada murid-murid yang memperhatikan teman-teman mereka yang sedang kultivasi tentang bagai mana menyerap dan mengalirkan Qi pada tubuh mereka dengan benar.
Setelah menerangkan, Guru Qiang menyuruh semua murid-muridnya untuk melakukan praktek tersebut. Semua murid pun mematuhi sangat guru, dari murid-murid tersebut ada yang masih belum bisa mempraktikkannya dan Guru Qiang pun dengan sigap membantu murid tersebut dengan membimbing aliran Qinya kepada punggung murid itu.
Karena ruangan kultivasi ini adalah ruangan khusus maka, ruangan ini memiliki tingkat Qi yang paling banyak dari tempat-tempat yang ada di Akademi Kerajaan ini. Oleh karena itu ada banyak dari para murid melakukan terobosan tingkat kultivasi. Murid-murid tersebut hingga lupa akan waktu dan mereka melewatkan jam pulang sekolah hingga sore pun tiba.
Murid-murid yang menyadari bahwa sudah tidak lagi melakukan terobosan dan perut mereka terasa keroncongan , mulai mengakhiri kultivasinya dan berpamitan kepada sang guru untuk kembali ke asrama mereka masing-masing. Hingga tersisa lah Sima Annchi yang masih duduk berkultivasi, ia ditemani oleh Tang Yuxuan dan Guru Qiang.
Ternyata Sima Annchi selama ini tidak mengalami terobosan hingga ia harus berkultivasi dengan lama. Guru Qiang yang mengerti keadaan tubuh unik Sima Annchi segera membangunkan Sima Annchi dari meditasinya. "Sudah lah, kau berhenti sampai di sini dulu dan segera pulanglah ke asrama mu! " Guru Qiang tak sadar lagi bahwa ia sudah mengacak-acak rambut Sima Annchi. Tang Yuxuan merasakan ketidak nyamanan itu lagi dan segera mengajak Sima Annchi untuk segera pergi dari sini.
Dengan sedikit rasa kecewa Sima Annchi pun akhirnya meninggalkan ruangan tersebut bersama Tang Yuxuan. Di perjalanan Tang Yuxuan mulai angkat bicara pada Sima Annchi. "Annchi, menurutmu kenapa Guru Qiang akhir-akhir ini sering mengusap-usap kepalamu. Apa kalian ada hubungan sesuatu yang tidak ku ketahui? " Tang Yuxuan akhirnya menyuarakan hatinya selama ini.
Sima Annchi yang mendengar pertanyaan dari temannya tersebut menghentikan langkah kakinya dan menatap Tang Yuxuan. "iya, ya. Sebelumnya kan Guru Qiang melakukan itu untuk menyembuhkan sakit kepalaku, dan sekarang ketika sudah benar-benar sembuh dia masih tetap saja mengusap kepalaku sampai rambut rapiku kusut kembali. Apa jangan-jangan sudah menjadi kebiasaan, ya? " pikir Sima Annchi di dalam hatinya.
Sima Annchi menjawab pertanyaan dari temannya dengan singkat. "Tentu saja tidak. "
Tang Yuxuan yang ikut menghentikan langkah kakinya menatap balik Sima Annchi dan berkata dengan sedikit kesal, "Jika Guru Qiang melakukannya lagi, maka hindari saja. Jangan menerimanya lagi! Aku sedikit kesal melihatnya. "
Sima Annchi merasa heran, tak mengerti kenapa temannya tersebut berkata seperti itu. Tang Yuxuan mengalihkan pembicaraannya dan mengajak Sima Annchi untuk pergi ke kantin akademi dan mengajaknya makan bersama. Sima Annchi setuju dan mereka berdua pun pergi ke kantin bersama.
Saat tiba di kantin, ada yang memanggil nama Tang Yuxuan dan ternyata suara yang memanggilnya adalah Bai Yeong. Bai Yeong terlihat senang saat bertemu dengan Tang Yuxuan, ia langsung berlari kearahnya dan memeluk lengan Tang Yuxuan.
Dengan imut ia berkata pada Tang Yuxuan, "Tang Gege, kenapa kau lama sekali ke kantin? Aku kan jadi kelaparan karena Tang Gege tidak kunjung datang. "
Tang Yuxuan yang selalu bersikap ramah pada meminta maaf dan menjelaskan keadaannya sebelumnya, dan gadis tersebut tetap saja menggembungkan pipinya cemberut. Sima Annchi yang tak dipedulikan keberadaannya meninggalkan mereka berdua dan memesan makanannya sendiri. Tang Yuxuan yang melihat Sima Annchi yang sudah duduk dengan beberapa porsi makanan yang sudah di hadapannya pun mengajak Bai Yeong untuk memesan makanan juga dan akhirnya mereka berdua duduk bersama Sima Annchi.
Seperti Dejavu, Sima Annchi menatap mereka berdua dengan kesal tapi masih dengan wajah darnya, ia kemudian cepat-cepat menghabiskan makanannya dan segera pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang bermesraan.
Setelah meninggalkan kantin Sima Annchi segera ke asramanya, dan berniat untuk membersihkan dirinya mandi. Sekarang ia tengah berendam di sebuah Bak mandi yang berisikan air hangat, ia melamun terlarut dalam pikirannya, "Hah... Jika dia tidak suka aku disentuh orang lain, lalu mengapa dia dengan sengaja membiarkan orang lain menempel padanya? " Sima Annchi sedang mengeluh dengan menghela nafas kesekian kalinya.
Setelah dia merasa puas berendam, Sima Annchi kemudian memakai baju piyamanya, dan menaiki ranjangnya berniat untuk tidur.
~Ditengah malam yang sunyi~
Sima Annchi tengah terlelap tidur tiba-tiba ia membuka kedua matanya dan bangun dari ranjangnya. Tatapan matanya entah mengapa jadi kosong, ia kemudian berdiri dan berjalan keluar asramanya tanpa memakai alas kakinya.
Sima Annchi terus berjalan melalui lorong-lorong yang gelap tanpa lampu dan hanya diterangi oleh cahaya bulan. Tak lama kemudian ia berhenti di depan sebuah ruangan, yang ternyata ruangan tersebut milik Guru Qiang. Ia kemudian mengetok pintu dengan keras dan cepat dan masih dengan tatapan kosongnya.
Guru Qiang yang tengah tertidur lelap di ranjangnya, menjadi terbangun terkejut akan suara ketukan pintu yang kasar tersebut. Ia sedikit marah dan segera bangun pergi ke pintu tersebut. Ia kemudian membuka pintu tersebut, dan ia melihat Sima Annchi yang berdiri di hadapannya.
"Sima Annchi? kenapa kau kemari lagi di jam segini. Apa kau berniat mengganggu tidurku lagi? " Kata Guru Qiang dengan marah saat tahu siapa yang membangunkan tidur nyenyaknya.
Dengan tatapan kosongnya ia menjawab dengan lirih dan pelan, "Tolong...bunuh...saja..aku...! " ia terus mengulang perkataannya meskipun dengan tatapan yang kosong.
Guru Qiang yang merasa aneh dengan perilaku Sima Annchi ini, ia kemudian berniat untuk menyadarkan kembali Sima Annchi dengan segala cara. Namun Sima Annchi tetap seperti itu, hingga pada akihinya Guru Qiang mencoba menutup mata Sima Annchi dengan mengalirkan Qi ditangannya. Tubuh Sima Annchi pun rubuh dan pingsan.
"Hah... dasar murid yang merepotkan. "
~Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments