Red Rose
Ada seorang laki - laki yang mempunyai bola mata yang berwarna coklat, hidung mancung, dan senyuman tipis miliknya mampu membuat candu. Dia disukai oleh banyak orang. Sangat mahir dalam bermain gitar dan juga basket. Tidak terlalu suka mengumbar masalah kehidupannya di media sosial. Namun di satu sisi, selalu memotret hal menarik yang ada di sekitarnya. Sangat senang saat mengelus kucing. Untuk yang terakhir, dia penyuka kopi, hujan, dan juga bulan. Ia bernama Chandra Lorenzo, seorang laki-laki yang akan terkenang dalam hidup Jemima sampai kapanpun. Dia adalah kakak kelas Jemima sewaktu SMA. Setiap membaca atau sekedar mendengar namanya, di situlah perasaan Jemima tidak karuan. Entah merasa sedih, kesal, bahagia, Ia pun bingung dengan perasaannya sendiri. Awal pertemuan mereka yaitu ketika pendaftaran sekolah tiba. Jemima sempat curi-curi pandang padanya. Sayangnya Chandra tidak pernah menyadari akan kehadirannya. Hingga tiba saatnya pengenalan lingkungan sekolah. Akhirnya Jemima berhasil menemukan Chandra di antara gerombolan lelaki. Sempat tak yakin bahwa dia adalah kakak kelas waktu itu. Jemima terus memandang wajah yang tampan dan menawan itu cukup lama. Ternyata masih satu orang yang sama. Ada satu hal lain yang masih terputar jelas di kepalanya. Pada saat itu, Bunda sudah menjemput Jemima tepat di depan sekolah. Saat di pintu perumahan seperti ada yang menarik perhatiannya untuk menengok ke belakang. Ternyata Chandra berada di belakang motornya. Lelaki itu menatap kedua mata Jemima dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
Tak sanggup menahan air mata yang terus bercucuran di kedua pipi. Insan yang dikagumi sejak duduk di bangku SMA, kini sudah pergi meninggalkan dunia. Pandangan Jemima tak lepas dari batu nisan yang bertuliskan nama lengkap lelaki itu. Jemima terus berandai-andai. “Andai saja waktu dapat kuputar kembali, pasti saat ini kami sedang berbahagia bersama.” Hari ini sungguh hari yang begitu berat untuk Jemima. Satu hal yang paling membuat dirinya menyesal adalah, belum sempat mengutarakan isi hati. Walaupun ada kemungkinan dia akan menolak, bukanlah masalah yang besar. Chandra dikabarkan bunuh diri. Alasan apa yang membuat dirinya sampai melakukan hal seperti itu? Jujur Ia sangat ingin tahu alasannya, karena Chandra begitu penting di hidupnya.
“Ya ampun kasian sekali anak muda ini, padahal dia belum sempat punya anak loh.”
“Emang dasar istrinya ga tau bersyukur!”
“Semoga di kehidupan selanjutnya bisa bahagia selalu ya, Dra.”
“Saya ga nyangka kalau istrinya sampe gitu..”
“Liat tuh nangisnya keliatan amat pura-pura sedih, dasar cewek munafik!” ujar wanita yang berada di sebelah Jemima dengan pelan. Dia terlihat begitu kesal dengan akting perempuan itu yang terlihat dibuat-buat. Perempuan yang dimaksud adalah istri Chandra.
Sebagian besar obrolan yang dapat Ia tangkap di sini hanya tentang istrinya. Sebenarnya apa yang terjadi di balik semua ini? Rasa ingin tahu di diri Jemima semakin meningkat setelah mendengar omongan barusan. Seseorang menepuk bahunya dari belakang dan mengajak untuk segera pergi dari keramaian.
“Ayo Mima pulang. Lain waktu kita bisa ke sini lagi,” bujuk orang itu sambil memegang pundak Jemima. Lalu Ia menoleh ke sumber suara, yang tak lain adalah Abangnya sendiri.
“Tunggu 5 menit lagi Bang,” pinta Jemima, karena dia masih ingin mendengarkan bisikan orang-orang di sini.
“Janji ya 5 menit,” jawab Marcel dan Jemima segera mengangguk.
Jemima melihat ada beberapa teman Chandra saat SMA di tempat ini. Sayangnya tidak ada satu pun dari mereka yang akrab dengan Jemima. Kalau seperti ini, bagaimana dia bisa mengetahui tentang istrinya? Jemima terus memikirkan caranya. Akan tetapi, Marcel terus saja mengajak untuk pulang yang membuat Jemima kehilangan fokus. Pada akhirnya dituruti saja, daripada dia tidak bisa fokus memikirkan hal barusan. Jadi, Jemima akan memikirkannya lagi saat tiba di rumah nanti.
