Arthur masih berhadapan dengan Lenco setelah Amanda pergi. Keduanya masih berhadapan dengan tatapan saling membenci satu sama lain.
"Ingat satu hal lagi Lenco, apa pun kau rencanakan kau tidak akan pernah bisa mengambil apa yang bukan menjadi milikmu." jelas Arthur yang langsung menghempaskan tubuh Lenco begitu saja setelah mengatakan hal itu.
"Bagaimana jika aku ingin mengambil milikmu lagi?" tanya Lenco yang langsung menghentikan langkah Arthur yang hendak pergi meninggalkannya.
"Dulu aku bisa mengalah, Namun tidak untuk sekarang." jelas Arthur yang langsung pergi meninggalkan Lenco di sana.
Dia langsung pergi menuju mobilnya tempat di mana Amanda menunggunya. Ya, di dalam mobil tersebut Amanda sedang menunggu Arthur bersama dengan Roy.
"Sebenarnya siapa pria itu? Kenapa tuan Arthur terlihat sangat membencinya tuan Roy?" tanya Amanda karena penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Jujur, dia khawatir dengan keadaan Arthur. Apalagi baru berapa hari yang lalu Arthur baru saja terluka jadi dia khawatir dengan lukanya.
"Jangan pernah bertanya apa yang tidak menjadi urusan anda Nona dan jangan pernah mempertanyakan hal apa pun pada tuan Arthur terhadap apa yang telah anda lihat. Jadi lebih baik anda diam dan tutup mulut anda, Nona."
Brak!
Arthur masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil mahal itu dengan kasar hingga membuat Amanda kaget bukan main.
"Tuan-"
"Diam dan jangan banyak bicara lagi!" sentak Arthur karena dia masih emosi dengan apa yang telah terjadi pada mereka saat ini.
Terlebih mereka baru bertemu dengan Lenco yang berani menyentuh Amanda.
"Maaf," ucapnya dengan penuh sesal. Jujur, Amanda tidak menyangka jika Arthur bisa semarah ini padahal dia merasa bahwa dia tidak salah sama sekali.
Amanda tidak mengenal siapa pria yang telah berani menyentuhnya seintim itu. Entahlah, rasanya sulit sekali untuk di jelaskan dengan kata-kata bahwa dia ingin mengatakan jika dia tidak bersalah sama sekali.
Sepanjang perjalanan menuju rumah, baik Arthur atau pun Amanda tidak ada yang bicara karena memang Arthur tidak ingin dia bicara. Begitu juga dengan Roy yang tidak berani walau hanya untuk melirik ke belakang kursi penumpangnya.
"Turun!" Arthur langsung menarik tangan Amanda turun dari mobil dan menyeretnya masuk ke dalam kamar mereka.
Amanda sendiri hanya bisa terseok-seok mengikuti langkah kaki panjang Arthur yang menyeret tubuhnya.
Brugh...
Tubuh Amanda di hempaskan begitu saja ke atas tempat tidur oleh Arthur hingga kini tubuhnya berada di bawah Kungkungan pria kejam itu.
"Tuan, apa yang ingin Anda lakukan?" tanya Amanda mulai panik ketika Arthur menatapnya tajam seperti itu.
Arthur sendiri tidak mengatakan apa pun dan dia langsung merobek gaun yang Amanda pakai hingga membuat wanita itu langsung berteriak.
"Aahhhkk... Sakit, Tuan." ringih Amanda saat Arthur mencengkram rahangnya.
"Akan ku buat kau menyesal karena telah berani melakukan hal ini padaku. Aku akan membuatmu menangis dan memohon padaku!"
"Tuan, jangan lakukan itu tuan," pinta Amanda dengan memohon agar Arthur tidak melakukan hal itu, tapi Arthur sudah membutakan mata dan hatinya untuk Amanda.
Dia sudah bertekad bahwa dia akan menghancurkan Amanda bagaimana pun caranya.
"Ahhhkkk..." Amanda kembali berteriak saat Arthur membuka paksa penutup bagian dadanya hingga membuat kedua bongkahan itu sudah terlihat jelas di kedua matanya.
Sejenak Arthur terpaku melihat keindahan itu, Namun langsung di tepis olehnya karena dia tidak akan menghentikan apa yang ingin dilakukannya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Rusmini Rusmini
salah Amanda dimana Thur...
2025-01-25
0
Wirda Lubis
Amanda ngak bersalah arthur
2023-12-06
0
Dia Amalia
yg slh bukan Amanda eee jd sasaranmu pak Arthur 😡😡😡
musuhmu tu lh yg kau musnahkan 😏😏
2023-11-11
1