Marcel menancapkan gas motornya dan meninggalkan pemakaman. Mereka berdua sedang melewati SMA, tempat Jemima bertemu dan mengenal Chandra. Wajahnya, senyumnya, bahkan suaranya pun terus saja terbayang di dalam benak Jemima. Tak terasa, sudah tiba di rumah dan Jemima langsung mencari seseorang. Orang yang dicari Jemima pastinya Bunda dan sudah berdiri di dekat pintu. Bahagia sekali rasanya jika yang kita butuhkan sudah siap mendengarkan. Bunda menyambut dengan pelukan tanpa Jemima memintanya terlebih dahulu. Memang saat SMA, rutinitas Jemima setiap hari adalah menceritakan tentang Chandra. Bahkan hanya papasan di kantin saja diceritakan pada Bunda. Jemima sudah merasa sedikit lega dan melepas pelukannya. Dia meminta untuk tidak diganggu, dikarenakan butuh waktu sendiri. Kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Biasanya kalau sudah merebahkan badan di tempat tidur pasti akan terasa nyaman bukan? Namun, tidak untuk hari ini. Jemima masih saja merasa seperti menanggung beban dan juga gelisah. Terdengar suara ketukan pada pintu kamar, tetapi tiba-tiba berhenti. Hampir Jemima kesal, karena baru saja dia meminta untuk tidak diganggu. Namun, Jemima mendengar bahwa Bunda membisikkan sesuatu kepada yang mengetuk pintu kamar. Mungkin saja Bunda menyuruh Marcel agar tidak mengganggu untuk saat ini. Jemima maklum, karena Abangnya sebelumnya tidak tahu. Untung saja, sesudah itu tidak ada suara ketukan lagi.
Saat kuliah, Jemima sama sekali tidak pernah dekat dengan seorang lelaki. Walaupun terkadang ada beberapa laki-laki yang mendekatinya. Pasti akan dijauhinya secara perlahan maupun terang-terangan. Cintanya sudah habis di seorang Kakak Kelas yang bernama Chandra. Bahkan Jemima selalu mencari Chandra di raga orang lain. Dia pernah menulis harapannya di dalam diary. “Aku yakin, Jemima Audrey pasti bisa bahagia bersama Chandra Lorenzo.” Bahagia yang dimaksud adalah mereka menikah. Memang terdengar seperti hal yang konyol. Sebelum mengaguminya, sudah pasti Jemima pernah suka pada orang lain. Akan tetapi, pemikirannya tidak pernah sampai sejauh ini. Saat Jemima mengetahui bahwa Chandra akan menikah dengan wanita lain. Hati terasa seperti ditusuk-tusuk, mendengar kabar yang sebenarnya tidak ingin dia tahu. Jemima beranggapan bahwa ia ditinggalkan, padahal tidak ada hubungan apapun di antara keduanya.
Kini kejadian itu terulang kembali, tetapi ada sedikit perbedaan.r Kalian tahu apa yang membuatnya berbeda kali ini? Chandra meninggalkan Jemima untuk selama-lamanya. Kini alam yang mereka tinggali sudah tidak sama lagi. Sudah dua kali Jemima menangis hebat dibuat lelaki yang sama. Apakah Chandra tidak ada niat untuk berkomitmen dengan Jemima sebelum dia pergi? Jemima sangat berharap, setidaknya coba satu kali saja. Tiba-tiba Jemima ingat bahwa Chandra pernah memberikan bunga padanya. Ia sangat bahagia kala itu. Jemima melihatnya di diary untuk memastikan, karena hal apapun selalu ditulis di situ.
Jemima membuka lembaran demi lembaran dan menemukannya.
“12 Juni 2018.
Hari ini aku bener-bener seneng banget! Ga nyangka kalau Ka Chandra bakal ngasih bunga duluan. Awalnya sih aku sempet ragu, ga berani kasih bunga ke dia. Tapi tadi dia kasih mawar merah 2 tangkai, jadi aku berani buat ngasih juga. Yaa meskipun dia ngasih bunga dalam rangka kegiatan eskul, tapi aku tetep seneng kok! Karena orang pertama yang dia kasih bunga di ekskul itu aku. Baru deh dia kasih ke yang lain. Bunga mawar merah lebih dari kata indah Ka, kayak kamu. Aku yakin Jemima Audrey pasti bisa bahagia bersama Chandra Lorenzo.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
valya nazwa
chandra lorenzo
2024-01-13
2
argya
baru awal loh ka 😭😭😭
2024-01-13
2
valya nazwa
keren 🫵🏻🦄
2024-01-12
3